Senin, Mei 18, 2026
Beranda blog Halaman 716

Spesifikasi Kawasaki W800: Si Retro Afforable Tahun 2025 yang Mempesona!

0


ZONA GADGET

– Apabila Anda pecinta motor klasik yang mencari gabungan dari gaya tempo dulu dengan performa luar biasa, Kawasaki W800 mungkin adalah pilihan sempurna untuk Anda. Pada tahun 2025, model ini jadi semakin diminati berkat speknya yang memukau serta harganya yang bersahabat. Mari kita tinjau lebih dalam alasan-alasan kenapa Kawasaki W800 begitu unggul dibandingkan kendaraan bermotor lainnya!

Desain Ikonik yang Memukau

Kawasaki W800 dirancang mengambil inspirasi dari sepeda motor klasik tahun 1960-an, mempunyai lekukan yang mulus serta finishing yang mewah. Desain tangki bensinnya berbentuk bundar dan seat yang empuk menciptakan kesan nostalgi yang mendalam. Ditambah lagi dengan penambahan chrome yang bersinar terang dan pilihan cat yang atraktif, membuat kendaraan ini tak cuma menyenangkan dipandang tapi juga selalu menjadi sorotan saat melintas di jalanan.

Spesifikasi Mesin yang Bertenaga

Satu fitur unggulan dari Kawasaki W800 terletak pada mesinnya. Kendaraan bermotor ini diperkuat oleh mesin parallel-twin dengan kapasitas 773 cc yang dapat memuntahkan tenaga tertinggi sebesar 47 dk saat mencapai putaran 6.000 rpm serta torsion maksimum hingga 62 Nm ketika meraih kecepatan 4.800 rpm. Hal tersebut menjadikan campuran sempurna antara kemampuan akselerasi yang tangguh dan responsif, sesuai digunakan baik untuk berkendara melintasi perkotaan atau melakukan petualangan panjang.

Sistem Pengereman dan Suspensi

Kawasaki W800 diperkuat oleh sistem pengereman superior. Dilengkapi dengan cakram ganda pada bagian depan dan tromol di bagian belakang, kendaraan ini menghadirkan penghentian yang efisien. Tambahan dari suspensi terdepan teleskopik serta suspensi rear dual shock membantu memastikan perjalanan nyaman di segala jenis jalur.

Fasilitas Kontemporer yang Mendukung Kepuasan

Meski memiliki desain klasik, Kawasaki W800 tidak ketinggalan dalam hal fitur modern. Motor ini dilengkapi dengan lampu LED yang memberikan visibilitas lebih baik saat berkendara malam hari. Panel instrumen analog yang klasik juga menambah kesan vintage, namun tetap informatif dengan indikator yang jelas.

Kapasitas Solar Tank dan Kinerja Efisien

Kapasitas tangki bahan bakar Kawasaki W800 diperkirakan sekitar 15 liter, memadai untuk perjalanan panjang tanpa harus terlalu sering mengisinya kembali. Motor ini juga unggul dalam hal efisiensi bahan bakar, menjadikan pengendara tidak perlu risau tentang pemakaian bensin yang berlebihan saat bepergian.

Harga yang Terjangkau

Satu alasan utama mengapa Kawasaki W800 menjadi pilihan populer untuk banyak orang adalah karena banderol harganya yang terbilang murah dalam ranah kendaraan klasik. Diproyeksikan pada tahun 2025, harga dari Kawasaki W800 akan berkisar antara Rp 200 juta sampai Rp 220 juta. Berdasarkan semua spektrum kemampuan serta fasilitas yang disajikan, tarif tersebut cukup bersaing bila kita membandingkannya dengan model serupa lainnya.

Kenyamanan Berkendara

Kawasaki W800 diciptakan agar Anda bisa menikmati perjalanan dengan lebih baik. Bangku yang didesain secara ergonomis serta postur mengendarai yang menyenangkan menjadikannya pilihan sempurna untuk rute panjang. Motor ini memiliki bobot yang teratur sehingga memudahkan kontrol, cocok bagi pengemudi pemula hingga profesional.

Komunitas dan Aksesori

Menggabungkan diri ke dalam komunitas Kawasaki W800 membawa interaksi sosial yang menakjubkan. Terdapat banyak event serta gathering yang diselenggarakan para pecinta sepeda motor tersebut, sehingga Anda dapat menukar cerita dan petunjuk mengenai cara berkendara. Tambahan pula, ada pelbagai pernak-pernik dan komponen alternatif yang siap dibeli, mendukung Anda merombak kendaraan hingga mencerminkan kepribadian sendiri.

Karakteristik WhatsApp yang Terblokir Oleh Orang Lain: Kenali 6 Tanda Jelas ini

0


GALAMEDIA NEWS –

WhatsApp menawarkan fasilitas pemblokiran kontak guna melindungi kenyamanan serta kerahasiaan para pemakainya. Bila ada orang yang memblocir Anda, maka Anda takkan mendapat notifikasi ataupun informasi apapun dari WhatsApp.

Hal ini memang disengaja. Menurut penjelasan resmi WhatsApp, mereka tidak memberikan informasi langsung kepada pengguna yang diblokir, guna menjaga privasi pihak yang melakukan pemblokiran. Maka dari itu, Anda hanya bisa menduga melalui indikator tertentu yang bersifat tidak pasti.

Meskipun tidak ada cara yang benar-benar pasti untuk mengetahuinya, beberapa tanda berikut ini sering menjadi indikator seseorang mungkin telah memblokir Anda di WhatsApp. Namun penting untuk diingat, setiap tanda ini juga bisa terjadi karena alasan lain, seperti pengaturan privasi atau koneksi internet yang buruk.

Berikut ini 6 ciri-ciri umum akun WhatsApp Anda diblokir orang lain yang bisa Anda cermati.

1. Foto Profil Menghilang

Apabila Anda kesulitan untuk melihat

foto profil kontak tertentu

, ini bisa jadi salah satu indikasi awal bahwa Anda telah diblokir.

Namun perlu dicatat, absennya foto profil juga bisa disebabkan karena:

  • Pengguna benar-benar belum mengupload gambar profil.

  • Pengguna menetapkan bahwa gambar profilnya hanya dapat dilihat oleh beberapa kontak pilihan.

  • Nomor Anda tidak tersimpan di perangkat mereka.

2. Pesan Hanya Centang Salah Satunya

Umumnya, pesan WhatsApp tersebut akan ditampilkan sebagai berikut:

dua centang (ceklis)

ketika dikirim. Bila tanda centang tersebut muncul sebagai satu saja dan berkelanjutan demikian, kemungkinannya adalah:

  • Anda diblokir oleh penerima

  • Atau, penerima saat ini tidak mempunyai koneksi internet yang aktif.

Apabila tanda centangan hijau suatu pesan tetap ada untuk jangka waktu yang cukup lama dan hal ini seringkali terjadi pada satu kontak khusus, bisa jadi perlu memikirkan tentang blokir.

