Kelebihan dan Kekurangan Desain
Tak dapat dipungkiri, Sharge 3-in-1 adalah gadget yang menarik. Rumah plastik transparan yang memungkinkan pengguna melihat gulungan USB-C yang berputar menjadikannya berbeda dari charger dan power bank lainnya. Namun, ada satu kekurangan yang tidak bisa diabaikan: materi plastik putih dan transparan sulit untuk dijaga agar tetap bersih dan bebas dari goresan.
Setelah beberapa kali penggunaan, power bank ini menunjukkan tanda-tanda keausan. Goresan, bercak, dan noda pada panel belakang membuat penampilannya berkurang, meski tidak mempengaruhi fungsi perangkat. Satu hal yang menarik, meski Sharge hanya menawarkan model putih, varian hitam dan transparan akan sangat membantu mengatasi masalah ini.
Ukuran dan Portabilitas
Meski memiliki ukuran 110 x 52 x 40 mm dan berat 300 gram, Sharge 3-in-1 masih tergolong mudah dibawa. Meskipun sedikit lebih berat dibandingkan ponsel, perangkat ini tidak terasa mengganggu saat dimasukkan dalam tas. Selain itu, terdapat tampilan dot-matrix di bagian belakang yang menunjukkan sisa daya, dan kabel USB-C bawaan yang dapat diperpanjang hingga 68,5 cm, cukup untuk kebanyakan situasi.
Salah satu fitur desain yang membingungkan adalah tali di sisi charger. Tali ini tampaknya tidak dapat dilepas dan tidak ada manusia yang bisa memasukkan tangan ke dalamnya dengan nyaman. Mungkin Sharge merancangnya untuk hewan peliharaan, karena kucing saya bisa dengan mudah memasukkan kakinya ke dalam loop plastik lunak tersebut.
Kinerja dan Pengisian Daya
Kendati demikian, Sharge 3-in-1 membuktikan bahwa desain yang menarik bisa didukung oleh performa yang solid. Dengan output 30W melalui kabel USB-C bawaan atau port USB-C, produk ini mendukung Power Delivery 3.1 dan standar PPS. Hal ini membuatnya cukup ampuh untuk mengisi daya berbagai perangkat, termasuk ponsel Samsung dan Pixel.
Baterai 10.000mAh pada Sharge 3-in-1 mampu mengisi daya S23 Ultra saya sekitar satu setengah kali, angka yang cukup baik untuk ukuran power bank ini. Namun, pengisian ulang power bank ini terasa lambat. Dalam pengujian, ia menarik daya 20W dari charger dinding, dan hanya mencapai 25% setelah setengah jam. Meskipun demikian, karena Sharge 3-in-1 dirancang sebagai charger dinding, pengisian daya tidak menjadi masalah utama.
Sayangnya, saya mengalami kendala dalam penggunaan perangkat ini. Meskipun Sharge 3-in-1 dijual di Inggris, produk ini hanya dilengkapi dengan pin dinding AS. Ini membuat saya harus menggunakan perangkat ini sebagai power bank konvensional, yang jelas bukan cara penggunaan yang dimaksudkan.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, Sharge 3-in-1 adalah produk yang menarik untuk segmen pasarnya. Jika tersedia dengan pin daya Inggris, saya pasti akan membelinya. Bagi Anda yang tinggal di AS dan mencari charger dinding bergaya yang juga bisa berfungsi sebagai power bank, Sharge 3-in-1 patut dipertimbangkan. Dengan harga sekitar $50, produk ini menawarkan kombinasi antara charger dan power bank yang praktis, dan sering kali tersedia dengan diskon.
Namun, jika Anda mencari power bank yang lebih fokus pada fungsi tersebut, ada pilihan lain di pasaran yang menawarkan kapasitas baterai lebih besar atau pengisian yang lebih cepat dengan harga yang sama.
Sumber: https://www.androidauthority.com/sharge-retractable-3-in-1-power-bank-review-3634008/

