Minggu, April 5, 2026
Beranda blog Halaman 495

HP Tipis & Stylish 2025: 4 Ponsel Paling Ramping, Termasuk Apple dan Samsung!

0

Era Baru Desain Smartphone: 4 Rekomendasi Paling Tipis Tahun Ini

Tahun 2025 menjadi tahun yang menarik bagi dunia smartphone. Desain tipis kini tidak lagi dianggap sebagai kompromi terhadap performa atau fitur. Sebaliknya, produsen berlomba-lomba menghadirkan perangkat yang ramping, tangguh, dan kaya akan teknologi. Dari Apple hingga Tecno, berikut adalah empat rekomendasi smartphone paling tipis yang layak dipertimbangkan.

iPhone 17 Air – Tipis Elegan dengan Performa Pro

Apple kembali memimpin tren desain dengan merilis iPhone 17 Air, yang menjadi iPhone paling tipis sepanjang sejarah. Dengan ketebalan hanya 5,6 mm, perangkat ini bahkan lebih ramping dibandingkan Galaxy S25 Edge. Meski tipis, iPhone 17 Air tidak mengorbankan performa. Ditenagai chip A19 Pro berbasis proses 3nm, ponsel ini menghadirkan CPU 6-core dan GPU 5-core dengan akselerator neural.

Layarnya berukuran 6,5 inci Super Retina XDR OLED dengan refresh rate 120Hz dan kecerahan puncak hingga 3.000 nits. Fitur unggulan lainnya termasuk kamera belakang Fusion 48MP, kamera depan 18MP dengan teknologi Center Stage, serta kemampuan Dual Capture untuk merekam video dari dua kamera sekaligus. iPhone Air juga mendukung konektivitas eSIM global dan menjalankan iOS 26 dengan fitur Mode Daya Adaptif untuk efisiensi baterai.

Samsung Galaxy S25 Edge – Tipis, Tangguh, dan Kaya AI

Samsung tak mau kalah dengan menghadirkan Galaxy S25 Edge, smartphone seri S tertipis mereka dengan ketebalan 5,8 mm dan bobot hanya 163 gram. Desain ramping ini dibalut frame titanium dan Gorilla Glass Ceramic 2, menjadikannya tangguh dan elegan. Layarnya berukuran 6,7 inci QHD+ LTPO AMOLED dengan refresh rate adaptif 1–120Hz.

Di sektor performa, Galaxy S25 Edge ditenagai Snapdragon 8 Elite for Galaxy dan dilengkapi ruang uap baru untuk manajemen suhu optimal. Kamera utamanya menggunakan sensor 200MP dengan peningkatan 40% untuk kondisi minim cahaya, didampingi kamera ultra-wide 12MP dan kamera depan 12MP. Fitur Galaxy AI seperti transkrip panggilan, bantuan menulis, dan Circle to Search menjadikan pengalaman pengguna semakin cerdas dan praktis.

Tecno Pova Slim 5G – Ramping dengan Layar Lengkung dan Harga Terjangkau

Tecno menghadirkan Pova Slim 5G sebagai jawaban untuk pengguna yang menginginkan smartphone tipis dengan harga bersahabat. Dengan ketebalan hanya 5,95 mm dan bobot 156 gram, ponsel ini tetap kokoh berkat perlindungan Gorilla Glass 7i. Layar lengkung AMOLED 6,78 inci beresolusi 1,5K dan refresh rate 144Hz memberikan tampilan visual yang memukau.

Dapur pacunya ditenagai chipset MediaTek Dimensity 6400, dipadukan dengan RAM 8GB dan penyimpanan 128GB. Meski bukan flagship, Tecno Pova Slim 5G menawarkan desain premium dan performa cukup untuk kebutuhan harian, gaming ringan, dan hiburan multimedia.

Vivo X Fold 5 – Smartphone Lipat Paling Tipis dan Tangguh

Vivo X Fold 5 menjadi pilihan menarik bagi kamu yang menginginkan smartphone lipat dengan desain super tipis. Meski membawa baterai jumbo 6.000mAh, bobotnya tetap ringan dan desainnya ramping. Perangkat ini dilengkapi layar lipat Ultra-Thin Glass (UTG) dengan lapisan anti benturan, serta sertifikasi IPX9 dan IP5X yang menjadikannya tahan air dan debu.

Vivo juga menyematkan teknologi SmartFold AI untuk meningkatkan produktivitas dan hiburan. Kamera profesional ZEISS, pengisian cepat 80W FlashCharge, dan fitur multitasking menjadikan Vivo X Fold 5 sebagai foldable paling canggih dan tipis di kelasnya.

Kesimpulan

Desain tipis kini bukan berarti kompromi. Keempat smartphone di atas membuktikan bahwa perangkat ramping bisa tetap kuat, canggih, dan nyaman digunakan. iPhone 17 Air dan Galaxy S25 Edge cocok untuk pengguna premium yang menginginkan performa maksimal dalam bodi elegan. Sementara Tecno Pova Slim 5G dan Vivo X Fold 5 menawarkan alternatif menarik dengan fitur unggulan masing-masing.

Nvidia dan OpenAI Investasi Rp 1.650 Triliun Bangun Pusat Data AI Raksasa

0

Kerja Sama Strategis antara Nvidia dan OpenAI untuk Membangun Infrastruktur Kecerdasan Buatan

Nvidia dan OpenAI telah menandatangani nota kesepahaman tidak mengikat (Letter of Intent/LoI) dalam rangka membangun infrastruktur pendukung kecerdasan buatan (AI) menggunakan sistem Nvidia. Dalam kerja sama ini, daya komputasi yang disediakan mencapai 10 gigawatt, yang akan menjadi fondasi penting bagi pengembangan teknologi AI di masa depan.

