Jumat, Januari 23, 2026
BerandaUncategorizedKemampuan Komunikasi Digital Jadi Kunci Pemimpin Masa Depan

Kemampuan Komunikasi Digital Jadi Kunci Pemimpin Masa Depan

Kecakapan Komunikasi di Era Digital: Tantangan dan Solusi

Di tengah perkembangan pesat teknologi dan dominasi informasi digital, kecakapan komunikasi tidak lagi menjadi pilihan, melainkan menjadi kunci utama untuk bertahan dan bersaing. Hal ini menjadi fokus utama dalam seminar yang berjudul “Kecakapan Komunikasi di Dunia Digital” yang diselenggarakan di Kampus Institut Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (IISIP) Jakarta.

Dalam seminar tersebut, Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Sosial Ekonomi dan Budaya, Wijaya Kusumawardhana, menekankan bahwa literasi digital menjadi fondasi penting dalam menciptakan pemimpin masa depan. Ia menjelaskan bahwa media sosial saat ini telah menjadi ruang komunikasi yang sangat luas, namun juga membawa tantangan baru seperti penyebaran hoaks dan risiko privasi.

Media Sosial sebagai Ruang Komunikasi yang Dinamis

Fenomena komunikasi massal berbasis AI memungkinkan distribusi konten yang lebih cepat dan personalisasi. Namun, hal ini juga membuka peluang bagi penyebaran informasi palsu. Oleh karena itu, kemampuan memverifikasi informasi menjadi semakin penting. Wijaya menekankan bahwa etika digital dan verifikasi informasi harus menjadi prioritas utama.

Selain itu, ia mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap risiko bias algoritma dan masalah privasi. Pengguna media sosial perlu menjaga data pribadi mereka serta membangun budaya digital yang sehat dan bertanggung jawab.

Kesenjangan Digital di Indonesia

Wijaya juga menyampaikan bahwa kesenjangan digital masih menjadi isu serius di Indonesia, terutama di daerah dengan infrastruktur dan literasi digital yang terbatas. Hal ini memengaruhi akses kerja, mobilitas sosial, dan kesempatan memanfaatkan teknologi secara optimal.

Untuk mengatasi tantangan ini, Wijaya memperkenalkan konsep CABE sebagai panduan dalam membentuk masyarakat digital yang bijak dan berdaya. Konsep CABE terdiri dari empat aspek utama:

  • Cakap Digital: Kemampuan menggunakan teknologi secara tepat dan efisien.
  • Aman Digital: Pemahaman tentang risiko daring dan keterampilan melindungi diri.
  • Budaya Digital: Pemahaman nilai, norma, dan kebiasaan dalam komunitas daring.
  • Etika Digital: Menjaga sopan santun, menghormati privasi, serta menghindari tindakan merugikan orang lain.

Keempat aspek ini saling melengkapi dan penting untuk menciptakan masyarakat digital yang aman, inklusif, dan bijak.

Kompetensi Dasar dalam Era Digital

Sementara itu, Asrul M Mustaqim, dosen IISIP sekaligus praktisi komunikasi digital, menekankan bahwa individu harus menguasai komunikasi modern untuk bisa bersaing di era digital. Ia menjelaskan konsep 4C Leadership sebagai fondasi penting dalam komunikasi modern:

  • Curiosity (Rasa ingin tahu): Pentingnya memverifikasi informasi dan membaca konteks pesan secara reflektif.
  • Clarity (Kejelasan): Kemampuan menyampaikan gagasan secara lugas agar pesan tidak menimbulkan ambiguitas.
  • Complexity (Kompleksitas): Kemampuan menganalisis informasi dan mengambil keputusan di tengah situasi yang dinamis.
  • Capacity (Kapasitas): Kemampuan adaptif untuk menghadapi perubahan teknologi.

Asrul menilai bahwa keempat kompetensi ini saling berkaitan dan jika dikuasai bersama, akan membentuk pemimpin digital yang kuat.

Literasi Digital sebagai Mata Uang Baru Abad ke-21

Literasi digital tidak hanya menjadi keterampilan dasar, tetapi juga menjadi “mata uang baru” abad ke-21. Asrul menjelaskan enam aspek fundamental literasi digital yang menjadi dasar komunikasi modern:

  • Information, Data, and Content: Kemampuan menganalisis konten digital untuk menghindari misinformasi.
  • Teaching, Learning, and Self-Development: Pemanfaatan teknologi untuk pembelajaran berkelanjutan.
  • Communication, Collaboration, and Participation: Kemampuan menyampaikan pesan secara jelas dan bekerja sama secara etis.
  • Digital Identity, Wellbeing, Safety, and Security: Perlindungan data pribadi dan keamanan digital.
  • Technical Proficiency: Kecakapan dalam mengoperasikan perangkat dan aplikasi komunikasi.
  • Creative, Innovative, and Research: Dasar dalam menghasilkan gagasan baru dan meningkatkan kualitas komunikasi.

Melalui seminar ini, peserta mendapatkan wawasan untuk berkomunikasi secara efektif, aman, dan bertanggung jawab di era digital. Dengan penguasaan 4C Leadership, literasi digital, dan penerapan konsep CABE, generasi muda diharapkan dapat menjadi pemimpin digital yang cerdas, kritis, kreatif, kolaboratif, dan adaptif, serta berkontribusi dalam membangun masyarakat digital yang bijak, aman, dan inklusif.

zonagadget
zonagadgethttps://www.zonagadget.co.id/
Berikan ilmu yang kamu punya, niscaya kamu akan mendapatkan yang lebih
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

New Post

Most Popular