OnePlus, merek smartphone yang dikenal sebagai "flagship killer", tengah menghadapi kabar mengejutkan. Menurut laporan terbaru, perusahaan ini diperkirakan akan menghentikan operasinya di Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara Eropa dalam waktu dekat. Jika informasi ini benar, langkah ini dapat menandai akhir perjalanan OnePlus sebagai merek global yang telah ada selama lebih dari satu dekade.
Laporan Awal dari Media Jerman
Kabar mengenai penutupan operasi OnePlus pertama kali dilaporkan oleh media Jerman, WinFuture. Laporan ini kemudian diangkat oleh berbagai outlet teknologi lainnya, termasuk Android Police, GSMArena, Droid-Life, dan The Verge. Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa induk perusahaan OnePlus, Oppo, akan mengumumkan keputusan ini dalam beberapa hari ke depan.
Belum Ada Pernyataan Resmi
Hingga saat ini, OnePlus belum memberikan pernyataan resmi terkait kabar tersebut. Media The Verge juga melaporkan bahwa perusahaan belum menanggapi permintaan untuk mengomentari rumor ini. Hal ini menambah ketidakpastian mengenai masa depan operasi OnePlus di pasar global.
Riwayat Spekulasi dan Restrukturisasi
Rumor mengenai hengkangnya OnePlus dari pasar AS dan Eropa bukanlah yang pertama kali muncul. Pada bulan Januari, sejumlah media teknologi melaporkan bahwa OnePlus tengah menjalani proses restrukturisasi besar. Namun, perusahaan saat itu membantah kabar tersebut dan menegaskan bahwa operasional di Amerika Utara tetap berjalan normal, termasuk layanan purna jual dan pembaruan perangkat lunak.
Perubahan Strategi dan Integrasi dengan Oppo
Dalam beberapa bulan terakhir, ada sejumlah laporan yang menunjukkan bahwa OnePlus akan mengurangi kehadirannya di pasar global. Pada bulan Maret, muncul rumor tentang pengurangan tim di Eropa dan Inggris. Selain itu, ada juga laporan bahwa Oppo berencana untuk menyatukan semua sistem operasi mereknya di bawah ColorOS. Jika ini terwujud, OxygenOS milik OnePlus mungkin akan dipensiunkan untuk konsolidasi bisnis.
Menurut informasi yang beredar, OnePlus kemungkinan akan tetap beroperasi di China dan India, namun dalam posisi yang lebih sebagai lini produk di bawah Oppo, bukan sebagai merek global yang independen. Ini memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana keputusan ini akan memengaruhi peluncuran perangkat OnePlus di pasar lain, termasuk Asia Tenggara.
Sejak didirikan pada 2013, OnePlus berhasil menarik perhatian banyak pengguna dengan peluncuran OnePlus One pada tahun 2014. Dengan slogan "Never Settle", perusahaan ini menawarkan spesifikasi kelas flagship dengan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan pesaing seperti Samsung dan Apple. Namun, jika kabar penutupan operasi ini benar, ini akan menjadi perubahan besar dalam sejarah perusahaan, sekaligus menandai akhir ekspansi global merek yang telah berlangsung lebih dari satu dekade.
Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/07/14/08460007/oneplus-dikabarkan-tutup-operasi-di-as-dan-eropa-minggu-ini-akhiri-merek-global



