Keterbatasan Akses dan Distribusi
Selain masalah harga, Galaxy Z TriFold juga menghadapi kendala dalam hal ketersediaan. Samsung hanya meluncurkan TriFold di enam pasar, dan di pasar-pasar tersebut, proses pembelian ponsel ini jauh lebih sulit dibandingkan dengan ponsel Samsung lainnya. Di AS, misalnya, TriFold tidak tersedia di Amazon, Best Buy, atau—yang sangat penting—di jaringan penyedia layanan telekomunikasi. Untuk mendapatkan TriFold, konsumen hanya bisa membelinya melalui situs resmi Samsung. Meskipun ini dapat diterima bagi mereka yang sudah terikat dengan ekosistem Samsung, namun hal ini jelas membatasi peluang TriFold untuk dipertimbangkan oleh sebagian besar konsumen di AS.
Keterbatasan akses ini tampaknya merupakan keputusan yang disengaja dari pihak Samsung, tetapi tetap saja menjadi salah satu faktor utama yang menghambat kesuksesan TriFold dalam jangka panjang.
Kompetisi dari Model Lain
Faktor lain yang berkontribusi terhadap kemunduran TriFold adalah kehadiran Galaxy Z Fold 7. Ponsel ini diluncurkan beberapa bulan sebelum TriFold dan menawarkan banyak fitur yang serupa. Meskipun layar dalam TriFold yang lebih besar memang menarik, kehadiran dua engsel membuatnya lebih rentan terhadap kerusakan dibandingkan dengan satu engsel pada Fold 7. Meskipun keduanya memiliki peringkat IP48, desain tri-lipat TriFold membuatnya lebih kompleks secara mekanis dan memerlukan penanganan yang lebih hati-hati.
Selain itu, ketika TriFold dilipat, ukurannya tergolong besar, dengan berat hampir 100 gram lebih berat daripada Fold 7 dan ketebalan 12.9mm. Hal ini menjadikannya kurang nyaman untuk digunakan. Dengan berbagi spesifikasi kunci seperti chipset dan sistem kamera dengan Fold 7, tidak heran jika banyak konsumen merasa bahwa membayar hampir $1,000 lebih untuk TriFold tidak sebanding.
Masa Depan Galaxy Z TriFold
Meskipun banyak yang bertanya-tanya apakah kita akan melihat Galaxy Z TriFold 2 di masa depan, saat ini tidak ada kepastian. Jika Samsung berencana untuk mengembangkan model lanjutan, mereka harus mempertimbangkan berbagai faktor di atas. Ini termasuk membuat harga lebih terjangkau, meningkatkan ketersediaan di lebih banyak pasar, dan membuatnya lebih menarik dibandingkan dengan model Z Fold lainnya—baik melalui spesifikasi yang lebih baik, daya tahan yang ditingkatkan, atau desain yang lebih ramping.
Namun, saat ini, tidak ada bocoran konkret atau rumor mengenai TriFold 2, dan Samsung sendiri belum mengungkapkan rencana untuk model baru. Baru-baru ini, laporan menyebutkan bahwa Samsung sedang mencari cara untuk mengurangi biaya hingga 30% akibat dari mode “manajemen darurat” yang sedang mereka jalani. Meskipun tidak menutup kemungkinan untuk meluncurkan TriFold lain, kemungkinan ini dalam waktu dekat sangat tidak mungkin.
Dengan segala pertimbangan ini, kita bisa menyimpulkan bahwa Galaxy Z TriFold, meskipun merupakan ide yang menarik, mengalami eksekusi yang kurang sempurna. Kita tentu berharap untuk melihat inovasi yang lebih baik di masa depan.
Sumber: https://www.androidauthority.com/galaxy-z-trifold-dead-samsung-fault-why-3649777/

