ZONAGADGET – Kabarnya, Xiaomi memutuskan untuk tidak lagi memanfaatkan dukungan teknologi kamera dari Leica untuk fitur fotografi di ponsel pintar mereka.
Dengan demikian untuk ponsel yang akan datang dan terkhusus untuk sub-seri dengan kode SM8850, nantinya tidak akan lagi didukung teknologi Leica.
Xiaomi akan mengandalkan teknologi yang dikembangkan oleh tim internal mereka.
Kabar itu berdasarkan informasi dari pembocor teknologi Digital Chat Station (DCS) di akun Weibo.
Menurut DCS, model ponsel Xiaomi dan Redmi di generasi mendatang akan menggunakan merek pencitraan milik sendiri atau menerapkan penyetelan warna khusus yang terinspirasi oleh seri unggulan utama.
Perangkat tidak akan menampilkan merek eksternal apa pun, seperti logo Leica.
Langkah itu mencerminkan kepercayaan Xiaomi pada tim penelitian dan pengembangan internalnya dan juga diharapkan dapat mengurangi biaya produksi.
Saat ini mekanisme merek bersama yang diterapkan Xiaomi dengan Leica dilaporkan menambah biaya lisensi sebesar USD3 – USD5 (Rp48 ribu – Rp 80 ribuan) per perangkat, bersama dengan biaya otorisasi tambahan.
Dengan kemitraan yang tak lagi berlanjut bersama Leica, perubahan yang terdekat akan terlihat pada jajaran ponsel generasi terbaru di antaranya Xiaomi 16, 16 Pro, 16 Ultra, dan 16 Ultra Max, serta Redmi K90 Pro dan Poco F8 Ultra.
Redmi dan Poco dua jenama yang juga dikelola Xiaomi dan bersaing di pasar yang sensitif terhadap harga, kemungkinan besar akan memperoleh manfaat paling banyak dari penghematan biaya tersebut.
Xiaomi berencana untuk mengalihkan uang yang dihemat dari biaya pencitraan merek ke peningkatan perangkat keras.
Perangkat yang akan datang diharapkan mencakup sensor yang lebih baik, fotografi komputasional yang ditingkatkan, baterai yang lebih besar, dan layar panel datar yang diperbarui.
Digital Chat Station juga mengatakan bahwa kemampuan kamera Redmi akan mengalami peningkatan yang signifikan.
Perubahan tersebut mengikuti tren yang lebih luas di antara para pembuat ponsel pintar untuk menjauh dari kemitraan pencitraan pihak ketiga. (gizmochina/ant/jpnn)
ZONAGADGET.CO.ID, JAKARTA —Akal imitasi atau kecerdasan buatan (AI) telah menjadi topik yang tak terpisahkan dari denyut nadi kehidupan manusia saat ini. Bukan hanya menjadi perbincangan di Silicon Valley atau laboratorium riset kampus-kampus ternama, AI kini hadir nyata dalam keseharian masyarakat Indonesia dari rekomendasi tontonan di media streaming, chatbot layanan pelanggan, editor foto dan video, teman curhat, hingga sistem prediksi cuaca dan aplikasi pendidikan.
Namun, di balik potensi transformasi yang luar biasa, AI juga menghadirkan dilema etika yang perlu perhatian khusus. Apakah kita sedang membuka gerbang menuju masyarakat berbasis pengetahuan yang makin inklusif, atau justru menapaki jalan sunyi menuju ketergantungan, manipulasi, dan bias yang sistemik? Isu ini semakin krusial ketika melihat fenomena generasi muda pelajar dan bahkan pengajar yang mulai memanfaatkan AI, baik sebagai alat bantu belajar, maupun sebagai celah untuk mencari jalan pintas yang cenderung melakukan kecurangan.
Ketika berita tentang AI yang mampu menulis esai, menganalisis data medis, hingga memproduksi konten multimedia hanya dalam hitungan detik viral dan FYP di beranda media sosial kita akhir-akhir ini, muncul pertanyaan fundamental, di mana batas antara inovasi dan pelanggaran etika? Bagaimana seharusnya masyarakat, institusi pendidikan, dan pemerintah Indonesia menyikapi gelombang AI ini dengan bijaksana?
Opini ini berusaha mengajak pembaca untuk tidak sekadar terpesona pada kecanggihan AI, tetapi juga kritis terhadap implikasi etis, sosial, dan strategisnya. Dengan merujuk pada prinsip etika AI yang dikembangkan oleh Luciano Floridi dalam bukunya Ethics, Governance and Policies in Artificial Intelligence. Menelaah contoh kegagalan etika AI di dunia, serta menawarkan visi tentang perlunya AI spesifik berbasis komunitas ahli, tulisan ini berharap dapat memantik diskusi publik tentang arah masa depan AI di Indonesia.
Dalam sejarah manusia, tidak ada teknologi yang berkembang secepat AI dalam kehidupan sehari-hari. ChatGPT, Deepseek, Gemini, Midjourney, Bard, dan berbagai platform AI generatif lain kini dapat diakses siapa saja, kapan saja, dari genggaman smartphone. AI dapat membantu pelajar menjawab soal matematika, merangkum artikel, hingga menerjemahkan teks dalam hitungan detik. Bagi pengajar, dosen, hingga penulis konten pun mulai memanfaatkan AI untuk mempercepat pekerjaan, mencari inspirasi, bahkan membuat materi ajar yang interaktif.
Namun, dibalik manfaat besar tersebut, terhampar risiko nyata seperti bias algoritmik yang bisa menimbulkan diskriminasi, kebocoran data pribadi, manipulasi opini publik melalui microtargeting politik, hingga hilangnya otonomi manusia dalam mengambil keputusan penting. Lebih jauh, muncul fenomena “kecurangan digital” pelajar yang mengerjakan tugas dengan bantuan AI tanpa pemahaman tentang ilmu yang diajarkan, bahkan pengajar yang membuat materi secara instan tanpa kurasi mendalam, hingga industri yang mengandalkan AI tanpa mekanisme audit yang memadai.
Dilema ini mengingatkan kita pada paradoks klasik teknologi, setiap kemajuan membawa berkah sekaligus kutukan. Jika digunakan dengan benar, AI bisa menjadi “pendorong kemajuan peradaban”. Jika dibiarkan tanpa batasan etika dan regulasi, AI dapat berubah menjadi senjata pemusnah karakter massal dan keadilan sosial.
Indonesia, sebagai bangsa besar dengan keragaman budaya, sistem pendidikan, dan tingkat literasi digital yang masih beragam bahkan tergolong minim, harus banyak belajar dari pengalaman global. Keputusan kita hari ini dalam mengelola AI akan menentukan masa depan keadilan sosial, mutu pendidikan, dan bahkan kedaulatan pengetahuan bangsa.
