WhatsApp merupakan salah satu aplikasi yang biasanya digunakan sebagai alat komunikasi, dimana sangat memudahkan dalam berkomunikasi jarak jauh.
Hal tersebut menunjukkan bahwa perkembangan teknologi semakin canggih di zaman sekarang karena melalui WhatsApp dapat melakukan komunikasi jarak jauh.
Selain itu, seiring berkembangnya pengetahuan manusia, WhatsApp dapat disetel dan terlihat offline meskipun sedang online, guna menghindari kontak yang tidak disenangi.
Mekanismenya juga fleksibel. Pengguna bisa memanfaatkannya untuk satu momen saja atau seterusnya. Skenario paling relevan adalah ketika cuti atau liburan dan tak ingin diganggu oleh bos atau rekan kerja.
Selengkapnya, berikut cara untuk mengubah WhatsApp supaya terlihat offline meski sedang online:
1. Ubah Opsi Last Seen
Last Seen merupakan fitur untuk memberitahu kontak kapan terakhir kali pengguna menggunakan WhatsApp, termasuk sedang online. Kamu bisa mematikan fitur ini untuk terlihat sedang offline.
Cara menonaktifkannya adalah dengan menyentuh ikon tiga titik di sudut kanan atas, pilih Settings dan akun berikutnya klik Privasi. Pada menu Who Can See My Personal Info, klik Last Seen dan pilih Nobody. Opsi tersebut untuk semua orang, pada kontak yang disimpan atau tidak.
2. Matikan Centang Biru
Dengan tanda centang biru membuat kamu terlihat sudah membaca pesan yang dikirimkan. Berikut cara mematikannya:
Klik ikon tiga titik di pojok kanan atas WhatsApp
Pilih Setting
Tekan Akun > Privasi
Geser toggle untuk pilihan Laporan Dibaca atau Read Receipts
Centang biru sudah non-aktif
3. Sembunyikan Status
Untuk tampil offline, kamu juga bisa menyembunyikan status. Yakni mengatur siapa saja yang bisa melihatnya. Caranya tekan opsi titik tiga di bagian kanan atas > Privasi > Status.
Berikutnya kamu akan melihat pilihan pada siapa Status dibagikan, ada “Kontak Saya”, “Kontak Saya Kecuali…”, dan “Hanya Bagikan Dengan…”. Pilih sesuai yang diinginkan.
4. Buat Status
Selain menyembunyikannya, kamu juga bisa membuat status yang menyatakan untuk tidak diganggu selama dalam jangka waktu tertentu. Caranya buka menu ikon tiga titik > Settings > nama profil WhatsApp > About.
Setelah itu klik ikon pensil, dan tuliskan status untuk memberitahu orang lain jika akun tersebut akan offline dalam waktu tertentu. Terakhir jangan lupa klik Save.
5. Matikan Background Data
WhatsApp bekerja di background dan membuat kamu terus menerima pesan. Kamu bisa mematikan Background Data untuk menghindari ini, tetapi perlu diingat cara ini hanya berlaku untuk Android.
Cara untuk menonaktifkannya adalah dengan membuka Settings, berikutnya buka opsi data, dan pilih nonaktifkan Background Data.
Nah, itu dia cara untuk membuat WhatsApp terlihat offline padahal online dengan mudah. Semoga informasi ini bermanfaat!***
– WhatsApp baru-baru ini mengeluarkan fitur baru berupa ringkasan pesan pribadi yang belum dibaca, dengan bantuan Meta AI.
Digambarkan seseorang yang terburu-buru karena mengejar pesawat atau tidak sempat membaca pesan karena mengobrol, fitur ini hadir memberikan ringkasan isi pesan secara pribadi dengan cepat.
Dengan begitu, ringkasan pesan ini membantu memudahkan pengguna mengetahui gambaran isi pesan sebelum membacanya secara detail.
Cara pakai fitur ringkasan chat
Fitur ini dapat diakses dengan mengetuk tombol untuk membuka semua pesan yang belum dibaca dalam obrolan.
Setelah itu, Meta AI akan menampilkan ringkasan pesan tersebut dalam bentuk poin-poin.
Pengguna kemudian bisa membacanya lalu mengeklik tombol silang untuk membaca pesan sendiri satu per satu ataupun tidak.
Ringkasan pesan tersebut juga hanya bisa diakses secara pribadi oleh seseorang tanpa diketahui oleh pihak yang terlibat dalam obrolan tersebut.
