Pusat Bedah Robotik dan Minimal Invasif Pertama di Indonesia
Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ) telah meresmikan Pusat Bedah Robotik dan Minimal Invasif pertama di Indonesia. Sebagai bagian dari jaringan Siloam International Hospitals, SHKJ kini menjadi pusat rujukan nasional untuk berbagai prosedur bedah yang menggunakan teknologi canggih, mulai dari urologi, ginekologi, bedah digestif, hingga ortopedi.
Selama lebih dari tiga dekade, SHKJ terus melakukan perbaikan dalam pelayanan bedah. Awalnya, mereka mengandalkan metode bedah terbuka (laparotomi), lalu berkembang ke laparoskopi, dan sekarang memasuki era bedah robotik. Saat ini, SHKJ memiliki tiga sistem robotik yang digunakan untuk berbagai jenis operasi, yaitu Da Vinci Xi, Biobot MonaLisa, dan ROSA.
Keunggulan Teknologi Bedah Robotik
Berdasarkan berbagai studi global, teknologi bedah robotik menawarkan tingkat akurasi yang jauh lebih tinggi dibandingkan metode konvensional. Hal ini dicapai melalui pengendalian instrumen yang stabil, visualisasi tiga dimensi berkualitas tinggi, serta kemampuan menjangkau area tubuh yang sulit diakses oleh tangan manusia.
Kombinasi keunggulan ini membuat prosedur bedah robotik mampu meminimalkan nyeri pascaoperasi, mempercepat pemulihan, dan meningkatkan hasil klinis jangka panjang bagi pasien. Dengan masuknya tahun 2025, SHKJ menghadirkan teknologi bedah robotik terbaik melalui pusat layanan terpadu yang didukung oleh tim dokter spesialis bersertifikasi internasional.
Teknologi Da Vinci Xi untuk Operasi Medis Kompleks
Salah satu teknologi utama yang digunakan di SHKJ adalah Da Vinci Xi Surgical System. Sistem ini merupakan generasi terbaru dari bedah robotik yang digunakan dalam berbagai bidang medis, termasuk urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum.
Menurut dr. Marto Sugiono, SpU(K), FRCS-Urology (UK), robot ini mudah dikendalikan dan dilengkapi dengan empat lengan robotik yang fleksibel dan stabil. Fitur 3D High-Definition Vision System dengan pembesaran hingga 10 kali memungkinkan dokter melihat struktur organ secara detail. “Vision untuk robotik itu kepala kita masuk di console sehingga itu 3D vision seperti main virtual reality,” jelas dr. Marto.
Teknologi EndoWrist® membuat instrumen bedah mampu bergerak menyerupai pergelangan tangan manusia dengan ketepatan lebih tinggi. Selain itu, fitur Integrated Table Motion menjaga posisi pasien tetap selaras dengan gerakan robot. Dari sisi klinis, Da Vinci Xi menawarkan presisi tinggi untuk operasi di area sempit seperti panggul, prostat, dan saluran kemih.
Layanan Lengkap Mulai dari Urologi hingga Knee Replacement
Dalam peresmiannya sebagai The First Center for Robotic and Minimally Invasive Surgery, SHKJ memperkenalkan jajaran dokter spesialis yang telah berpengalaman dan tersertifikasi dalam pengoperasian teknologi robotik. Mereka antara lain dr. Marto Sugiono, SpU(K), FRCS-Urology (UK) di bidang urologi; dr. Ferdhy Suryadi Suwandinata, SpOG-KFER di bidang obstetri dan ginekologi; Dr. dr. Wifanto Saditya Jeo, SpB-KBD di bidang bedah digestif; serta Dr. dr. Franky Hartono, SpOT(K) di bidang ortopedi.
Layanan yang ditawarkan pun komprehensif, mulai dari prostatektomi, operasi batu ginjal kompleks, dan tumor ginjal. Bedah kanker kolorektal dan hernia yang kompleks juga bisa dilakukan. Seluruh layanan tersebut didukung sistem perawatan terintegrasi dari tahap diagnosis, pencitraan, second opinion, hingga rehabilitasi pascaoperasi.
Harapan untuk Solusi Lebih Efektif
Dengan hadirnya Pusat Bedah Robotik dan Minimal Invasif pertama di Indonesia, Siloam Hospitals Kebon Jeruk harapannya bisa memberikan solusi yang lebih efektif kepada pasien. Inovasi teknologi yang didukung oleh tim dokter berpengalaman ini diharapkan memperluas akses masyarakat terhadap standar bedah modern kelas dunia.
Studi: Obat Kombinasi Bisa Lebih Efektif Turunkan Darah Tinggi
Studi: RSV pada Orang Dewasa Bisa Sama Beratnya dengan COVID-19