Dalam pusaran kemajuan teknologi yang serba cepat, pertanyaan tentang etika AI menjadi semakin mendesak. Luciano Floridi, bersama rekannya Josh Cowls, merumuskan lima prinsip dasar sebagai fondasi etika pengembangan dan penerapan AI, yang kini diadopsi luas di dunia internasional, termasuk oleh Uni Eropa dan organisasi-organisasi teknologi global. Kelima prinsip tersebut adalah Beneficence (Kebajikan/Manfaat), Non-maleficence (Tidak Membahayakan), Autonomy (Otonomi), Justice (Keadilan), dan Explicability (Keterjelasan/Penjelasan).
Pertama, Beneficence. AI harus digunakan untuk menghasilkan manfaat nyata bagi manusia dan masyarakat. Di Indonesia, AI dapat membantu mempercepat literasi digital, pemerataan pendidikan, peningkatan pelayanan kesehatan, mitigasi bencana, hingga pengembangan UMKM. Namun, manfaat ini hanya dapat tercapai jika AI dikembangkan dengan tujuan memajukan kesejahteraan bersama, bukan hanya keuntungan segelintir pihak.
Kedua, Non-maleficence. AI tidak boleh digunakan untuk menimbulkan kerugian, baik fisik, psikologis, ekonomi, maupun sosial. Ini mencakup perlindungan data pribadi, pencegahan bias diskriminatif, hingga larangan penggunaan AI untuk kepentingan jahat seperti deep fake, cyberbullying, atau manipulasi politik. Belakangan muncul banyak modus penipuan terbaru yang menggunakan AI dengan nilai kerugian finansial yang tidak sedikit.
Ketiga, Autonomy. AI harus menghormati otonomi manusia, yakni kebebasan individu atau kelompok untuk mengambil keputusan tanpa intervensi paksa dari sistem algoritmik. Dalam dunia pendidikan, prinsip ini penting agar AI tetap menjadi alat bantu, bukan pengganti proses berpikir kritis, diskusi, dan penalaran manusia. AI selain memberikan jawaban atau solusi, tetapi juga harus memberikan hasil lain sebagai alternatif agar manusia sebagai pengguna tetap menggunakan etika dan pikirannya untuk menentukan pilihan.
Keempat, Justice. AI harus memastikan keadilan dalam distribusi manfaat dan risiko. Tidak boleh ada kelompok masyarakat yang dirugikan karena bias data, akses yang timpang, atau diskriminasi oleh sistem AI. Ini sangat penting dalam masyarakat multikultural seperti Indonesia, di mana keberagaman suku, agama, dan status sosial harus dihormati oleh setiap inovasi teknologi.
Kelima, Explicability. AI harus dapat dijelaskan, transparan, dan akuntabel. Pengguna berhak tahu bagaimana AI bekerja, dari mana data diambil, dan siapa yang bertanggung jawab jika terjadi kesalahan. Tanpa keterjelasan ini, AI rawan digunakan untuk menutupi praktik manipulasi atau pelanggaran hak asasi manusia.
Kelima prinsip ini bukan sekadar teori di atas kertas. Jika diterapkan secara konsisten, mereka bisa menjadi pagar etika yang kokoh di tengah gelombang inovasi AI. Di Indonesia, penerapan prinsip-prinsip ini harus menjadi prioritas, baik oleh pengembang aplikasi, institusi pendidikan, pemerintah, maupun pengguna individu.
Banyak kejadian di dunia mengenai kegagalan implementasi AI yang dapat menjadi peringatan bagi bangsa Indonesia. Contohnya COMPAS Algorithm di Amerika Serikat, yang digunakan untuk menilai risiko residivisme dalam sistem peradilan. Namun, sebuah investigasi ProPublica (2016) membuktikan bahwa sistem ini justru melanggengkan diskriminasi rasial, memberikan skor risiko tinggi secara tidak adil kepada terdakwa kulit hitam. Kasus ini adalah contoh nyata kegagalan prinsip justice dan non-maleficence.
Di dunia medis, penggunaan algoritma deep learning untuk diagnosa penyakit memang menjanjikan akurasi tinggi. Namun, banyak model bersifat black box keputusannya tidak dapat dijelaskan secara transparan kepada dokter atau pasien. Ini melanggar prinsip explicability, yang seharusnya menjadi syarat mutlak dalam pelayanan kesehatan.
Di Tiongkok, sistem social credit yang menggunakan AI untuk mengawasi perilaku warga dan menentukan akses terhadap layanan publik memunculkan pertanyaan besar tentang autonomy dan justice. Skor sosial yang diberikan algoritma dapat membatasi kebebasan seseorang tanpa mekanisme banding yang adil, bahkan kadang tanpa diketahui alasannya.
Teknologi deepfake menjadi contoh kegagalan prinsip non-maleficence dan justice sekaligus. Video palsu yang sangat meyakinkan telah digunakan untuk menyebarkan hoax, merusak reputasi, bahkan melakukan pemerasan dan pornografi non-konsensual.
Di ranah politik, kasus Cambridge Analytica menunjukkan bagaimana AI dapat disalahgunakan untuk microtargeting iklan politik, memanipulasi opini publik, dan merusak demokrasi. Ini adalah kegagalan prinsip beneficence dan autonomy. Semua kasus di atas mengingatkan kita bahwa AI jika dibiarkan berkembang tanpa etika dan pengawasan, dapat menjadi alat diskriminasi, manipulasi, bahkan penindasan baru.
AI dalam Pendidikan: Inovasi atau Kecurangan?
Di Indonesia, pemanfaatan AI di dunia pendidikan sudah menjadi fenomena yang tak bisa dibendung. Di satu sisi, AI menawarkan kemudahan akses belajar, membuka sumber pengetahuan baru, hingga menghadirkan pengalaman belajar yang lebih personal dan adaptif. Namun disisi lain, muncul kekhawatiran bahwa AI justru membuka ruang bagi kecurangan akademik yang semakin canggih dan sulit dideteksi.
Pelajar bisa dengan mudah meminta AI menulis esai, mengerjakan soal, bahkan membuat presentasi hanya dalam hitungan detik. Jika dilakukan tanpa pemahaman dan refleksi, praktik ini sama dengan menyontek atau plagiarisme digital. Hasil akhirnya, generasi muda yang kehilangan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, orisinalitas dan daya juang.
Pengajar dan dosen pun mulai memanfaatkan AI untuk membuat materi ajar, menyusun soal, atau mencari referensi. Jika digunakan sekadar “copy-paste” tanpa kurasi, adaptasi, dan pengayaan konteks lokal, kualitas pendidikan pun bisa tergerus. Materi yang diberikan menjadi generik, tidak relevan, dan kehilangan sentuhan personal atau nilai ajar dari karakter guru atau dosen yang sudah memiliki pengalaman dengan ilmu tersebut.
Perspektif etika AI sangat diperlukan dalam kasus ini. AI seharusnya digunakan untuk memperkuat otonomi dan kapasitas manusia, bukan menggantikannya sepenuhnya. Penggunaan AI yang sehat di pendidikan adalah yang tetap memprioritaskan kejujuran, keterbukaan, dan pengembangan kapasitas manusia. Institusi pendidikan pun perlu membuat kebijakan tegas, mengedukasi etika digital, dan mengembangkan sistem deteksi plagiarisme berbasis AI.
