Perubahan Dalam Model Bisnis Strava
Sebuah artikel opini yang ditulis oleh rekan saya, Ryan Haines, memicu survei ini. Dalam tulisannya, Ryan mengungkapkan kekecewaannya terhadap Strava yang dulunya ia anggap sebagai aplikasi lari favoritnya. Menurutnya, setelah bertahun-tahun menjadi pelanggan berbayar, Strava kini terlalu agresif dalam mengunci data pribadi dan fitur-fitur tertentu, kecuali jika pengguna mau membayar untuk versi premium. Transformasi ini membuatnya merasa bahwa kesenangan dan kebebasan yang dulunya dihadirkan oleh Strava kini telah berkurang drastis.

