Tantangan dalam Membangun Prosesor Sendiri
Walaupun Google telah meluncurkan berbagai produk seperti audio, ponsel, dan tablet, tantangan terbesar mereka adalah mengembangkan prosesor yang cukup kuat untuk memenuhi kebutuhan komputasi desktop. Proyek prosesor Tensor milik Google belum mampu bersaing dengan chip A-series dari Apple, termasuk A18 Pro yang baru saja diluncurkan. Tensor G5, prosesor terbaru Google, masih tertinggal jauh dari performa chip-chip terbaru dari Apple dan Qualcomm, sehingga membuat peluang Google untuk menciptakan laptop serupa MacBook Neo menjadi semakin sulit.
Kesempatan di Masa Depan
Meskipun saat ini Google tampak kesulitan untuk menciptakan laptop yang sebanding dengan MacBook Neo, bukan berarti harapan mereka hilang. Android sedang memasuki fase eksperimen yang menarik dengan mode desktop baru pada perangkat Pixel. Dalam pengalaman yang telah dicoba, mode ini menawarkan responsivitas yang cukup baik untuk browsing web dan tugas-tugas ringan lainnya. Meskipun belum mampu bersaing dalam video editing atau pengkodean, ini menunjukkan bahwa Google memiliki potensi untuk mengembangkan chip mereka di masa depan agar bisa bersaing dengan Apple.
Dengan peluncuran mode desktop dan rencana Aluminium OS yang akan datang, Google berusaha menjembatani kesenjangan antara perangkat mobile dan laptop. Pada akhirnya, meskipun Google mungkin tidak mampu menciptakan perangkat keras yang sebanding dengan MacBook Neo dalam waktu dekat, mereka masih memiliki kesempatan untuk berkolaborasi dengan mitra mereka dalam menciptakan produk yang lebih baik di masa mendatang.
Di tengah inovasi yang dilakukan Apple dengan MacBook Neo, Google kini dituntut untuk berinovasi lebih jauh agar tidak tertinggal. Tanpa diragukan, MacBook Neo telah mencuri perhatian dan mungkin juga mengganggu rencana para produsen Chromebook yang selama ini mendominasi pasar laptop terjangkau.
Sumber: https://www.androidauthority.com/macbook-neo-google-cant-build-3646746/