Dari dinamika yang terjadi, muncul pertanyaan strategis apakah sudah saatnya Indonesia (dan dunia) mengembangkan AI yang lebih spesifik untuk bidang tertentu, dengan basis data dari komunitas yang kompeten dan terverifikasi?. Jawaban singkatnya sangat perlu. Tren global AI memang mengarah pada pengembangan model-model domain-spesifik, terutama untuk bidang-bidang yang sensitif, kompleks, dan sangat membutuhkan otoritas keilmuan, seperti agama, medis, hukum, dan pendidikan.
AI yang Spesifik memiliki keunggulan seperti, keakuratan dan keterpercayaan, AI yang dikembangkan dengan data dan validasi dari komunitas ahli jauh lebih akurat dan otoritatif. Berikutnya, etika dan sensitivitas bidang misalnya AI tentang Al-Qur’an dan Hadist, yang bukan hanya perlu benar secara literal, tetapi juga sesuai kaidah tafsir, mazhab, dan otoritas ulama. Di bidang medis, AI harus berbasis evidence-based medicine.
Selanjutnya kontekstualisasi, AI dapat memahami dan menjawab sesuai dengan konteks lokal dan kebutuhan spesifik, misalnya kurikulum pendidikan Indonesia, atau sistem hukum nasional. Audit dan verifikasi lebih mudah, karena data dan output AI selalu bisa diaudit dan diverifikasi komunitas ahli secara periodik.
Tantangannya, tentu saja, terletak pada kurasi data, pengembangan sistem audit, kolaborasi multidisipliner, serta keterbukaan dan akuntabilitas. Namun, inilah langkah maju yang harus ditempuh agar AI benar-benar menjadi co-pilot yang dapat diandalkan manusia, bukan sekadar “asisten digital” yang membebaskan manusia dari tanggung jawab etika.
Apakah pengembangan AI spesifik menjadi ancaman bagi AI generalis seperti ChatGPT dan OpenAI?. Faktanya justru tidak, industri AI global, termasuk OpenAI, mulai mengarah pada kolaborasi antara model generalis dan model spesifik. OpenAI sendiri telah meluncurkan fitur Custom GPTs, memungkinkan pengguna dan komunitas membangun model GPT yang dikustomisasi untuk topik tertentu misal GPT untuk tafsir Al-Qur’an, AI untuk dokter gigi, atau asisten hukum.
Melalui integrasi API dan plugin, OpenAI juga membuka peluang kolaborasi lintas sektor. Banyak aplikasi dan website kini menggunakan engine GPT yang dioptimalkan untuk kebutuhan komunitas mulai dari dunia medis, hukum, pendidikan, hingga bisnis. Pola serupa juga diadopsi Google, Microsoft, Meta, dan perusahaan AI besar lainnya.
Arah masa depan AI adalah ekosistem terbuka dan kolaboratif, model generalis tetap menjadi “search engine” pengetahuan luas, namun dalam aplikasi yang membutuhkan presisi, otoritas, dan kepercayaan, AI spesifik akan menjadi ujung tombak. Sinergi antara AI generalis dan AI spesifik menjadi kunci agar manfaat AI dapat dioptimalkan tanpa mengorbankan aspek etika dan kepercayaan publik. ChatGPT dan model serupa sangat efektif sebagai gerbang informasi, alat eksplorasi ide, hingga pendamping belajar.
Namun, untuk kebutuhan di bidang-bidang kritikal semisal fatwa keagamaan, diagnosis medis, konsultasi hukum AI spesifik dengan basis data terkurasi dan pengawasan komunitas ahli adalah jalan tengah terbaik. Ini memastikan bahwa AI benar-benar menjadi mitra kolaboratif bagi manusia, bukan pengganti nalar dan otonomi individu. Pemerintah Indonesia, kampus, organisasi profesi, dan komunitas teknologi seharusnya mulai membangun ekosistem pengembangan AI spesifik, termasuk menetapkan standar, kode etik, sistem audit, serta mekanisme pendidikan literasi AI bagi masyarakat.
Untuk menghindari kegagalan etika AI yang telah terjadi di dunia, serta memaksimalkan manfaatnya bagi masyarakat Indonesia, maka dibutuhkan regulasi dan standar nasional AI, pemerintah perlu segera membentuk regulasi nasional yang mengatur pengembangan, distribusi, dan penggunaan AI, dengan merujuk pada prinsip etika internasional seperti Lima Prinsip Floridi. Selanjutnya perlu pengembangan AI spesifik berbasis komunitas ahli, sektor-sektor penting (agama, pendidikan, kesehatan, hukum) harus mulai membangun AI berbasis data terverifikasi, melibatkan asosiasi profesi, ormas, dan lembaga riset.
Peningkatan Pendidikan Literasi AI dan Etika Digital, kurikulum pendidikan di semua jenjang perlu memasukkan literasi AI, termasuk pelatihan etika digital agar masyarakat paham batasan dan risiko penggunaan AI. Sistem audit algoritma dan mekanisme pengaduan diperlukan dan berkala memeriksa terhadap algoritma dan output AI, serta mekanisme pelaporan publik jika terjadi pelanggaran etika atau diskriminasi, sehingga masyarakat memiliki hak untuk feedback kepada pengembang atau badan pengawas nasional.
Sinergi antara stakeholder pengembangan AI harus melibatkan pemerintah, akademisi, industri, komunitas ahli, dan masyarakat sipil agar hasilnya inklusif, adil, dan bermanfaat bagi semua. Tantangan setelah AI adalah sistem robotik yang bahkan menyerupai manusia, tentunya AI juga akan dimanfaatkan untuk pengembangan robotik.
Indonesia sebagai negara berkembang ke arah kemajuan berada di persimpangan jalan, di satu sisi, AI membuka peluang besar untuk lompatan kemajuan namun di sisi lain, risiko etika dan kegagalan pengelolaan AI bisa menjadi ancaman serius bagi keadilan sosial dan mutu peradaban bangsa.
Kunci keberhasilan ada pada keberanian bangsa ini untuk menetapkan pagar etika, membangun AI berbasis komunitas ahli seperti AI dakwah Islam Aiman Aisha milik ZONAGADGETdan juga dibutuhkan peran Pemerintah bersama media untuk mengedukasi masyarakat agar mampu memanfaatkan AI secara bijak dan bertanggung jawab.
AI harus menjadi mitra yang mencerahkan dan memberdayakan, bukan alat yang membelenggu otonomi dan moralitas manusia. Menghadapi gelombang teknologi yang tak terbendung, hal yang harus diperhatikan adalah etika, kemanusiaan dan keadilan sosial. Karena pada akhirnya, masa depan AI adalah masa depan bangsa itu sendiri.
