Tren Pembatasan Lirik di Layanan Musik
Sejak lama, lirik lagu merupakan salah satu fitur standar dalam layanan streaming musik. Banyak aplikasi lain, seperti Musixmatch, telah menyediakan akses lirik secara cuma-cuma. Tahun lalu, Spotify juga mencoba menerapkan sistem serupa, tetapi akhirnya mundur setelah mendapat reaksi negatif dari penggunanya. Berbeda dengan Spotify, Google tampaknya lebih berkomitmen untuk menjadikan lirik sebagai fitur berbayar, meskipun ini mungkin membuat sebagian pengguna merasa kecewa.
Dampak Terhadap Pendapatan Google
Keputusan ini tidak terlepas dari tren yang lebih besar dalam bisnis langganan Google. Saat panggilan konferensi pendapatan Q4 2025, Alphabet mengungkapkan bahwa mereka telah memiliki lebih dari 325 juta pelanggan berbayar di seluruh layanan mereka. Selain itu, pendapatan dari iklan dan langganan YouTube mencapai lebih dari $60 miliar hanya dalam satu tahun. Dengan membatasi akses lirik, Google tampaknya berharap bahwa banyak pengguna akan bersedia membayar $10,99 per bulan untuk Music Premium atau $13,99 untuk paket lengkap YouTube Premium hanya untuk bisa menikmati lirik saat mendengarkan lagu.
Kesimpulan: Apa Artinya Ini untuk Pengguna?
Bagi banyak pendengar, lirik bukan hanya sekadar kata-kata; mereka adalah bagian penting dari pengalaman menikmati musik. Entah itu untuk bernyanyi bersama, mencari makna, atau memeriksa bagian chorus, lirik merupakan fitur dasar yang masih ditawarkan secara gratis oleh banyak layanan lainnya. Meskipun pembatasan ini mungkin membuat sebagian pengguna merasa terasing, Google tampaknya yakin bahwa penawaran Premium mereka akan menarik minat pengguna untuk beralih ke model berlangganan.
Sumber: Android Authority

