Tantangan dalam Perbaikan
Namun, tidak semua aspek perbaikan berjalan mulus. Salah satu fitur unggulan ponsel ini, yaitu layar privasi, ternyata menjadi titik lemah. Saat mencoba mencopot layar, iFixit mengalami kesulitan dan bahkan merusaknya. Mereka menilai bahwa proses perbaikan layar pada ponsel flagship ini adalah salah satu yang paling rumit.
- Kamera Depan yang Bermasalah: Kamera selfie yang terletak di bawah motherboard juga menambah kesulitan. Banyaknya perekat yang digunakan untuk menempelkan modul kamera membuatnya sulit untuk dilepas. Penggunaan panas yang berlebihan saat mencoba mengeluarkannya dapat menyebabkan kerusakan pada lensa dan sensor.
Skor Perbaikan yang Mengecewakan
Setelah melakukan analisis, Galaxy S26 Ultra kembali mendapatkan skor perbaikan yang sama dengan Galaxy S25 Ultra, yaitu 5 dari 10. Meskipun ada beberapa kemajuan dalam desain komponen yang lebih mudah diakses, keputusan desain yang buruk pada beberapa fitur kunci membuat skor keseluruhan tetap rendah. Hal ini menjadi kontras dengan analisis dari JerryRigEverything, yang menemukan bahwa ponsel ini cukup ramah dalam hal perbaikan.
Kesimpulan: Harapan dan Realita
Galaxy S26 Ultra menawarkan berbagai inovasi dan fitur canggih yang mengesankan bagi para penggemar teknologi. Namun, ketika datang ke aspek perbaikan, Samsung tampaknya masih menghadapi tantangan yang signifikan. Meskipun beberapa keputusan desain menunjukkan kemajuan, tantangan yang ada pada layar dan kamera tetap menjadi penghalang bagi keinginan pengguna untuk melakukan perbaikan sendiri.
Dengan demikian, bagi Anda yang mempertimbangkan untuk memiliki Galaxy S26 Ultra, penting untuk mempertimbangkan tidak hanya fitur dan performanya tetapi juga kemudahan dalam perbaikan di masa depan. Semoga Samsung dapat terus memperbaiki aspek ini di model-model mendatang.
Sumber: https://www.androidauthority.com/ifixit-galaxy-s26-ultra-teardown-3651498/