KABAR BANJAR – Seri Redmi Note dari Xiaomi telah lama dikenal sebagai pilihan favorit bagi konsumen yang mencari smartphone berperforma tinggi dengan harga terjangkau.
Di bulan Juli 2025 ini, Xiaomi kembali menggebrak pasar dengan peluncuran model terbarunya, Xiaomi Redmi Note 14.
Melanjutkan tradisi pendahulunya, Redmi Note 14 menjanjikan peningkatan signifikan dalam berbagai aspek, menjadikannya salah satu perangkat yang patut diperhitungkan di segmen menengah.
Desain Modern dan Ergonomis
Redmi Note 14 hadir dengan bahasa desain yang diperbarui, memadukan estetika modern dengan kenyamanan penggunaan.
Perangkat ini terasa kokoh namun tetap ringan di tangan, berkat material premium yang digunakan.
Bezel yang tipis dan rasio layar-ke-tubuh yang tinggi memberikan pengalaman visual yang imersif, cocok untuk menikmati konten multimedia maupun produktivitas sehari-hari.
Layar Memukau untuk Pengalaman Visual Terbaik
Salah satu daya tarik utama Redmi Note 14 terletak pada layarnya. Dilengkapi dengan panel AMOLED berukuran [ukuran layar, misal: 6.7 inci] dengan resolusi Full HD+ dan refresh rate [refresh rate, misal: 120Hz], tampilan visual yang dihasilkan sangat jernih, warna yang kaya, dan transisi yang mulus.
Baik saat bermain game, menonton video, atau sekadar menjelajahi media sosial, setiap interaksi terasa lebih responsif dan menyenangkan.
Performa Mumpuni untuk Segala Kebutuhan
Di balik layarnya yang memukau, Redmi Note 14 ditenagai oleh chipset terbaru yang dirancang untuk memberikan performa optimal. Dengan kombinasi prosesor [nama chipset, misal: MediaTek Dimensity 8300 Ultra atau Snapdragon 7 Gen 4 (prediksi)] dan RAM [kapasitas RAM, misal: 8GB atau 12GB], perangkat ini mampu menangani multitasking berat, aplikasi demanding, hingga game-game grafis tinggi dengan lancar tanpa hambatan. Pengalaman pengguna yang mulus dan responsif menjadi prioritas utama.
Fotografi yang Lebih Baik dengan AI
Sektor kamera selalu menjadi perhatian utama di seri Redmi Note, dan Redmi Note 14 tidak mengecewakan. Perangkat ini dilengkapi dengan sistem kamera belakang [jumlah dan resolusi kamera, misal: tiga kamera dengan sensor utama 108MP] yang didukung oleh teknologi AI canggih. Fitur-fitur seperti Night Mode yang ditingkatkan, mode potret yang presisi, dan kemampuan merekam video hingga [resolusi video, misal: 4K] memberikan fleksibilitas lebih bagi para penggiat fotografi.
Kamera depan [resolusi kamera depan, misal: 32MP] juga siap mendukung kebutuhan swafoto dan panggilan video berkualitas tinggi.
Baterai Tahan Lama dan Pengisian Cepat
Daya tahan baterai adalah faktor krusial bagi banyak pengguna, dan Redmi Note 14 menjawab kebutuhan tersebut dengan baterai berkapasitas besar [kapasitas baterai, misal: 5000mAh].
Ditambah lagi dengan dukungan teknologi pengisian daya cepat [kecepatan pengisian, misal: 67W atau 120W HyperCharge], pengguna tidak perlu khawatir kehabisan daya di tengah aktivitas padat. Hanya dalam beberapa menit pengisian, perangkat siap digunakan kembali.
Fitur-Fitur Tambahan yang Mendukung
Melengkapi semua keunggulan di atas, Redmi Note 14 juga dibekali dengan berbagai fitur pendukung lainnya.
Speaker stereo untuk pengalaman audio yang imersif, sensor sidik jari di dalam layar atau samping untuk keamanan yang praktis, serta konektivitas 5G yang siap mengantarkan kecepatan internet super cepat, menjadikan perangkat ini semakin lengkap dan fungsional.
Perangkat ini juga menjalankan MIUI terbaru berbasis Android [versi Android, misal: Android 15], menawarkan antarmuka yang intuitif dan kaya fitur.***
ZONAGADGET, PAMEKASAN – Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Pamekasan, Madura bekerjasama dengan FKIP Universitas Madura (UNIRA) menggelar pelatihan Smart Class Smart Mind dengan tema ‘Merancang Pembelajaran Mendalam Menggunakan Koding dan AI’, Senin (7/7/2025).
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan guru dan pendidik dalam menggunakan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
Kegiatan ini diikuti oleh guru yang berasal dari Pamekasan dan Sampang dari semua tingkatan sejumlah 72 dan 32 mahasiswa FKIP UNIRA tingkat akhir.
Kegiatan dilaksanakan di Laboratorium bersama UNIRA secara Luring tanggal 7-8 Juli 2025 dan secara daring dilaksankan tanggal 9-11 Juli 2025.
Acara ini diawali dengan talk show yang dihadiri oleh Slamet Goestiantoko, Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah Kabupaten Pamekasan, Mohammad Alwi, Kepala Dinas Pendidikan dam Kebudayaan Pamekasan dan Dra. Yanti Linarsih, Dekan FKIP Universitas Madura.
Dalam talk show tersebut, Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah Kabupaten Pamekasan, Slamet Goestiantoko menekankan pentingnya penggunaan teknologi dalam pendidikan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan meningkatkan kemampuan siswa.
Hal ini juga senada dengan yang disampaikan oleh Kadisdikbud Pamekasan, Mohammad Alwi yang menjelaskan perihal perkembangan teknologi yang harus selaras dengan perkembangan anak.
“Para guru wajib mendampingi penggunaan teknologi itu agar tetap terarah dan dapat menciptakan karakter anak menjadi lebih baik,” kata Mohammad Alwi.
Sementara Dekan FKIP Universitas Madura, Dra. Yanti Linarsih menambahkan bahwa penggunaan koding dan AI dalam pembelajaran dapat membantu meningkatkan kemampuan siswa dalam berpikir kritis dan kreatif.
Dia juga menekankan bahwa pelatihan ini dapat membantu guru dan pendidik dalam merancang pembelajaran yang lebih mendalam dan efektif.
Setelah talk show, dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepemahaman kerjasama antara IGI Kabupaten Pamekasan dengan FKIP Unira untuk bersinergi dalam mengembangkan Kompetensi Guru dan Juga Calon Guru (Mahasiswa Tahap Akhir).
Setelah itu peserta pelatihan mengikuti sesi pelatihan yang membahas tentang pembelajaran mendalam yang disampaikan oleh Syaiful Rizal, Fasilitator PM.
Peserta pelatihan diajarkan tentang cara menggunakan platform pembelajaran online dan cara mengembangkan aplikasi pembelajaran yang interaktif.
Syaiful Rizal berharap pelatihan Smart Class Smart Mind ini dapat membantu meningkatkan kemampuan guru dan pendidik dalam menggunakan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.
“Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam berpikir kritis dan kreatif, serta meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia,” pungkasnya.
ZONAGADGET – Mencari HP murah di kisaran harga Rp800 ribuan yang tetap nyaman dipakai dan tidak lemot sering kali terasa sulit. Namun, berkat persaingan ketat di pasar smartphone entry-level, sekarang ada banyak pilihan yang layak untuk aktivitas sehari-hari. Kamu bisa chatting, nonton YouTube, hingga main game ringan tanpa kendala. Berikut ini 6 HP murah berkualitas terbaik di 2025 yang wajib kamu pertimbangkan.
1. Itel A60s – HP Rp800 Ribuan dengan RAM Besar dan Baterai Tahan Lama
Itel A60s menjadi pilihan utama di kelas harga ini. Dengan harga mulai Rp869.000, HP ini membawa RAM 4 GB plus RAM virtual 4 GB, serta memori internal 64 GB. Layarnya 6,6 inci HD+ membuat pengalaman menonton dan bermain makin seru. Baterai 5.000 mAh-nya kuat untuk penggunaan seharian. Desainnya modern dan cocok untuk pelajar atau pemula yang butuh HP cepat, awet, dan terjangkau.
2. Advan Nasa Pro – Smartphone Lokal dengan Performa Stabil
Advan Nasa Pro hadir sebagai alternatif menarik dari brand lokal. HP ini dibanderol sekitar Rp850.000 dengan layar 6,1 inci HD+, RAM 2 GB, dan memori internal 32 GB. Meskipun RAM kecil, sistem Android ringan memastikan aplikasi seperti WhatsApp, YouTube, dan Google Classroom berjalan lancar tanpa lag.
3. Itel A18 – Pilihan Ringan dan Hemat Daya
Kalau kamu butuh HP super ringan dan hemat baterai, Itel A18 cocok untukmu. Harganya hanya Rp799.000, sudah membawa RAM 2 GB dan memori 32 GB. Sistem Android Go Edition dan baterai 3.020 mAh membuatnya sangat pas untuk anak-anak, orang tua, atau pengguna yang memakai HP hanya untuk kebutuhan dasar dan internet stabil.
4. SPC L53 Max – HP Lokal dengan Desain Kekinian dan Garansi Resmi
SPC L53 Max menawarkan layar 5,5 inci dan OS Android 11 Go Edition. Dengan RAM 2 GB dan memori 32 GB, HP ini pas untuk browsing, nonton video, dan chatting sehari-hari. Harga Rp825.000 saja, kamu sudah mendapat produk lokal dengan kualitas yang bisa bersaing serta garansi resmi untuk kenyamanan pengguna.
5. Evercoss M6A – Kamera Ganda Harga Terjangkau
Evercoss M6A punya keunggulan fitur kamera ganda yang jarang ada di HP sekelasnya. HP ini menggunakan Android 11 Go Edition, RAM 3 GB, dan memori internal 32 GB. Layarnya 6,1 inci pas untuk belajar online dan streaming. Harganya sekitar Rp869.000, sangat menarik untuk pengguna yang ingin fitur lengkap dengan budget terbatas.
6. Itel A04 – Desain Modern dan Performa Andal
Itel A04 hadir dengan RAM 2 GB, memori 32 GB, serta Android 12 Go Edition. Layar 6,3 inci dan desainnya modern membuat HP ini terlihat seperti produk kelas atas. Baterai 4.000 mAh cukup kuat untuk seharian membuka media sosial, belajar daring, dan streaming. Harga Rp825.000 menawarkan performa oke di kelas entry-level.
Pilih HP Murah Berkualitas Sesuai Kebutuhanmu
Walau dengan budget terbatas, kamu tetap bisa mendapatkan HP murah berkualitas yang anti lag dan tahan lama. Itel A60s dan Evercoss M6A menawarkan spesifikasi tertinggi.
Sementara Advan Nasa Pro dan Itel A18 cocok untuk kebutuhan dasar dan pemula. Pilihlah HP yang sesuai aktivitasmu, apakah untuk belajar, bekerja, atau sekadar hiburan ringan. Dengan harga Rp800 ribuan, pilihan smartphone fungsional dan awet kini ada di tanganmu.
ZONAGADGET – Tahun 2025, berbagai produsen smartphone berlomba menghadirkan HP murah dengan spesifikasi mumpuni. Kini, kamu tidak perlu lagi kompromi soal performa meski hanya punya budget sekitar 1 jutaan. Bahkan, beberapa HP di kisaran harga ini sudah dibekali fitur kelas atas yang siap mendukung aktivitas gaming maupun bisnis online.
Mari kita lihat deretan HP 1 jutaan terbaik 2025 yang bukan cuma murah, tapi juga berkualitas dan bisa diandalkan untuk berbagai kebutuhan.
Redmi 13: Kamera 108 MP dan Performa Gahar di Harga Terjangkau
Redmi 13 membuktikan dominasinya di segmen entry-level. Dengan harga sekitar Rp1.899.000, HP ini menawarkan kamera utama 108 MP yang tajam, RAM 6 GB, dan memori internal 128 GB. Prosesor Helio G88 membuat Redmi 13 cocok untuk gaming ringan serta multitasking aplikasi bisnis seperti WhatsApp Bisnis dan Tokopedia Seller. Layarnya berukuran 6,79 inci Full HD+ memberikan tampilan jernih. Ditambah baterai 5.030 mAh dan fast charging 33W, kamu bisa beraktivitas seharian tanpa khawatir kehabisan daya.
Infinix Hot 40i: HP Gaming Murah dengan Fitur Lengkap
Infinix Hot 40i hadir sebagai pesaing kuat dengan harga Rp1.599.000. Performa HP ini ditopang prosesor Unisoc T606, RAM 8 GB plus RAM virtual 8 GB, dan memori 128 GB. Perpaduan ini membuatnya tangguh untuk game populer seperti Mobile Legends dan PUBG Mobile.
Selain itu, fitur NFC dan baterai 5.000 mAh menambah nilai plus, apalagi dengan layar refresh rate 90Hz yang membuat visual semakin mulus. HP ini juga cocok untuk kebutuhan bisnis seperti mengelola toko online dan top-up e-money.
Itel P55 5G: HP 5G Termurah dengan Kecepatan Internet Super
Jika kamu butuh HP 1 jutaan yang sudah mendukung jaringan 5G, Itel P55 5G wajib dipertimbangkan. Harganya sekitar Rp1.799.000 dengan chipset Dimensity 6080, RAM 6 GB, dan memori 128 GB. HP ini sangat pas untuk meeting online, upload konten, atau jualan di marketplace karena koneksi internetnya cepat dan stabil. Daya tahan baterainya 5.000 mAh dengan pengisian cepat 18W memastikan penggunaan tanpa hambatan sepanjang hari.