Sebagai bagian dari kolaborasi tersebut, Nvidia berencana untuk menginvestasikan dana hingga 100 miliar dollar AS. Investasi ini akan digunakan untuk membangun pusat data dan menyediakan kapasitas energi yang cukup besar untuk mendukung pengoperasian sistem skala besar. Fase pertama pembangunan pusat data ini ditargetkan mulai beroperasi pada paruh kedua tahun 2026, dengan platform Nvidia Vera Rubin sebagai teknologi utama.

Nvidia akan menjadi mitra strategis utama OpenAI dalam bidang komputasi dan jaringan. Tujuannya adalah untuk mendukung rencana pengembangan “pabrik AI” yang sedang dijalankan oleh OpenAI. Kedua perusahaan akan bekerja sama dalam menyelaraskan peta jalan pengembangan, mulai dari model dan perangkat lunak infrastruktur OpenAI hingga perangkat keras dan perangkat lunak Nvidia. Hal ini dimaksudkan agar seluruh sistem terintegrasi secara optimal.

Dalam konteks seberapa besar infrastruktur yang dibangun, data center Hyperion yang sedang dikembangkan oleh Meta memiliki daya komputasi setengah dari yang direncanakan oleh Nvidia dan OpenAI. Data center tersebut memiliki daya komputasi 5 gigawatt dengan nilai investasi sebesar 10 miliar dollar AS.

Kemitraan ini juga bertujuan untuk mempercepat inovasi dan memperluas kemampuan AI di masa depan. CEO sekaligus pendiri Nvidia, Jensen Huang, menyatakan bahwa kemitraan ini merupakan langkah maju berikutnya dalam mengalokasikan daya komputasi 10 gigawatt untuk mendukung era kecerdasan buatan generasi terbaru.

Sementara itu, CEO OpenAI, Sam Altman, menambahkan bahwa bersama Nvidia, mereka akan memanfaatkan apa yang telah dibangun untuk menciptakan terobosan AI baru dan memberdayakan masyarakat serta dunia usaha dengan teknologi ini dalam skala besar.

Greg Brockman, Co-Founder sekaligus Presiden OpenAI, menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalin kerja sama erat dengan Nvidia sejak awal berdirinya OpenAI. Platform Nvidia digunakan untuk mengembangkan sistem AI yang kini digunakan ratusan juta orang setiap hari.

Menurut Brockman, OpenAI sangat bersemangat untuk mengimplementasikan 10 gigawatt daya komputasi bersama NVIDIA guna mendorong batas kecerdasan buatan dan memperluas manfaat teknologi tersebut bagi masyarakat luas.

Kemitraan dengan Nvidia ini melengkapi kolaborasi mendalam yang selama ini dijalankan kedua perusahaan bersama jaringan mitra luas, termasuk Microsoft, Oracle, SoftBank, serta para mitra Stargate. Jaringan ini berfokus pada pembangunan infrastruktur AI yang paling canggih di dunia. Dengan kerja sama ini, kedua perusahaan berharap dapat mempercepat inovasi dan memperluas kemampuan AI di masa depan.

OpenAI, Oracle, dan SoftBank Bangun Lima Pusat Data Senilai Rp6.642 Triliun

0

Pengembangan Infrastruktur Kecerdasan Buatan di Amerika Serikat

OpenAI, Oracle, dan SoftBank mengumumkan pembangunan lima pusat data kecerdasan buatan (AI) baru di Amerika Serikat (AS). Proyek ini diberi nama Stargate, yang merupakan platform infrastruktur AI utama OpenAI. Dalam pernyataannya, proyek ini akan memperluas kapasitas Stargate hingga hampir 7 gigawatt, dengan nilai investasi diperkirakan melebihi US$400 miliar atau sekitar Rp6.642 triliun dalam tiga tahun ke depan.

Peningkatan kapasitas ini membantu OpenAI lebih cepat mencapai target komitmen US$500 miliar (Rp8.302 triliun) untuk mencapai total kapasitas 10 gigawatt pada akhir 2025, lebih awal dari jadwal yang telah ditetapkan. Pada Juli lalu, OpenAI dan Oracle menandatangani kesepakatan untuk mengembangkan kapasitas tambahan hingga 4,5 gigawatt. Kemitraan ini bernilai lebih dari US$300 miliar atau sekitar Rp4.981 triliun dalam lima tahun ke depan.

Tiga dari lima lokasi baru akan berada di Shackelford County, Texas; Doña Ana County, New Mexico; serta sebuah lokasi di Midwest yang akan diumumkan kemudian. Ditambah dengan potensi perluasan kapasitas 600 megawatt di dekat Abilene, ketiga lokasi ini diperkirakan dapat menyumbang lebih dari 5,5 gigawatt dan menciptakan lebih dari 25.000 lapangan kerja langsung, serta puluhan ribu pekerjaan tambahan di seluruh AS.

Dua lokasi Stargate lainnya akan dikembangkan bersama SoftBank, dengan kapasitas hingga 1,5 gigawatt dalam 18 bulan ke depan. Lokasinya berada di Lordstown, Ohio, yang kini tengah dibangun dengan desain pusat data canggih dan dijadwalkan beroperasi tahun depan, serta di Milam County, Texas, bekerja sama dengan SB Energy (anak usaha SoftBank) yang akan menyediakan infrastruktur tenaga listrik.