3. Tidak Ada Info “Last Seen” atau “Online”

Fitur

Last Seen

dan

Online

memberikan informasi kapan terakhir kali seseorang membuka WhatsApp. Jika info tersebut hilang dari kontak tertentu, ada dua kemungkinan:

  • Pengguna menonaktifkan fitur Last Seen

  • Anda diblokir oleh pengguna tersebut

Beberapa orang memilih menyembunyikan status mereka dari semua kontak. Jadi, hilangnya indikator ini belum tentu karena pemblokiran saja.

4. Tidak Bisa Menelepon

Saat seseorang memblokir Anda,

Pemanggilan suara ataupun video via WhatsApp tidak bisa terhubung.

Statusnya hanya terlihat sebagai “memanggil” dan tak pernah berubah jadi “berdering”.

Akan tetapi, hal ini dapat pula terjadi apabila pengguna sedang berada di daerah dengan tidak adanya sinyal atau menonaktifkan izin untuk mengakses internet. Oleh karena itu, status koneksi jaringan pun perlu dipertimbangkan.

5. Pesan Status WhatsApp Tak Terlihat

Anda tidak bisa melihat

Status WhatsApp

Dari orang yang telah memblokir Anda. Tetapi, opsi ini pun dapat disembunyikan dengan cara mengatur privasi secara spesifik.

Apabila biasanya Anda selalu memeriksa status dari seseorang secara berkala namun mendadak tak dapat melihatnya lagi, besar kemungkinan bahwa Anda telah dimasukkan ke dalam daftar tersembunyi atau malah di blokir.

6. Gagal Menambahkan ke dalam Grup

Akhirnya, bila Anda berusaha untuk mengajak seseorang bergabung dalam grup WhatsApp milik Anda dan tampil pesan pemberitahuan sebagaiikut:

pengguna tidak dapat ditambahkan

, hal ini mungkin menunjukkan bahwa Anda telah diblokir.

Fitur ini secara otomatis dikendalikan saat terjadi penonaktifan, sebagian dari sistem perlindungan privasi pengguna yang menghentikan komunikasi bilateral. ***

Mark Zuckerberg Ingin Rekrut Karyawan OpenAI dengan Tawaran Fantastis Hingga Rp 1,6 Triliun

0


ZONA GADGET

– Perlombaan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) antara perusahaan-perusahaan teknologi semakin memanas. Setiap perusahaan berlomba-lomba merekrut bakat-bakat terbaik di bidang AI.

Tak terkecuali Meta. Bahkan, CEO Meta, Mark Zuckerberg konon langsung turun tangan mencari ahli AI.

Belakangan, Zuck -panggilan akrab Zuckerberg- dikabarkan gencar mencari peneliti AI untuk bekerja dalam tim yang disebut Superintelligence.

Pada saat melakukan seleksi karyawan, pemimpin di balik perusahaan utama Facebook sampai Instagram tersebut berupaya menggaet para ahli kecerdasan buatan (AI) dari firma teknologi lain semisal OpenAI.

Diberitakan bahwa Zuck menawarkan jumlah sangat besar mencapai 100 juta dolar (kira-kira setara dengan 1,6 triliun rupiah) kepada para pegawai di OpenAI serta perusahaan anak usaha Alphabet yaitu Google DeepMind yang berfokus pada bidang teknologi AI.

Berita tentang perampokan tersebut kemudian ditegaskan oleh CEO OpenAI, Sam Altman. Dia mengkonfirmasi hal ini melalui suatu komunikasi.
podcast
(sinar) bersama kakaknya, Jack Altman, sang pemimpin chatbot ChatGPT tersebut menerima tawaran itu.

Meskipun demikian, ia mengatakan bahwa penawaran dari Zuck kebanyakan tidak berhasil. Dengan kata lain, mayoritas karyawan OpenAI yang dihubungi oleh Zuck memilih untuk menolak tawarannya.

“Metode mulai menawarkan paket besar kepada sejumlah orang di tim kita,” jelas Altman demikian.
podcast
yang tayang pada Selasa (17/6/2025) lalu.

“Semacam penawaran penandatanganan bonus 100 juta dollar lebih termasuk kompensasi per tahun. Saya begitu senang karena setidaknya sejauh ini, tidak ada talenta terbaik kami yang memutuskan menerima tawaran itu,” lanjut dia.

Tidak dirinci siapa saja karyawan OpenAI atau Google DeepMind yang ingin “dibajak” Zuck.

Seperti dilaporkan, beberapa individunya termasuk Noam Brown, salah seorang peneliti inti dari OpenAI, dan juga Koray Kavukcuoglu, arsitek kecerdasan buatan di Google.

Walaupun, keduanya dilaporkan menolak tawaran tersebut, dilansir
TechCrunch
, Jumat (20/6/2025).

Lebih lanjut, Altman juga optimistis bahwa karyawannya menganggap OpenAI memiliki peluang yang lebih baik untuk mewujudkan Artificial General Intelligence (AGI) alias AI yang paling canggih, sehingga berpotensi menjadi perusahaan yang lebih berharga ke depannya.

Sementara Meta, menurut Altman, lebih fokus pada paket kompensasi tinggi bagi karyawan, ketimbang misi membangun AGI. Dan hal ini dinilai tidak akan membentuk budaya yang hebat bagi perusahaan.

Altman yakin, budaya inovasi yang ditegakkan OpenAI menjadi kunci utama keberhasilan perusaahan, sementara upaya Meta yang dijalankan saat ini, tidak berjalan sesuai harapan Zuck.


Incar ahli AI, tawarkan gaji Rp 13 miliar per bulan

Tim Superintelligence akan beroperasi di bawah kepemimpinan mantan CEO Scale, Alexandr Wang.

Tim baru tersebut dikabarkan akan terdiri dari 50 anggota yang direkrut secara langsung dari rumah Zuckerberg di Lake Tahoe dan Palo Alto, AS.

Menariknya, Zuck mengajukan tawaran dengan jumlah besar bagi calon-calon pada proses perekrutan tersebut. Seperti dikatakan oleh Deedy Das, salah satu anggota tim dari firma modal ventura Menlo Ventures, para kandidat yang diajak bicara langsung oleh Zuck diberi penawaran upah minimal dua juta dolar AS (setara Rp 32,6 miliar) setiap tahunnya.

Untuk seorang ahli riset kecerdasan buatan, angka itu tetap dianggap normal, walau termasuk dalam kategori rendah pada konteks pra-pelatihan model-model AI.

Melalui LinkedIn, Deedy Das mengungkapkan pula bahwa Zuck menawar dengan jumlah yang lebih besar bagi kandidat staf laboratorium AI Meta tersebut.

