Selasa, Maret 24, 2026
BerandaNewsRegulasi Ketat Diharapkan untuk Platform TV Cerdas di Eropa

Regulasi Ketat Diharapkan untuk Platform TV Cerdas di Eropa

Tujuan dan Dampak RUU Pasar Digital (DMA)

DMA dirancang untuk meningkatkan persaingan dan memberikan lebih banyak pilihan bagi pengguna di Uni Eropa. Dalam undang-undang ini, perusahaan besar ditetapkan sebagai “penjaga gerbang” dan diharuskan untuk mengikuti aturan khusus. Salah satu aturannya menyatakan bahwa penjaga gerbang tidak boleh memaksa atau mendorong pengguna untuk menggunakan produk mereka sendiri, serta harus memudahkan pengguna untuk beralih ke layanan lain. Pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat mengakibatkan denda hingga 10% dari pendapatan tahunan perusahaan.

Dominasi Pasar oleh Beberapa Pemain Besar

Asosiasi ini mencakup berbagai perusahaan besar seperti Canal+ TV, Disney, ITV, NBCUniversal, Paramount+, RTL, Sky, TF1 Groupe, dan Warner Bros Discovery. Mereka menyoroti bahwa dengan menguasai hampir 70% pasar Eropa, sejumlah operator terbatas memiliki kemampuan yang semakin besar untuk membentuk hasil bagi jutaan pengguna dan bisnis. Saat ini, platform Tizen TV dari Samsung menguasai 24% pangsa pasar, diikuti oleh Android TV dengan 23%, dan Amazon Fire TV OS yang memiliki 13% pangsa pasar, berdasarkan angka yang dibagikan oleh grup industri.

Tantangan Antara Penyiar dan Platform Distribusi

Argumentasi ini juga dipicu oleh persaingan yang semakin ketat antara penyiar dan platform distribusi. Salah satu contoh yang mencolok adalah pertikaian antara Disney dan YouTube TV yang menyebabkan pemirsa kehilangan akses selama tiga minggu pada bulan November 2025. Kelompok ini menekankan bahwa perusahaan teknologi besar memiliki kemampuan untuk membatasi pengguna pada ekosistem mereka sendiri dan menghalangi akses ke layanan pesaing.

Jika platform-platform ini dimasukkan dalam regulasi DMA, mereka diharapkan dapat lebih mendukung layanan pihak ketiga dan tidak mengutamakan aplikasi mereka sendiri. Sebagai contoh, Amazon akan diwajibkan untuk menampilkan hasil pencarian dari Prime Video dan layanan lain secara bersamaan, tanpa memberikan prioritas pada hasil dari Prime.

Perluasan Regulasi ke Asisten Virtual

Selain platform TV, kelompok penyiar juga meminta agar asisten virtual seperti Amazon Alexa, Google Gemini, dan Siri juga dimasukkan dalam lingkup regulasi. Hal ini berkaitan dengan kemampuan mereka untuk memengaruhi pola tontonan konten melalui perangkat smartphone. Mereka berargumen bahwa ketidakjelasan dalam penetapan regulasi untuk asisten virtual menciptakan celah hukum, yang memungkinkan asisten AI yang kuat menjadi penjaga gerbang de facto untuk konten media melalui ponsel, speaker pintar, dan layanan infotainment radio di mobil.

Sementara itu, Uni Eropa telah mempertimbangkan untuk menambahkan chatbot AI, terutama ChatGPT, dalam regulasi DMA, dan diharapkan akan segera mencapai keputusan terkait hal ini.

Sumber: https://www.androidauthority.com/eu-smart-tv-broadcasters-antitrust-3651343/

Baca Juga

RELATED ARTICLES

New Post

Most Popular