Keamanan

Log in Google dengan Sidik Jari? Bisa Lho Sekarang

Anda memiliki akun Google? Satu akun Google akan sangat berguna karena anda bisa log in ke semua aplikasi besutan Google seperti Google Mail, Google Maps, atau Youtube. Ribet karena harus memasukkan password setiap kali log in? Tenang saja karena hal itu tidak akan dialami lagi oleh anda karena fitur baru yang baru saja dirilis oleh Google.

Google telah merilis update terbaru dari Google Service yang memungkinkan anda log in akun Google anda menggunakan sidik jari, Fitur terbaru Google ini bisa anda cicipi bila ponsel anda menggunakan sistem operasi Android dengan spesifikasi minimal Android Nougat.

Saat anda ingin masuk ke halaman Google, pengguna biasanya diharuskan mengetikkan nama dan password untuk login. Dengan adanya fitur Fingerprint Lock, proses log ini menjadi lebih singkat karena proses masuk ke halaman akan menggunakan sidik jari.

Metode autentikasi fitur ini terbangun dari standar FIDO2, W3C WebAuth dan FIDO CTAP yang merupakan model fitur teranyar yang dihubungkan dengan sistem pembaca sidik jari yang tertanam dalam perangkat android. Sedangkan untuk keamanan data anda diklaim aman oleh Google karena biometric tidak akan mengalir ke dunia maya atau dikirim ke server.

Google hanya akan membaca data biometric yang dikirimkan dari penggunanya, bukan untuk mengirimkan ke dunia maya. Perlu diketahui, fitur fingerprint lock hanya digunakan melalui browser besutan Google, Google Chrome. Pertama-tama anda bisa mengunjungi situs Google Password Manager di Browser Chrome di ponsel anda.

Kemudian, setelah masuk situs Google Password Manager, pengguna harus memilih menu website, layanan, atau aplikasi yang akan diakses melalui sidik jari. Setelah log in pertama kali, nantinya daftar layanan atau aplikasi yang ingin diakses menggunakan sidik jari bisa ditambahkan. Pada proses log in ini, akan muncul pop up yang menyatakan kesediaan menyimpan data anda di situs Google Password Manager.

Setelah memilih layanan atau aplikasi untuk diakses, selanjutnya adalah halaman verifikasi. Tombol “Verify It’s You” akan muncul, lalu klik “Continue”. Lalu muncul jendela konfirmasi identitas sidik jari. Tempel jari anda pada pemindai di Smartphone. Selesai.

Mencoba Fitur Terbaru Whatsapp: Fingerprint Lock

Aplikasi chat online, Whatsapp bakal memiliki fitur anyar, yaitu Fingerprint Lock (kunci sidik jari). Hal ini disinyalir sebagai upaya Whatsapp untuk lebih fokus melindungi keamanan para penggunanya. Whatsapp sebelumnya telah merilis di sistem Operasi iOs pada Februari 2019 dengan fitur Screen Lock yang berkolaborasi menggunakan Touch ID untuk membukanya.

Kini beberapa bulan setelahnya, hal yang sama diterapkan pada sistem operasi Android meski baru tersedia dalam versi beta atau masih dalam versi percobaan (belum stabil). Whatsapp 2.19.221 saat ini tersedia dalam bentuk beta. Cara mengaktifkan fitur fingerprint lock Whatsapp hampir sama dengan pengaturan Finger Lock untuk smartphone pada umumnya.

Cukup dengan menuju ke pengaturan> akun> Privasi> Kunci Fingerprint. Setelah anda mengaktifkannya, anda harus menggunakan sidik ajri anda untuk masuk ke aplikasi Whatsapp di ponsel anda. Meski demikian, untuk panggilan Whatsapp, anda tak perlu menggunakan sidik jari untuk menjawabnya.

Pengguna yang masih mengaktifkan fitur quick replay juga masih bisa membelas langsung pesan Whatsapp yang masuk, tanpa masuk ke aplikasi. Anda juga dapat memilih berapa menit aplikasi akan terkunci jika sedang tidak digunakan. Pilihan yang tersedia adalah satu menit, 5 menit hingga 30 menit. Terdapat pula pilihan untuk menyembunyikan notifikasi ketika akun dalam keadaan terkunci.

Jika sudah mendownload versi beta terbaru untuk Whatsapp dan belum menemukan fitur anyar tersebut, maka pengguna bisa menempuh langkah mencadangkan obrolan (chat history) terlebih dulu kemudian menginstall kembali Whatsapp. Namun jika belum juga, berarti pengguna harus cukup bersabar menunggu update pembaruan selanjutnya.

Menurut lapiran yang dikutip dari WABetaInfo pada Kamis (15/8/2019) pengguna android dari Marshmallow hingga yang paling terbaru sudah bisa menggunakan versi Whatsapp beta yang dilengkapi Fingerprint Lock. Dan satu yang paling penting, smartphone yang anda gunakan mendukung fitur sensor sidik jari.

Belum diketahui apakah fitur ini akan menjadi fitur tetap pada Whatsapp, tetapi diharapkan akan segera ditetapkan. Pasalnya para pengguna android sudah menunggu fitur ini agar tak kalah saing dengan pengguna Whatsapp di sistem operasi iOs.

