Google Translate: Ketika Alat Terjemahan Berubah Menjadi Chatbot
Google Translate, aplikasi terjemahan yang telah lama menjadi andalan banyak orang, kini mengalami perubahan yang cukup mengejutkan. Awalnya, aplikasi ini berfungsi untuk menerjemahkan teks dari satu bahasa ke bahasa lain. Namun, dengan adanya penambahan fitur kecerdasan buatan (AI), perilaku Google Translate kini tidak lagi selalu sesuai ekspektasi. Dalam mode terjemahan yang lebih canggih, pengguna menemukan bahwa aplikasi ini dapat diajak “berbicara” alih-alih hanya menerjemahkan teks.
Perilaku Baru di Mode Canggih
Dalam sebuah unggahan di platform X oleh pengguna @goremoder, terungkap bahwa Google Translate mampu merespons pertanyaan langsung seperti “Apa tujuanmu?” dengan jawaban deskriptif tentang dirinya sendiri, ketimbang melakukan terjemahan. Pertanyaan yang diajukan tidak ditulis dalam bahasa sumber, melainkan sudah diformulasikan dalam bahasa target, sehingga sistem lebih cenderung untuk memberikan jawaban daripada menerjemahkan.
Ketika mode Canggih aktif, Google Translate menunjukkan perilaku yang lebih menyerupai chatbot. Ini terjadi berkat pembaruan AI terbaru yang diterapkan pada aplikasi, bertujuan untuk memberikan terjemahan yang lebih alami dan memahami konteks. Dalam hal ini, tidak mengherankan jika Google memanfaatkan AI untuk memperhalus terjemahan, tetapi cukup mengejutkan melihat bahwa aplikasi ini juga dapat menjawab pertanyaan.

