Insiden Robot Humanoid Menendang Operator dalam Pelatihan
Dalam sebuah sesi pelatihan robot humanoid di Tiongkok, terjadi kejadian tak terduga yang menarik perhatian publik. Dalam video yang beredar luas, seorang operator terlihat jatuh kesakitan setelah robot humanoid Unitree G1 menendang bagian selangkangannya. Kejadian ini menjadi bahan pembicaraan di media sosial dan memicu diskusi tentang risiko interaksi antara manusia dan mesin.
Momen Tak Terduga dalam Pelatihan
Insiden terjadi saat operator mengenakan setelan penangkap gerak (motion capture suit) dan berdiri sejajar dengan robot untuk melatih gerakan. Ia mencoba menirukan gerakan bela diri berupa tendangan tanpa menyadari bahwa robot tersebut dirancang untuk meniru setiap gerakan secara presisi.
Ketika kaki operator memeragakan gerakan bela diri dengan kaki terayun ke atas, kaki robot yang mengikuti perintah sistem juga melakukan hal serupa. Namun, karena jarak yang terlalu dekat, kaki robot mengenai tubuh sang operator. Detik-detik berikutnya menjadi tontonan yang mengundang tawa sekaligus keheranan. Operator itu roboh ke lantai menahan sakit, sedangkan robot G1 tetap pada algoritmanya dan ikut meniru postur sang manusia yang terjatuh.
Pelatihan Robot dan Risiko Gerakan Sinkron
Video yang diunggah oleh pengguna Bilibili dengan nama akun @zeonsunlight direkam di sebuah laboratorium robotika. Dalam tayangan tersebut, terlihat jelas bagaimana metode pelatihan robot berbasis imitasi bekerja. Robot mempelajari keseimbangan, koordinasi, hingga gerakan kompleks dengan menyalin langsung tubuh manusia. Pendekatan ini lazim digunakan dalam pengembangan robot humanoid, terutama untuk melatih kemampuan motorik tingkat lanjut.
Namun, insiden tersebut memperlihatkan sisi lain dari teknologi itu. Ketika manusia dan robot memiliki orientasi tubuh yang sama, kesalahan kecil atau kelengahan dapat berujung pada cedera nyata. Sistem Unitree G1 berfungsi sesuai desain, merespons input gerakan dengan akurasi tinggi, sedangkan operator gagal memperhitungkan posisi tubuhnya sendiri. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pelatihan robot bukan sekadar soal kecanggihan perangkat lunak, tetapi juga keselamatan manusia yang terlibat langsung.
Unitree G1 dan Ambisi Robot Humanoid Lincah
Insiden tersebut kembali mengangkat perhatian pada Unitree, perusahaan robotika yang agresif memamerkan kemampuan humanoid G1. Pada Oktober 2025 lalu, Unitree merilis video bertajuk KungFu Kid V6.0 yang menampilkan G1 melakukan rangkaian gerakan seni bela diri robot. Gerakan seni bela diri itu termasuk tendangan tinggi, putaran cepat, hingga salto ke belakang dengan pendaratan stabil.
Dalam video berdurasi 45 detik itu, robot terlihat bergerak lincah di ruangan minim cahaya, mengeksekusi gerakan yang biasanya membutuhkan keseimbangan dan kontrol tingkat tinggi. Unitree menegaskan bahwa rekaman tersebut tidak dipercepat, menandakan kemajuan signifikan dalam koordinasi dan stabilitas robot humanoid mereka.
Meski menuai decak kagum, demonstrasi semacam ini juga memicu perdebatan soal kegunaan praktis robot humanoid. Unitree menegaskan G1 bukan dirancang sebagai asisten rumah tangga, melainkan sebagai platform riset dan pendidikan untuk universitas, laboratorium, serta kebutuhan industri. Dengan banderol sekitar 21.500 dolar AS (sekitar Rp 358 juta), peran domestik robot humanoid semacam ini masih menjadi wacana jangka panjang.
Risiko Interaksi Manusia-Robot
Sementara itu, risiko interaksi manusia-robot kini justru menjadi sorotan utama. Insiden ini menjadi peringatan penting bagi para pengguna dan pengembang robot humanoid. Meskipun teknologi semakin canggih, keselamatan manusia tetap menjadi prioritas utama. Dengan perkembangan pesat dalam bidang robotika, penting untuk terus memastikan bahwa interaksi antara manusia dan mesin tetap aman dan terkendali.