Dilansir dari
The Verge
, Kamis (26/6/2025), fitur ini memakai teknologi Pemrosesan Pribadi milik Meta, yang diklaim bisa mencegah kebocoran data ringkasan pesan pada pihak ketiga.
Meta mengatakan baik Meta maupun WhatsApp tidak dapat mengakses pesan atau ringkasan yang dihasilkan melalui fitur ini.
Dilansir dari
Bussiness Standard
, Kamis (26/6/2025), teknologi Pemrosesan Pribadi ialah kerangka kerja komputasi rahasia yang memungkinkan data pengguna diproses dengan aman di cloud tanpa diakses oleh siapa pun.
Dengan begitu, teknologi ini memungkinkan keamanan privasi, seperti meringkas pesan dengan AI tanpa mengungkap konten pesan yang sebenarnya.
Fitur bisa dipakai ataupun tidak
Selain itu, fitur ringkasan pesan AI tersebut juga bersifat opsional sehingga bisa dipakai atau dinonaktifkan.
Fitur ini pun perlu dimatikan secara default dan memerlukan aktivasi manual oleh pengguna.
Pihak WhatsApp juga menginformasikan bahwa pengguna bisa menggunakan pengaturan “Privasi Obrolan Lanjutan” untuk memilih obrolan mana saja yang hendak diberikan fitur tersebut.
Walaupun begitu, fitur ini baru diluncurkan dalam bahasa Inggis untuk pengguna di Amerika Serikat, melansir dari
Blog WhatsApp
, Rabu (25/6/2025).
Pihak WhatsApp menyatakan harapan bahwa fitur ini dapat tersedia dalam bahasa lain dan negara lain di akhir 2025.
– iPhone tak pernah kehilangan pesonanya sebagai salah satu gadget paling diincar. Namun, bagi Anda yang sedang menimbang-nimbang untuk meminang perangkat Apple di tahun 2025, muncul pertanyaan krusial: lebih baik memilih iPhone 13 yang kini dibanderol sekitar Rp8,75 juta atau iPhone 15 dengan harga Rp12,5 juta? Dengan selisih harga mencapai Rp3,75 juta, apakah peningkatan yang ditawarkan iPhone 15 sepadan?
Mari kita bedah perbandingan mendalam antara kedua gawai ini untuk membantu Anda mengambil keputusan yang bijak.
Desain: Estetika Modern dengan Sentuhan Revolusioner Dynamic Island
Sekilas, iPhone 13 dan iPhone 15 tampak serupa dalam dimensi dan penempatan kamera belakang. Namun, perbedaan signifikan terletak pada detail dan fitur modern yang diusung. iPhone 13 hadir dengan back cover glossy yang memang menawan, tetapi iPhone 15 tampil lebih elegan dengan finishing matte yang tidak hanya memberikan kesan premium, tetapi juga lebih tahan terhadap jejak sidik jari.
Pembeda utama yang paling mencolok adalah kehadiran Dynamic Island pada iPhone 15. Fitur interaktif ini menggantikan notch tradisional di iPhone 13, menawarkan pengalaman pengguna yang jauh lebih fungsional dan futuristik, menampilkan notifikasi, aktivitas latar belakang, dan widget secara dinamis.
Layar: Visual Lebih Tajam dan Cerah untuk Pengalaman Terbaik
Baik iPhone 13 maupun iPhone 15 sama-sama mengandalkan panel OLED 6,1 inci yang dikenal akan ketajaman dan reproduksi warnanya. Namun, iPhone 15 membawa kualitas visual ke level berikutnya. Ponsel ini memiliki resolusi yang lebih tinggi dan terutama, tingkat kecerahan maksimal yang mencapai 2.000 nits untuk penggunaan di luar ruangan yang terik.
Bandingkan dengan iPhone 13 yang hanya mampu mencapai 1.200 nits. Ini berarti pengalaman melihat konten di bawah sinar matahari langsung akan jauh lebih nyaman di iPhone 15.
Meski demikian, ada satu “catatan” yang perlu diperhatikan: keduanya masih mempertahankan refresh rate 60Hz. Pengguna yang terbiasa dengan layar 120Hz pada seri Pro mungkin akan merasakan sedikit perbedaan dalam hal scrolling yang kurang mulus.
Performa: Lonjakan Tenaga Chipset A16 Bionic
Di sektor dapur pacu, iPhone 13 ditenagai oleh chipset A15 Bionic, sementara iPhone 15 telah disematkan A16 Bionic. Berdasarkan hasil benchmark, A16 Bionic menunjukkan peningkatan performa sekitar 10-15% dibandingkan pendahulunya.
