Desain Blur yang Dipertanyakan
Menjelang perilisan Android 17, kita mulai melihat beberapa gambar awal yang menunjukkan tren baru dalam desain: peningkatan penggunaan efek blur. Bagi sebagian orang, ini adalah kabar baik. Efek blur dan transparansi bisa sangat menarik jika digunakan dengan tepat pada layar dan elemen antarmuka yang sesuai. Namun, ada pertanyaan penting yang muncul: seberapa pentingkah efek ini dalam meningkatkan penyampaian informasi kepada pengguna?
- Pengalaman Pengguna yang Berbeda: Ada pengguna yang lebih menyukai desain yang jelas dan terstruktur, seperti yang diperkenalkan pada Android 5.0 Lollipop. Lollipop menawarkan elemen solid yang mudah dikenali, mirip dengan tinta di atas kertas—meskipun dalam versi digital.
- Keberlanjutan Visual dan Kegunaan: Salah satu kekhawatiran yang muncul adalah, apakah desain modern ini mengorbankan visual untuk kegunaan? Ini adalah pertanyaan yang patut dipikirkan, terutama ketika kita melihat ke arah masa depan Android.
Pentingnya Aksesibilitas dalam Desain
Meskipun ada opsi untuk menonaktifkan efek blur, kita harus mempertimbangkan berapa banyak pengguna pemula yang tahu cara melakukannya. Hal ini mengarah pada pertanyaan lebih besar mengenai aksesibilitas dan pengalaman pengguna secara keseluruhan. Apakah Google sedang bergerak ke arah desain yang lebih estetis, tetapi kurang ramah pengguna?
Mari Berdiskusi!
Kami ingin mendengar pendapat Anda! Menurut Anda, apa era terbaik untuk bahasa desain Android dalam hal pengalaman pengguna dan kegunaan? Versi Android atau bahasa desain mana yang Anda sukai dari segi estetika, dan mengapa? Apa pendapat Anda tentang langkah Google yang semakin memperbanyak efek blur dan transparansi di Android 17?
Sumber: https://www.androidauthority.com/android-17-blur-open-thread-3635820/