Pemilihan lima lokasi baru ini merupakan hasil proses seleksi nasional sejak Januari lalu, di mana lebih dari 300 proposal dari 30 negara bagian dievaluasi. Ini merupakan tahap pertama, dengan rencana penambahan lokasi baru di masa mendatang seiring komitmen investasi Stargate yang ditargetkan menembus US$500 miliar.

Kampus utama Stargate di Abilene sendiri sudah beroperasi dengan Oracle Cloud Infrastructure (OCI). Oracle bahkan sudah mengirim rak NVIDIA GB200 pertama sejak Juni lalu untuk mendukung pelatihan dan inferensi AI generasi berikutnya.

CEO OpenAI, Sam Altman, menegaskan bahwa kemajuan AI hanya bisa tercapai jika didukung infrastruktur komputasi yang memadai. “Komputasi itulah yang menjadi kunci untuk memastikan semua orang dapat memperoleh manfaat dari AI dan untuk membuka terobosan di masa depan. Kita telah membuat kemajuan bersejarah menuju tujuan tersebut melalui Stargate dan bergerak cepat tidak hanya untuk memenuhi komitmen awalnya, tetapi juga untuk meletakkan fondasi bagi langkah selanjutnya,” katanya.

Sementara itu, CEO Oracle Clay Magouyrk menyatakan infrastruktur OCI membantu OpenAI berkembang dengan cepat dan efisien. Adapun Chairman dan CEO SoftBank, Masayoshi Son, menambahkan kolaborasi ini memanfaatkan desain pusat data inovatif dan keahlian energi SoftBank untuk menghadirkan infrastruktur komputasi berskala besar yang menopang masa depan AI.

“Bersama OpenAI, Arm, dan mitra Stargate kami, kami membuka jalan bagi era baru di mana AI memajukan umat manusia,” katanya.

Dengan tambahan lima pusat data baru ini, OpenAI, Oracle, dan SoftBank optimistis dapat menghadirkan infrastruktur berskala besar yang tidak hanya memperkuat riset AI generasi berikutnya, tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah AS. Komitmen US$500 miliar tersebut pertama kali diumumkan pada Januari lalu di Gedung Putih bersama Presiden AS Donald Trump sebagai bagian dari upaya mendorong investasi besar-besaran di infrastruktur AI Amerika.

Pengguna iPhone 17 dari Berbagai Negara Keluhkan Masalah Serupa

0

iPhone 17 Series Menghadapi Masalah Kebiasaan Terkait Permukaan yang Rentan Tergores

iPhone 17 series telah tersedia untuk pembelian langsung oleh konsumen di Apple Store sejak 19 September 2025. Banyak penggemar Apple langsung berbondong-bondong membeli perangkat terbaru ini dari toko ritel resmi Apple. Namun, setelah ponsel tersebut tiba di tangan pengguna, muncul keluhan mengenai desainnya yang rentan tergores, terutama pada beberapa varian tertentu.

Khususnya, model iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max dengan varian warna Deep Blue mendapat banyak keluhan. Selain itu, iPhone 17 Air dalam varian Space Black juga diketahui mudah tergores. Keluhan ini tidak hanya datang dari satu negara, tetapi berasal dari berbagai wilayah di dunia.

Di Tiongkok, sejumlah konsumen mengunggah bukti goresan pada iPhone 17 melalui media sosial. Tagar terkait masalah ini sempat menjadi trending topik di Weibo, dengan penayangan lebih dari 40 juta kali. Temuan serupa dilaporkan oleh Bloomberg saat berkunjung ke Apple Store di Hong Kong, Shanghai, dan London. Mereka menemukan unit iPhone 17 Pro dan iPhone 17 Pro Max Deep Blue serta iPhone 17 Air Space Black yang sudah tergores meskipun baru saja dipajang di rak display.

Pengamatan Pengguna dan Uji Coba Ketangguhan Ponsel

Amir Singh, seorang pengguna X/Twitter dengan akun @amisecured, juga membagikan video yang menunjukkan iPhone 17 Pro Deep Blue yang dipajang di Apple Store dengan beberapa goresan di bagian tengah punggungnya. Ia membandingkan perangkat ini dengan varian Cosmic Oranye dan Silver. Meski varian Cosmic Oranye juga tergores, tingkat goresannya lebih sedikit dibanding Deep Blue. Sementara itu, varian Silver tampak lebih mulus dan nyaris tanpa goresan.

Menurut Amir Singh, meskipun penggunaan casing bisa membantu, permukaan iPhone 17 tetap rentan tergores bahkan hanya ditaruh di saku bersama kunci selama beberapa menit saja.

Video lainnya yang dibagikan oleh JerryRigEverything, seorang YouTuber yang kerap menguji ketangguhan ponsel, juga menunjukkan bahwa iPhone 17 Pro dalam warna biru dan oranye sangat rentan tergores. Dalam uji coba, Zack Nelson, nama asli JerryRigEverything, menggores dan menguji ketangguhan perangkat menggunakan pisau, obeng, korek api, koin hingga kunci. Hasilnya, iPhone 17 Pro mudah tergores meskipun hanya sedikit. Oleh karena itu, JerryRigEverything menyarankan pengguna untuk menggunakan casing tambahan.

Penyebab Permukaan Rentan Tergores

Menurut JerryRigEverything, penyebab utama permukaan iPhone 17 yang rentan tergores adalah lapisan aluminium oksida yang diwarnai. Proses anodisasi yang digunakan Apple tidak menempel kuat di area sudut atau tepi tajam seperti modul kamera. Hal ini membuat bagian tersebut lebih rentan tergores.

Selain itu, penggunaan material aluminium di iPhone 17 menandai peralihan dari titanium yang digunakan di iPhone 16 Pro. Faktanya, aluminium lebih mudah tergores dibanding titanium.

