Tahun Ini, Stok Memori untuk HP dan Gadget Hanya Tersisa 30 Persen
Kita semua sudah akrab dengan istilah kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang kini semakin mendominasi berbagai aspek teknologi. Namun, seberapa besar dampak dari perkembangan AI ini terhadap pasokan komponen elektronik di seluruh dunia? Menurut laporan terbaru dari Wall Street Journal (WSJ), situasinya jauh lebih serius daripada yang kita duga. Pada tahun 2026 ini, diperkirakan 70 persen dari total pasokan chip memori DRAM global akan diambil oleh pusat data. Hal ini berarti hanya 30 persen yang tersisa untuk memenuhi kebutuhan gadget konsumen seperti smartphone, laptop, dan konsol game.
Perubahan Drastis dalam Permintaan Chip Memori
Sebelum munculnya tren AI yang masif, pusat data biasanya hanya menyerap kurang dari 35 persen dari total produksi chip memori dunia. Namun, dengan ledakan permintaan untuk server yang mendukung AI, kini mereka menguasai porsi yang jauh lebih besar. Dengan sisa hanya 30 persen untuk pasar elektronik konsumen, para produsen gadget harus bersaing ketat untuk mendapatkan komponen yang tersisa ini.

