Xiaomi dan Apple: Dua Perusahaan Berbeda
Lei Jun juga menegaskan bahwa Xiaomi dan Apple merupakan dua entitas yang sangat berbeda. Ia merasa bingung ketika terus-menerus ditanya tentang pendapatnya mengenai julukan “Steve Jobs-nya China”. “Saya benar-benar tidak bisa berkata apa pun,” tambahnya.
Di saat itu, tiga tahun setelah Xiaomi didirikan pada tahun 2010, Lei Jun sering kali menerima pertanyaan mengenai kemampuan Xiaomi untuk bersaing dengan raksasa global seperti Apple dan Samsung. Menurutnya, pada saat itu Xiaomi masih tergolong muda dan belum bisa dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan besar tersebut.
“Xiaomi baru beroperasi selama tiga tahun, bagaimana mungkin saya membandingkannya dengan raksasa global seperti Apple atau Samsung,” jelas Lei Jun.
Media dan Stigma yang Menghantui Xiaomi
Dalam unggahan tersebut, Lei Jun juga menyoroti cara media, khususnya media di China, menggambarkan Xiaomi. Ia menyebutkan istilah “baofahu”, yang merujuk pada warga kelas bawah yang tiba-tiba menjadi kaya, sebagai salah satu label yang merugikan. Menurutnya, penggunaan istilah tersebut dapat menimbulkan kesalahpahaman di kalangan publik.
Contoh lain yang ia berikan adalah ketika outlet media Wall Street Journal menyebut Xiaomi sebagai “shanzhai”, yang berarti perusahaan tiruan. Namun, setelah melakukan wawancara langsung dan menggali lebih dalam mengenai perkembangan bisnis Xiaomi, istilah tersebut tidak lagi digunakan.
Menghadapi Tantangan di Dunia Teknologi
Lei Jun tidak hanya menghadapi tantangan dari perbandingan dengan Steve Jobs, tetapi juga dari berbagai ekspektasi yang tinggi terhadap Xiaomi. Di usianya yang masih muda, Xiaomi sudah berusaha keras untuk membangun reputasi dan identitas yang kuat di pasar teknologi global.
Dengan visi yang jelas dan inovasi yang berkelanjutan, Lei Jun dan timnya bertekad untuk membuktikan bahwa Xiaomi adalah perusahaan yang mampu bersaing di tingkat internasional tanpa harus dibandingkan dengan merek lain. Mereka ingin menunjukkan bahwa Xiaomi memiliki nilai dan karakteristik tersendiri yang membedakannya dari para pesaing.
Di tengah berbagai tantangan dan stigma yang ada, Lei Jun tetap optimis dan berfokus pada pengembangan produk serta pengalaman pengguna, yang menjadi salah satu pilar utama dari strategi bisnis Xiaomi. Dengan pendekatan ini, ia berharap bisa mengubah pandangan publik dan media tentang perusahaannya.
Dengan segala dinamika yang terjadi, perjalanan Xiaomi di dunia teknologi masih panjang. Lei Jun, dengan segala pengalamannya, terus berusaha untuk menjadikan Xiaomi sebagai salah satu pemimpin di industri ini, tanpa perlu terus-menerus terjebak dalam perbandingan dengan sosok lain.
Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/01/29/10210047/pendiri-xiaomi–jangan-sebut-saya-steve-jobs-dari-china-

