Prediksi Kuartal Kedua yang Membuat Kekhawatiran
Meskipun pencapaian kuartal pertama sangat positif, Qualcomm meramalkan bahwa pendapatan untuk kuartal kedua akan lebih rendah dari harapan. Perusahaan memprediksi pendapatan antara $10,2 hingga $11 miliar, serta EPS antara $2,45 hingga $2,65. Sementara itu, para analis sebelumnya mengharapkan pendapatan sebesar $11,11 miliar dan EPS sebesar $2,89.
Prediksi ini mencerminkan tantangan yang akan dihadapi Qualcomm dalam beberapa bulan mendatang, terutama terkait dengan strategi pembelian perusahaan smartphone. Kenaikan biaya komponen dapat memaksa mereka untuk menaikkan harga, yang pada gilirannya berpotensi mempengaruhi penjualan. Dalam konteks ini, ponsel flagship dengan margin yang lebih besar dianggap lebih mampu bertahan dari krisis kekurangan chip memori yang sedang terjadi.
Langkah Strategis Qualcomm ke Depan
CEO Qualcomm, Cristiano Amon, menegaskan bahwa perusahaan mereka berada dalam posisi yang kompetitif di segmen flagship. Ia menyatakan, “Kami mulai melihat bahwa memori akan menentukan ukuran pasar mobile.” Meskipun Qualcomm tidak secara langsung membeli chip memori, dampaknya akan terasa pada pelanggan mereka yang memproduksi perangkat mobile.
Selain itu, Qualcomm juga melanjutkan program pembelian kembali sahamnya. Pada kuartal pertama, perusahaan ini membeli kembali 15 juta saham dengan total nilai $2,6 miliar. Di samping itu, Qualcomm juga membayarkan dividen sebesar $949 juta, yang setara dengan $0,89 per saham kepada para pemegang sahamnya.
Dengan langkah-langkah strategis ini, Qualcomm berupaya untuk tetap menjadi pemain utama di industri semikonduktor meskipun tantangan di depan mata. Meskipun prediksi untuk kuartal kedua menunjukkan penurunan, keberhasilan di kuartal pertama menunjukkan bahwa perusahaan ini tetap memiliki fondasi yang kuat untuk menghadapi masa depan.
Sumber: https://www.gsmarena.com/qualcomm_beats_expectations_in_q1_but_predicts_a_lower_q2_due_to_memory_shortages-news-71420.php