2 Opsi untuk Ponsel Seken Pasca Regulasi IMEI

Akan berlakunya Regulasi IMEI (International Mobile Equipment Identity) pada Agustus 2019 tentu akan berimbas kepada beberapa hal yang menyangkut status smartphone, salah satunya status ponsel seken. Adanya IMEI memunculkan kekhawatiran bagi pengguna dan calon pembeli ponsel seken. Ponsel seken sendiri, tidak sedikit yang berasal dari luar negeri. Akibatnya pedagang yang sudah terlanjur menyetok barang akan merugi.

Bagi pengguna, adanya Regulasi IMEI ini bisa membuat ponsel seken yang tidak terdaftar dapat diblokir. Pemerintah dikabarkan tengah mempersiapkan aturan mengenai IMEI atau validasi database nomor identitas asli ponsel. Hal tersebut diutarakan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara. Rudiantara mengatakan pemerintah sedang mempersiapkan kebijakan aktivasi ponsel dengan sistem pairing atau penjodohan.

Penjodohan tersebut dilakukan antara nomor ponsel MSISDN (Mobile Subscriber Integrated Services Digital Network Number) dengan kartu SIM serta antara kartu SIM MSISDN dengan nomor ponsel. Ditemui di Kantor Menko Kemaritiman (2/7/2019), Menkominfo menyatakan bahwa IMEI ini diibaratkan STNK untuk ponsel. Sementara, MSISDN adalah STNK untuk kartu SIM. Keduanya, IMEI dan MSISDN harus berpasangan.

Lebih lanjut, Rudiantara memberikan keterangan untuk ponsel seken. Terdapat 2 opsi untuk ponsel seken pasca berlakunya IMEI. Opsi ke-1, ponsel seken yang sudah terpasang MSISDN tertentu harus dijual dua-duanya. Opsi ke-2, ponsel seken bisa dijual, dengan syarat IMEI ponsel seken tersebut tercatat. Diberlakukannya aturan IMEI ini direspons beragam, kebanyakan meresponsnya dari 2 sudut pandang, ekonomi dan keamanan.

Memahami IMEI

IMEI merupakan singkatan dari International Mobile Equipment Identity. Dengan bahasa yang sederhana, IMEI dapat dikatakan sebagai nomor identitas smartphone. IMEI ini berlaku untuk setiap smartphone yang diproduksi secara resmi, baik di dalam dan luar negeri. Nomor IMEI biasanya terdiri dari 15 sampai 16 digit angka yang unik. IMEI ini ternyata memiliki peran atau fungsi yang penting. Namun, keberadaannya kerap diabaikan pengguna.

Pentingnya fungsi nomor IMEI baru terasa ketika smartphone yang Anda miliki hilang. Melalui nomor IMEI, Anda dapat melacak keberadaan ponsel yang hilang tersebut. Tentu, untuk menemukannya, ponsel yang hilang tersebut pernah terhubung ke internet dengan GPS yang aktif, begitu juga dengan ponsel yang statusnya aktif. Karena hal tersebut, sangat penting untuk mengetahui nomor IMEI smartphone Anda.

Kaitan Antara IMEI dengan Ponsel Black Market (BM)

Jika fungsi IMEI baru terasa ketika ponsel hilang, maka apa kaitannya dengan upaya pemerintah memberantas eksistensi ponsel black market atau BM? Kaitan antara IMEI dengan upaya pemerintah tersebut terletak pada penetapan regulasi bahwa nomor IMEI ponsel harus terdaftar di database Kementrin Perindustrain. Jika nomor IMEI tersebut tidak terdaftar maka ponsel tersebut secara otomatis tidak dapat digunakan.

Hal tersebut tentu membuat pengguna dan penjual ponsel BM was-was. Sudah bukan rahasia lagi jika orang Indonesia menyukai ponsel murah yang rata-rata ternyata berstatus ponsel BM. Hal yang sama juga dialami oleh pengguna yang tidak mengetahui atau tidak menyadari status ponsel yang dimilikinya, apakah resmi atau BM. Menkominfo menyatakan bahwa pemberlakuan aturan tersebut untuk melindungi pasar ponsel dalam negeri.

Pasar ponsel dalam negeri sendiri diklaim mendapatkan serangan dari ponsel BM. Dengan diterapkannya aturan mengenai IMEI tersebut, ponsel yang beredar di dalam negeri menjadi lebih terpantau. Dalam hal pajak pun, penerimaan pajak akan lebih terjaga. Maklum, ponsel BM kerap lolos dari pengawasan pembayaran pajak. Logikanya, ponsel BM dilarang, orang membeli ponsel resmi dan penerimaan pajak akan meningkat.

Peredaran ponsel BM di Indonesia memang mengalami peningkatan. Rudiantara menyatakan bahwa penetapan aturan ini akan memberikan banyak manfaat, terutama pada sektor tata niaga dan pajak yang lebih bagus. Pemberlakukan aturan tersebut juga memberikan edukasi yang baik untuk tidak membeli produk ilegal sekaligus melindungi konsumen dari berbagai risiko dari transaksi ilegal yang terjadi.

Selain itu, pemberlakukan aturan tersebut juga akan melindungi industri ponsel dalam negeri. Banyak pedagang yang sudah membayar pajak dan menjual ponsel secara resmi menjadi terancam karena perederan ponsel BM. Dibalik manfaat besar yang akan dirasakan negara (publik) dari penetapan aturan IMEI tersebut, terdapat konsekuensi yang harus ditanggung oleh masyarakat umum dan terutama oleh pedagang ponsel.

