Strategi Dua Saku yang Efisien
Awalnya, strategi dua saku ini tidak sengaja saya lakukan. Namun, setelah merasakan kenyamanannya, saya sadar bahwa ini jauh lebih praktis dibandingkan pengalaman biasa saya yang selalu kebingungan mencari cara untuk mengisi daya ponsel di tengah hari. Meskipun saya tahu bisa menggunakan power bank USB-C, kenyamanannya tidak akan sebanding. Menggali kabel dan mencocokkannya ke port sambil berusaha tidak merusak konektor USB-C adalah proses yang merepotkan. Saya sering kali harus mengeluarkan ponsel dan power bank, mencolokkan kabel, dan berharap notifikasi pengisian daya muncul. Dengan proses itu, saya hampir pasti akan teralihkan dan membuka ponsel saya.
Pengisian daya tanpa melihat menawarkan pengalaman yang jauh berbeda. Setelah mencobanya beberapa kali, saya merasa tidak bisa kembali ke cara lama. Pengisian ini lebih cepat, tanpa gesekan, tidak membuat ponsel menjadi panas, dan dapat dilakukan selama waktu layar mati, membuatnya sangat praktis.
Keunggulan Tambahan dari Power Bank Qi2
Selain kenyamanan pengisian tanpa melihat, saya juga menghargai fitur tambahan yang ditawarkan oleh power bank Qi2. Dalam beberapa hari sibuk, terkadang saya mendapati baterai ponsel hampir habis dan memerlukan pengisian cepat. Beberapa power bank, seperti Baseus PicoGo AM52 yang saat ini saya gunakan, dilengkapi dengan kabel USB-C bawaan. Kabel ini tidak hanya berfungsi sebagai penyangga, tetapi juga memberikan pengisian cepat hingga 45W. Pengisian ini lebih efisien dibandingkan dengan pengisian wireless yang biasanya lebih banyak kehilangan daya.
Dengan kapasitas 10,000mAh, power bank ini cukup kecil dan portabel, sehingga saya bisa tetap menggunakan ponsel dengan satu tangan saat mengisi daya menggunakan USB-C. Meskipun agak berat untuk dipegang dalam waktu lama, hal ini tetap bisa dilakukan selama sekitar 10 menit. Pixel 10 Pro XL saya juga cukup cerdas untuk lebih memilih pengisian USB-C dibandingkan pengisian wireless.
Pada hari-hari yang tidak terlalu sibuk, saya memilih untuk hanya menggunakan Qi2 dengan Baseus PicoGo AM31 5,000mAh yang super kecil dan portabel. Meskipun kapasitasnya setengah dari yang lain dan hanya dapat memberikan pengisian Qi2 15W, desainnya yang ringkas dan penyangga bawaan menjadikannya teman yang sangat baik saat naik kereta atau di kafe.
Qi2 Menjadi Standar Baru
Qi2 secara perlahan mulai menjadi standar baru untuk power bank, dan saya sangat senang melihat perkembangan ini. Saya juga meyakini bahwa magnet bawaan seharusnya menjadi aturan umum ke depan. Meskipun casing ponsel baik-baik saja, kita memerlukan adopsi universal terhadap magnet. Dengan pergeseran ke Qi2, saya berharap lebih banyak orang dapat merasakan manfaat dari pengisian tanpa melihat ini.
Sumber: https://www.androidauthority.com/completely-switched-qi2-power-banks-3654539/

