Perbandingan dengan Wear OS Lainnya
Wear OS kini tidak lagi menjadi platform yang terfragmentasi seperti sebelumnya. Harapan saat ini adalah pengalaman pengguna mengikuti perangkat keras yang digunakan, bukan hanya logo di ponsel. Contohnya, lini Pixel Watch dari Google menjaga fitur kesehatan inti tetap dapat diakses secara luas di berbagai perangkat Android, bukan hanya ponsel Pixel. Meskipun ada batasan berbasis wilayah untuk alat kesehatan yang lebih canggih, itu adalah isu terpisah yang juga dihadapi Samsung. Ketika rekan-rekan Wear OS mulai menjauh dari batasan berbasis merek, pembatasan yang diterapkan Samsung terasa semakin ketinggalan zaman.
Harapan untuk Galaxy Watch 9
Melihat ke depan, belum banyak bocoran signifikan mengenai Galaxy Watch 9 yang akan datang. Namun, informasi yang ada menunjukkan bahwa pembaruan yang diharapkan akan cukup tipikal, dengan ukuran yang familiar, ekspektasi baterai yang serupa, dan kemungkinan chip baru, serta beberapa penyesuaian perangkat lunak dan kesehatan yang didorong oleh AI. Saat ini, tidak ada yang membuat saya bersemangat untuk menghadiri acara Unpacked Samsung di musim panas mendatang, di mana lini ini kemungkinan akan diluncurkan.
Lebih dari itu, Samsung kemungkinan akan mengklaim adanya peningkatan akurasi dan perbaikan fitur kesehatan lainnya. Namun, jika Samsung ingin Galaxy Watch terus menjadi pemimpin dalam wearable fokus kesehatan, mereka harus memperluas akses ke fitur-fitur yang sudah ada. Memisahkan alat seperti ECG, pemantauan tekanan darah, dan deteksi sleep apnea dari ponsel Galaxy akan jauh lebih berarti daripada hanya melakukan peningkatan spesifikasi. Galaxy Watch tidak memerlukan lebih banyak fitur, melainkan lebih sedikit pembatasan.
Sumber: https://www.androidauthority.com/samsung-galaxy-watch-series-unlock-features-3653769/

