Jumat, April 24, 2026
BerandaNewsOnePlus Ace 6 Ultra: Harapan Gaming Mobile yang Tak Terwujud

OnePlus Ace 6 Ultra: Harapan Gaming Mobile yang Tak Terwujud

Perbandingan dengan Pesaing

Smartphone, di sisi lain, mencoba memberikan pengalaman gaming kelas atas dengan berbagai variasi. Salah satu contoh yang sukses adalah ASUS ROG Phone 9 Pro, yang dilengkapi dengan controller dua bagian yang dapat dipasang di sisi ponsel. Ini memberikan kontrol taktil yang luas, menjadikannya setara dengan controller gaming sejati tanpa mengorbankan pengalaman bermain.

Namun, jika Anda merasa kerepotan dengan aksesori tambahan, ponsel Xiaomi POCO F4 GT menawarkan solusi cerdas dengan tombol bahu fisik yang dapat muncul dan menghilang sesuai kebutuhan. Meskipun tidak seideal controller penuh, solusi ini cocok bagi gamer kasual maupun yang lebih serius.

Desain yang Membingungkan

Dibandingkan dengan produk-produk tersebut, OnePlus Ace 6 Ultra terasa seperti sebuah kebingungan. Ponsel ini mencoba memasarkan dirinya sebagai ponsel gaming, padahal sebenarnya adalah ponsel biasa. Jika OnePlus ingin, mereka bisa saja meniru pendekatan POCO dengan menawarkan tombol bahu fisik yang terintegrasi, menjadikannya sebagai ponsel gaming sejati. Namun, mereka memilih jalur yang lebih panjang dengan membuat controller snap-on yang terasa setengah matang.

Melihat gambar pemasaran ponsel ini, terlihat bahwa controller yang dipasang di belakang ponsel hanya memberikan beberapa tombol belakang dan paddle. Namun, di bagian depan, Anda masih harus mengetuk layar kaca tanpa adanya D-pad atau joystick. Hal ini bisa sangat membingungkan bagi pengguna yang terbiasa dengan controller gaming yang lengkap, dan dapat mengganggu ingatan otot saat bermain.

Masalah Harga dan Keterbatasan

Masalah utama saya dengan controller snap-on ini adalah konsepnya sendiri, yang berhubungan dengan faktor harga. Meskipun harga pastinya belum diumumkan, bisa dipastikan bahwa OnePlus akan menjualnya sebagai aksesori tambahan untuk meningkatkan nilai jual ponsel. Jika aksesori ini, yang hanya kompatibel dengan ponsel tertentu, harganya setara dengan controller penuh, mengapa seseorang memilih solusi yang tidak lengkap ini dibandingkan controller yang dapat dipasangkan dengan ponsel lain?

Sebagai pembanding, banyak mount yang tersedia untuk menyelesaikan masalah ergonomis saat menggunakan controller. Tanpa tambahan tersebut, OnePlus Ace 6 Ultra hanyalah ponsel Android menengah ke atas biasa. Sementara itu, jika Anda adalah gamer yang lebih serius, ada banyak solusi gaming portabel yang lebih lengkap daripada yang ditawarkan oleh OnePlus.

Kesimpulannya, OnePlus Ace 6 Ultra terjebak dalam posisi yang canggung. Tanpa aksesori, ia hanya ponsel biasa, dan dengan aksesori, pengalaman bermain tetap terasa tidak memadai. Bagi gamer sesekali, memilih ponsel menengah yang solid mungkin menjadi pilihan yang lebih baik. Sedangkan untuk gamer yang lebih serius, pendekatan POCO atau perangkat gaming handheld khusus lainnya menawarkan solusi yang lebih memadai. Dalam usaha untuk melakukan semuanya, OnePlus Ace 6 Ultra justru gagal memenuhi harapan yang diciptakannya sendiri.

Sumber: https://www.androidauthority.com/oneplus-ace-6-ultra-gaming-phone-total-mess-3659601/

Baca Juga

RELATED ARTICLES

New Post

Most Popular