Dampak Terhadap Berbagai Sektor
Penguasaan 70 persen pasokan memori oleh pusat data tidak hanya berdampak pada pembeli laptop atau smartphone. Sektor yang paling terancam adalah industri otomotif dan peralatan rumah tangga pintar. Mobil dan perangkat rumah tangga modern biasanya menggunakan chip memori generasi lama. Namun, karena keuntungan dari komponen yang lebih tua ini relatif kecil, produsen memori cenderung akan lebih memilih untuk fokus pada produksi HBM yang lebih menguntungkan, meninggalkan produksi chip murah yang selama ini digunakan oleh berbagai perangkat.
Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya fenomena antrean panjang untuk pembelian mobil atau lonjakan harga barang elektronik rumah tangga. Kita mungkin akan melihat kembali situasi mirip dengan kelangkaan chip yang terjadi selama pandemi lalu.
Pemikiran Produsen di Tengah Krisis
Dengan situasi yang semakin sulit, banyak orang bertanya-tanya mengapa produsen chip tidak segera memperluas kapasitas produksi mereka. Menurut laporan tersebut, raksasa memori seperti Micron, Samsung, dan SK Hynix memiliki alasan tersendiri. Mereka baru saja mengalami kerugian besar akibat kelebihan stok pasca-pandemi yang menyebabkan harga chip merosot. Oleh karena itu, saat ini mereka lebih memilih untuk tetap berhati-hati. Alih-alih membangun pabrik baru yang memerlukan investasi miliaran dollar, para pemimpin industri lebih memilih untuk menjaga pasokan tetap ketat agar harga tetap tinggi. Mereka lebih memilih strategi ini daripada mengambil risiko besar jika tren AI tiba-tiba berkurang.
Dengan tantangan yang ada, kita harus bersiap-siap menghadapi perubahan signifikan di pasar gadget dan elektronik. Ketidakpastian mengenai pasokan memori ini berpotensi mengubah cara kita berinteraksi dengan teknologi sehari-hari.
Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/01/21/07010047/tahun-ini-stok-memori-untuk-hp-dan-gadget-tersisa-30-persen-

