Rekomendasi dari NAD dan Respon T-Mobile
Tentu saja, tidak semua pihak setuju dengan pernyataan T-Mobile. NAD, yang sebelumnya telah mengeluarkan rekomendasi terkait klaim penghematan, kini juga merekomendasikan agar T-Mobile memodifikasi beberapa pernyataan iklan yang berhubungan dengan Wi-Fi di dalam pesawat. Ini menunjukkan bahwa ada ketidakpastian mengenai keakuratan klaim yang dibuat oleh T-Mobile.
T-Mobile juga menunjukkan bahwa tindakan Verizon justru memperlemah kasus mereka. Mereka mengacu pada kampanye Verizon yang bertajuk “Save up to $420/yr” yang ditujukan kepada pelanggan T-Mobile, dan berargumen bahwa kampanye tersebut menggunakan logika perbandingan yang serupa.
Strategi Pemasaran dan Alasan Gugatan
Dalam konteks ini, T-Mobile mencatat bahwa Verizon baru saja menghapus kalkulator penghematan “Switch to Verizon” sebelum mengajukan gugatan. T-Mobile menuduh bahwa alat tersebut bergantung pada asumsi trade-in dan tidak memberikan kredit untuk manfaat yang termasuk dalam layanan T-Mobile.
Lebih lanjut, T-Mobile mengklaim bahwa Verizon belum berhasil menunjukkan adanya kerugian yang tidak dapat diperbaiki dan berargumen bahwa cedera yang diklaim bersifat spekulatif. Mereka juga menyoroti bahwa Verizon menunggu hingga baru-baru ini untuk mengajukan gugatan, meskipun pesan tentang penghematan sudah beredar sejak tahun 2024. T-Mobile berpendapat bahwa keterlambatan ini menunjukkan tidak adanya keadaan darurat yang mendesak.
Persaingan di Industri Seluler yang Semakin Memanas
Saat ini, sulit untuk menentukan siapa yang akan terbukti “benar” di mata hukum. Proses hukum ini masih memiliki banyak ketidakpastian, dan kemungkinan penyelesaian di luar pengadilan tetap ada. Namun, satu hal yang pasti: persaingan di sektor telekomunikasi semakin ketat pada tahun 2025, dan ketegangan antara kedua perusahaan ini tampaknya tidak akan mereda dalam waktu dekat, terutama saat kita melangkah ke tahun 2026.
Sumber: https://www.androidauthority.com/t-mobile-verizon-lawsuit-response-3644693/