Samsung Galaxy A05: Merek Terpercaya dengan Dukungan Lengkap
Samsung Galaxy A05 hadir di harga Rp1.499.000 dengan performa yang bisa diandalkan. Ditenagai prosesor Helio G85, RAM 4 atau 6 GB, dan memori 64 atau 128 GB, HP ini mampu menjalankan game ringan dan aplikasi bisnis dengan lancar. Layar 6,7 inci PLS LCD memberi tampilan luas, sedangkan baterai 5.000 mAh mendukung penggunaan seharian penuh. Dengan layanan purna jual Samsung, Galaxy A05 menjadi pilihan menarik di kelas HP murah.
Realme Narzo N53: Desain Stylish dan Kinerja Optimal untuk Bisnis
Realme Narzo N53 membawa desain tipis hanya 7,49 mm dengan performa handal berkat chipset Unisoc T612, RAM 6 GB, dan memori 128 GB. HP ini cocok untuk bermain game dan aktivitas sehari-hari. Baterai 5.000 mAh plus fast charging 33W memastikan kamu bisa terus produktif tanpa khawatir kehabisan daya. Harganya sekitar Rp1.699.000, menjadikannya pilihan tepat bagi kamu yang mengutamakan gaya dan kinerja.
Kesimpulan
Kini, memiliki HP dengan performa tinggi tidak harus mahal. Redmi 13, Infinix Hot 40i, Itel P55 5G, Samsung Galaxy A05, dan Realme Narzo N53 membuktikan bahwa HP 1 jutaan mampu memberikan pengalaman gaming yang menyenangkan sekaligus mendukung bisnis digital. Pastikan kamu memilih sesuai kebutuhan, apakah fokus pada kamera, performa gaming, jaringan 5G, atau daya tahan baterai. Tahun 2025 adalah waktu terbaik untuk upgrade smartphone tanpa harus menguras kantong.
JABEJABE.CO – AnTuTu, platform benchmark terkemuka, baru saja merilis daftar terbaru HP flagship Android dengan performa terkencang untuk bulan Juni 2025 yang masih relevan sebagai referensi Juli 2025.
Daftar ini didasarkan pada skor rata-rata yang dikumpulkan dari pengujian di Tiongkok selama bulan Juni, mencerminkan performa nyata dari perangkat-perangkat premium saat ini.
Top 10 HP Flagship Android Terkencang Juli 2025
Ranking
Nama HP
Chipset
RAM + Storage
Skor AnTuTu
1
Red Magic 10S Pro+
Snapdragon 8 Elite
24GB + 1TB
2.907.137
2
vivo X200 Ultra
Snapdragon 8 Elite
16GB + 1TB
2.885.215
3
OPPO Find X8 Ultra Satelit
Snapdragon 8 Elite
16GB + 1TB
2.883.092
4
vivo X200s
Dimensity 9400+
16GB + 1TB
2.874.982
5
iQOO Neo10 Pro+
Snapdragon 8 Elite
16GB + 1TB
2.868.057
6
Honor GT Pro
Snapdragon 8 Elite OC
16GB + 1TB
2.840.216
7
OnePlus Ace 5 Pro
Snapdragon 8 Elite
16GB + 1TB
2.726.504
8
OnePlus 13
Snapdragon 8 Elite
24GB + 1TB
2.713.111
9
iQOO 13
Snapdragon 8 Elite
16GB + 1TB
2.701.069
10
Redmi K80 Pro+ (Ultra)
Dimensity 9400+
16GB + 512GB
2.662.420
Red Magic 10S Pro+ – Raja Performa Sejati
Peringkat pertama jatuh ke Red Magic 10S Pro+, HP yang emang diciptakan buat gamer dan pengguna ekstrem. Bayangin aja, RAM 24GB, penyimpanan 1TB, dan dapur pacu Snapdragon 8 Elite yang di-overclock. Belum lagi sistem pendinginnya yang super agresif plus chip Red Core R3 Pro khusus gaming. Skor AnTuTu-nya? Hampir tembus 3 juta, bro!
vivo X200 Ultra – Performa Kencang, Kamera Ciamik
Buat kamu yang suka fotografi tapi tetap butuh performa tinggi, vivo X200 Ultra bisa jadi jodoh yang pas. Skornya gak jauh dari sang jawara, tapi keunggulan utamanya ada di kamera: tiga lensa utama dengan fitur zoom in-sensor yang kece banget buat foto detail dan tajam.
OPPO Find X8 Ultra Satelit – Si Jago Potret dengan Fitur Satelit
Di posisi tiga, OPPO Find X8 Ultra Satelit tampil dengan kombinasi performa mantap dan kemampuan fotografi portrait luar biasa, apalagi di kondisi cahaya minim. Plus, ada fitur komunikasi via satelit buat kamu yang sering jelajah ke tempat tanpa sinyal.
vivo X200s – Bukti MediaTek Gak Bisa Diremehkan
Siapa bilang Snapdragon selalu menang? vivo X200s buktikan kalau Dimensity 9400+ dari MediaTek juga bisa ngasih performa yang nendang. Skornya nyaris 2,87 juta dan bikin HP ini layak masuk radar kamu yang cari alternatif di luar Snapdragon.
iQOO Neo10 Pro+ & Honor GT Pro – Si Kencang Buat Multitasking
Dua nama ini cocok banget buat kamu yang doyan multitasking dan gaming berat. Chipset Snapdragon 8 Elite (termasuk versi overclock di Honor) bikin performa tetap stabil, walau kamu buka banyak aplikasi sekaligus.
Perlu diingat, skor AnTuTu emang bisa jadi patokan performa mentah. Tapi sebelum beli, jangan cuma lihat angkanya aja ya. Perhatikan juga kualitas kamera, daya tahan baterai, desain, dan dukungan software. Karena HP bukan cuma soal kenceng doang, tapi juga soal nyaman dipakai sehari-hari.
Kalau kamu pengen HP dengan performa nomor satu buat gaming dan kerja berat, Red Magic 10S Pro+ adalah juaranya. Tapi kalau kamu cari balance antara performa dan kamera, vivo X200 Ultra atau OPPO Find X8 Ultra Satelit bisa jadi pilihan yang lebih pas.
Dan buat yang pengen “keluar jalur” dari Snapdragon, vivo X200s dengan Dimensity 9400+ bisa jadi opsi segar yang tetap bertenaga.
PIKIRAN RAKYAT BMR — Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan pemerintah memilih fokus pengembangan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang berkaitan dengan program prioritas presiden.
“Pemerintah memilih prioritas untuk pengembangan AI yang terkait dengan program prioritas presiden,” kata Meutya dalam Rapat Kerja bersama Komisi I DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta pada Senin.
Menurutnya, arah pengembangan AI Indonesia akan diprioritaskan untuk mendukung program pemerintah terutama yang berkaitan dengan ketahanan pangan.
“Ada beberapa yang sedang kita lakukan pendampingan di Sragen, Klaten, dan Sukabumi yang terkait dengan perikanan dan smart farming,” ujar Meutya.
Dia menambahkan, pemerintah tidak menutup kemungkinan arah pengembangan AI juga akan dilakukan untuk bidang lain.