Dalam penggunaan sehari-hari seperti menjelajahi internet, bersosialisasi di media sosial, atau menjalankan aplikasi ringan, perbedaan performa ini mungkin tidak terlalu signifikan terasa.
Namun, saat masuk ke ranah yang lebih berat, perbedaan mulai terlihat. Contohnya, dalam uji render video menggunakan aplikasi CapCut, iPhone 15 mampu menyelesaikan proses rendering 6 detik lebih cepat.
Untuk para gamer sejati yang gemar memainkan game berat, iPhone 15 juga menawarkan stabilitas dan kecepatan frame rate yang lebih unggul, memastikan pengalaman bermain yang lebih lancar dan imersif.
Kamera: Lompatan Megapiksel dan Fitur Canggih di iPhone 15
Ini adalah salah satu area di mana iPhone 15 menunjukkan peningkatan paling signifikan. Jika iPhone 13 masih setia dengan sensor kamera utama 12MP, iPhone 15 telah naik kelas dengan sensor 48MP yang revolusioner.
Resolusi yang jauh lebih tinggi ini memungkinkan detail gambar yang lebih kaya dan fleksibilitas dalam cropping tanpa kehilangan kualitas.
Tak hanya itu, iPhone 15 juga dibekali segudang fitur fotografi canggih, seperti:
a. 2x Optical Zoom yang dicapai melalui crop cerdas dari sensor 48MP, memberikan Anda kemampuan untuk mendekatkan objek tanpa penurunan kualitas.
b. Foto Potret yang Lebih Natural dengan minim distorsi, menghasilkan bokeh yang lebih lembut dan realistis.
c. Action Mode untuk stabilisasi video super mulus, ideal untuk merekam momen-momen penuh aksi.
d. Cinematic Mode yang kini mendukung perekaman video 4K 30fps, jauh melampaui kemampuan 1080p pada iPhone 13.
Hasil foto juga menunjukkan karakteristik yang berbeda. Foto dari iPhone 15 cenderung memiliki kontras yang lebih baik dan warna yang sedikit lebih hangat.
Sementara itu, foto selfie pada iPhone 15 tampak lebih natural, berbeda dengan iPhone 13 yang kadang memberikan nuansa warna lebih warm pada selfie.
Baterai dan Konektivitas: Daya Tahan Lebih dan Port Universal
Meskipun peningkatan kapasitas baterai tidak terlalu drastis (iPhone 13 dengan 3.240 mAh dan iPhone 15 dengan 3.349 mAh), daya tahan baterai iPhone 15 menunjukkan keunggulan signifikan. Dalam pengujian Screen-on Time (SOT), iPhone 15 mampu bertahan sekitar 7 jam, atau 1 jam lebih lama dibandingkan iPhone 13 yang mencatatkan 6 jam.
Peningkatan lain yang patut diperhatikan adalah di sektor konektivitas. iPhone 15 telah beralih ke port USB-C, menjadikannya lebih universal dan kompatibel dengan berbagai perangkat lain yang menggunakan standar ini. Ini adalah langkah maju yang besar dari port Lightning yang masih digunakan pada iPhone 13.
Kesimpulan: Pilih Mana yang Paling Sesuai Kebutuhan Anda?
Setelah melihat perbandingan detail, pilihan antara iPhone 13 dan iPhone 15 kembali lagi pada prioritas dan anggaran Anda:
1. Pilih iPhone 13 jika: Anda memiliki anggaran terbatas dan tidak terlalu membutuhkan fitur kamera tercanggih atau performa gaming ekstrem. iPhone 13 masih merupakan pilihan yang sangat solid untuk penggunaan sehari-hari dengan desain yang tetap klasik dan performa dasar yang memuaskan.
2. Pilih iPhone 15 jika: Anda mendambakan kamera yang jauh lebih canggih (sensor 48MP, Action Mode, Cinematic Mode 4K), ingin merasakan pengalaman Dynamic Island yang intuitif, serta membutuhkan layar yang lebih terang dan port USB-C untuk fleksibilitas konektivitas. Peningkatan yang ditawarkan iPhone 15 cukup signifikan dan layak dipertimbangkan jika Anda mencari inovasi terbaru.