Akibat pemberlakuan aturan IMEI tersebut, masyarakat perlu melakukan beberapa hal jika ingin membeli dan menggunakan ponsel dari luar negeri. Publik boleh membeli ponsel dari luar negeri dan memakainya di Indonesia adalah untuk keperluan pribadi dan tidak untuk diperjualbelikan. Selain itu, penggunanya harus membayar pajak. Untuk pengguna ponsel bekas atau seken, ponsel yang digunakan juga harus terdaftar alias bukan ponsel BM.

Respons positif tentu didapatkan dari mereka yang memiliki pendapat yang sama dengan pemerintah. Faktanya, sulit untuk menemukan respons negatif dari upaya pemerintah untuk menertibkan aturan main jual-beli ponsel. Manfaat yang dirasakan publik pub cukup besar. Aturan tersebut membuat jual-beli smartphone lebih tertibserta penerimaan pajak menjadi lebih besar. Publik pun akan merasakan manfaatnya.

Namun, tidak semua menyambut baik pemberlakuan aturan tersebut. Aturan IMEI tersebut dinilai memberatkan pedagang ponsel, terutama pedagang kecil. Para pedagang yang rata-rata menjual ponsel BM murah akan kesulitan menjual produk mereka, terlebih yang sudah menyetok produk sebelum aturan IMEI berlaku. Tidak ada pilihan lain kecuali beralih menjual produk resmi yang dijual dengan harga patokan resmi.

Bagi penjual bermodal besar, tentu hal tersebut tidak menjadi masalah. Namun, untuk pedagang kecil hal tersebut cukup memberatkan. Hal yang sama juga dialami publik yang lebih memilih ponsel BM karena harganya murah. Aturan ini membuat mereka harus merogoh kocek lebih dalam untuk membeli ponsel baru yang berstatus resmi. Bagi sebagian orang, hal tersebut tidak masalah, bagi sebagian lagi tentu hal tersebut cukup memberatkan.

Pengganti Android untuk Huawei Diprediksi Rilis Oktober 2019

Buntut dari pemutusan hubungan kerjasama dengan Google, Huawei kabarnya akan meluncurkan perangkat dengan sistem operasi Hongmeng sebagai pengganti Android. Dikutio dari GSM Arena pada Jumat (14/6/2019), Hongmeng sendiri diperkirakan akan dinamai Ark OS untuk pasar global dan akan rilis sekitar Oktober 2019.

Akibat kebijakan Amerika Serikat yang memblack-list Huawei, Google harus menarik androidnya dari seluruh ponsel Huawei di dunia. Kebijakan ini diprediksi bisa membunuh bisnis ponsel Huawei, namun nyatanya tidak demikian. Perusahaan asal China tersebut diam-diam sudah mengantisipasinya dengan membuat sistem operasi sendiri.

OS Pengganti Android untuk Huawei

Sistem Operasi bernama Hongmeng telah disiapkan oleh Huawei untuk menggantikan Android. Bahkan kabarnya, Huawei telah mendaftarkan nama dagang Hongmeng di China dan nama Ark OS untuk pasar internasional. Kini OS Tersebut Sedang diuji coba dan diprediksi bakal rilis paling cepat Oktober 2019 atau setidaknya awal tahun 2020.

Andrew Williamson, wakiI Presiden Urusan Publik dan Komunikasi Huawei Technologies sebelumnya menyatakan jika Huawei sedang menyiapkan merk dagang Hongmeng, yang bakal diluncurkan ke 1 juta perangkat di China. “Huawei sedang dalam proses peluncuran pengganti Android.”

“Hal ini sebenarnya bukan sesuatu yang diinginkan Huawei. Kami sangat senang menjadi bagian dari keluarga android, tetapi Hongmeng sedang diujicobakan, sebagian besar di China. Saya percaya Hongmeng sudah diluncurkan ke lebih dari satu juta perangkat,” ujarnya seperti dilansir dari Reuters. “Sepertinya kita akan menempatkannya sebagai merk dagang,” tambahnya.

Sebenarnya, OS Hongmeng sudah dirancang oleh Huawei sejak 2012, atau tepatnya 7 tahun silam. Sumber terpercaya yang dikutip dari South China Morning pada Rabu (12/6/2019) menyatakan jika ide awal pembuatan OS sendiri oleh Huawei berasal dari keinginan dari para eksekutifnya untuk menanggapi meningkatnya keberhasilan Google Android di seluruh dunia.

Pada saat itu, beberapa eksekutif Huawei Technologies mengadakan sebuah rapat rahasia di sebuah villa yang menghadap ke danau di daerah Shenzhen, China. Kelompok eksekutif yang dipimpin oleh sang pendiri Ren Zhengfei tersebut berdiskusi soal bagaimana Huawei harus menanggapi kesuksesan Android besutan Google selama beberapa hari.

Akhirnya mereka sepakat untuk mengambil keputusan jika Huawei harus membangun OS sendiri karena mereka khawatir ketergantungan dengan Android membuat Huawei rentan di masa depan. Pasca-rapat rahasia tersebut, kemudian Huawei membentuk tim spesialis OS yang dipimpin oleh salah satu eksekutifnya, Eric Xu Zhijun, yang kini menjabat sebagai Huawei Rotating Chairman.