“Zuck secara pribadi bernegoisasi untuk mendapatkan 10 juta dolar AS (kira-kira setara dengan 163,1 miliar rupiah) tiap tahunnya dalam bentuk tunai. Saya belum pernah menyaksikan tawaran semacam ini sebelumnya,” katanya.

Jika dihitung berdasarkan tawaran tersebut, gaji para ahli kecerdasan buatan di laboratorium Meta kurang lebih mencapaiRp 13,5 miliar setiap bulannya.

Sejumlah penawaran tersebut berhasil mengundang perhatian para ahli. Laporan
Bloomberg
Menyingkap fakta yang menyatakan Jack Rae, seorang peneliti utama dari Google DeepMind, diprediksi akan berpindah ke tim AI milik Meta.

Demikian juga dengan Johan Schalkwyk, yang tadinya di pimpin.
(I noticed an inconsistency here; originally you said “yang sebelumnya memimpin” which means ‘who previously led’, but then implied he was being lead. I’ve adjusted for this logical consistency.)
If we wish to maintain original intent of leadership:
Sama halnya dengan Johan Schalkwyk, yang awalnya ia sendiri memimpin.
machine learning
Di perusahaan teknologi Sesame AI. Akan tetapi, sejumlah calon lain lebih memilih untuk menerima penawaran dari OpenAI serta Anthropic lantaran hal tersebut memberikan mereka akses ke sumber daya komputasi yang dibutuhkan.

Dilansir
Fortune
, jumlah ahli AI yang tersedia saat ini masih sangat terbatas. Beberapa informasi dari para profesional di bidang ini yang telah dijumpai menunjukkan hal tersebut.
Fortune
Diperkirakan hanya terdapat kurang dari 1.000 orang di seluruh planet bumi yang memenuhi syarat untuk membuat model kecerdasan buatan (AI) yang paling maju saat ini.

Oleh karena itu, baik Meta ataupun perusahaan teknologi lainnya menanggapi dengan serius masalah penghargaan bagi bakat-bakat di bidang AI.

Tim Superintelligence di Meta dirancang sehingga perusahaan yang mencakup Facebook dan Instagram dapat berkompetisi dengan pesaing seperti Google serta OpenAI.

Tetapi belum diumumkan produk atau layanan apa yang akan dibuat oleh tim AI itu nantinya. Mari kita saksikan saja.

Mengapa Iran Melarang Penduduknya Menggunakan WhatsApp?

0



ZONA GADGET


,


Jakarta



Iran
Melalui stasiun TV resmi, pihak berwenang menuntut agar penduduk Iran menghentikan penggunaan aplikasi WhatsApp pada perangkat mereka. Larangan tersebut dikeluarkan lantaran adanya kekhawatiran bahwa WhatsApp bakal menyimpan data para pemakainya untuk diserahkan kepada Israel.

Al-Jazeera
menyatakan bahawa Iran menganggap Israel menggunakan
WhatsApp
agar memperoleh keuntungan dari perseteruan tersebut. “Hal ini sungguh krusial lantaran mereka menerapkan data pada perangkat seluler Anda, posisi geografis Anda, serta materi yang Anda publikasikan, yang bisa jadi bersifat rahasia namun masih dapat terjangkau,” papar salah satu narator Islamic Republic News Agency (IRNA).

Penyelenggara peristiwa tersebut juga menegaskan bahwa semua warga negara Iran mempunyai keluarga yang terlibat dalam program nuklir nasional. Selain itu, banyak anggota keluarga ini bermukin dekat dengan instalasi nuklir yang berpotensi jadi sasaran rudal dari pihak Israel.

Iran juga mengkritik pemerintahan Zionis karena menggunakan data warganya untuk melakukan serangan. Pihak berwenang di Iran telah mendesak semua penduduknya untuk hanya menggunakan aplikasi yang berbasis lokal.

Sayangnya, Iran tak memberikan bukti apapun sementara meminta penduduknya untuk menghindari penggunaan WhatsApp lewat dukungan jaringan pribadi virtual (VPN). Pernyataan tersebut disampaikan usai laporan yang dikeluarkan oleh Iran tentang adanya penurunan signifikan terhadap ketersediaan internet dalam negerinya. Insiden itu turut mencetus berbagai masalah paruh waktu seiring bertambahnya tensi militer antara Iran dan Israel.

Setelah mendengar pernyataan tersebut, WhatsApp menegaskan hal itu sebagai informasi keliru. Mereka menjelaskan, “Tidak benar kita melacak posisi spesifik Anda, kami tidak menyimpan catatan tentang pengiriman pesan oleh setiap individu, serta kami tidak memantau percakapan privat antara para pengguna.”

Mereka membantah dengan keras tuduhan tersebut. Pihak WhatsApp mengaku bahwa mereka tidak akan pernah memberikan informasi data penggunanya kepada pemerintahan manapun. Mereka mengkhawatirkan bahwa informasi ini akan mengakibatkan pemblokiran layanan platform mereka di wilayah Iran.

Sejak tahun 2022, aplikasi WhatsApp telah dilarang digunakan di Iran. Meskipun demikian, WhatsApp menegaskan komitmennya terhadap kejelasan dan keterbukaan dalam menyampaikan informasi sambil tetap menjaga privasi pesan para pengguna tidak tersentuh. ”

Sebanyak lebih dari sepuluh tahun,
Meta
terus menerus beri kejelasan dan tetapkan batasan saat perlu laporkan info WhatsApp yang diinginkan.”

Oppo Reno 13A: Layar AMOLED Serba Cepat 120Hz, Chipset Terbaru, dengan Baterai Besar 5.800mAh

0


PR SURABAYA

– Oppo kembali mengguncang pasar smartphone dengan meluncurkan perangkat terbaru bernama Oppo Reno 13A, Kamis 19 Juni 2025.

Smartphone kelas menengah ini langsung mencuri perhatian dengan kombinasi spesifikasi gahar dan desain elegan ala seri Reno 13.

Oppo Reno 13A tampil menawan dengan layar AMOLED 6,7 inci beresolusi FHD+ dan refresh rate 120 Hz, memberikan pengalaman visual yang super mulus saat bermain game maupun scrolling media sosial.

Layar ini mampu mencapai kecerahan maksimum hingga 1.200 nits dan dilindungi oleh kaca AGC Dragontrail STAR2. Perangkat ini juga memiliki sensor sidik jari di layar serta kamera depan berjenis punch hole dengan resolusi 32 MP.

Kamera Premium, Tripel Set Up 50 MP

Di sisi belakang, Reno 13A dilengkapi dengan modul kamera yang memiliki tiga lensa:.

Kamera belakang beresolusi 50 MP dengan aperture f/1.8 dan dilengkapi OIS

Kamera ultrawide 8 MP (Lebar pandang 112°)

Kamera makro 2 MP

Desain modul kameranya memiliki bentuk persegi panjang dengan sudut yang membulat secara elegan, ciri khas dari seri Reno 13; walaupun demikian ada beberapa perbedaan dalam hal chipset dan kapasitas baterai.

