Kode Eksternal yang Tidak Terjamin Keamanannya
Aplikasi ini juga memuat sejumlah besar kode secara langsung dari repositori pihak ketiga. Meskipun pihak Gedung Putih percaya bahwa semua ini aman, setiap pelanggaran pada proyek-proyek tersebut dapat membahayakan pengguna aplikasi Gedung Putih. Hal ini jelas bukan praktik keamanan yang baik dan tidak mencerminkan standar yang seharusnya diharapkan dari aplikasi pemerintah. Keberadaan kode eksternal ini menambah kerumitan dan risiko bagi pengguna.
Pelacakan Pengguna yang Kontroversial
Menariknya, aplikasi ini juga dilengkapi dengan kemampuan untuk melacak lokasi pengguna. Meskipun tidak ada yang salah dengan pengumpulan data lokasi, pengguna perlu menyadari bahwa mereka memberikan izin lokasi kepada aplikasi ini. Infrastruktur untuk mengumpulkan data lokasi sudah tersedia, dan ini menimbulkan pertanyaan mengenai seberapa sering dan untuk tujuan apa data tersebut akan digunakan. Keterbukaan dalam pengumpulan data harus menjadi pertimbangan utama, terutama untuk aplikasi pemerintahan.
Kesimpulan: Harapan yang Menghilang
Pada akhirnya, peluncuran aplikasi resmi Gedung Putih ini tampak memalukan. Kombinasi praktik keamanan yang dipertanyakan dan kurangnya penghormatan terhadap hak kekayaan intelektual pihak ketiga menciptakan kesan bahwa aplikasi ini tidak direncanakan dengan baik. Seharusnya, aplikasi yang diluncurkan oleh pemerintah bisa menjadi contoh yang baik dalam hal keamanan dan privasi, tetapi kenyataannya justru sebaliknya. Tidak mengherankan jika banyak pihak merasa skeptis terhadap aplikasi ini.
Sumber: https://www.androidauthority.com/white-house-app-teardown-3653195/

