Fitur Baru Google yang Ditunggu-tunggu: Mengubah Nama Pengguna atau Alamat Gmail Tanpa Harus Membuat Akun Baru
Google, salah satu perusahaan teknologi terbesar di dunia, dikabarkan sedang mempersiapkan fitur yang sangat dinantikan oleh jutaan pengguna. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk mengganti nama pengguna (username) atau alamat email Gmail tanpa harus membuat akun baru. Tidak hanya itu, fitur ini diprediksi akan tersedia secara global pada tahun 2026.
Selama lebih dari dua dekade, alamat email berakhiran @gmail.com bersifat permanen. Jika pengguna ingin mengganti alamat email mereka karena alasan profesional atau menyesal dengan nama akun yang dibuat saat masih remaja, mereka harus membuat akun baru dan menghadapi kesulitan dalam memindahkan data secara manual. Hal ini sering kali menjadi hambatan bagi pengguna yang ingin mengubah identitas digital mereka.
Berdasarkan laporan terbaru, bocoran mengenai fitur ini pertama kali muncul melalui pembaruan pada halaman bantuan Google dalam bahasa Hindi. Dokumen tersebut mengungkapkan bahwa Google sedang mengembangkan opsi untuk mengganti identitas digital secara bertahap. Sistem baru ini akan bekerja dengan menjadikan alamat Gmail lama sebagai “alias”. Artinya, meskipun pengguna sudah beralih ke alamat baru, mereka tetap akan menerima email yang dikirim ke alamat lama di kotak masuk yang sama.
Selain itu, semua data penting seperti foto di Google Photos, dokumen di Drive, hingga riwayat pembelian di Google Play akan tetap utuh dan terhubung. Pengguna tidak perlu khawatir kehilangan data penting selama proses perubahan alamat email.
Namun, Google menerapkan sejumlah batasan ketat untuk mencegah penyalahgunaan. Pengguna hanya diperbolehkan mengubah alamat email maksimal tiga kali. Selain itu, setelah melakukan satu kali perubahan, pengguna harus menunggu selama 12 bulan sebelum diizinkan menggantinya kembali. Selama masa tunggu tersebut, alamat lama tidak bisa digunakan oleh orang lain untuk membuat akun baru.
Meski halaman bantuan resmi sudah mulai diperbarui, fitur ini belum aktif untuk seluruh pengguna. Peluncuran dilakukan secara bertahap, dimulai dari wilayah tertentu seperti India, sebelum akhirnya diimplementasikan secara global.
Langkah ini dianggap sebagai upaya besar Google untuk meningkatkan fleksibilitas layanan dan mempertahankan loyalitas pengguna di tengah persaingan platform komunikasi yang semakin dinamis. Selain itu, fitur ini juga memberikan peluang bagi pengguna untuk merubah image atau citra digital mereka agar lebih baik dari sebelumnya.
Dengan adanya fitur ini, Google menunjukkan komitmennya untuk terus memperbaiki pengalaman pengguna dan menjaga kepercayaan pengguna terhadap layanan mereka. Ini juga menjadi indikasi bahwa Google terus berinovasi untuk tetap menjadi pemimpin dalam industri teknologi.