Kinerja Cepat Dengan Chipset Snapdragon 6 Gen 1

Bagi performa mesinnya, Oppo Reno 13A diperkuat oleh chipset Snapdragon 6 Gen 1 yang dikombinasikan dengan RAM berkapasitas 8 GB ((LPDDR4X) serta penyimpanan internal sebesar 128 GB (UFS 3.1).

Tersedia juga slot microSD yang memungkinkan ekspansi hingga 1 TB serta fitur RAM Expansion hingga total 16 GB.

Baterai Besar dengan Fitur Pengisian Cepat 45W

Bidang energi menjadi salah satu kelebihan Reno 13A, dengan mengusung baterai berkapasitas 5.800 mAH yang telah dilengkapi dukungan pengisian cepat hingga 45 watt.

Sistem operasi yang digunakan adalah ColorOS 15 berbasis Android 15, membuat pengalaman penggunaan makin responsif dan kekinian.

Fitur Lengkap, Tahan Air dan Debu

Fitur lainnya juga sangat lengkap:

Dual SIM (fisis + eSIM)

Koneksi 5G

WiFi 802.11ac

Bluetooth 5.1

NFC

Dual speaker stereo

USB-C

Sertifikat ketahanan terhadap air dan debu IP68/IP69

Reno 13A dipercaya menjadi varian rebranding dari Oppo Reno 13F yang sebelumnya sudah diluncurkan di Indonesia pada awal tahun ini.

Harga dan Ketersediaan

Oppo Reno 13A dibanderol seharga 48.000 yen atau sekitar Rp 5,4 jutaan.

Tersedia dalam tiga pilihan warna stylish: Charcoal Gray, Ice Blue, dan Luminous Navy. Penjualan resminya di Jepang dimulai pada 26 Juni 2025.***

Survei Twilio: 90% Usaha di Indonesia Naikkan Pendapatan dengan Bantuan AI

0

Survei yang dikerjakan oleh Twilio, sebuah platform untuk berinteraksi dengan klien yang membantu perusahaan menciptakan hubungan personal secara langsung dengan konsumen, menunjukkan bahwa teknologi artificial intelligence atau AI sudah mendongkrak Pendapatan Usaha di Tanah Air.

Ini diketahui melalui versi keenam Laporan Tahunan State of Customer Engagement Report (SOCER) 2025. Dokumen tersebut dibuat atas dasar penelitian skala global yang mencakup lebih dari 7.600 pelanggan serta lebih dari 600 pemimpin perusahaan dari 18 negera, antara lain Indonesia.

Berdasarkan hasil dari laporan SOCCER 2025, sektor bisnis dan merek di Indonesia merupakan salah satu yang paling antusias di wilayah ASEAN dalam menerapkan teknologi kecerdasan buatan guna memperbaiki pengelolaan interaksi dengan para konsumen mereka.

Mereka merujuk pada teknologi AI dalam banyak aspek, seperti analisis data konsumen demi pemahaman tentang preferensi serta tantangan mereka (seluruhnya 100% organisasi melakukannya). Mereka juga menggunakan chatbot untuk menjawab pertanyaan ataupun keluhan pengguna (tingkat penerapannya sebesar 94%). Selain itu, manajemen risiko privasi dan antisipasi terhadap tindakan kriminal pun dilakukan oleh sistem AI tersebut (dalam semua kasus yaitu 100%). Terakhir, pencatatan histori komunikasi dan petualangan konsumen di catatan digital digunakan sebagai dasar penyediaan saran layanan atau barang sesuai permintaan individu (porsi implementasinya adalah 94%).

Selain itu, 94% bisnis dan brand di Indonesia yang disurvei merasa telah melakukan personalisasi interaksi dengan baik atau bahkan sangat baik. Namun, kenyataannya hanya 72% konsumen yang berpendapat sama.

Sisanya, menganggap brand seharusnya bisa berbuat lebih baik untuk memahami kebutuhan, keinginan, dan ekspektasi pelanggan. Selain itu, hanya 10% konsumen Indonesia yang setuju bahwa semua atau hampir semua interaksi mereka dengan brand melibatkan personalisasi, sementara sebagian besar (39%) mengatakan kadang-kadang saja hal ini terjadi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa personalisasi yang memakai teknologi AI dapat meningkatkan Pendapatan perusahaan, namun hal ini tidak serta-merta mengerek Kepercayaan konsumen.

Di Indonesia, sekarang 90% merek telah menerapkan teknologi AI guna memberikan pengalaman klien yang disesuaikan dengan permintaan individu, termasuk pembentukan isi web dan saran pribadi serta bantuan langsung dan tawaran adaptif. Lebih dari itu, 74% perusahaan melaporkan bahwa pendekatan tersebut membantu dalam memodifikasi penawarannya agar cocok dengan selera atau kepentingan target pasar mereka, sedangkan 90% di antara meraka menyatakan adanya pertambahan pada total belanja oleh para pelanggan setelah implementasi AI.

Di sisi lain, 55% konsumen menyatakan tidak yakin brand menggunakan data pelanggan untuk kepentingan konsumen, sementara 39% mengaku telah bosan dengan AI.

Personalisasi yang diterapkan dengan benar juga membantu membangun loyalitas pelanggan. Hampir setengah dari konsumen global mengatakan bahwa mereka akan membeli kembali dari brand yang mempersonalisasikan interaksi (45%) dan merekomendasikan brand tersebut kepada teman dan keluarga (43%).

Perilaku ini khususnya nampak di Filipina, India, Indonesia, dan Meksiko. Dalam empat pasar tersebut, lebih dari separuh pembeli menunjukkan kesetiaan merek, dengan angka tertinggi yaitu 65% ada di Filipina dan 59% berada di India. Selanjutnya, sebanyak 93% konsumen Indonesia mengungkapkan bahwa mereka cenderung untuk membeli jika merk memberikan tindakan interaktif pribadi dalam waktu nyata. Namun sayangnya, baru 44% perusahaan yang mengklaim dapat melakukan hal itu.

Di sisi lain, sekitar 59% konsumen di Indonesia mengaku segera mencari alternatif produk atau layanan serupa jika mendapati pengalaman pelanggan yang tidak memuaskan, dan lebih dari 40% memutuskan membeli produk/layanan serupa dari brand lain.

Berbagai temuan ini menunjukkan bahwa meskipun penerimaan AI terus meningkat di seluruh dunia dan di Indonesia, konsumen masih menghargai keterlibatan dan kontrol manusia dalam interaksi mereka dengan brand.

Sebagian besar (88%) konsumen Indonesia mengatakan interaksi yang didukung AI harus terasa seperti interaksi dengan manusia. Konsumen juga belum siap untuk sepenuhnya mengandalkan AI, karena 67% masih lebih memilih untuk berbicara dengan agen manusia jika AI gagal menyelesaikan suatu masalah secara efektif.