Masih belum jelas seberapa luas masalah ini terjadi. Intensitas goresannya juga berbeda-beda. Dalam video JerryRigEverything, beberapa goresan hanya berupa noda yang bisa diatasi, sementara goresan dalam seperti yang ditunjukkan Amir Singh lebih sulit dihilangkan.

Pihak Apple belum memberikan tanggapan resmi terkait isu ini. Namun, masalah ini semakin mengundang perhatian publik dan memicu diskusi tentang kualitas dan desain perangkat terbaru mereka.

HP Gaming Ringan dengan Harga Rp2 Jutaan? Cek Spesifikasi Redmi 15

0

Smartphone Gaming Murah dengan Harga Terjangkau

Jika Anda sedang mencari smartphone gaming yang terjangkau, dengan budget sekitar dua jutaan rupiah, Redmi 15 bisa menjadi pilihan yang cocok. Dengan harga yang relatif terjangkau, perangkat ini menawarkan berbagai fitur yang cukup menarik untuk kebutuhan sehari-hari maupun aktivitas hiburan seperti bermain game atau menonton video.

Smartphone ini telah resmi diluncurkan di Indonesia dan tersedia dengan dua varian RAM dan ROM. Untuk versi RAM 8GB dan ROM 128GB, harganya sebesar Rp 2.099.000. Sementara itu, untuk varian RAM 8GB dan ROM 256GB, harganya sedikit lebih mahal, yaitu Rp 2.299.000. Harga ini membuat Redmi 15 bersaing dengan beberapa smartphone lain yang sudah lebih dulu hadir di pasar Indonesia, seperti OPPO A3, TECNO Spark 20 Pro Plus, atau POCO M6 Pro.

Spesifikasi Lengkap Redmi 15

Redmi 15 memiliki layar berukuran 17,5 cm dengan refresh rate 144Hz. Fitur ini memberikan pengalaman penggunaan yang nyaman, baik saat menjelajahi media sosial maupun menonton video di YouTube.

Salah satu fitur unggulan dari Redmi 15 adalah baterai besar dengan kapasitas 7000 mAh. Baterai ini mendukung pengisian cepat hingga 33W, sehingga hanya membutuhkan waktu sekitar 59 menit untuk mengisi daya hingga 70 persen. Dengan baterai sebesar ini, pengguna dapat menggunakan smartphone selama 28 jam untuk menonton video, 108 jam untuk mendengarkan musik, atau 29 jam untuk membaca secara terus-menerus.

Meskipun spesifikasi baterainya sangat menarik, chipset yang digunakan pada Redmi 15 adalah Snapdragon 685 dengan ukuran 66 nm. Chipset ini tidak dirancang khusus untuk gaming berat, tetapi masih mampu menjalankan game ringan. Jika ingin bermain game yang lebih intensif, pengguna mungkin perlu menyesuaikan pengaturan grafis agar sesuai dengan kemampuan perangkat.

Beberapa smartphone dengan harga serupa di pasaran, seperti Tecno Pova Neo 3, iQOO Z9x, atau Infinix Hot 60 Pro+, sudah menggunakan chipset khusus untuk gaming. Namun, Redmi 15 tetap menjadi pilihan yang layak untuk pengguna yang lebih mengutamakan daya tahan baterai dan penggunaan harian.

Kamera dan Fitur Tambahan

Di bagian belakang, Redmi 15 dilengkapi dengan kamera ganda beresolusi 50 MP, sementara kamera depannya memiliki resolusi 8 MP. Kamera ini juga didukung oleh teknologi kecerdasan buatan yang membantu dalam proses pengambilan gambar, sehingga menghasilkan foto yang lebih berkualitas.

Selain itu, Redmi 15 juga dilengkapi dengan fitur NFC yang memudahkan pengguna dalam melakukan transaksi elektronik, seperti mengisi saldo kartu uang elektronik atau mengecek informasi terkait pembayaran.

Pemesanan dan Rilis Resmi

Jika Anda tertarik membeli Redmi 15 secara online, Anda dapat melakukan pemesanan melalui tautan yang tersedia. Perangkat ini akan mulai dirilis pada 25 September 2025. Dengan kombinasi harga yang terjangkau dan fitur yang cukup lengkap, Redmi 15 menjadi salah satu pilihan yang patut dipertimbangkan bagi pengguna yang mencari smartphone gaming dengan budget terbatas.

ChatGPT Go: AI Canggih dengan Harga Terjangkau Rp75.000/Bulan

0

ChatGPT Go Hadir di Indonesia dengan Harga Terjangkau dan Fitur Canggih

OpenAI baru-baru ini meluncurkan layanan terbaru bernama ChatGPT Go yang kini tersedia di Indonesia. Layanan ini hadir sebagai paket langganan yang menawarkan keseimbangan sempurna antara fitur canggih dan harga yang ramah di kantong. Dengan biaya sebesar Rp75.000 per bulan, ChatGPT Go menjadi pilihan ideal bagi pelajar, pekerja kreatif, hingga pengguna biasa yang ingin merasakan manfaat teknologi kecerdasan buatan (AI) tanpa harus berlangganan versi premium.

Fitur Unggulan yang Menarik Perhatian

ChatGPT Go dilengkapi berbagai fitur unggulan yang memperkaya pengalaman pengguna dalam menggunakan AI. Beberapa fitur utamanya adalah:

  • Batas penggunaan GPT-5 lebih luas: Pengguna dapat mengakses hingga 10 kali lebih banyak dibandingkan versi gratis.
  • Pembuatan gambar lebih banyak: Pengguna bisa membuat 10 kali lebih banyak gambar setiap harinya.
  • Unggah dokumen dan gambar lebih fleksibel: Batasan pengunggahan mencapai 10 kali lipat per hari, sehingga sangat membantu dalam pekerjaan kreatif maupun produktif.
  • Memori percakapan dua kali lebih panjang: Membuat interaksi lebih personal, adaptif, dan mendalam sesuai kebutuhan pengguna.