Pertemuan rahasia antar-eksekutif itu sendiri kemudian sering disebut sebagai ‘pertemuan di tepi danau’. Selanjutnya, Huawei menggarap OS baru tersebut secara rahasia. Terdapat zona khusus yang dibuat di dalam Huawei untuk menampung tim OS dengan penjaga di depan pintu. Ditambah, hanya karyawan dari tim OS yang memiliki akses tersendiri untuk memasuki ruangan khusus tersebut.

Saat itu, proyek OS menjadi bagian penting dari Huawei 2012 Laboratories sebagai pusat inovasi, penelitian dan pengembangan teknologi perusahaan. Laboratorium yang berdiri sejak 2012 berisi para ilmuwan dan peneliti Huawei untuk mencipatakan inovasi mutakhir, meskipun juga menghabiskan dana yang banyak dari perusahaan.

Hongmeng, OS Baru Huawei

Dikutip dari Global Times, Hongmeng yang menjadi OS baru Huawei ini akan memiliki kecepatan sekitar 60 % lebih cepat ketimbang OS Android milik Google. Hongmeng dikembangkan bersama perwakilan Tencent, Oppo dan Vivo. Nama Hongmeng juga telah didaftarkan di berbagai negara di dunia seperti Australia, Kanada, Kamboja, Uni Eropa, Indonesia, India, Meksiko, Spanyol, Swiss dan Thailand.

Huawei juga dilaporkan telah bekerja sama dengan Aptiode, untuk merancang semacam toko aplikasi yang bertindak sebagai Google Play di OS Hongmeng. Toko tersebut bertajuk App Gallery, namun masih membutuhkan waktu untuk pengembangan lebih lanjut. Huawei juga telah mengirimkan undangan kepada para pengembang aplikasi agar masuk ke AppGallery.

Sebenarnya alasan utama Hongmeng diluncurkan pertama kali di China adalah karena OS tersebut belum memenuhi persyaratan audiens internasional. Kemungkinan juga Hongmeng akan dinamai Ark OS untuk pasar internasional. Sehingga untuk alasan itu, Huawei menunda peluncuran dan melakukan peluncurannya pertama kali di China.

Guo Mingxi, seorang analis dari Tianfeng Internasional, menyatakan jika Huawei tetap akan memproduksi ponsel meski menghadapi masalah dari Amerika Serikat. Ia menulis memo yang mengungkapkan bahwa Huawei akan siap untuk memasarkan smartphone di musim gugur 2019.

Namun, Huawei akan membidik pasar kelas menengah dengan mengeluarkan produk gawai pemula, bukannya melanjutkan seri utama mereka yaitu Mate 30. Nasib seri flagship terbaru Huawei ini diambang kebimbangan karena Mate 30 memang dirilis saat tenggat waktu Google menghentikan pasokannya untuk Huawei.

Sepertinya Huawei akan mengorbankan Mate 30 tidak laku di pasaran. Hal ini dilakukan untuk menunggu ponsel pertama Huawei yang menggunakan OS Hongmeng nantinya. Rasanya memang lebih baik Huawei menggulirkan ponsel murah atau kelas menengah untuk OS baru ketimbang berspekulasi langsung merilis ponsel kelas atas.

Atau, mungkin juga jika Huawei bakal menyempurnakan seri Mate 30 menggunakan OS Hongmeng dan dirilis pada awal 2020.

Dengan adanya OS terbaru tersebut, Guo Mingxi memprediksi Huawei akan tetap berhasil memproduksi lebih dari 200 juta ponsel tahun ini dan tetap mengukuhkan diri sebagai produsen ponsel terbesar kedua di dunia.

Hongmeng diluncurkan oleh Huawei akibat pemutusan hubungan kerjasama dengan Google. Akibat hal tersebut, Google tak lagi mengirimkan update software mereka (termasuk Android) ke ponsel produksi Huawei per 19 Agustus 2019. Google melakukan hal tersebut demi mematuhi kebijakan larangan yang dikeluarkan pemerintah Amerika Serikat yang memasukkan Huawei di daftar hitam karena dicurigai dapat mencuri data-data rahasia AS.

 

3 Aplikasi Kencan yang Membahayakan di Blokir oleh Apple dan Google

Federal Trade Commission atau FTC yaitu sebuah lembaga Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat pada kesempatannya mengatakan bahwa Apple dan Google akan menghapus 3 aplikasi kencan yang dinilai berbahaya yakni  Meet24, FastMeet dan Meet4U. Penghapusan ini akan dilakukan baik untuk Google Play maupun Apple store. Alasan untuk dihapusnya aplikasi ini karena mengijinkan anak dibawah umur untuk masuk ke aplikasi ini.

Beberapa Alasan Penghapusan Aplikasi Kencan

Aplikasi yang masuk dalam daftar penghapusan oleh FTC adalah Meet24, FastMeet dan Meet4U. ketiga aplikasi ini sama-sama diperasikan oleh Willdec, sebuah perusahaan yang saat ini berbasis di Ukraina. Ada beberapa alasan mendasar yang menyebabkan FTC harus mengambil langkah untuk melakukan blikir dan menghapus aplikasi ini dari Google Play maupun Apple store.