Keterbukaan adalah elemen krusial selanjutnya. Berdasarkan penelitian oleh Twilio, 64% pelanggan di Indonesia mengharapkan merek untuk memberi tahu mereka jika mereka sedang berinteraksi dengan AI (sebagai ganti agen manusia). Tambahan ke itu, 86% dari para pembeli ini cenderung lebih senang ketika diberi pilihan tentang metode komunikasi mana yang akan digunakan dalam interaksinya dengan sebuah perusahaan, walaupun sudah ada AI yang bisa menduga preferensi si pengguna.

“Perilaku ini menunjukkan dorongan besar dari para pemakai untuk tetap menguasai interaksi mereka dengan merek pada zaman teknologi AI, serta menjadi petunjuk penting bagi perusahaan untuk menerapkan taktik dan protokol perlindungan yang sesuai agar dapat membina rasa percaya dan kesetiaan konsumen dalam era layanan berbasis AI,” ungkap Irfan Ismail, Regional Vice President, South ASIA & APAC, ISV Sales di Twilio.

Maka demikian, walaupun merek senang dengan pertumbuhan performa bisnis akibat penerapan teknologi AI, pelanggan tetap merasa bahwa merek belum sepenuhnya mengetahui keperluan dan harapan mereka. Hal ini bisa membawa risiko signifikan karena terdapat angka 87% konsumen di Indonesia yang menyatakan dapat mengubah pikiran untuk berbelanja apabila pengalaman yang ditawarkan oleh merek tidak mencocokkan apa yang menjadi tujuan atau preferensi mereka. Di tingkat global juga banyak ditemukan hal serupa dimana para konsumen mungkin enggan dalam melakukan pembelian bila persepsi tersebut ada pada benak mereka.

Perang Mid-Range vs Flagship Hemat Harga: Perbedaan Antara Galaxy A56 dan S24 FE

0


ZONA GADGET.PRMN

– Samsung kembali meramaikan persaingan di pasaran smartphone melalui dua varian unggulannya: Galaxy A56 serta Galaxy S24 FE. Walaupun datang dari segmen yang berbeda—series A yang lebih ekonomis dan series S yang lebih mewah—kedua perangkat ini menawarkan speksifikasi yang menggoda dan mulai memiliki pangsa pasar yang semakin tumpang tindih.

Bagi konsumen yang ingin upgrade gadget tahun ini, dilema pun muncul: memilih Galaxy A56 yang lebih ramah di kantong namun tetap kaya fitur, atau langsung naik kasta ke Galaxy S24 FE yang membawa sentuhan flagship dengan harga lebih bersahabat dibanding varian S24 reguler?

Desain dan Tampilan: Elegan vs Profesional

Secara desain, keduanya menawarkan pendekatan visual yang modern, namun dengan nuansa berbeda. Galaxy A56 hadir dengan bodi ramping, material plastik berkualitas, dan pilihan warna cerah yang menyasar pengguna muda. Sementara Galaxy S24 FE membawa desain khas flagship Samsung: lebih kokoh, elegan, dan berlapis kaca yang memberikan kesan mewah.

Ukuran layar Galaxy A56 sedikit lebih besar dengan panel Super AMOLED 6,6 inci, refresh rate 120Hz, dan tingkat kecerahan yang cukup untuk aktivitas outdoor. Di sisi lain, Galaxy S24 FE juga menawarkan panel AMOLED 6,4 inci dengan refresh rate 120Hz, namun dengan dukungan HDR10+ dan resolusi lebih tajam yang membuatnya lebih unggul untuk konsumsi multimedia.

Kesimpulannya, jika kamu mengutamakan gaya dan ukuran layar yang luas, A56 bisa jadi pilihan. Tapi jika kamu butuh tampilan lebih profesional dan kualitas gambar terbaik, S24 FE lebih unggul.

Performa dan Dapur Pacu: Snapdragon vs Exynos

Samsung Galaxy A56 dilengkapi dengan prosesor Snapdragon 7 Gen 1, memberikan kemampuan yang cukup baik untuk keperluan multitask, bermain game tingkat sedang, serta pemakaian sehari-hari. Ram 8GB dan ruang penyimpanan internal sampai 256GB membantu menjadikannya perangkat yang gesit dan sigap dalam segmen menengah.

Tidak seperti itu, Galaxy S24 FE dibekali dengan prosesor Exynos 2400 (atau Snapdragon 8 Gen 2 di beberapa wilayah), sebuah chipset kelas atas yang sama-sama dipakai oleh seri S24 lainnya. Keberadaan chipset ini menjadikan perangkat tersebut handal saat menangani tugas-tugas berat seperti render video, memainkan game berkualitas grafis tinggi, serta mendukung produktivitas yang intensif.

Untuk pemakai yang menginginkan performa kuat serta ketahanan dalam waktu lama, model S24 FE terlihat lebih superior. Sedangkan perangkat A56 telah mencukupi untuk menjpisi keperluan sehari-hari para penggunanya.

Kamera dan Fitur Unggulan: Apakah Lebih Baik Keseimbangan Atau Kualitas Maksimal?

Galaksi A56 dibekali kamera triplet yang memiliki sensor primer berkekuatan 50MP, wide-angle sebesar 8MP, serta sensor kedalaman. Kualitas foto dari perangkat ini sangat jernih, terlebih lagi dalam kondisi cahaya yang baik. Fitur seperti mode low-light dan optimasi pemandangan oleh kecerdasan buatannya pun tersedia untuk memudahkan para pecinta fotografi seluler.

Galaksi S24 FE tak ingin ketinggalan. Ini datang dengan sensor utama 50MP yang diperbesar, fitur OIS, dan kapabilitas perekaman video hingga 8K. Penambahan lensa telefoto memberikan kebebasan lebih dalam mengabadikan momen dari beragam jarak. Mode Profesional dan Expert RAW tetap tersedia bagi para pemakai yang mencari kontrol teknis lebih tinggi.

Secara fotografi, S24 FE sebenarnya berada pada level lebih tinggi. Namun, A56 tetap menjadi pilihan baik untuk konsumen yang ingin mendapatkan hasil foto berkualitas dengan budget tidak begitu besar.

Daya Tahan Baterai dan Kecepatan Pengisian: Mana yang Unggul?

Kedua ponsel dibekali baterai 5.000 mAh, yang sudah menjadi standar di kelas menengah atas. Untuk penggunaan harian, baik A56 maupun S24 FE dapat bertahan seharian penuh dengan penggunaan normal.

Namun, dari segi pengisian daya, Galaxy S24 FE sedikit lebih unggul dengan dukungan fast charging hingga 45W (walau charger dijual terpisah). Galaxy A56 mendukung fast charging 25W, yang cukup cepat namun terasa kalah ketika waktu menjadi pertimbangan utama.