Dengan fitur-fitur tersebut, ChatGPT Go memberikan nilai tambah luar biasa bagi siapa saja yang ingin meningkatkan produktivitas dan kreativitas mereka melalui teknologi AI.

Pertama di Asia Tenggara

Indonesia menjadi negara pertama di kawasan Asia Tenggara yang mendapatkan kesempatan untuk menikmati layanan ChatGPT Go. Sebelumnya, layanan ini telah diluncurkan di India, yang menunjukkan betapa besar minat OpenAI terhadap pasar Indonesia. Pasar Indonesia dinilai dinamis dan semakin melek teknologi, sehingga menjadi target strategis bagi perusahaan-perusahaan teknologi global.

Mudah Diakses dan Dibayar

Berlangganan ChatGPT Go sangat praktis dan mudah. Pengguna dapat melakukan pembelian langsung melalui aplikasi atau situs resmi ChatGPT. Proses pembayaran bisa dilakukan dengan berbagai metode, mulai dari Google Play, App Store, hingga Stripe. Fleksibilitas ini memudahkan pengguna dari berbagai kalangan untuk mengakses layanan AI canggih tanpa adanya hambatan.

Bersaing dengan Paket AI Lain

Peluncuran ChatGPT Go juga menandai langkah strategis OpenAI dalam bersaing dengan penyedia layanan AI lainnya. Salah satunya adalah Google yang juga menawarkan paket AI serupa di Indonesia. Dengan harga yang sebanding namun fitur yang kompetitif, ChatGPT Go diharapkan menjadi pilihan utama bagi masyarakat yang membutuhkan layanan AI berkualitas tinggi dengan biaya yang terjangkau.

Solusi Terbaik untuk Kebutuhan Harian

Bagi Anda yang ingin merasakan pengalaman menggunakan AI generasi terbaru tanpa menguras kantong, ChatGPT Go adalah solusi terbaik. Dengan hanya Rp75.000 per bulan, Anda bisa menikmati batasan penggunaan yang lebih luas, pembuatan gambar yang lebih banyak, serta percakapan yang lebih personal. Kini saatnya memaksimalkan produktivitas dan kreativitas Anda bersama ChatGPT Go!

POCO Pad M1: Spesifikasi Gahar, Harga Terjangkau, Siap Lawan iPad!

0

POCO Pad M1: Tablet Terbaru dengan Spesifikasi Menggoda

POCO, sub-brand dari Xiaomi yang dikenal dengan produk berperforma tinggi dan harga terjangkau, kembali menghadirkan inovasi di pasar gadget. Kali ini, POCO mempersiapkan peluncuran tablet terbarunya, POCO Pad M1, yang diklaim sebagai pesaing serius bagi tablet premium seperti iPad. Dengan layar 2,5K, baterai besar 12.000mAh, dan harga yang ramah di kantong, POCO Pad M1 menjadi sorotan para penggemar teknologi dan pengguna kasual yang mencari tablet berkualitas tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam.

Langkah Baru POCO di Dunia Tablet

POCO Pad M1 merupakan perangkat perdana dari lini tablet seri Pad M milik POCO. Ini menandai langkah serius POCO untuk masuk ke pasar tablet, terutama di segmen menengah. Sebelumnya, POCO memang belum terlalu aktif di ranah tablet, namun dengan peluncuran Pad M1, mereka menunjukkan komitmen untuk menghadirkan perangkat yang kompetitif dan inovatif.

Tablet ini diyakini sebagai versi rebranding dari Redmi Pad 2 Pro, namun dengan beberapa penyesuaian spesifikasi dan desain. Hal ini terlihat dari kemunculan POCO Pad M1 di berbagai basis data resmi seperti FCC (Federal Communications Commission) di Amerika Serikat, yang mengungkap sejumlah detail teknis dan memperkuat spekulasi mengenai peluncurannya.

Layar 2,5K 12,1 Inci: Visual Tajam dan Imersif

Salah satu fitur unggulan POCO Pad M1 adalah layarnya yang besar dan tajam. Tablet ini dibekali layar berukuran 12,1 inci dengan resolusi 2,5K dan refresh rate hingga 120Hz. Dengan rasio aspek 16:10, layar ini cocok untuk berbagai aktivitas seperti menonton film, membaca, hingga multitasking.

Teknologi DynamicSwitch memungkinkan refresh rate disesuaikan secara otomatis sesuai kebutuhan, mulai dari 30Hz hingga 120Hz. Selain itu, layar ini telah mendapatkan tiga sertifikasi TÜV Rheinland, termasuk sertifikasi cahaya biru rendah dan bebas kedip, yang menjamin kenyamanan mata saat digunakan dalam waktu lama.

Performa Andal dengan Snapdragon 7s Gen 3

Di balik desain elegan dan layar tajam, POCO Pad M1 juga menawarkan performa yang solid. Tablet ini diprediksi akan menggunakan chipset Qualcomm Snapdragon 7s Gen 3, prosesor berbasis 4nm yang cukup efisien dan bertenaga untuk kelas menengah. Chipset ini memungkinkan pengguna menjalankan berbagai aplikasi, termasuk game dan multimedia, dengan lancar dan minim lag.