1. Dugaan Bisa di Akses oleh Anak dibawah Umur

Beberapa laporan yang diterima oleh FTC adalah ketiga aplikasi tersebut mengijinkan pendaftaran bagi pengguna dibawah 13 tahun yang masih dalam kategori anak di bawah umur. Seharusnya aplikasi ini tidak akan bekerja jika usia kurang dari 13 tahun

2. Peringatan dari FTC yang Dilanggar

Sebelum melakukan penghapusan, FTC telah memberikan teguran atau peringatan kepada Wildec selaku motor dari 3 aplikasi tersebut namun nampaknya hal tersebut dilanggar oleh Wildec

3. Peraturan Tentang Undang-Undang Perlindungan Privasi Daring Anak-Anak

Sebenarnya telah diatur dengan adanya Undang-Undang Perlindungan Privasi Daring Anak-Anak (COPPA) di Amerika yang mengatur tentang perlindungan privasi anak. Pada aturan ini mengharuskan perusahaan untuk mendapatkan ijin dari orang tua sebelum mengumpulkan dan menggunakan informasi yang didapat dari pribadi anak dibawah usia 13 tahun.

4. Merugikan Anak-Anak

Dengan dilanggarnya peraturan COPPA tersebut maka dikhawatirkan akan menyebabkan cedera konsumen yang substantial  dan merupakan praktik yang tidak adil

5. Resiko keselamatan

Surat dari FTC mencatat bahwa Wildec dengan terang mengijinkan pengguna dewasa untuk berkomunikasi dengan anak-anak yang bisa menimbulkan resiko kesehatan dan keselamatan yang serius dan berat. Beberapa orang telah dilaporkan karena telah melakukan tindakan menghubungi anak di bawah umur dengan menggunakan aplikasi tersebut.

Bahaya Praktik 3 Aplikasi Kencan Tersebut

Pada tahun lalu ada sebuah koalisi kelompok konsumen yang mengajukan beberapa keluhan ke FTC tentang cara perusahaan termasuk didalamnya Google dan Facebook yang mengumpulkan data tentang anak-anak dan tentang cara memasarkan aplikasi serta layanan kepada para anak-anak. FTC pernah mengadakan kampanye untuk CCFC atau anak beban komersial yang telah menjadi pusat pengaduan bagi masyarakat

Cara kerja dari 3 aplikasi yang digawangi oleh Wildec meminta tanggal ulang tahun pengguna akun, alamat email dan foto pada saat anda membuat akun. Aplikasi ini juga mengumpulkan data serta lokasi real-time anda. padahal kebijakan privasi aplikasi menyatakan pengguna akun haruslah yang sudah mempunyai usia lebih dari 13 tahun, namun layanan aplikasi ini gagal memblokir akses ke pengguna yang lebih muda.

Juru bicara FTC menyampaikan bahwa aplikasi Wildec ini memungkinkan pengguna untuk melakukan akses atau mendaftar ke layanan dan bisa dihubungi oleh pengguna lainnya bahkan setelah ada indikasi bahwa mereka masih di bawah umur. Lemahnya tingkat keamanan dan pembatasan usia menjadikan aplikasi ini sering disalahgunakan oleh orang-orang yang mempunyai kelainan seperti pedofil untuk mencari korban

Peringatan dari FTC untuk Wildec

Dengan mudahnya akses menuju 3 aplikasi kencan yang digawangi oleh Wildec ini, bahkan banyak orang dewasa yang diduga menghubungi anak di bawah umur tersebut melalui aplikasi ini membuat FTC harus bertindak tegas. Selain para pengguna yang menghubungi anak dibawah umur untuk diajak kencan akan menghadapi tuntutan pidana juga FTC mengeluarkan surat peringatan untuk Wildec.

FTC dalam surat peringatannya mengatakan agar pihak Wildec segera menghapus atau menonaktifkan semua informasi pribadi tentang anak-anak yang telah masuk dalam aplikasinya. Komisi juga telah mengeluarkan surat peringatan yang diambil dari konsumen tentang aplikasi ini dan memberikan saran untuk mencoba mempertimbangkan pengaruh kontrol orang tua untuk meminta persetujuan sebelum membuka akun.

Diharapkan dengan adanya permintaan ijin terlenih dahulu sebelum mengunduh atau memasang aplikasi pada ponsel anda dapat mengurangi tingkat penyalahgunaan data dan informasi serta melindungi anak dari pengaruh buruk dan pengaruh orang-orang yang hanya memanfaatkan mereka. Semua aplikasi yang bermasalah akan selalu dalam pantauan FTC hingga apa yang di sampaikan bisa dilaksanakan

Pembaruan Aplikasi

Walaupun FTC meminta Wildec untuk menghapus dan membersihkan data dan informasi dari anak-anak yang telah ada dalam aplikasinya serta akan melakukan blokir di Google serta Apple namun besar kemungkinan Wildec akan mengeluarkan aplikasi versi barunya. Diharapkan apabila Wildec akan mengeluarkan aplikasi serupa hanya diperbolehkan untuk orang dewasa yang memang telah cukup umur sesuai undang-undang yang berlaku

Wacana dikeluarkannya aplikasi versi baru ini sampai saat ini belum mendapatkan tanggapan dari pihak Google maupun Apple, yang bisa dipastikan ke tiga aplikasi tersebut akan bersih dan tidak akan muncul lagi pada Apple dan Google. Hal ini semata-mata untuk melindungi generasi saat ini dari kehancuran dan perlakuan buruk para pencari kepuasan dari anak-anak dan kekerasan pada anak.