Dengan selisih harga sekitar Rp3,75 juta, iPhone 15 memang menawarkan banyak peningkatan yang membuat pengalaman pengguna terasa lebih modern dan premium. Namun, jika efisiensi anggaran adalah prioritas utama, iPhone 13 tetap menjadi investasi yang cerdas dan mampu memenuhi sebagian besar kebutuhan pengguna di tahun 2025.
Apakah peningkatan fitur pada iPhone 15 sebanding dengan tambahan biaya yang harus Anda keluarkan? Pilihan ada di tangan Anda.***
membantu untuk terhubung dengan orang-orang terdekat, teman kerja, dan komunitas, sering kali Anda merasa kewalahan oleh notifikasi tanpa henti. Grup-grup yang padat, pelanggan bisnis yang aktif, hingga pesan dari kontak yang tidak ingin segera ditanggapi dapat menjadi beban. Karena itu, kemampuan untuk terlihat offline memberikan kendali lebih besar terhadap privasi Anda.
Dirangkum dari berbagai sumber, berikut cara terlihat
offline
di WhatsApp:
1. Atur Status “Last Seen” dan Status Online
Cara paling efektif untuk menghindari terlihat online adalah dengan mengatur privasi dari dalam aplikasi WhatsApp.
Buka WhatsApp, lalu ketuk ikon tiga titik di pojok kanan atas.
Pilih Settings > Account > Privacy.
Tap Last Seen & Online.
Ubah “Who can see my last seen” menjadi Nobody.
Pada bagian “Who can see when I’m online”, pilih Same as last seen.
Langkah ini membuat orang lain tidak bisa melihat kapan terakhir kali Anda aktif atau saat Anda sedang online. Namun Anda juga tidak akan bisa melihat status online orang lain.
Selain itu, nonaktifkan fitur Read Receipts (centang biru) untuk menjaga privasi lebih lanjut. Dengan begitu, Anda tidak akan tahu apakah pesan Anda sudah dibaca oleh penerima.
2. Balas Pesan Tanpa Membuka WhatsApp
Untuk membalas pesan tanpa muncul online, Anda bisa menggunakan fitur Quick Reply.
Saat notifikasi pesan masuk muncul di layar, ketuk Reply langsung dari notifikasi.
Ketik dan kirim balasan Anda tanpa membuka aplikasi WhatsApp.
Cara ini tidak akan memicu status “Online”, namun hanya cocok untuk membalas satu pesan dalam satu waktu dan memiliki keterbatasan fitur.
3. Gunakan Mode Pesawat
Trik klasik untuk membalas pesan secara offline.
Aktifkan Airplane Mode pada ponsel Anda.
Buka WhatsApp dan balas pesan seperti biasa.
Tutup aplikasi, lalu nonaktifkan Airplane Mode agar pesan terkirim.
Karena pesan diketik dan dikirim saat tidak terhubung internet, pengguna lain tidak akan melihat Anda online saat menulis atau mengirimkan pesan. Selama dalam mode pesawat, Anda tidak akan menerima pesan baru, dan koneksi semua aplikasi berbasis internet ikut terputus.
4. Batasi Akses Data untuk WhatsApp
Langkah ini cocok untuk membuat WhatsApp tidak aktif di latar belakang.
di latar belakang, WhatsApp tidak akan aktif kecuali Anda membukanya secara manual. Ini memberi kesan bahwa Anda sedang tidak menggunakan aplikasi. Selain itu, cara ini dapat menyebabkan notifikasi tertunda.
WhatsApp (WA) kembali memperkenalkan fitur baru berbasis
Artificial Intelligence
(AI) untuk mempermudah pengguna membaca isi chat atau pesan.
Fitur ini diberi nama
Message Summaries
, sesuai penamaannya, berfungsi untuk meringkas pesan yang belum terbaca dalam sebuah obrolan.
Dengan bantuan Meta AI, pengguna bisa langsung mendapatkan ringkasan isi percakapan tanpa perlu membuka semua pesan satu per satu.
Fitur ini dirancang agar lebih praktis, terutama saat sedang sibuk, tidak sempat membaca semua chat WA, atau baru kembali online setelah lama tidak membuka WhatsApp.
Saat ini, fitur
Message Summaries
masih diluncurkan secara terbatas untuk pengguna di Amerika Serikat, dan baru tersedia dalam bahasa Inggris.
Selengkapnya, berikut
ZONA GADGET
merangkum penjelasan tentang cara kerja dan fitur privasi yang ditawarkan WhatsApp melalui
Message Summaries
.
Gunakan Teknologi Private Processing
Sebagaimana disebut dalam postingan di blog resmi WhatsApp, fitur
Message Summaries
bekerja dengan mengandalkan teknologi bernama
Private Processing
.