Tablet ini juga akan hadir dengan RAM 6GB dan penyimpanan internal 128GB, yang dapat diperluas melalui kartu microSD. Kombinasi ini menjadikannya pilihan menarik bagi pelajar, pekerja kreatif, maupun pengguna umum yang membutuhkan perangkat serbaguna.

Baterai 12.000mAh: Tahan Seharian Lebih

Salah satu fitur paling mencolok dari POCO Pad M1 adalah kapasitas baterainya yang luar biasa besar—12.000mAh. Dengan kapasitas sebesar ini, pengguna bisa menikmati penggunaan intensif sepanjang hari tanpa khawatir kehabisan daya. Cocok untuk streaming, belajar online, atau bekerja mobile.

Tablet ini juga mendukung pengisian cepat, meskipun detail mengenai kecepatan pengisian belum sepenuhnya terungkap. Namun, mengingat standar POCO dan Xiaomi dalam hal fast charging, pengguna bisa berharap waktu pengisian yang efisien dan tidak mengganggu aktivitas harian.

Fitur Tambahan dan Sistem Operasi

POCO Pad M1 akan menjalankan Xiaomi HyperOS 2.0, sistem operasi terbaru yang dikembangkan untuk memberikan pengalaman pengguna yang lebih mulus dan intuitif. Sistem ini mendukung berbagai fitur multitasking, split screen, dan mode produktivitas yang cocok untuk pengguna profesional maupun pelajar.

Dari sisi konektivitas, tablet ini dilengkapi dengan WiFi 6, Bluetooth Low Energy, dan dukungan keyboard eksternal. Hal ini menjadikannya perangkat yang fleksibel untuk berbagai kebutuhan, mulai dari hiburan hingga produktivitas.

Dengan spesifikasi yang ditawarkan, POCO Pad M1 memang layak disebut sebagai pesaing potensial iPad di segmen menengah. Meski belum bisa menandingi ekosistem Apple secara keseluruhan, POCO Pad M1 menawarkan nilai luar biasa dengan harga yang jauh lebih terjangkau. Layar tajam, baterai jumbo, dan performa solid menjadikannya pilihan menarik bagi pengguna yang menginginkan tablet berkualitas tanpa harus membayar mahal.

Rencana Produksi Terbongkar, Bukti iPhone Lipat Semakin Jelas

0

Pengembangan iPhone Lipat Mendekati Kenyataan

Apple, salah satu perusahaan teknologi terkemuka di dunia, dikabarkan sedang mengembangkan ponsel lipat yang akan menjadi inovasi baru dalam industri smartphone. Menurut berbagai laporan, proses pengujian produksi telah dimulai di Taiwan sebelum dilanjutkan ke tahap produksi massal di India. Proyek ini disebut akan diluncurkan pada tahun 2026, menjadikannya sebagai langkah strategis untuk memperluas pasar dan memenuhi permintaan konsumen.

Tahap Uji Produksi di Taiwan

Sumber dari industri menyebutkan bahwa Apple sudah mulai melakukan diskusi dengan para pemasok untuk mendirikan “jalur produksi mini” di Taiwan. Tujuan utama dari langkah ini adalah untuk menguji proses manufaktur dan menyempurnakan teknik-teknik produksi perangkat lipat tersebut sebelum diproduksi secara besar-besaran. Lokasi potensial untuk uji coba ini telah diidentifikasi di sebuah kota di utara Taiwan. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada ekosistem pemasok Apple yang mapan dan memiliki pengalaman manufaktur yang kuat, yang sangat penting dalam menyempurnakan produk baru seperti iPhone lipat.

Setelah uji coba di Taiwan, Apple berencana menjadikan India sebagai basis produksi massal dari iPhone lipat. Hal ini menunjukkan strategi perusahaan untuk memanfaatkan sumber daya dan infrastruktur manufaktur yang ada di negara tersebut.

Dua Desain yang Sedang Diuji

Berdasarkan laporan Nikkei Asia, Apple saat ini tengah menguji dua desain berbeda untuk iPhone lipat. Kedua model tersebut antara lain:

  • Model lipat horizontal seperti buku (mirip Galaxy Z Fold)
  • Model clamshell atau lipat vertikal (mirip Galaxy Z Flip)

Meskipun demikian, laporan tersebut juga menekankan bahwa Apple masih membutuhkan waktu dua hingga tiga tahun sebelum perangkat lipat benar-benar dipasarkan secara resmi. Sampai saat ini, Apple belum memberikan pernyataan resmi terkait uji coba iPhone lipat. Perusahaan yang bermarkas di Cupertino itu memang dikenal sangat tertutup soal produk yang masih dalam tahap pengembangan.

Rencana Tiga Tahun untuk iPhone Lipat

Selain laporan dari Reuters dan Nikkei, beredar pula sejumlah rumor mengenai peta jalan (roadmap) iPhone lipat dalam tiga tahun ke depan (2025, 2026, 2027). Menurut rumor tersebut, tahun ini Apple mulai melakukan uji coba produksi di Taiwan, sesuai informasi di atas. Kemudian, iPhone lipat versi pertama diproyeksikan meluncur pada 2026 dengan kode model internal “V68”. Desain perangkat ini disebut-sebut menyerupai seri Samsung Galaxy Z Fold.

Rumor lain menyebut perangkat tersebut akan memiliki layar utama (bagian dalam) berukuran 7,8 inci serta layar sekunder (bagian depan) berukuran 5,5 inci. Selanjutnya, pada 2027, Apple disebut akan merilis model iPhone dengan desain layar melengkung di seluruh sisinya (curved all-around display). Jika benar, ini akan menjadi perbedaan signifikan dibandingkan model iPhone sebelumnya yang mayoritas masih menggunakan layar rata (flat). Desain ini juga dikaitkan dengan antarmuka baru yang disebut-sebut sebagai “Liquid Glass UI”.

