Kekhawatiran tentang Kesehatan Mata
Salah satu aspek dari Galaxy S26 Ultra yang menciptakan reaksi negatif adalah fitur yang berkaitan dengan kesehatan mata. Sementara produsen ponsel asal Tiongkok memperhatikan hal ini, raksasa seperti Google dan Samsung tampaknya mengabaikannya. Salah satu fitur yang penting adalah pengaturan PWM (Pulse Width Modulation) yang tinggi, yang berfungsi untuk mengatur kecerahan layar.
Layar AMOLED modern mengatur kecerahan dengan mematikan tampilan pada interval yang sangat pendek. Misalnya, kecerahan 50% dicapai dengan menyalakan layar hanya setengah waktu. Perubahan ini terjadi sangat cepat dan tidak dapat diindera oleh mata secara langsung. Namun, proses ini dapat menyebabkan kelelahan mata, terutama saat digunakan di lingkungan yang redup dengan kecerahan rendah.
Penggunaan frekuensi PWM yang lebih tinggi dapat mengurangi efek kelelahan mata ini. Merek asal Tiongkok seperti HONOR dan OnePlus telah menerapkan teknik ini dengan efektif. Sayangnya, Samsung masih menggunakan frekuensi PWM yang jauh lebih rendah, yaitu 480Hz, yang membuat banyak pengguna merasa tidak nyaman. Bahkan, beberapa pengguna mengembalikan Galaxy S26 Ultra mereka setelah merasakan ketidaknyamanan yang signifikan.
Permintaan untuk Perbaikan
Kami kembali menanyakan pendapat pembaca mengenai pendekatan Samsung dalam hal ini. Hasilnya menunjukkan bahwa lebih dari 70% pengguna menginginkan fitur perawatan mata yang lebih baik. Sementara itu, sekitar 29% responden lebih peduli pada fitur-fitur mewah. Keberadaan kedua aspek ini tentu diharapkan oleh banyak pengguna, dan kekecewaan terhadap ketidakpedulian Samsung terhadap kebutuhan ini semakin meningkat.
Saya pribadi tidak mengalami sensitivitas terhadap PWM dan bisa beradaptasi dengan frekuensi rendah pada Galaxy S26 Ultra. Namun, sudah saatnya Samsung mulai memperhatikan kekhawatiran pengguna yang banyak ini.
Sumber: https://www.androidauthority.com/galaxy-s26-ultra-display-survey-3653467/