Teknologi ini memungkinkan Meta AI menyusun ringkasan pesan tanpa melihat isi obrolan pengguna.
Pesan yang belum dibaca akan dirangkum secara otomatis oleh sistem, namun prosesnya tetap berlangsung secara pribadi dan aman.
WhatsApp menegaskan bahwa baik Meta maupun WhatsApp sendiri tidak bisa mengakses isi pesan maupun hasil ringkasan yang dihasilkan.
Tak hanya itu, pengguna lain dalam chat juga tidak akan tahu bahwa pesan mereka telah diringkas oleh AI.
“Tak ada seorang pun dalam chat yang dapat mengetahui bahwa pesan telah diringkas. Artinya, privasi pengguna tetap terlindungi sepenuhnya,” bunyi penjelasan pihak WA.
Cara Pakai Fitur Ringkasan Pesan di WhatsApp
Untuk diketahui, fitur
Message Summaries
yang ditawarkan WhatsApp bersifat opsional dan tidak aktif secara otomatis.
Pengguna diberikan kebebasan untuk mengaktifkan atau menonaktifkannya sesuai kebutuhan.
Melalui pengaturan privasi lanjutan atau
Advanced Chat Privacy
, pengguna WA juga bisa memilih chat mana saja yang bisa digunakan untuk fitur AI ini.
Artinya, tidak semua percakapan harus diringkas, dan pengguna tetap punya kendali penuh atas pengalaman mereka di WhatsApp.
“Pengguna bisa memilih untuk mengaktifkan atau tidak, serta menggunakan Advanced Chat Privacy untuk menentukan chat mana yang bisa diproses oleh fitur AI,” jelas WhatsApp.
Pemakaian Message Summaries agaknya tidak begitu sulit.
Berdasarkan gambaran yang dibagikan di blog resmi WhatsApp, penggun hanya perlu membuka obrolan atau chat.
Selanjutnya, pengguna bisa mengetuk opsi “Summarize privately” yang muncul setelah label jumlah pesan belum terbaca.
Proses selanjutnya, pesan WhatsApp yang belum terbaca akan dirangkum oleh Meta AI.
Terakhir, rangkuman atau hasil ringkasan pesan akan ditampilkan dalam jendela timbul atau pop-up.
Masih Terbatas di Amerika Serikat
Perlu diperhatikan bahwa fitur
Message Summaries
saat ini belum tersedia secara global.
WhatsApp baru meluncurkannya dalam bahasa Inggris untuk pengguna di Amerika Serikat.
Meski begitu, perusahaan menyebutkan bahwa peluncuran ke negara dan bahasa lain direncanakan dalam waktu dekat.
Pengguna di luar AS, termasuk di Indonesia, perlu menunggu hingga fitur ini tersedia secara resmi di wilayah masing-masing.
“Kami berharap dapat menghadirkannya dalam bahasa dan negara lain pada akhir tahun ini.” tutup pihak WhatsApp dalam postingannya pada Rabu (25/6/2025).
(*)
iPhone memiliki harga berbeda-beda tergantung dari tipenya.
Bagi yang tertarik membeli iPhone disarankan terlebih dahulu untuk melihat harganya.
Berikut Harga iPhone di Juni 2025
Harga iPhone 11, 12, dan 13
iPhone 11
64GB: Rp 6.249.000
128GB: Rp 7.749.000
iPhone 12
64GB: Rp 8.499.000
128GB: Rp 9.499.000
256GB: Rp 14.999.000
iPhone 13 Mini
128GB: Rp 10.249.000
256GB: Rp 12.749.000
512GB: Rp 12.999.000
Harga iPhone 15 Series
iPhone 15
128GB: Rp 13.999.000
256GB: Rp 16.999.000
512GB: Rp 20.999.000
iPhone 15 Plus
128GB: Rp 15.999.000
256GB: Rp 18.999.000
512GB: Rp 22.999.000
iPhone 15 Pro
128GB: Rp 18.999.000
256GB: Rp 21.999.000
512GB: Rp 25.999.000
1TB: Rp 29.999.000
iPhone 15 Pro Max256GB: Rp 22.999.000
512GB: Rp 27.999.000
1TB: Rp 31.999.000
Harga iPhone 14 Series
iPhone 14
128GB: Rp 12.249.000
256GB: Rp 15.249.000
512GB: Rp 19.249.000
iPhone 14 Plus
128GB: Rp 12.499.000
256GB: Rp 14.999.000
512GB: Rp 17.999.000
iPhone 14 Pro
128GB: Rp 14.999.000
256GB: Rp 18.499.000
512GB: Rp 20.999.000
1TB: Rp 24.999.000
iPhone 14 Pro Max
128GB: Rp 17.999.000
256GB: Rp 20.499.000
512GB: Rp 24.499.000
1TB: Rp 25.999.000
Disclaimer: Harga dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Ketersediaan barang juga dapat bervariasi di tiap wilayah. Pastikan untuk memeriksa harga terkini di toko resmi atau situs web terpercaya.
