Penurunan Laba di Bisnis LSI Sistem
Di sisi lain, laba di bisnis LSI Sistem mengalami penurunan pada kuartal IV 2025. Samsung mengaitkan penurunan ini dengan permintaan musiman yang melemah. Namun, tidak semua berita buruk, karena peluncuran sensor kamera baru dengan resolusi 200MP dan 50MP memberikan dorongan pada pendapatan. Samsung memperkirakan bahwa laba akan kembali meningkat di kuartal pertama 2026 seiring dengan meningkatnya permintaan untuk sensor 200MP tersebut.
Bisnis LSI juga mencakup pembuatan chipset, dan segmen ini mengalami peningkatan penjualan serta stabilisasi hasil produksi.
Permintaan Kuat untuk Produk Display dan Harman
Bisnis foundry Samsung menunjukkan permintaan yang kuat di akhir tahun 2025, dengan dimulainya produksi massal produk 2nm generasi pertama, serta rencana untuk memasuki chip 2nm generasi kedua tahun ini. SDC, yang memproduksi tampilan, melaporkan hasil yang solid dari produk tampilan kecil dan menengah. Meskipun permintaan untuk tampilan smartphone diperkirakan akan melambat di kuartal pertama 2026, SDC tetap optimis dalam pengembangan dan penyediaan tampilan untuk model flagship.
Harman, bagian dari Samsung yang bergerak di bidang audio dan otomotif, mencatatkan pendapatan sebesar KRW 4,6 triliun untuk kuartal IV 2025. Produk otomotif yang dijual ke OEM Eropa memberikan kontribusi positif, sementara earbud TWS juga mendapat permintaan tinggi selama musim liburan. Di tahun 2026, Harman berencana untuk fokus pada peningkatan penjualan di sektor otomotif dan produk audio konsumen.
Secara keseluruhan, Samsung menunjukkan performa yang sangat baik di berbagai sektor, meskipun ada tantangan yang harus dihadapi. Dengan strategi yang tepat, mereka berpotensi untuk terus tumbuh dan berinovasi di tahun-tahun mendatang.
Sumber: https://www.gsmarena.com/samsung_announces_recordsetting_revenue_and_profit_for_q4_2025-news-71319.php

