Jumat, Januari 23, 2026
BerandaNewsTragedi Pesawat ATR 42-500: Jejak Terakhir yang Direkam FlightRadar24

Tragedi Pesawat ATR 42-500: Jejak Terakhir yang Direkam FlightRadar24

Tragedi Pesawat ATR 42-500: Jejak Terakhir yang Direkam FlightRadar24

Proses evakuasi pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulusaraung masih terus berlangsung. Kejadian tragis ini meninggalkan kesedihan mendalam bagi banyak orang, dan rekaman perjalanan terakhir pesawat yang terabadikan di aplikasi FlightRadar24 menjadi saksi bisu dari momen yang memilukan ini.

Posko pencarian dan pertolongan (SAR) untuk pesawat yang dioperasikan oleh Indonesian Air Transport (IAT) ini dipusatkan di Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Tim SAR terdiri dari Basarnas, TNI, Pemkab Pangkep, serta berbagai unsur lainnya. Namun, upaya evakuasi ini dihadapkan pada kendala cuaca buruk, termasuk hujan deras, kabut tebal, dan angin kencang, yang menyulitkan tim untuk mencapai lokasi jatuhnya pesawat.

Pesawat dengan kode registrasi PK THT ini memiliki rekaman penerbangan terakhir yang dapat dilihat di aplikasi FlightRadar24. Berdasarkan informasi yang diperoleh pada 19 Januari 2026, pesawat ini telah mencatat tiga penerbangan terakhir sebelum musibah terjadi.

Jejak Penerbangan Terakhir Pesawat

  • Pada 16 Januari 2026, pesawat ini terbang dari Bandung menuju Semarang pada pukul 09.26 WIB.
  • Di hari yang sama, pesawat tersebut melanjutkan penerbangan dari Semarang ke Yogyakarta pada pukul 16.44 WIB.
  • Keberangkatan terakhirnya tercatat pada 17 Januari 2026, dengan rute Yogyakarta-Makassar pada pukul 08.08 WIB.

Namun, status penerbangan tersebut berubah menjadi “Unknown” setelah pesawat mengalami kecelakaan. FlightRadar24, aplikasi yang menyediakan informasi penerbangan secara real-time, memberikan akses kepada publik untuk melihat rekaman penerbangan terakhir pesawat nahas ini. Jalur penerbangan pesawat tersebut ditandai dengan garis hijau hingga mencapai posisi di utara Pulau Madura.

Setelah itu, jalur penerbangan ditunjukkan dengan garis putus-putus yang mengarah lurus menuju Gunung Bulusaraung. Berdasarkan kesaksian para pendaki gunung di sekitar lokasi, di sinilah perjalanan tragis ATR 42-500 berakhir setelah menabrak gunung.

Kesedihan dan Harapan

Peristiwa ini bukan hanya menyisakan rasa duka bagi keluarga dan kerabat penumpang, tetapi juga menambah catatan kelam dalam sejarah penerbangan di Indonesia. Masyarakat berharap agar proses evakuasi dapat segera selesai dan para korban dapat ditemukan dengan selamat.

Tim SAR terus berupaya meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan. Keterbatasan cuaca yang ekstrem menjadi salah satu faktor yang menghambat pencarian. Namun, harapan tetap ada, dan semua elemen yang terlibat dalam operasi ini bekerja keras demi keselamatan dan keadilan bagi para korban.

Tragedi ini mengingatkan kita akan pentingnya keselamatan dalam penerbangan dan perlunya peningkatan dalam sistem keamanan dan penanganan darurat. Semoga kejadian seperti ini tidak terulang lagi di masa depan.

Sumber: https://inet.detik.com/mobile-apps/d-8313694/jejak-pilu-perjalanan-terakhir-pesawat-atr-42-500-direkam-flightradar24

RELATED ARTICLES

New Post

Most Popular