Menghadapi Tahun 2025: Perasaan yang Campur Aduk dan Persiapan untuk Masa Depan
Menginjak akhir tahun, banyak orang merasakan perasaan yang beragam. Ada yang penuh harapan, ada juga yang khawatir akan masa depan. Bagi saya pribadi, tahun 2025 ini membawa campuran antara kebahagiaan, sedih, kekecewaan, dan sejumlah gebrakan. Ini adalah momen penting untuk melihat kembali bagaimana kita telah berkembang selama setahun terakhir.
Setiap akhir tahun, saya selalu mengambil waktu untuk introspeksi diri. Hal ini mencakup berbagai aspek kehidupan, termasuk karier, peran sebagai anggota keluarga, dan tanggung jawab sebagai hamba Tuhan. Dari pengalaman ini, saya merasa bahwa di tahun 2025 ini, produktivitas saya agak menurun. Saya merasa kurang aktif dalam berbagai ajang lomba menulis, baik online maupun offline. Meskipun lomba masih ada, saya merasa bahwa diri sendiri perlu lebih meningkatkan kemampuan agar tidak tertinggal.
Kehadiran AI dalam Dunia Kepenulisan
Dengan munculnya teknologi seperti Chat GPT, dunia kepenulisan kini semakin berubah. Teknologi ini memungkinkan seseorang membuat berbagai jenis tulisan dengan cepat dan mudah. Namun, hal ini juga menjadi tantangan bagi para penulis. Saya sendiri tidak sepenuhnya menolak penggunaan Chat GPT, karena beberapa kali saya merasa terbantu dalam proses penulisan. Namun, saya tetap merasa khawatir tentang masa depan profesi penulis jika tidak bisa bersaing dengan AI.
Seorang teman pernah berkata bahwa jika seseorang memiliki kemampuan menulis yang baik dan gaya yang unik, maka ia tidak akan tergantikan oleh AI. Saya setuju dengan pendapat tersebut, namun secara bersamaan, saya juga merasa gelisah melihat fenomena yang terjadi. Banyak penulis freelance kesulitan mendapatkan pekerjaan karena adanya AI yang bisa menulis berbagai jenis tulisan.
Perubahan dalam Dunia Freelance
Dulu, pada tahun 2020-an, pekerjaan sebagai Content Writer atau Copywriter sangat mudah ditemukan di media sosial seperti Instagram. Saat itu, saya memutuskan untuk mengikuti sertifikasi Content Writer & Copywriter di bulan Agustus 2020. Sekarang, meskipun pekerjaan ini masih ada, jumlahnya jauh berkurang. Bahkan, ada akun yang memposting job freelance dan menyebutkan bahwa mencari job nulis saat ini sangat sulit.
Sebagai penulis yang sudah berkarier sejak 2014, saya ingin berbagi sudut pandang saya kepada sesama penulis mengenai hadirnya AI. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:
Tips untuk Para Penulis
Sering Upgrade Diri
Menambahkan keterampilan baru sangat penting. Saya sendiri sering mengikuti kelas menulis, baik yang gratis maupun berbayar. Kelas berbayar biasanya menunjukkan komitmen yang tinggi. Selain itu, sharing dengan sesama penulis juga bisa memberikan feedback yang bermanfaat.Sering Nulis di Blog
Banyak penulis memiliki blog pribadi. Saya sendiri menggunakan domain .com. Blog bukan hanya sekadar tempat menulis, tapi juga alat untuk membangun personal branding. Mentor saya pernah mengatakan, “Jangan biarkan blog Anda terabaikan. Buat satu tulisan setiap hari dan bagikan di media sosial.”Update dengan Perkembangan Terbaru
Saya tidak menyarankan untuk tidak menggunakan Chat GPT sama sekali, tapi gunakanlah dengan bijak. Saya juga mengikuti sertifikasi Effortless Writer untuk belajar prompting dengan Chat GPT. Tujuan saya adalah tetap update dengan perkembangan digital saat ini.
Kesimpulan
Tahun 2025 membawa tantangan baru, terutama dalam dunia kepenulisan. Namun, dengan persiapan yang matang, kita bisa tetap eksis dan berkembang. Jangan takut dengan AI, tetapi bersahabatlah dengan teknologi tersebut. Semangat dan komitmen akan membantu kita tetap relevan di tengah perubahan yang terjadi.