Beberapa spekulasi juga menyebut bahwa peluncuran iPhone layar melengkung tersebut bertepatan dengan perayaan 20 tahun iPhone, yakni pada Juni 2027 (20 tahun setelah iPhone generasi pertama dirilis pada 2007). Ini menunjukkan bahwa Apple tidak hanya fokus pada inovasi teknologi, tetapi juga ingin menciptakan momen bersejarah bagi pengguna dan komunitasnya.

Pemkab Kuningan Dorong UMKM Digitalisasi dengan Pelatihan AI

0

Pemerintah Kuningan Percepat Adopsi Teknologi AI untuk UMKM

Pemerintah Kabupaten Kuningan menunjukkan komitmen kuat dalam mempercepat penerapan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) di kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam rangkaian kegiatan edukatif bertajuk “AI For Everyone: Wise, Creative, and Ready to Face the Future”, pemerintah daerah bekerja sama dengan mitra kolaborasi KUMPUL – AI Ignition Indonesia. Acara ini digelar pada 23–24 September 2025, di Aula Sekretariat Daerah setempat.

Lebih dari 300 peserta yang terdiri dari pelaku UMKM hadir dalam acara tersebut. Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan tokoh-tokoh nasional dari berbagai bidang seperti akademisi, peneliti, serta praktisi teknologi. Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., secara langsung membuka acara tersebut. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kehadiran AI saat ini tidak bisa dihindari dan telah mengubah hampir seluruh aspek kehidupan. Mulai dari sektor pertanian hingga pelayanan publik, AI kini menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari.

“AI bukan untuk dilawan, tapi dijadikan teman seperjalanan. Jika digunakan dengan bijak, AI bisa menjadi alat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat, mempercepat pelayanan publik, dan menciptakan pendidikan yang lebih inklusif,” ujar Bupati.

Ia juga menyebutkan data global yang menunjukkan bahwa AI memiliki potensi untuk menggeser hingga 97 juta pekerjaan, namun sekaligus membuka lebih dari 170 juta lapangan kerja baru. Oleh karena itu, kemampuan beradaptasi dan kreativitas menjadi kunci utama bagi masyarakat untuk tetap bertahan dan berkembang di tengah gelombang transformasi digital.

Literasi Digital Jadi Prioritas Strategis

Penjabat Sekda Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., menekankan pentingnya peningkatan literasi digital bagi seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, masyarakat harus didorong untuk tidak hanya menjadi pengguna pasif AI, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara aktif dan produktif.

“Reskilling dan upskilling adalah kunci. Kami ingin pelajar, petani, UMKM, hingga aparatur birokrasi mampu menggunakan AI secara etis dan produktif,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah tengah menjadikan literasi digital sebagai prioritas strategis, seiring dengan berkembangnya teknologi yang semakin cepat.

Kolaborasi Nasional dan Komitmen Daerah

Kegiatan ini juga melibatkan sejumlah pakar nasional di bidang AI dan teknologi digital, seperti Tiar Karbala SMn, MSc (Staf Khusus Presiden RI), Dr. Dito Eka Cahya, Ph.D (Peneliti Senior BRIN), serta para profesional dari media dan startup teknologi. Tiar Karbala menyampaikan bahwa penggunaan AI di sektor UMKM sudah umum terjadi di kota-kota besar, mulai dari promosi digital hingga otomatisasi keuangan. Namun, ia mengingatkan pentingnya etika digital agar teknologi ini tetap memberi dampak positif.

Sementara itu, Dito menegaskan bahwa pemerintah pusat tengah membangun ekosistem AI nasional dan mendorong kemitraan dengan universitas serta lembaga riset untuk memperluas pemanfaatan AI ke sektor-sektor strategis, termasuk UMKM dan koperasi. Program ini merupakan kolaborasi antara Pemkab Kuningan dengan Diskopdagperin, didukung oleh mitra nasional seperti GOTO dan Asian Development Bank.

Meisha Marsella, Partnership Lead KUMPUL Impact, menyebut bahwa tingkat adopsi AI di Indonesia telah mencapai 24,6%—tertinggi di Asia Tenggara. “Ini momen penting bagi UMKM kita. Dengan AI, mereka bisa naik kelas dan bersaing di pasar yang lebih luas,” ujar Meisha.

Pelatihan untuk Keterampilan Dasar hingga Strategi Praktis

Dengan tema “From Basic to Breakthrough in AI”, pelatihan ini dirancang untuk membekali peserta dengan keterampilan dasar hingga strategi pemanfaatan AI secara praktis. Materi yang disampaikan mencakup penggunaan AI dalam pembuatan konten, pemasaran digital, hingga manajemen keuangan. Melalui program ini, diharapkan pelaku UMKM dapat lebih siap menghadapi tantangan di era digital dan meningkatkan kinerja bisnis mereka.

7 Cara Menggaet Pasangan untuk Beli iPhone 17

0

Tips Merayu Pasangan untuk Mendapatkan iPhone 17

iPhone 17 yang baru saja dirilis menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan. Desainnya semakin tipis dan elegan, kameranya mampu menghasilkan foto berkualitas tinggi, serta baterai yang tahan lama membuatnya sangat diminati. Teknologi terbaru pada perangkat ini juga memudahkan berbagai aktivitas sehari-hari, mulai dari pekerjaan hingga komunikasi dengan orang tercinta.