Selain itu, Kemkomdigi tengah meminta izin kepada Kementerian Sekretariat Negara untuk mengeluarkan Peta Jalan (Roadmap) AI sebagai panduan pengembangan ekosistem AI di Indonesia.
Diketahui, dalam penyusunan Peta Jalan Nasional AI, Kemkomdigi turut melibatkan 39 kementerian/lembaga dan pihak-pihak terkait. Peta jalan ini akan menjadi pedoman resmi pembangunan ekosistem AI Indonesia yang inklusif dan bertanggung jawab.
“Saat ini, pemerintah juga sedang menyusun white paper peta jalan AI sebagai dokumen rujukan dalam membentuk ekosistem dan tata kelola AI yang etis, bertanggung jawab, dan efektif. Tim penyusunnya terdiri atas kementerian/lembaga terkait yakni sebanyak 39 instansi, akademisi, sektor swasta, dan masyarakat sipil,” kata Meutya dalam Asia Economic Summit di Jakarta pada Kamis 26 Juni 2025.
Lebih lanjut, Menkomdigi yakin bahwa kolaborasi aktif antara akademisi, pemerintah, dan dunia usaha adalah kunci utama untuk mewujudkan pengembangan AI yang merata dan bertanggung jawab. Kolaborasi inilah yang akan menjadikan potensi AI Indonesia sebagai manfaat yang dapat dirasakan oleh seluruh rakyat.
“Saya ingin menegaskan bahwa tata kelola AI harus menjadi dasar dari setiap langkah strategis bersama, demi membangun kepercayaan, memberdayakan, dan menciptakan peluang. AI adalah cerminan nilai dan posisi kemanusiaan, agar menjadi alat transformasi berkelanjutan, penggunaannya harus mengutamakan etika, transparansi, dan partisipasi dari seluruh lapisan masyarakat,” ujar Meutya. ***
KABAR BANJAR – Tahun 2025 ini, gadget gak bisa cuma satu fungsi doang. Apalagi buat kamu yang suka:
Travelling ke alam
Camping bareng bestie
Nonton konser outdoor
Nge-vlog petualangan
Ngabuburit santai di taman
Masa iya harus bawa power bank, lampu, dan speaker Bluetooth secara terpisah? Berat di tas, ribet di colokan. Nah, di sinilah Syul muncul sebagai jawaban buat gadget 3-in-1 yang simpel tapi powerful.
Apa Itu Syul?
Syul adalah perangkat serbaguna yang menggabungkan:
Power bank berkapasitas besar
Panel solar charging
Lampu darurat/lampu kamping
Speaker Bluetooth anti air
Dengan desain tangguh dan ringkas, Syul dibuat untuk pengguna aktif dan petualang urban yang butuh semua fungsi penting dalam satu genggaman.
Apa Aja yang Bisa Dilakukan Syul?
Mari kita bedah satu per satu fitur unggulan dari Syul ini.
Power Bank Bertenaga Surya
Kapasitas: 10.000mAh hingga 20.000mAh (tergantung versi)
Solar Charging Panel: Bisa mengisi daya dari sinar matahari langsung
Port: USB-A, USB-C, dan bahkan port DC untuk perangkat outdoor tertentu
Efisiensi Surya: Panel monocrystalline yang bisa tetap menyerap energi meski cuaca agak mendung
Perfect banget buat kamu yang suka jalan-jalan jauh dari colokan. Tinggal jemur si Syul di bawah sinar matahari, energi langsung keisi. Cocok banget buat camping dan traveling jauh.
Lampu Serbaguna
LED Lamp Terintegrasi
Mode terang biasa
Mode darurat (SOS blink)
Mode malam lembut (biar nggak nyilauin)
Arah Cahaya Bisa Diatur
Bisa digantung di tenda
Bisa ditaruh di atas meja
Bisa jadi lampu baca di outdoor
Gak perlu bawa lampu tambahan. Cocok buat camping, listrik mati, atau suasana remang-remang pas ngonten. Dan desain lampunya gak norak, kelihatan classy.
Bluetooth Speaker Anti Air
Kualitas suara jernih dan kenceng
Bass-nya nendang, tapi gak lebay
Jangkauan Bluetooth: 10 meter
IPX5 waterproof rating
Bisa dengerin musik sambil ngecas HP. Buat yang suka vibes piknik sambil nyetel playlist Lo-Fi atau Spotify favorite, ini gadget sakti. Gak takut kehujanan atau ketumpahan air!
Desain Fisik & Bodi
Material: ABS + Silicone rugged
Berat: sekitar 350 gram
Warna: Hitam army, abu-abu urban, dan edisi hijau hutan
Ukuran: Compact, segenggaman tangan orang dewasa
Tali pengait & hook: Bisa digantung di tenda atau ransel
LED indikator baterai dan solar
Gak cuma fungsional, desainnya juga keren banget buat dibawa gaya. Cocok buat cowok dan cewek. Bisa digantung di tas outdoor biar ngecas jalan sambil jalan
Tahan Segala Cuaca
Syul dibuat buat medan berat:
Tahan cipratan air hujan
Tahan debu
Tahan benturan ringan
Bisa dipakai di suhu ekstrim
Udah kayak power bank tangguh versi militer. Tapi tetap stylish dan gak norak.
Kalau kamu masih mikir, “Ah, power bank kan semuanya sama aja,” nah di sinilah kamu keliru.
Syul jelas bukan power bank biasa. Dibandingkan dengan power bank konvensional yang cuma bisa ngecas doang, Syul itu udah kayak gabungan antara alat survival, alat pesta, dan alat charger. Nih, kita jelasin kenapa Syul lebih unggul di berbagai aspek:
Pertama, dari segi sumber tenaga. Power bank biasa hanya bisa diisi daya lewat colokan listrik, sementara Syul punya panel surya yang bisa langsung nyedot tenaga matahari. Jadi meskipun kamu lagi di tengah hutan atau pantai terpencil tanpa colokan, Syul tetap bisa isi ulang sendiri. Ini jelas jadi penyelamat buat kamu yang suka berpetualang jauh dari peradaban.
Kedua, fungsi lampu. Power bank standar jelas gak punya lampu built-in. Kalau pun ada, paling cuma LED kecil buat indikator baterai. Sementara Syul punya lampu LED multifungsi yang bisa dipakai sebagai penerang tenda, senter malam hari, bahkan mode SOS darurat. Jadi kamu gak perlu bawa senter atau lampu tambahan lagi.
Ketiga, soal hiburan. Power bank biasa? Cuma buat nyolok kabel dan diem doang. Tapi Syul bisa berubah jadi speaker Bluetooth waterproof dengan kualitas suara yang oke banget buat ukuran alat multifungsi. Dengerin musik sambil ngecas HP? Bisa. Dengerin podcast di pinggir danau sambil ngejemur Syul biar keisi baterainya? Bisa juga.