Samsung dikabarkan akan menggelar acara Uncpacked berikutnya pada 9 Juli 2025. Acara ini akan disiarkan dari Brooklyn, New York, di Samsung Newsroom.
Pasalnya, situs web perusahaan, dan saluran YouTube-nya. Samsung menjanjikan akan memperkenalkan “evolusi berikutnya dari Galaxy AI dan ekosistem Galaxy yang terus berkembang.”
Perusahaan ini biasanya memperkenalkan perangkat lipat terbarunya pada musim panas, jadi kami berharap untuk melihat Galaxy Z Fold 7 dan Flip 7 di sini.
Seolah-olah ada keraguan bahwa Unpacked ini akan berfokus pada perangkat lipat, gambar yang dikirimkan Samsung bersama dengan undangan acara (terlampir di bawah) memperjelas hal itu.
Sepertinya Galaxy Z Fold Ultra yang dikabarkan juga akan hadir, karena sebuah video teaser menyertakan frasa “Ultra Unfolds.” Samsung, Anda harus bersikap halus.
Galaxy Watch baru juga tampaknya akan muncul, sementara rumor telah beredar bahwa Unpacked ini mungkin menampilkan Galaxy S25 FE, yang dijadwalkan akan hadir akhir tahun ini.
Sementara itu, headset Android XR yang sedang dikerjakan Samsung dengan Google dijadwalkan akan hadir tahun ini.
Unpacked ini tampaknya menjadi peluang yang baik bagi perusahaan untuk membocorkannya. Jika Anda sudah cukup yakin akan beralih ke perangkat Samsung baru.
Anda tidak perlu menunggu hingga 9 Juli untuk melakukan reservasi untuk salah satu model yang akan datang.
Bahkan, jika Anda melakukan reservasi mulai malam ini di situs web Samsung, Anda dapat menerima kredit sebesar 50 dollar.***
) milik Meta. Pesan yang akan diringkas adalah yang belum terbaca dalam kolom obrolan grup.
“Sehingga Anda bisa mendapatkan gambaran tentang apa yang terjadi, sebelum membaca detail dalam pesan yang belum terbaca,” tulis Meta dalam
blog WhatsApp
resmi, Rabu, 25 Juni 2025.
Fitur ini terdapat di kolom percakapan dan akan muncul ketika pengguna belum membuka semua pesan yang menumpuk. Saat membuka kolom obrolan biasanya terdapat notifikasi sekian pesan yang belum terbaca. Fitur ini digunakan hanya dengan mengetuk tombol notifikasi pesan yang belum terbaca. Selanjutnya Meta AI akan merangkum percakapan yang telah terjadi dan membuat poin-poin penting.
Meta menjelaskan, fitur Ringkasan Pesan menggunakan teknologi
Private Processing
yang memungkinkan Meta AI menghasilkan respons tanpa harus membaca semua pesan lebih dulu sampai ke paling bawah kolom percakapan. Ketika fitur ini digunakan, orang lain di dalam grup tidak akan mengetahui fitur Ringkasan Pesan sedang digunakan.
Meta memastikan fitur ini juga sepenuhnya berada dalam kendali pengguna. Teknologi
Private Processing
juga bersifat opsional dan bisa dinonaktifkan secara umum.
Pengguna bisa memilih untuk menggunakan atau tidak. Kemudian pengguna bisa menggunakan
Advanced Chat Privacy
atau Privasi Obrolan Lanjutan untuk memilih obrolan mana yang bisa dibagikan untuk fitur Ringkas Pesan ini.
Meta sebagai perusahaan yang menaungi WhatsApp menyampaikan fitur ini belum merata di seluruh dunia. “Ringkasan Pesan diluncurkan dalam bahasa Inggris untuk orang-orang di Amerika Serikat dan kami berharap dapat menyediakannya dalam bahasa dan negara lain akhir tahun ini,” tulis Meta.