Adanya aplikasi ini membuat resah.Eksploitasi anak masih menjadi masalah serius saat ini. Sebagai contoh pada awal tahun ini saja pemerintah Inggris telah merancang undang-undang untuk mewajibkan melakukan pemeriksaan verifikasi usia bagi pengguna aplikasi kencan setelah menemukan lebih dari 30 kasus permerkosaan. Semoga dengan dihapusnya aplikasi ini akan mengurangi kekerasan pada anak

Mengenal Lebih Jauh Android Q, Apa Sih Kelebihannya?

Dengan menggunakan bahasa yang sederhana, Android Q adalah versi selanjutnya dari Android. Q akan memiliki performa dan kapabilitas yang lebih baik dari pendahulunya tersebut. Berdasarkan Android Q Beta 3 yang dirilis pada 3 Mei 2019, terdapat banyak fitur yang membuat penggunanya berdecak kagum dan semakin tidak sabar menunggu kapan sistem operasi tersebut dirilis. Kapan Q akan dirilis ke publik?

Hingga saat ini belu terdapat jadwal resmi mengenai perilisan Q. Namun, tersiar kabar bahwa kemungkinan Q akan dirilis pada Agustus tahun ini. Beberapa fitur yang terdapat pada Q adalah Dark Mode, Smart Reply, Focus Mode, sharing Wi-Fi menjadi lebih mudah dengan kode QR, dan Sharing Shortcuts. Sebelum dirilis, masih terdapat 3 versi Beta (Beta 4, Beta 5, Beta 6) yang diperkirakan akan dirilis pada Juni dan Juli tahun ini.

Masih Ada Beta 4, Beta 5, dan Beta 6

Bagi Anda yang penasaran dengan versi termutakhir dari Android tersebut, Anda bisa mencoba 3 versi Beta selanjutnya. Daripada penasaran dan menunggu hingga (kemungkinan) Agustus, tidak ada salahnya mengulik Q versi Beta untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai sistem operasi tersebut. Dirangkum dari Techradar (techradar.com), berikut adalah beberapa hal penting yang harus Anda ketahui mengenai Android Q.

  • Q kemungkinan akan dirilis pada Agustus tahun ini.

  • Kemungkinan Q akan menjadi free update bagi pengguna Android.

  • Masih terdapat 3 versi Beta yang kemungkinan akan dirilis pada Juni-Juli tahun ini.

  • Anda dapat mencoba versi Beta 3 yang sudah diluncurkan.

  • Tidak semua smartphone dapat menggunakan Beta 3. Paling tidak, terdapat 23 smartphone yang sudah bisa menggunakan Beta 3.

  • Smartphone tersebut adalah semua model Google Pixel, Asus Zenfone 5Z, Huawei Mate 20 Pro, LG G8, Sony Xperia XZ3, Realme 3 Pro, Nokia 8.1, Xiaomi Mi 9 dan Mix 3 5G, Vivo Nex S, A, dan X27, Techno Spark 3, Oppo Reno, dan OnePlus 6T, dan Essential Phone.

Fitur-fitur Top Android Q

Beberapa fitur bau, baik yang sudah dikonfirmasi oleh Google maupun yang digadang-gadang akan hadir pada versi terbaru Android tersebut memang berhasil mengundang banyak perhatian. Fitur dan pembaharuan pada Q tidak sedikit dan diprediksi akan membuat sistem operasi ini semakin mudah dan nyaman digunakan serta semakin memenuhi tuntutan zaman. Apa saja fitur-fitur top Android versi terbaru tersebut?

Dikutip dari Android Authority (androidauthority.com), berikut adalah fitur top Android Q yang harus Anda ketahui.

1. Dark Mode

Sebelumnya, Google sudah bereksperimen dengan Dark Mode tersebut. Kali ini, Google meresmikan mode gelap tersebut tersedia untuk Android versi terbaru. Dark Mode tersebut dapat diaktifkan pada pengaturan quick-tile atau ketika Anda mengaktifkan opsi menghemat baterai. Dark Mode tersebut juga berdampak pada Google Podcast, Pencarian, dan Foto. Dark Mode ini merupakan fitur yang memuaskan keinginan publik.

2. Smart Reply

Fitur Smart Reply ini sebenarnya sudah tersedia di Google Apps. Namun, Google membuatnya permanen di Android Q. Smart Reply akan memberikan Anda sugesti mengenai isi balasan sebuah pesan. Fitur ini akan sangat bermanfaat jika Anda hendak membalas pesan pendek dalam waktu cepat.

3. Focus Mode

Melalui Focus Mode, Anda akan lebih bisa berkonsentrasi dengan membuat aplikasi yang Anda anggap mengganggu tidak tampak jelas sekaligus mematikan notifikasi aplikasi tersebut.

4. Sharing Wi-Fi Melalui Kode QR

Fitur ini sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Ponsel pintar dari Xiaomi dan Huawei sudah menggunakan fitur ini. Langkah Google mengadopsi fitur tersebut merupakan langkah yang patut diapresiasi. Anda dapat share Wi-Fi dengan cara menekan tombol, share kemudian melakukan otentikasi. Setelah itu, teman Anda akan bisa melihat koed QR dan melakukan scan untuk mengakses jaringan Wi-Fi.

5. Menu Sharing yang Lebih Baik

Google dapat dikatakan mendengar banyak keluhan orang mengenai fungsi sharing yang lambat dan kurang intuitif. Untuk memperbaiki hal tersebut, Google akan menyediakan menu sharing yang lebih cepat, termasuk kemampuan memberikan rekomendasi kontak atau aplikasi.

