Jumat, Januari 23, 2026
BerandaNewsDugaan Kebocoran Data Pengguna Instagram: Komdigi Panggil Meta untuk Klarifikasi

Dugaan Kebocoran Data Pengguna Instagram: Komdigi Panggil Meta untuk Klarifikasi

Dugaan Kebocoran Data Pengguna Instagram: Komdigi Panggil Meta untuk Klarifikasi

Baru-baru ini, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memanggil Meta, perusahaan induk dari platform media sosial terkenal seperti Instagram, WhatsApp, dan Facebook. Pemanggilan ini dilakukan untuk meminta penjelasan terkait dugaan kebocoran data pengguna Instagram yang dilaporkan oleh perusahaan keamanan siber, Malwarebytes.

Dugaan kebocoran data ini muncul pada awal Januari 2026, ketika sejumlah pengguna Instagram, termasuk di Indonesia, menerima email yang meminta mereka untuk mereset kata sandi akun mereka. Fenomena ini menimbulkan kekhawatiran karena diduga melibatkan sekitar 17,5 juta akun pengguna di seluruh dunia.

Menurut Kemkomdigi, pertemuan klarifikasi dengan pihak Meta telah dilaksanakan pada tanggal 14 Januari 2026. Dalam pertemuan tersebut, Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Kemkomdigi, Alexander Sabar, menjelaskan bahwa Meta mengklaim bahwa proses reset password yang terjadi adalah mekanisme internal yang sesuai dengan prosedur resmi Instagram. Mereka menegaskan bahwa tidak ada akses terhadap kata sandi pengguna yang dapat diperoleh oleh pihak ketiga.

  • “Tidak ada password pengguna yang dapat diakses atau diperoleh oleh pihak mana pun selain oleh pemilik akun itu sendiri,” ungkap Alexander dalam keterangan resminya.
  • Meta juga menambahkan bahwa tidak ditemukan indikasi adanya penyalahgunaan fitur reset password untuk mengambil data oleh pihak eksternal.
  • Proses pendalaman lebih lanjut masih berlangsung dan hasilnya akan menjadi dasar evaluasi lanjutan oleh Kemkomdigi.

Alexander mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Ia juga mengajak pengguna untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga keamanan akun digital mereka. Ini penting, mengingat potensi risiko yang dapat muncul akibat kebocoran data.

Dalam pernyataan resmi yang disampaikan oleh Meta pada tanggal 11 Januari 2026, mereka mengakui adanya masalah yang memungkinkan pihak eksternal dapat meminta pengguna untuk mereset kata sandi. Namun, mereka menegaskan bahwa sistem inti dari Instagram tetap aman dan tidak ada data pengguna yang bocor.

Situasi ini jelas menimbulkan kebingungan dan kekhawatiran di kalangan pengguna Instagram. Banyak yang mulai mempertanyakan bagaimana keamanan data mereka, terutama setelah mendengar tentang dugaan kebocoran yang melibatkan jumlah akun yang sangat besar. Dalam dunia digital saat ini, di mana data pribadi menjadi sangat berharga, kejadian seperti ini harus ditangani dengan serius.

Ke depan, penting bagi semua pengguna untuk tetap waspada dan memanfaatkan fitur keamanan yang ada, seperti autentikasi dua faktor, untuk melindungi akun mereka. Selain itu, pengguna disarankan untuk memantau aktivitas akun mereka secara berkala dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan.

Dengan meningkatnya ketergantungan pada platform digital, menjaga keamanan data pribadi harus menjadi prioritas utama bagi setiap individu. Seluruh pihak, baik pengguna maupun penyedia layanan, memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa informasi pribadi tetap aman dan terlindungi dari potensi ancaman.

Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/01/17/16150017/komdigi-panggil-meta-buntut-dugaan-kebocoran-data-17-5-juta-pengguna-instagram

RELATED ARTICLES

New Post

Most Popular