Apabila Anda merupakan pemakai intensif dan menginginkan proses pengisian cepat, S24 FE menawarkan keunggulan tambahan.

Harga Mana yang Lebih Layak Dibeli?

Samsung Galaxy A56 dipasarkan dengan harga sekitar Rp 5 jutaan, menjadikannya salah satu pilihan terbaik untuk pengguna yang ingin smartphone berkualitas tanpa membayar harga flagship. Sementara Galaxy S24 FE dibanderol di kisaran Rp 8–9 jutaan, menyasar pengguna yang mencari performa premium dengan harga lebih terjangkau dibanding S24 reguler.***(Lisyah)

BCA Sajikan Konferensi Data 2025: Dorong Penerapan AI Etis dalam Bisnis

0


ZONA GADGET

, JAKARTA – PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menyelenggarakan acara bertajuk BCA Data Conference 2025 yang merupakan kali pertamanya diadakan, dan temanya adalah ”
Panaskan Masa Depan dengan Kecerdasan Buatan
”. Konferensi ini merupakan wujud komitmen perseroan dalam meningkatkan kesiapan lintas sektor industri dalam menyikapi kemajuan teknologi kecerdasan buatan atau
artificial intelligence
(AI). Kira-kira 400 pelanggan menghadiri acara tersebut sebagai peserta pada serangkaian sesi dialog panel yang digelar di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, pada hari Selasa (10/6).

Presiden Direktur BCA Hendra Lembong mengatakan, “Konferensi Data BCA tahun 2025 yang berjudul “
Ignite the Future with AI
“menggabungkan beragam ide, pengetahuan, dan pandangan strategis lewat debat, sesi tukar pikiran, serta presentasi yang menginspirasi. Kami menyaksikan seperti apa
artificial intelligence
sudah memberi dampak konkret serta membuka banyak kesempatan di beberapa bidang usaha, namun juga menghadirkan hambatan yang harus kita atasi secara teliti dan bijaksana.”

Konferensi Data BCA 2025 menyajikan ragam tema menarik mencakup taktik penerapan solusi kecerdasan buatan (AI), dinamika aturan dan sisi hukum menggunakan teknologi ini di Indonesia, sampai cara perusahaan merancang solusi AI yang bertanggung jawab, bermoral dan terbuka. Para pembicara untuk sesi-sesi tersebut adalah ahli-ahli dan profesional dengan latar belakang baik dari sektor publik ataupun privat antara lain Direktur AI & Ecosistem Teknologi Terbaru Kemkominfo RI Aju Widya Sari, Penyelia Analisis Data Tim Asia Tenggara Google Cloud Arifin Iskandar, Pengarah Teknologi Microsoft Indonesia Panji Wasmana, dan Pemimpin Digitalisasi Petrosea Sudarto Unsurlany. Tambahan lagi beberapa praktisi internal juga turut ambil bagian.
BCA
Selain itu, beberapa pembicara yang turut berpartisipasi adalah VP of Data Management BCA Adhitya Bhaswara, VP of Data Management BCA Suwandi, serta AVP of Data Management BCA Timotius Nico.

Wakil Presiden Direktur BCA Armand Wahyudi Hartono menyatakan, “Diharapkan bahwa Konferensi Data BCA tahun 2025 bukan saja menampilkan kemampuan serta implementasi AI dalam ranah bisnis, namun juga lebih spesifik membahas masalah-masalah utama berkaitan dengan tatanan AI, seperti aspek-etika, peraturan, dan kebijaksanaan sebagai landasan untuk menggunakan teknologi AI dengan tanggung jawab. Mudah-mudahan event ini dapat mendorong kami semua bergerak maju menuju solusi atas tantangan-tantangan pada masa depan digital.”

Foto: BCA Angkat Beragam Topik Inspiratif Seputar Strategi Adopsi AI secara Etis dan Transparan di BCA Data Conference 2025 – Wakil Presiden Direktur BCA John Kosasih (tengah) berpose bersama para pakar dan praktisi yang berpartisipasi pada BCA Data Conference 2025. Gelaran ini menghadirkan beragam topik menarik, mulai dari strategi implementasi solusi AI, perkembangan regulasi dan aspek legal penggunaan AI di Indonesia, hingga pendekatan perusahaan dalam membangun solusi AI yang bertanggung jawab, etis dan transparan. Sekitar 400 nasabah hadir sebagai peserta dalam rangkaian sesi diskusi panel yang berlangsung di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (10/6).

BCA secara proaktif mendorong pemanfaatan AI yang sejalan dengan prinsip etika dan kepatuhan terhadap regulasi. Teknologi AI telah diterapkan dalam berbagai aspek operasional, seperti pengelolaan pengisian ulang ATM dan CRM, prediksi kebutuhan stok EDC dan
thermal paper
, serta deteksi potensi
fraud
melalui sistem
Fraud Detection
. Inovasi lain termasuk
Penilaian Digital untuk Penilaian Jaminan
(DIVA) yang menggunakan teknologi pembelajaran mesin untuk mengukur nilai jaminan dengan cara otomatis
real-time
, serta
Virtual Assistant Chat Banking
BCA (VIRA) yang menggunakan
Natural Language Processing
(NLP) guna menginterpretasikan bahasa sehari-hari pelanggan. Di bidang keamanan, teknologi AI diterapkan dalam fitur biometrik di aplikasi myBCA serta dalam tahapan verifikasi buka rekening online. Karena dedikasinya tersebut, BCA berhasil mendapatkan berbagai prestise, seperti anugerah Best Data Governance in Banking Digital Services dari acara DataGovAI Summit, Expo & Awards tahun 2018 dan juga pengakuan atas karyanya melalui penganugerahan DIVA oleh Brandon Hall Group Excellence in Technology Awards pada tahun 2024.

Opini: Menghadapi Krisis Tenaga Kerja di Era Serbuan AI

0


Oleh: Made Indra Prastya

Badan Pusat Statistik Provinsi Nusa Tenggara Timur


ZONA GADGET

Apabila Anda seorang pegawai kantor, sangat mungkin dalam tujuh hari terakhir ini Anda telah menggunakan ChatGPT, DeepSeek, Claude ataupun alat bantu kerja berbasis kecerdasan buatan lainnya demi mendukung tugas harian Anda.

Tidak bisa disangkal bahwa produktivitas pegawai dapat ditingkatkan dengan memanfaatkan bantuan kecerdasan buatan, khususnya untuk tugas-tugas di lingkungan perkantoran atau profesi pekerja kerah putih.

Menurut laporan dari CNBC, kecerdasan buatan tidak hanya memperbaiki efisiensi karyawan tetapi juga bisa mengambil alih tugas pekerja manusia, terutama di jabatan tingkatan awal.

Perubahan besar dalam situasi lapangan kerja di masa depan merupakan tantangan berarti bagi Indonesia yang saat ini mengalami kelebihan jumlah penduduk usia produktif karena adanya bonus demografi.

