Mengapa Pengguna TikTok Memutuskan untuk Pergi?
Tentu saja, pertanyaan besar di balik fenomena ini adalah: mengapa begitu banyak pengguna TikTok memilih untuk meninggalkan platform? Pada tanggal 22 Januari, pemilik TikTok, ByteDance, mengumumkan pembentukan joint venture baru yang dimiliki oleh pihak Amerika untuk memastikan TikTok tetap dapat beroperasi di AS tanpa risiko larangan lebih lanjut. Kesepakatan ini didukung secara vokal oleh Presiden Trump, dan kini dikuasai oleh tiga investor terkenal.
Namun, setelah perubahan kepemilikan ini, TikTok memperkenalkan syarat layanan dan kebijakan privasi yang baru, yang membuat banyak orang merasa khawatir. Dalam kebijakan terbaru tersebut, TikTok menyatakan bahwa mereka dapat mengumpulkan informasi tentang “kepercayaan agama, diagnosis kesehatan mental atau fisik,” serta “kehidupan seksual atau orientasi seksual.” Bahkan lebih mengkhawatirkan, mereka juga mengumpulkan data mengenai “status kewarganegaraan atau imigrasi.”
Selain itu, ada laporan mengenai sensor terhadap video-video yang mengkritik pemerintahan Trump dan topik-topik sensitif lainnya. Meskipun TikTok membantah klaim sensor ini, perhatian yang cukup besar telah menarik minat Gubernur California, Gavin Newsom, untuk meluncurkan penyelidikan.

