Kontroversi Konten Manipulatif
Kontroversi ini mulai mencuat setelah laporan dari berbagai pemeriksa fakta dan peneliti yang menunjukkan bahwa jutaan konten manipulatif telah tersebar dengan cepat sebelum langkah pembatasan fitur diterapkan. Komisi Eropa menilai bahwa Grok telah digunakan untuk memproduksi konten yang tidak hanya “tidak senonoh”, tetapi juga bisa dikategorikan sebagai materi pelecehan atau eksploitasi seksual anak berdasarkan hukum Uni Eropa. Hal ini menunjukkan adanya kebutuhan mendesak untuk regulasi yang lebih ketat dalam penggunaan teknologi kecerdasan buatan.

