Hasil Survei yang Mengejutkan
Hasil survei menunjukkan bahwa sekitar 31% responden ternyata bersedia membayar untuk Strava. Meskipun angka ini kurang dari sepertiga, saya merasa angka tersebut cukup tinggi untuk aplikasi semacam ini. Ada kemungkinan adanya bias seleksi, di mana orang yang membayar untuk Strava cenderung lebih tertarik membaca artikel tentangnya dibandingkan dengan orang-orang yang tidak menggunakan aplikasi ini. Namun, kami tidak membatasi survei hanya untuk pengguna Strava, sehingga beberapa orang yang menjawab “tidak” mungkin saja belum pernah menginstal aplikasi ini.
Kritikan Terhadap Model Langganan Strava
Walaupun Ryan mengungkapkan kekecewaannya terhadap model bisnis Strava, kenyataannya adalah jika 30% pengguna masih bersedia membayar, pihak Strava mungkin tidak akan terlalu peduli. Sebagai perbandingan, sekitar 39% pengguna Spotify memilih untuk berlangganan versi tanpa iklan. Hal ini menunjukkan bahwa aplikasi yang sangat populer seperti Strava memiliki potensi untuk menarik pelanggan berbayar meskipun ada kritik terhadap kebijakan mereka.
Pengalaman Pengguna yang Beragam
Di kolom komentar artikel Ryan, banyak pembaca berbagi pengalaman mereka terkait Strava. Beberapa dari mereka mengaku telah berhenti membayar atau tidak pernah berlangganan sama sekali. Banyak yang merasa sudah cukup dengan perangkat dan aplikasi lain untuk melacak dan menganalisis aktivitas mereka. Salah satu komentar menarik mengatakan, “Saya sudah membayar untuk perangkat Garmin dan tidak merasa perlu membayar untuk layanan ini,” sementara yang lain menyoroti tindakan hukum Strava terhadap Garmin sebagai salah satu alasan ketidakpuasan mereka.
Selain itu, ada juga yang mengeluhkan mengenai pengalaman menggunakan Strava saat ini. Beberapa pengguna merasa lelah dengan notifikasi berlangganan yang terus-menerus muncul atau merasa aspek sosial dari aplikasi ini tidak lagi memberikan nilai tambah. Salah satu pembaca menyebut budaya “kudos” yang ada di Strava terasa “menyekat” mereka, sementara yang lain merasa aplikasi ini menghabiskan waktu media sosial mereka tanpa memberikan imbalan yang sepadan. Pengalaman paling kuat datang dari seorang mantan pelanggan berbayar yang menyatakan bahwa aplikasi ini hanya membawa “kesengsaraan” bagi mereka, merasa cemas akan bagaimana penampilan mereka saat berlari dan bagaimana hasil aktivitas mereka di Strava.
Dengan semua kritik dan pengalaman negatif yang dibagikan, tampaknya penting bagi pengguna untuk mempertimbangkan kembali apakah aplikasi seperti Strava benar-benar membantu mereka dalam menikmati aktivitas fisik atau justru sebaliknya. Jika sebuah aplikasi yang seharusnya meningkatkan pengalaman berolahraga malah membuatnya terasa lebih berat, mungkin sudah saatnya mencari alternatif lain atau bahkan menjauh dari teknologi sama sekali.
Sumber: https://www.androidauthority.com/pay-for-strava-poll-result-3638728/

