Menemukan Kembali Frustrasi
Beberapa menit setelahnya, saya merespons pesan tentang trailer film Super Mario Galaxy dengan menulis, “Saya belum menonton trailer baru jadi saya tidak mengerti ini.” Yang kemudian saya ikuti dengan, “Oh, tidak ada kesalahan ketik!” dan kemudian “Sekali lagi!” Namun, harapan yang saya miliki ternyata sirna ketika saya mengirim pesan berikut: “Sepertinya dia memiliki perjalanan internasional yang ROGUH.” Lalu, “Tnay seharusnya roigj.”
Ada sesuatu yang lucu pada beberapa kesalahan ketik yang saya buat, dan memang membuat saya tertawa. Namun, setelah mengirim pesan yang tampak seperti omong kosong untuk kesepuluh atau kedua puluh kalinya, daya tariknya pun memudar. Pada akhirnya, saya ingin menggunakan keyboard ponsel saya untuk mengetik dengan cepat dan akurat—dua hal yang tidak dapat dilakukan dengan Samsung Keyboard.
Banyak Masalah yang Menghantui
Permasalahan dengan Samsung Keyboard tidak hanya terletak pada satu aspek, tetapi merupakan kumpulan masalah yang terus mengganggu pengguna. Sensitivitas input sangat bervariasi. Autocorrect Samsung sering kali tidak mengenali kata yang jelas salah ketik, tetapi bisa mengubah kata yang sudah benar menjadi sesuatu yang sama sekali berbeda. Pengetikan suara juga sangat tidak akurat dibandingkan dengan Gboard. Menggunakan Samsung Keyboard terasa seperti perjuangan yang tidak ada habisnya untuk mengirimkan pesan yang ejaannya benar, bukan omong kosong.
Apakah Ada Harapan untuk Perbaikan?
Keluhan mengenai Samsung Keyboard bukanlah hal baru. Seluruh komunitas Android sudah mengetahui bahwa pengalaman mengetik yang ditawarkan oleh Samsung Keyboard adalah salah satu yang terburuk. Meskipun demikian, Samsung tampaknya tidak terlalu peduli untuk melakukan perbaikan. Perusahaan lebih memilih untuk menambahkan fitur AI yang setengah matang daripada memperbaiki pengalaman dasar pengguna.
Saya berharap suatu saat Samsung Keyboard bisa layak digunakan, tetapi semakin jelas bahwa memperbaiki keyboard ini bukanlah prioritas bagi Samsung. Jika mereka tidak ingin berusaha untuk membuat Samsung Keyboard menjadi pengalaman yang menyenangkan, lebih baik mereka menghentikannya, seperti yang mereka lakukan tahun ini dengan Samsung Messages.
Meski mengganti Samsung Keyboard dengan Gboard (atau keyboard pihak ketiga lainnya) cukup mudah, namun memberikan pengalaman buruk langsung dari kotak pada setiap ponsel Samsung adalah hal yang sangat disayangkan. Seperti yang baru-baru ini dikatakan rekan saya, Rita, ini memberikan citra buruk bagi seluruh Android ketika merek Android terbesar menghadirkan pengalaman mengetik yang sangat mengecewakan.
Hingga ada langkah konkret untuk memperbaiki Samsung Keyboard, saya akan terus mengeluh tentangnya. Karena seperti yang mereka katakan, “Tnay seharusnya roigj.”
Sumber: https://www.androidauthority.com/tried-using-samsung-keyboard-again-still-hot-garbage-3656252/