Dari sisi ketahanan, Syul juga lebih tangguh. Dengan sertifikasi tahan air (IPX5), tahan debu, dan bodi yang dirancang buat medan outdoor, Syul jelas unggul dibanding power bank biasa yang rentan rusak kalau kena hujan atau jatuh.
Dan terakhir, soal gaya. Meskipun fungsional, desain Syul tetap stylish dan modern, beda dari power bank biasa yang bentuknya itu-itu aja. Jadi, kamu gak cuma dapet alat serbaguna, tapi juga aksesori kece buat melengkapi gaya outdoor kamu.
Cara Menggunakan Syul
Isi Daya
Bisa pake kabel biasa atau cukup jemur di bawah sinar matahari
Aktifkan Lampu
Tombol power 2x untuk mode lampu
Tahan 3 detik untuk SOS mode
Hubungkan Speaker Bluetooth
Aktifkan Bluetooth di HP → cari “SYUL Speaker”
Pairing otomatis, siap nyetel musik
Cocok Buat Siapa?
Mahasiswa yang suka nongkrong outdoor
Traveler dan pendaki gunung
Karyawan yang sering kerja remote dari alam
Content creator outdoor
Siapapun yang butuh gadget serbaguna dan hemat ruang
Isi Dalam Box Syul
1x Syul Multifungsi
1x Kabel USB-C
1x Manual
1x Hook gantungan
(Edisi premium dapat kantong kain)
Harga & Ketersediaan
Versi standar (10.000mAh): Mulai dari Rp499.000
Versi pro (20.000mAh + wireless charging): Rp699.000
Tersedia di: Shopee, Tokopedia, Lazada, dan beberapa toko outdoor gear
Dengan harga segitu, kamu dapat 3 alat sekaligus. Worth it banget dibanding beli power bank, lampu, dan speaker secara terpisah.
Syul Itu Bukan Sekadar Power Bank, Tapi Teman Setia Petualangan
Di era gadget multifungsi seperti sekarang, Syul hadir sebagai jawaban buat kamu yang aktif dan gak suka ribet. Bisa ngecas, bisa nyetel musik, bisa terangin kegelapan. Semuanya dalam satu alat ringan dan keren.
Gak heran kalau banyak orang bilang:
“Kalau kamu cuma boleh bawa satu gadget saat traveling, bawa Syul.”
Suka traveling, hiking, atau sekadar chill sore-sore di taman?
Bawa satu alat ini aja udah cukup buat nemenin kamu seharian!
Yuk share artikel ini ke temen-temen petualang kamu.
Atau langsung checkout Syul buat jadi teman setia dalam setiap perjalanan.***
ZONAGADGET – Sedang mencari smartphone baru dengan performa cepat tapi dana terbatas? Jangan khawatir! Kini, dengan budget Rp2,5 jutaan saja, kamu bisa memiliki HP bertenaga Snapdragon yang stabil, hemat daya, dan cocok untuk berbagai kebutuhan harian.
Mulai dari gaming ringan, multitasking, sampai keperluan jualan online, chipset Snapdragon terbukti mampu memberikan pengalaman yang lancar tanpa kendala. Nah, berikut ini lima rekomendasi HP terbaik 2025 dengan Snapdragon yang layak kamu pertimbangkan.
1. Samsung Galaxy A05s – Desain Premium dan Kamera Jernih
Samsung menghadirkan Galaxy A05s sebagai opsi andal untuk kelas entry-level yang tetap tampil mewah. Mengusung Snapdragon 680, RAM 6 GB, dan memori internal 128 GB, HP ini tampil solid untuk kebutuhan harian. Layarnya yang lebar, 6,7 inci FHD+, cocok buat streaming video hingga scroll media sosial.
Kamera utama 50 MP-nya mampu menghasilkan foto jernih, bahkan dalam kondisi cahaya minim. Selain itu, baterai 5.000 mAh dengan fast charging 25W siap menemani aktivitas seharian tanpa khawatir kehabisan daya.
2. POCO M5 – Siap Gaming Tanpa Gangguan
Buat kamu yang hobi main game, POCO M5 adalah pilihan menarik di kelas harga ini. Selain tampil dengan desain sporty, HP ini juga tangguh berkat Snapdragon 680, RAM 6 GB, dan storage 128 GB.
Layar 6,58 inci dengan refresh rate 90Hz membuat pengalaman bermain game seperti PUBG Mobile atau Mobile Legends jadi lebih mulus. Ditambah baterai 5.000 mAh dan fast charging 18W, POCO M5 layak disebut sebagai partner gaming hemat.
3. Vivo Y27 – Tampil Elegan, Performa Stabil
Vivo Y27 cocok untuk pengguna yang menginginkan desain stylish dan performa andal. Dibekali Snapdragon 680, RAM 6 GB, memori internal 128 GB, serta fast charging 44W, HP ini mampu menunjang aktivitas padat seperti multitasking kerja dan kuliah.
Layar 6,64 inci FHD+ dan baterai 5.000 mAh membuatnya nyaman digunakan sepanjang hari. Selain tampil elegan, antarmuka yang ringan juga mendukung kinerja tetap lancar.
4. Redmi Note 11 – AMOLED Tajam, Performa Super Irit
Meski bukan pendatang baru, Redmi Note 11 tetap bersinar di 2025. Berkat layar AMOLED 6,43 inci FHD+, HP ini menampilkan visual yang tajam dan nyaman di mata.
Perpaduan Snapdragon 680, RAM 6 GB, dan storage 128 GB menjamin kelancaran dalam menjalankan berbagai aplikasi. Harganya sekitar Rp2.499.000, plus fast charging 33W, menjadikannya pilihan yang sangat hemat tapi tetap powerful.
5. Infinix Zero 5G 2023 – Snapdragon 695 dan Koneksi 5G
Jika kamu rela sedikit menambah budget menjadi Rp2.699.000, Infinix Zero 5G 2023 jadi opsi terbaik dengan teknologi lebih modern. Ditenagai Snapdragon 695 5G, RAM 8 GB, dan storage 128 GB, performanya sangat mumpuni untuk keperluan berat seperti live streaming dan editing ringan.
Dukungan jaringan 5G membuat internetan semakin cepat dan stabil. Kapasitas baterai 5.000 mAh dengan fast charging 33W juga memastikan kamu tetap produktif seharian.
Kesimpulan
Dari lima pilihan di atas, Galaxy A05s, POCO M5, dan Redmi Note 11 paling populer karena memberikan keseimbangan antara harga, desain, performa, dan daya tahan. Dengan chipset Snapdragon, semua HP ini mampu menghadirkan pengalaman penggunaan yang lancar dan nyaman untuk berbagai kalangan dari pelajar hingga pebisnis online.
Budget Rp2,5 jutaan kini bukan lagi hambatan untuk punya HP berkualitas. Tentukan pilihanmu berdasarkan kebutuhan: apakah kamu menginginkan desain mewah, performa gaming, atau koneksi internet super cepat? Semuanya bisa kamu temukan dalam daftar ini!