6. Akses Lebih Cepat ke Pengaturan

Umumnya, mengakses opsi pengaturan saat ini sudah cukup mudah dan cepat. Namun, jika memang bisa dipercepat dan dipermudah, kenapa tidak. Google memahami betul hal tersebut menampilkan menu popup yang dapat dipanggil melalui aplikasi pada situasi tertentu.

7. Files App yang Lebih Baik

Android Q akan membuat files app menjadi lebih baik dengan menambahkan shortcut, universal search bar di bagian atas, dan akses cepat ke aplikasi lainnya. Selain itu, opsi melakukan revisi UI juga tersedia. Masih banyak waktu bagi Google untuk menyempurnakan fitur ini.

8. Perubahan pada Permissions

Android Q menyadari arti privacy dan keamanan. Karenanya, Q akan memberikan Anda kontrol yang lebih luas dan lebih spesifik pada setiap aplikasi dan opsi pengaturan pada smartphone Anda. Contohnya, Anda akan mendapatkan pemberitahuan dalam bentuk popup apakah sebuah app dapat mengetahui lokasi Anda dan bahkan Anda dapat mengatur apakah sebuah aplikasi pesan bisa mengirim pesan secara otomatis atau tidak.

7 Bahaya menggunakan VPN Gratisan

Belakangan ini kita dikabarkan bahwa KOMINFO membatasi penggunaan sosial media seperti Facebook, Whatsaap, Instagram, dan lainnya untuk alasan keamanan negara dari hoax yang menyebar semenjak kejadian kerusuhan pada tanggal 21-22 Mei.

Hal tersebut tentunya membuat beberapa pihak seperti para karyawan kantoran ataupun pengusaha merasa dirugikan karena komunikasi dan kinerja mereka menjadi terganggu, akibat dari pembatasan tersebut contohnya seperti tidak dapat mengirimkan attachment (foto, video, dokumen, etc) pada whatsapp.

Di zaman yang serba canggih ini orang – orang pun mulai mengakali permasalahan diatas dengan menggunakan VPN, dimana kita seolah-olah menggunakan internet dari tempat lain atau negara lain sehingga kita dapat mengakses situs yang di block oleh negara. Namun hal ini bisa menjadi bomerang untuk kita sendiri, apalagi jika kita menggunakan VPN yang gratisan.

Apa saja Dampak Menggunakan VPN Gratis ?

Dikutip dari (vpnmentor.com) bahwa ada 7 bahaya menggunakan VPN gratis.

1. Membahayakan Keamanan Anda

Di antara penyedia VPN gratis seperti Betternet, SuperVPN, dan CrossVPN semuanya mengandung malware. Faktanya, 38% VPN dalam penelitian ini menunjukkan tanda-tanda terinfeksi. Smartphone Anda bisa saja terinfeksi oleh jaringan internet yang tidak Aman yang dengan sengaja mengirimkan malware untuk mencuri data – data pribadi Anda.

2. Melacak Aktifitas Online

Apakah Anda akan tenang mengetahui bahwa aktifitas Anda telah dilacak oleh orang lain? Pikirkan ketika Anda bertransaksi secara Online, memasukkan nomor kartu kredit dan kode rahasia kartu kredit Anda. Atau ketika Anda login ke website seperti facebook. Bukan hal yang sulit untuk mengetahui apa yang Anda input.

3. Tidak sepenuhnya membuka blokir sebuah website

Sejumlah VPN tidak sepenuhnya membuka blokir sebuah website, sehingga Anda harus mencari VPN gratis lainnya.

4. Membatasi Jumlah Data yang Dapat Anda Gunakan

Sama seperti provider internet kebanyakan, tetapi ketika Anda menggunakan VPN gratis jumlah data yang akan Anda akses akan dibatasi.

5. Memperlambat koneksi internet Anda

Ini adalah strategi ProtonVPN. Meskipun ProtonVPN memberikan keamanan yang sangat baik, untuk mendorong pengguna gratis mereka meningkatkan ke paket berbayar, mereka akan mengurangi kecepatan internet Anda.

6. Bom Iklan

Beberapa penyedia VPN gratis akan mengganggu aktifitas Anda dengan berbagai iklan untuk mendapatkan keuntungan. Selain itu Anda juga akan diarahkan ke website yang penuh dengan malware yang akan mengakibatkan banyak dampak buruk.

7. Menjual Bandwidth Anda

Penyedia VPN dapat mengetahui IP Anda dan dapat saja menggunakan IP Anda untuk Kejahatan.

Cara Mencegah Wifi Anda Dibobol Oleh Orang Lain

Dari postingan sebelumnya yaitu Cara Mengetahui Pengguna Wifi Anda  kita harus selalu waspada dengan kejahatan melalui jaringan internet. Menggunakan internet tanpa izin merupakan salah satu tindak kejahatan karena tindakan tersebut dapat merugikan orang lain.

Banyak dari kita mengeluh dengan koneksi internet yang lamban, sehingga sering kali juga kita menyalahkan provider internet kita tersebut. Namun belum tentu semua itu adalah kesalahan provider, bisa saja ada orang jahat yang sengaja mencuri koneksi wifi internet Anda tetapi Anda tidak tahu kalau orang tersebut telah mencuri bandwidth internet Anda sehingga koneksi internet Anda menjadi sangat lamban.

