Transformasi Digital Indonesia Menuju 2045: Tantangan dan Solusi
Transformasi digital di Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045 menghadapi tantangan signifikan, terutama dalam hal ancaman siber dan ketidakpercayaan terhadap sistem digital. Perkembangan ini menjadi isu krusial karena infrastruktur digital kini menjadi tulang punggung ekonomi, layanan publik, dan sistem nasional yang berjalan secara efisien.
Tantangan tersebut muncul dalam sebuah forum yang diselenggarakan oleh China Mobile International (CMI) Indonesia bertajuk TechConnect+ 2025. Forum ini digelar di Jakarta pada Rabu (18/12/2025), dengan tujuan mempertemukan para pemangku kepentingan seperti regulator, ahli keamanan siber, dan pelaku industri untuk membahas arah kebijakan ekosistem digital nasional.
Dalam acara tersebut, CMI menegaskan pergeseran peran dari sekadar penyedia jasa koneksi menjadi penyedia infrastruktur digital yang fokus pada ketahanan siber dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan. Perubahan ini dipandang sebagai respons atas meningkatnya risiko serangan siber di berbagai sektor.
Direktur Industri Permesinan dan Alat Mesin Pertanian Kementerian Perindustrian, Solehan, menekankan bahwa transformasi Industri 4.0 tidak akan bisa berjalan tanpa adanya infrastruktur digital yang tangguh. Ia menyatakan bahwa ketahanan sistem sama pentingnya dengan percepatan adopsi teknologi baru.
Diskusi panel dengan tema “IoT Connectivity Transformation & Digital Protection for a Trusted Digital Ecosystem” menyoroti lemahnya fondasi kepercayaan digital di tengah percepatan transformasi digital. Ancaman siber global dinilai berpotensi mengganggu kedaulatan data dan stabilitas ekonomi digital nasional.
“Saat Indonesia berpacu menuju 2045, kecepatan semata tidak cukup tanpa keamanan. Kita sedang menyaksikan pergeseran paradigma di mana ‘Kepercayaan Digital’ adalah mata uang baru. CMI berkomitmen menjadi tulang punggung yang tidak hanya menghubungkan Indonesia ke dunia, tetapi juga menjaga kedaulatannya,” kata Solehan dalam siaran pers, Jumat (19/12/2025).
Panel kedua membahas bagaimana transformasi sistem kesehatan dapat dilakukan melalui solusi AI cerdas. Sebagai contoh sektor kritis, penggunaan AI dinilai tidak akan efektif tanpa perlindungan data dan sistem yang kuat serta tahan terhadap ancaman siber.
Diskusi ini menyoroti pentingnya integrasi kebijakan teknologi, keamanan data, dan layanan publik. Infrastruktur digital menjadi prasyarat utama agar layanan kesehatan dapat diterima hingga wilayah terpencil.
Business Manager CMI Indonesia, Asep Nasrullah, menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi tantangan tersebut. “Untuk berkembang di era digital, pemerintah, sektor swasta, dan penyedia infrastruktur harus bekerja sebagai satu kesatuan ekosistem. CMI hadir di sini untuk memfasilitasi persatuan tersebut,” ujar Asep.
Forum ini menegaskan bahwa keberhasilan transformasi digital Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kecepatan adopsi teknologi. Ketahanan siber dan kepercayaan publik menjadi faktor penentu keberlanjutan ekosistem digital nasional.
Tantangan Utama dalam Transformasi Digital
Beberapa tantangan utama yang dihadapi dalam transformasi digital antara lain:
- Ancaman siber yang semakin kompleks: Serangan siber tidak lagi bersifat lokal, melainkan lintas batas dan menargetkan berbagai sektor, termasuk kesehatan, pendidikan, dan layanan publik.
- Ketidakseimbangan akses layanan digital: Wilayah terpencil masih kesulitan mendapatkan akses layanan digital yang memadai, meskipun infrastruktur sudah mulai dikembangkan.
- Kurangnya kesadaran masyarakat: Banyak masyarakat belum sepenuhnya memahami pentingnya keamanan data dan cara melindungi diri dari ancaman siber.
- Kebijakan yang belum merata: Kebijakan regulasi terkait teknologi dan keamanan siber masih perlu diperkuat agar dapat menangani ancaman yang semakin canggih.
Solusi yang Diperlukan
Untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut, beberapa solusi yang diperlukan antara lain:
- Penguatan infrastruktur digital: Memastikan bahwa infrastruktur digital memiliki tingkat keamanan yang tinggi dan mampu menangani ancaman siber.
- Kolaborasi lintas sektor: Pemerintah, sektor swasta, dan pelaku industri perlu bekerja sama untuk menciptakan ekosistem digital yang solid dan aman.
- Edukasi masyarakat: Meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya keamanan data dan cara menghindari ancaman siber.
- Regulasi yang lebih ketat: Membuat aturan yang lebih jelas dan terarah untuk mengatur penggunaan teknologi dan perlindungan data.
Kesimpulan
Transformasi digital Indonesia menuju 2045 membutuhkan komitmen kuat dari semua pihak. Keamanan siber dan kepercayaan publik menjadi dua aspek yang sangat penting untuk memastikan keberlanjutan ekosistem digital. Dengan kolaborasi dan inovasi yang tepat, Indonesia dapat mencapai visi emasnya tanpa mengorbankan keamanan dan kepercayaan masyarakat.