Laporan dari World Economic Forum berjudul “The Future of Jobs Report 2025” menunjukkan bahwa kira-kira 40% majikan global bakal mengurangi jumlah pekerja dalam bidang tugas-tugas yang dapat dikerjakan oleh kecerdasan buatan atau AI.

Walaupun diperkirakan akan muncul sebanyak 170 juta lowongan kerja baru di seluruh dunia, tetapi 92 juta pekerjaan lainnya diyakini bakal lenyap akibat tergantikan oleh teknologi kecerdasan buatan.

Fenomena Bottleneck diharapkan akan terjadi, di mana tenaga kerja cenderung digantikan oleh kecerdasan buatan sebelum peluang kerja baru muncul.

Keadaan tersebut bisa menyebabkan kenaikan tingkat pengangguran yang harus diwaspadai dengan cermat.

Berbagai bidang kerja yang mengalami pengaruh besar karena adanya AI meliputi industri teknologi informasi dan komunikasi, serta sektor jasa perbankan dan asuransi.

Apabila revolusi industri 3.0 yang ditandai dengan otomatisasi mesin telah mempengaruhi sejuta buruh pabrik atau blue-collar workers, maka era industrialisasi ke-4 ini bakal menciptakan perubahan besar bagi para profesional kantoran atau white-collar workers.

Salah satu contoh umum yang kita jumpai adalah bagaimana perusahaan menerapkan AI seperti chatbot dalam layanan pelanggan sebagai tahap awal sebelum dialihkan kepada tenaga kerja manusia.

Meskipun tidak secara penuh menggantikan pekerja manusia, namun perusahaan akan memaksimalkan profit dengan cara meminimalisir pekerja manusia dan menggantikannya dengan AI.

Pekerja entry level atau pekerja pemula diperkirakan akan terkena dampak yang signifikan karena mayoritas pekerjaan yang ditangani bersifat administratif, repetitif, dan berisiko rendah yang dapat diotomatisasi AI dengan baik.

Tiap tahun ratusan ribuan pekerja baru bakal masuk ke dalam lapangan kerja, tetapi kesempatan untuk mereka makin berkurang.

Berdasarkan informasi dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah tenaga kerja di Provinsi Nusa Tenggara Timur pada tahun 2024 mencapai 3.118.678 orang, naik sebanyak 127.962 pekerja dibandingkan dengan tahun sebelumnya dan diperkirakan akan tetap mengalami peningkatan dalam beberapa tahun mendatang.

Walaupun kebanyakan tenaga kerja di Nusa Tenggara Timur bekerja di bidang pertanian yang cenderung aman dari otonomi AI, masih ada sekitar 750 ribu pekerja kantor yang rawan mengalami gangguan akibat perkembangan teknologi tersebut.

Tantangan menjadi lebih rumit saat mempertimbangkan latar belakang pendidikan tenaga kerja.

Hanya 14 persen yang merupakan lulusan pendidikan tinggi pada tahun 2022.

Hal ini berarti sebagian besar pekerja kantoran tersebut masuk ke kelompok rentan kehilangan kesempatan kerja karena digantikan AI.

Meskipun orang yang telah menyelesaikan pendidikan tinggi tak menjamin akan langsung memperoleh pekerjaan, sebab mereka harus berkompetisi bukan saja melawan para pelamar lainnya, tapi juga menghadapi kecanggihan AI yang terus meningkat.

Kecerdasan buatan saat ini dapat melaksanakan analisis data, menghasilkan laporan, memproduksi konten, serta merancang grafik cukup dengan bantuan prompt atau petunjuk yang singkat dan mudah.

Akibatnya, tugas-tugas yang dulunya memerlukan banyak tenaga kerja manusia dengan berbagai kemampuan bisa disederhanakan menjadi hanya melibatkan satu atau dua individu bersama dukungan kecerdasan buatan (AI), sehingga menimbulkan penurunan jumlah lowongan pekerjaan.

Pada saat ini, Provinsi Nusa Tenggara Timur sebenarnya belum menjadi daerah yang mengalami dampak besar dari eksposur ke teknologi Artificial Intelligence atau kecerdasan buatan.

Sebagai daerah yang ekonominya masih sangat bergantung pada bidang pertanian, masuknya teknologi kecerdasan buatan (AI) belum sampai pada tahap yang perlu dikhawatirkan layaknya di provinsi-provinsi berorientasi industri ataupun sentra bisnis.

Ini dikarenakan infrastrukturnya belum banyak berkembang, sehingga penerapan kecerdasan buatan membutuhkan dana yang cukup tinggi dan sebagian besar tugas tetap berupa pekerjaan fisik.

Akan tetapi, apabila tanpa adanya persiapan serta tindakan campur tangan dari pihak pemerintahan, kecerdasan buatan ini bisa berubah jadi boms waktu di masa depan.

Tidak peduli terhadap perkembangan dalam dunia pekerjaan dapat menyebabkan kenaikan tingkat pengangguran yang mungkin akan mencetuskan berbagai macam masalah sosial tambahan.

Selain itu, ketimpangan dalam hal teknologi informasi serta kurangnya kualifikasi pendidikan pada kelompok pekerja di NTT bisa makin melemahkan kemampuan bersaing para buruh setempat di lapangan kerja secara nasional.

Penelitian bersama antara Amazon Web Services (AWS) dan Access Partnership berjudul “Mempercepat Ketrampilan AI: Menyiapkan Tenaga Kerja di Wilayah Asia Pasifik untuk Pekerjaan Masa Depan” yang diluncurkan pada bulan Maret tahun 2024 mengungkap bahwa permintaan terhadap profesional mampu bekerja dengan teknologi AI bakal meningkat signifikan. Sementara itu, mereka yang kurang memiliki kemahiran dalam bidang digital diprediksi akan kesulitan bersaing di tengah persaingan lapangan kerja yang semakin ketat.

Keadaan ini pastinya memberi peringatan kepada NTT agar dengan cepat meningkatkan kemampuan sumber daya manusia, mengembangkan layanan pendidikan berteknologi, dan menyusun regulasi tenaga kerja yang responsif terhadap pertumbuhan AI.

Pemerintah harus menyusun strategi baik jangka pendek maupun jangka panjang untuk menavigasi tantangan tenaga kerja yang disebabkan oleh kemajuan teknologi AI.

Secara singkat, pemerintah bisa melaksanakan pencitraan menyeluruh tentang keadaan tenaga kerja di Nusa Tenggara Timur dan menentukan jenis profesi mana saja yang mungkin rentan terpengaruh oleh otonomi atau teknologi baru. Selain itu, mereka juga harus meramalkan bidang-bidang industri apa sajakah yang akan memiliki kebutuhan karyawan besar pada waktu yang akan datang.

