Kekhawatiran Pengguna Terhadap Fitur AI
Banyak pengguna yang menyuarakan ketidakpuasan mereka terhadap upaya Mozilla dalam memperkenalkan fitur-fitur berbasis AI tersebut. Beberapa di antaranya merasa bahwa penambahan AI ini terasa seperti dipaksakan, dan mengkhawatirkan privasi data mereka. Hal ini mendorong Mozilla untuk mengambil langkah proaktif dalam menanggapi keluhan tersebut.
Fitur ‘Kill Switch’ untuk Fitur AI
Dalam pembaruan yang dijadwalkan pada 24 Februari, Firefox akan meluncurkan fitur ‘kill switch’ yang memungkinkan pengguna untuk menonaktifkan semua fitur berbasis AI. CEO Mozilla, Enzor-DeMeo, menegaskan bahwa pilihan pengguna sangat penting. Ia meyakini bahwa fitur AI yang ditambahkan ke Firefox, serta yang akan datang, memiliki manfaat dan pengguna dapat mempercayai Mozilla dengan data yang dikumpulkan.
Pengakuan dari Pengguna
Meski ada pro dan kontra, beberapa pengguna mengakui bahwa alat berbasis AI yang disediakan oleh Firefox memang bermanfaat. Namun, mayoritas lainnya lebih memilih untuk tidak menggunakan fitur-fitur ini karena kekhawatiran akan privasi. Langkah Mozilla untuk memberikan opsi penonaktifan ini menunjukkan komitmennya untuk memberikan kebebasan kepada pengguna, yang merupakan nilai tambah yang jarang ditemukan di antara perusahaan teknologi besar lainnya.
Dengan keputusan ini, Mozilla menunjukkan bahwa mereka mendengarkan suara pengguna dan berupaya untuk memberikan kontrol lebih besar atas pengalaman digital mereka. Ini adalah langkah positif yang menunjukkan bahwa industri teknologi dapat beradaptasi dengan kebutuhan dan kekhawatiran pengguna.
Sumber: https://www.gsmarena.com/firefox_now_gives_you_the_option_to_disable_all_aipowered_features-news-71409.php