Banyak orang, termasuk kamu, mungkin sudah mulai menginginkannya. Namun, harga yang cukup mahal bisa membuat rasa percaya diri sedikit berkurang. Jika kamu ingin memiliki iPhone 17 namun masih ragu untuk membelinya sendiri, merayu pasangan bisa menjadi pilihan yang lebih romantis.

Berikut beberapa cara efektif untuk merayu pasangan agar ia bersedia membelikanmu iPhone 17:

1. Ucapkan dengan Manja dan Jujur

Jangan harap pasangan bisa membaca pikiranmu. Jika kamu benar-benar ingin iPhone 17, katakan secara langsung. Namun, gunakan cara yang lembut dan penuh kasih. Contohnya, kamu bisa bilang, “Aku pengin banget iPhone 17, karena kameranya bisa bikin foto kita jadi lebih bagus. Kalau kamu yang beliin, rasanya pasti lebih spesial.”

Dengan kejujuran yang dikemas dengan manja, pasangan akan merasa bahwa keinginanmu bukan sekadar gaya-gayaan, melainkan sesuatu yang bisa mempererat hubungan.

2. Tunjukkan Manfaat Nyata

Pasangan biasanya lebih mudah luluh jika mereka tahu barang yang kamu inginkan memiliki manfaat nyata. Jadi, jangan hanya bilang, “Aku ingin iPhone 17 karena lagi tren.” Coba jelaskan bahwa perangkat ini bisa membantu pekerjaan, komunikasi dengan keluarga, atau bahkan menunjang aktivitas produktifmu.

Contoh: “Kalau aku punya iPhone 17, meeting online kerjaan akan lebih lancar, dan aku bisa membuat dokumentasi kegiatan kita jadi lebih keren.” Dengan begitu, pasangan akan merasa bahwa kamu tidak hanya ingin sesuatu yang indah, tetapi juga bermanfaat.

3. Jadikan Hadiah Spesial untuk Momennya

Ulang tahun, anniversary, atau momen keberhasilan tertentu bisa menjadi alasan yang pas untuk meminta iPhone 17. Dengan begitu, hadiah ini bukan sekadar barang mahal, tapi juga simbol perayaan momen indah bersama. Kamu bisa bilang, “Daripada bingung cari kado, aku udah tahu hadiah terbaik buat kita rayakan yaitu iPhone 17.”

Dengan demikian, pasangan akan merasa bahwa membelikan iPhone 17 bukan hanya memenuhi keinginanmu, tetapi juga memberi hadiah yang memiliki nilai emosional tinggi.

4. Tawarkan untuk Berbagi Biaya

Harga iPhone 17 memang cukup mahal, jadi wajar jika pasanganmu merasa agak berat. Di sinilah kamu bisa menunjukkan keseriusan dengan menawarkan diri untuk berbagi biaya. Misalnya, kamu bisa menabung setengahnya, lalu pasangan menambahkan sisanya.

Kamu bisa bilang, “Aku bisa nabung setengahnya, nanti kamu tambahin sisanya. Jadi kita bisa sama-sama wujudin.” Dengan begitu, pasangan tidak merasa terbebani sendirian, malah justru semakin termotivasi untuk ikut membelikan karena melihat usahamu juga nyata.

5. Gunakan Humor untuk Mencairkan Suasana

Merayu tidak harus selalu serius. Kadang, humor justru menjadi senjata ampuh untuk mencairkan suasana. Kamu bisa bercanda, “Kalau aku punya iPhone 17, aku bakal selfie tiap jam biar kamu nggak kangen aku.” Candaan ringan seperti ini membuat pasangan tertawa, merasa dekat, dan tidak merasa ditekan dengan permintaan serius.

Semakin santai suasana, semakin besar kemungkinan pasangan mengiyakan permintaanmu. Jadi, jangan ragu untuk sisipkan humor ketika membicarakan iPhone 17.

6. Berikan Imbalan Manis

Siapa yang tidak suka dihargai? Jika pasangan akhirnya membelikanmu iPhone 17, jangan lupa untuk memberikan imbalan manis. Tidak harus sesuatu yang mewah, cukup dengan perhatian ekstra, masakan favoritnya, atau bahkan kejutan kecil yang bisa bikin dia senyum sepanjang hari.

Dengan begitu, pasangan akan merasa bahwa usahanya tidak sia-sia. Apalagi jika kamu menunjukkan rasa terima kasih yang tulus, bukan mustahil dia jadi lebih semangat memberikan kejutan lain di masa depan.

7. Rayu dengan Sabar dan Konsisten

Ingat, tidak semua rayuan langsung berhasil dalam satu kali coba. Pasangan bisa butuh waktu untuk berpikir, menimbang kondisi keuangan, atau mencari alasan logis sebelum membelikanmu iPhone 17. Di sinilah kesabaran kamu diuji.

Tunjukkan bahwa kamu benar-benar menginginkannya dengan konsisten, tapi tanpa merengek berlebihan. Kamu bisa menyelipkan obrolan tentang iPhone 17 saat nonton video bareng di YouTube, atau ketika kalian jalan ke mall. Dengan cara ini, pasangan tahu kamu serius tapi tetap sabar, sehingga lama-lama hatinya bisa luluh juga.

Dengan cara-cara di atas, kamu bisa merayu pasangan dengan cara yang romantis dan efektif. Mendapatkan iPhone 17 dari pasangan pasti jadi kebahagiaan tersendiri. Namun, jangan lupa bahwa yang terpenting adalah komunikasi sehat, penuh kasih sayang, dan saling menghargai. Rayuan boleh dilakukan, tetapi jangan sampai membuat pasangan merasa terpaksa. Pada akhirnya, kebersamaan kalian jauh lebih berharga daripada sekadar gadget baru.