Berdasarkan temuan dalam peta tersebut, pihak berwenang bisa merancangkan kursus latihan dan pengembangan keahlian yang ditujukan untuk area-area yang menjanjikan di zaman digital ini, misalnya teknologi informasi mendasar, wirausaha, pariwisata, serta kemampuan terapan di industri pertanian maju.

Program pelatihan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas dan daya saing angkatan kerja yang tersedia saat ini, tetapi juga menjadi strategi untuk memastikan penyerapan tenaga kerja lokal secara optimal.

Dalam jangka panjang, pemerintah perlu menyusun roadmap transformasi ketenagakerjaan berbasis digital yang selaras dengan potensi ekonomi daerah, termasuk memperkuat pendidikan vokasi, serta menghadirkan infrastruktur digital yang merata untuk mempersempit kesenjangan digital dan menjamin setiap individu mendapatkan akses yang sama.

Sebagai individu, yang dapat kita lakukan adalah meningkatkan keterampilan diri agar tetap relevan di tengah perubahan lanskap ketenagakerjaan.

Generasi muda dan angkatan kerja produktif perlu secara aktif mengembangkan kemampuan digital dasar, literasi AI, serta keterampilan yang bersifat kreatif dan analitis yang masih sulit digantikan oleh teknologi.

Akses internet dan AI semakin mempermudah individu untuk meningkatkan skill mereka.

Layanan semacam ChatGPT, bila digunakan secara tepat sasaran, bisa berfungsi sebagai pembimbing digital yang mendukung pemahaman tentang ide-ide terbaru serta menguasai kemampuan teknis sesuai dengan permintaan pasar kerja modern.

Banyak video pelajaran khususnya yang berkaitan dengan teknologi informasi dapat ditemukan secara cuma-cuma di YouTube.

Platform belajar online pun berebut untuk menawarkan kursus singkat bersertifikat dengan harga terjangkau dan materi yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja.

Inisiatif personal diperlukan untuk mengembangkan diri melalui investasi dalam hal pembelajaran, menggunakan segala fasilitas yang ada.

Meskipun ada berbagai pendapat tentang kecerdasan buatan, satu fakta yang tak dapat dibantahkan ialah bahwa teknologi ini bakal terus maju dan perlahan merombak peta industri pekerjaan.

Tiap kali ada pergantian yang signifikan pasti bakal timbul gesekan, hambatan, sambil membuka kesempatan baru.

Agar dapat mencegahnya perlu dibuat aturan yang kuat serta melibatkan pihak-pihak dari kalangan masyarakat guna menjamin bahwa keputusan akan bersifat bermoral dan adil bagi semua orang.

Oleh karena itu, pertumbuhan kecerdasan buatan bisa diorientasikan untuk menguatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan tanpa meninggalkan golongan yang berisiko terhadap jurang digital yang semakin lebar.(* )

Terusikin berita dari ZONA GADGET terus ya
di Google News

Oppo Reno 13A Diluncurkan: Layar AMOLED Serba Cepat dengan Baterai Besar 5.800 mAh

0


ZONA GADGET

– Oppo merilis smartphone terbarunya yang diberi nama Reno 13A di pasar Jepang, Kamis (19/6/2025).

Beberapa fitur unggulan yang dihadirkan mencakup layar AMOLED dengan
refresh rate
tepatnya mencapai 120 Hz, baterainya berkapasitas 5.800 mAh, serta
System on Chip
(SoC) Snapdragon 6 Generasi Pertama.

Layar dengan
refresh rate
tinggi memungkinkan pengalaman
scrolling
Lebih halus, khususnya ketika sedang memainkan permainan.

Ponsel ini memiliki modul kamera persegi panjang dengan sudut membulat di keempat sisinya. Modul tersebut menampung dua kamera belakang yang diposisikan secara vertikal.

Secara desain, Oppo Reno 13A serupa dengan Reno 13 series yang sudah dirilis lebih dulu pada awal tahun 2025. Akan tetapi, spesifikasinya cukup berbeda.

Perbedaan spesifikasinya terletak di sektor chipset, kapasitas baterai, dan sebagainya. Lebih jelasnya, simak rincian spesifikasi Oppo Reno 13A yang sudah dirangkum
KompasTekno
dari
Gizmo China
, Jumat (20/6/2025).


Spesifikasi Oppo Reno 13A

Oppo Reno 13A dilengkapi dengan layar AMOLED berukuran 6,7 inci.
refresh rate
Layar berkecepatan refresh rate 120 Hz dan resolusi FHD Plus ini mencapai kecerahan tertinggi sebesar 1.200 nits. Dilengkapi pula dengan lapisan pengaman kaca dari AGC Dragontrail STAR2.

Layarnya telah dilengkapi dengan fitur pembaca sidik jari.
(in-display fingerprint)
, serta sebuah
punch hole
Di bagian atas tengah layar terdapat tempat untuk kamera depan dengan resolusi 32 MP.

Soal kamera belakangnya, terdapat tiga konfigurasi kamera yang meliputi kamera utama 50 MP (f/1.8, OIS), lensa ultrawide 8 MP dengan jarak pandang 112 derajat, serta kamera makro 2 MP.

Oppo Reno 13A menggunakan Snapdragon 6 Gen 1 sebagai prosesor utamanya. Prosesor ini dikombinasikan dengan memori RAM LPDDR4X berkapasitas 8GB serta ruang penyimpanan UFS 3.1 sebesar 128GB.

Namun, ruang penyimpanan dapat diperluas hingga 1 TB via slot microSD yang tersedia. Adapun Reno 13A juga sudah dilengkapi fitur RAM Expansion sehingga kapasitas RAM bisa diperbesar hingga 16 GB.

Baterainya berkapasitas 5.800 mAH dan sudah mendukung pengisian daya cepat (
fast charging
) 45 watt. Interface (
user interface
/UI) yang melapisi layar ponsel adalah ColorOS 15 berbasis Android 15.

Lainnya termasuk fitur dual SIM (yang terdiri dari slot kartu fisik serta eSIM), kompatibilitas dengan jaringan 5G, Wi-Fi 802/11ac, Bluetooth versi 5.1, teknologi NFC, dua pemutar suara stereo, serta port USB-C yang dapat digunakan untuk mengisi baterai atau mentransfer data.

Oppo Reno 13A sudah mengantongi sertifikasi IP68/69 sehingga dapat tahan debu dan ciptratan air.

Berdasarkan tampilan desain serta speknya, ponsel pintar ini pun termasuk sebagai
rebranding
Dari Reno 13F yang telah secara resmi diluncurkan di Indonesia pada Januari 2025.


Harga Oppo Reno 13A

Reno 13A dijual senilai 48.000 yen yaitu kira-kira setara dengan Rp 5,4 juta. Pilihan warnanya meliputi Charcoal Gray, Ice Blue, serta Luminous Navy.

Saat ini produk tersebut hanya tersedia di Jepang dan akan diluncurkan secara resmi pada tanggal 26 Juni nanti.