Peningkatan Penjualan Kacamata Pintar Meta
Keyakinan Zuckerberg tidak muncul begitu saja. Ia mencatat bahwa penjualan kacamata pintar Meta, yang dikenal dengan nama Meta Ray-Ban, mengalami lonjakan hingga tiga kali lipat dalam setahun terakhir. Produk ini diakui sebagai salah satu perangkat elektronik konsumen dengan pertumbuhan tercepat saat ini. Hal itu menunjukkan bahwa pasar untuk kacamata pintar semakin besar dan menarik perhatian banyak orang.
Dalam konteks ini, Meta tidak sendirian. Beberapa perusahaan besar lainnya juga menunjukkan minat yang sama terhadap teknologi kacamata pintar. Google, misalnya, dilaporkan akan meluncurkan lini AI smart glasses tahun ini sebagai hasil dari kerja sama senilai 150 juta dolar AS dengan Warby Parker. Kacamata ini diharapkan terintegrasi dengan Gemini AI serta dilengkapi dengan kamera dan mikrofon untuk memungkinkan percakapan dengan AI.
Persaingan di Pasar Kacamata Pintar
Apple juga tidak ketinggalan. Raksasa teknologi ini disebut-sebut sedang mempersiapkan peluncuran smart glasses mereka sendiri dalam satu hingga dua tahun ke depan, dengan mengalihkan sebagian tim dari proyek Vision Pro. Di sisi lain, Snap, perusahaan yang mengembangkan aplikasi Snapchat, telah memisahkan bisnis kacamata AR mereka, Specs, menjadi anak perusahaan tersendiri untuk lebih fokus dalam pengembangan produk.
Keberadaan beberapa pemain besar ini menunjukkan bahwa industri teknologi sedang bergerak menuju adopsi kacamata pintar berbasis AI. Masing-masing perusahaan berupaya untuk menciptakan inovasi yang dapat memenuhi kebutuhan pengguna sekaligus memberikan pengalaman yang lebih baik dalam berinteraksi dengan teknologi.
Refleksi atas Ramalan Zuckerberg
Meskipun optimisme Zuckerberg patut diapresiasi, perlu diingat bahwa tidak semua ramalannya selalu tepat. Sebelumnya, ia telah menyatakan keyakinannya bahwa metaverse akan menjadi masa depan interaksi sosial, namun visi tersebut belum sepenuhnya terwujud. Unit Reality Labs Meta bahkan mencatat kerugian besar, menunjukkan bahwa perjalanan menuju teknologi baru tidak selalu mulus.
Dengan demikian, meski ada harapan besar untuk kacamata pintar berbasis AI, tantangan tetap ada. Pasar teknologi selalu berubah dengan cepat, dan perusahaan-perusahaan harus siap beradaptasi untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pengguna. Kacamata pintar mungkin saja menjadi perangkat utama di masa depan, tetapi bagaimana mereka akan diintegrasikan ke dalam kehidupan sehari-hari masih menjadi pertanyaan yang menunggu jawaban.
Sumber: https://tekno.kompas.com/read/2026/01/29/13380037/ramalan-mark-zuckerberg-kacamata-ai-akan-jadi-smartphone-baru-

