Momen Penting: Peluncuran Instagram Stories
Tetapi, di tengah kesederhanaan tersebut, terdapat satu momen bersejarah yang sering kali terlewatkan. Pada Agustus 2016, Instagram meluncurkan fitur Instagram Stories yang mengubah lanskap media sosial. Saat fitur ini pertama kali diperkenalkan, mungkin banyak yang tidak menyadari seberapa besar dampaknya bagi cara kita berinteraksi di platform tersebut. Tanpa kita sadari, IG Stories menjadi bagian penting dari rutinitas media sosial kita.
Instagram pada saat itu memiliki tujuan yang cukup strategis: merebut perhatian pengguna Snapchat. Dengan menghadirkan konten sementara yang lebih kasual dan spontan, Instagram ingin memberikan alternatif bagi pengguna yang mungkin merasa jenuh dengan feed yang terlalu terkurasi. Penempatan IG Stories di bagian atas layar dengan cincin berwarna ungu membuat fitur ini langsung mencuri perhatian, bahkan sebelum pengguna mulai menggulir feed mereka.
Perkembangan Fitur Instagram Stories
Pada awal kemunculannya, fitur Stories hanya menawarkan fungsi dasar. Pengguna dapat mengunggah foto atau video pendek, menambahkan teks sederhana, dan menggambar di layar. Namun, Instagram tidak berhenti di situ. Tak lama setelah peluncuran, fitur Boomerang diperkenalkan, yang memungkinkan pengguna untuk membuat video loop singkat. Ini segera menjadi favorit banyak orang.
Seiring berjalannya waktu, dari 2017 hingga 2018, Instagram Stories mulai berevolusi. Fitur yang sebelumnya bersifat pasif kini berubah menjadi ruang interaksi yang dinamis. Pada Oktober 2017, Instagram memperkenalkan fitur polling yang memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan audiens mereka. Kemudian, hadir Superzoom dengan efek dramatis, dan stiker emoji slider pada Mei 2018 yang memberikan cara baru bagi pengguna untuk mengekspresikan perasaan mereka dengan lebih halus.
Tepat pada Juli 2018, fitur Questions diluncurkan, mengubah Stories menjadi platform tanya jawab langsung. Untuk pertama kalinya, komunikasi di Instagram terasa lebih dua arah. Pengguna tidak hanya sekadar pamer momen, tetapi juga dapat berinteraksi dengan pengikut mereka, menambah dimensi baru dalam penggunaan media sosial.
Kesimpulan: Dari Nostalgia ke Inovasi
Nostalgia akan tahun 2016 mengajak kita untuk mengingat kembali bagaimana media sosial telah berevolusi. Dari kesederhanaan yang dihadirkan, hingga fitur-fitur inovatif seperti Instagram Stories yang kini menjadi bagian integral dari pengalaman bersosial media. Momen-momen tersebut tidak hanya mengubah cara kita berinteraksi, tetapi juga menciptakan ketagihan yang sulit untuk diabaikan. Kini, ketika kita melihat kembali ke tahun 2016, kita dapat merasakan betapa jauh perjalanan yang telah kita lalui dalam dunia media sosial.
Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/01/20/18070047/nostalgia-2016-era-sebelum-instagram-stories-bikin-kita-ketagihan

