Jumat, Januari 23, 2026
BerandaUncategorizedWarganet dan Kreator Manga Marah, Fitur Edit AI Berbahaya?

Warganet dan Kreator Manga Marah, Fitur Edit AI Berbahaya?

Perkembangan Fitur Edit Gambar Berbasis AI di Platform X

Platform X baru-baru ini meluncurkan fitur penyuntingan gambar berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menimbulkan banyak perdebatan di kalangan pengguna, khususnya para kreator visual. Fitur ini terintegrasi dengan AI Grok dan memungkinkan siapa saja untuk mengedit gambar milik orang lain secara instan hanya dengan satu klik tanpa memerlukan izin dari pemilik asli.

Fitur ini memicu kekhawatiran serius terhadap perlindungan hak cipta dan keaslian konten digital di media sosial. Dengan pembaruan ini, setiap unggahan gambar memiliki tombol khusus yang otomatis membuka menu pengeditan berbasis AI Grok, baik saat diakses melalui versi desktop maupun aplikasi seluler.

Dari menu tersebut, pengguna dapat memasukkan perintah teks untuk memodifikasi gambar yang dipilih, lalu membagikan hasil editannya sebagai unggahan baru atau sebagai balasan atas postingan asli. Masalah utamanya adalah fitur ini aktif secara default pada hampir semua unggahan foto, tanpa memandang konteks tampilan seperti lini masa, kolom balasan, atau halaman profil pengguna.

Hingga saat ini, platform X belum menyediakan opsi pengaturan bagi pemilik konten untuk menonaktifkan atau membatasi penggunaan fitur edit AI tersebut pada gambar yang mereka unggah. Artinya, setiap foto yang diposting di platform ini bisa diubah oleh pihak lain. Situasi ini memicu keresahan di kalangan kreator, karena ketiadaan kontrol dianggap sebagai ancaman nyata terhadap kepemilikan karya digital.

Tanpa mekanisme persetujuan atau opsi opt out, fitur edit gambar AI dikhawatirkan akan membuka celah besar bagi manipulasi visual, penyalahgunaan karya seni, hingga distorsi konteks asli dari sebuah gambar. Kritik juga mengarah pada minimnya perlindungan teknis yang tersedia. Beberapa seniman melaporkan bahwa alat proteksi gambar seperti Glaze dan Nightshade, yang selama ini digunakan untuk mengacaukan proses pembacaan AI, ternyata tidak efektif dalam menghadapi editor gambar Grok.

Dengan kata lain, meskipun sebuah karya telah dilindungi menggunakan teknologi tersebut, AI Grok tetap mampu memproses dan mengubah gambar seolah-olah tidak ada lapisan perlindungan sama sekali. Kondisi ini semakin memperkuat kekhawatiran bahwa fitur AI image editing di X lebih menguntungkan pengguna yang ingin bereksperimen, dibandingkan melindungi hak pencipta konten.

Meskipun beberapa pengaturan privasi tersedia di menu Settings platform, tidak ada satu pun yang secara spesifik memungkinkan pengguna menonaktifkan tombol edit gambar AI tersebut, bahkan ketika seluruh fitur AI lain telah dimatikan.

Protes terhadap Fitur Edit Gambar AI, Kreator Manga Jepang Mengambil Tindakan

Reaksi keras bermunculan dari komunitas seni global. Banyak kreator menyuarakan kecemasan mereka melalui unggahan dan diskusi daring. Beberapa bahkan secara terbuka menyatakan niat untuk mengurangi atau menghentikan aktivitas berbagi karya di X demi menghindari potensi penyalahgunaan.

Salah satu komentar datang dari Kei Urana, kreator manga Gachiakuta, yang menyampaikan kekecewaannya terhadap arah kebijakan platform tersebut. “X tampaknya sedang mengalami kemunduran, jadi mulai sekarang saya akan lebih sering memposting karya seni saya di Instagram,” ujar Urana dalam pernyataannya.

Sikap serupa juga diambil oleh BOICHI, ilustrator ternama di balik Dr. STONE, yang memutuskan untuk tidak lagi membagikan karya ilustrasinya di X. Langkah para kreator besar ini dipandang sebagai sinyal serius bahwa pembaruan fitur AI tanpa perlindungan yang memadai dapat berdampak langsung pada ekosistem kreatif di media sosial.

zonagadget
zonagadgethttps://www.zonagadget.co.id/
Berikan ilmu yang kamu punya, niscaya kamu akan mendapatkan yang lebih
RELATED ARTICLES

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

New Post

Most Popular