Berikut Cara Mencegah Wifi Anda dibobol oleh Orang Lain 

Aktifkan Fitur MAC Address Filtering di Router Anda. Dapat dipastikan bahwa orang – orang tidak akan dapat terkoneksi tanpa izin dari Anda. Anda harus mendaftarkan MAC Address orang yang boleh menggunakan wifi Anda. MAC address merupakan alamat yang unik yang mengidentifikasikan sebuah komputer, handphone atau device lain yang dapat terkoneksi dengan internet.

MAC Address Filtering memungkinkan Anda untuk menentukan daftar perangkat dan hanya mengizinkan perangkat itu di jaringan Wi-Fi Anda. Itulah teorinya. Dalam praktiknya, perlindungan ini membosankan untuk dipasang dan mudah dilanggar tetapi itu tergantung dari Anda sendiri.

Sekian dari saya cara mencegah wifi Anda dibobol oleh orang lain semoga bermanfaat.

Cara Mengetahui Pengguna Wifi Anda

Pernahkah Anda mengalami ketika internet di rumah Anda terasa sangat lambat, mungkin terkadang cepat tetapi di waktu tertentu akan terasa sangat lambat. Hati – hati ! mungkin ada penyusup yang menggunakan wifi rumah Anda tanpa izin dan menggunakan wifi Anda secara berlebihan untuk streaming video atau download file yang besar. Hal tersebut pasti sangat merugikan kita bukan, disaat kita dalam keaadaan genting mengerjakan pekerjaan tetapi harus berhadapan dengan hal yang menyebalkan seperti ini.

Berikut Cara Mengetahui Siapa Pengguna Wifi Anda

Pada kasus kali ini, saya menggunakan Router Tenda W 309 R+ cara berikut juga berlaku untuk router tipe lainnya.

1. Pastikan Laptop/Komputer/Handphone Anda terhubung dengan router wifi rumah Anda

2. Masuk ke settingan admin router melalui browser (Biasanya 192.168.1.1 atau 192.168.0.1) ex. Router Tenda

3. Login ke router Anda (untuk settingan default login dengan username : admin ,  password : admin) Untuk indihome/biznet/provider lain biasanya ada username dan password khusus yang ada di bagian bawah router

4. Setelah berhasil login pilih menu Advanced.

5. Kemudian pilih tab Advanced dan pilih DHCP Client List 

6. Daftar pengguna wifi router rumah Anda akan muncul seperti dibawah ini

Jika Anda merasa curiga dengan beberapa pengguna yang tidak Anda kenal, mungkin ada baiknya Anda mengganti password wifi Anda secara Berkala. Sekian dari saya mengenai Cara Mengetahui Pengguna Wifi.

Waspada! Inilah Cara Menyadap Instagram yang Dilakukan Para Hacker

Terdapat beragam cara yang digunakan para hacker untuk masuk dan menyadap Instagram Anda. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Anda perlu mengetahui beragam cara menyadap Instagram yang dilakukan oleh para hacker. Dengan mengetahui cara-cara tersebut, Anda akan menjadi lebih waspada dan menerapkan sistem keamanan yang jauh lebih ketat. Cara menyadap ini bukan untuk diikuti tetapi untuk diantisipasi.

Dari Cara Paksa Hingga Phising

Apapun tujuannya, para hacker senantiasa melakukan beragam cara untuk masuk secara tidak terdeteksi ke Instagram Anda. Cara-cara yang dilakukan cukup bervariasi, dari cara maksa (brute force) hingga menggunakan cara khas para hacker, yaitu phising. Terdapat setidaknya 6 cara yang dilakukan para hacker untuk menyadap akun Instagram. Ke-6 cara tersebut sudah merupakan rahasia umum.

Ke-6 cara tersebut adalah menebak password, menggunakan password yang pernah digunakan, menggunakan aplikasi auto like, metode lupa password, social engineering, dan phising. Metode paling klasik adalah dengan cara memaksa masuk dengan menebak password. Mereka (hacker) mencoba mengacak kata-kata dan menemukan password. Mereka juga kerap menggunakan password yang telah Anda gunakan.

Biasanya jika Anda pernah kena hack, Anda akan mengganti password. Dari situlah mereka mencoba menggunakan password yang telah Anda gunakan berkali-kali. Terlebih jika Anda hanya menggunakan satu password untuk beragam akun media sosial. Metode lupa password diaplikasikan dengan memasukkan password acak untuk kemudian memanfaatkan notifikasi e-mail di mana para hacker mengirimkan e-mail bodong.

Setelah mengirimkan e-mail bodong, mereka akan leluasa mendapatkan password baru. Aplikasi auto like media sosial juga ternyata dapat dimanfaatkan oleh para hacker. Berhati-hati jika Anda menggunakan aplikasi tersebut dan mencantumkan password yang sama dengan password akun media sosial. Terakhir teknik phising atau kelogger adalah teknik klasik yang mencoba menipu Anda dengan menampilkan halaman log in palsu.

Hindari Sadap dengan Meningkatkan Kualitas dan Kuantitas Password

Salah satu alasan kenapa akun Instagram Anda dapat disadap adalah password yang Anda gunakan kurang kuat dan mudah ditebak. Selain itu hindari menggunakan satu jenis password untuk seluruh akun media sosial. Waspada terhadap beragam e-mail yang tidak jelas atau isinya layaknya survei. Dengan mengetahui cara menyadap Instagram tersebut, Anda akan lebih waspada terutama dalam hal pemilihan password yang aman.