Senin, Mei 18, 2026
Beranda blog Halaman 717

Konten Berbahaya AI: MUI Soroti Sisi Gelap yang Mengancam Pada Hari Pertama di Neraka

0


WARTA PONTIANAK

– Suatu postingan tentang kehidupan di ‘ neraka’ pada hari pertama yang menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) menjadi sorotan dan memicu perdebatan di platform-media sosial.

Mengenai masalah itu, Ketua MUI Departemen Informasi dan Komunikasi, Kiai Masduki sangat menyesali tingkat partisipasi masyarakat yang malah mengundang polemik serta kritikan buruk.

“Perdebatan tentang kecerdasan buatan (AI) yang mencakup deskripsi hari pertama di neraka, sepertinya akan menyebabkan gempar di kalangan publik dan dapat memicu kontroversi serta ketidaksetujuan terhadap keyakinan agama,” jelas Kiai Masduki pada hari Kamis, tanggal 19 Juni 2025.

Menurut dia, neraka adalah salah satu hukuman, yakni ancaman serius menurut ajaran keagamaan. Dalam video itu, neraka digambarkan seperti tempat yang mudah ditolerir dan seakan menyenangi tinggal di sana.

“Saya rasa hal tersebut sungguh-sungguh membahayakan,” tambahnya.

Sebelum videonya menyebar luas, ada juga rekaman buatan kecerdasan buatan yang memperlihatkan Ka’bah sebagai tempat berkumpulnya komunitas LGBT. Tentunya hal itu telah mencemaskan dan termasuk dalam kategori pencemarkan nama baik agama.

“Menyinggung tentang kecerdasan buatan, menurut pendapatku itu adalah aspek negatif,” ungkap Kiai Masduki.

Kiai Masduki pun menyebutkan pula bahwa kecerdasan buatan ternyata mempunyai dua aspek ketika digunakan, yaitu segi positif serta segi negatifnya.

Bagian positif yang disebutkan di sini ialah kemampuan AI untuk mengatasi berbagai macam pertanyaan. “Baik mahasiswa, pelajar ataupun individu biasa dengan pengetahuan terbatas tentang topik-topik sehari-hari atau agama, banyak sekali pertanyaannya dapat diselesaikan melalui bantuan dari AI ini,” jelasnya.

Namun, Kiai Masduki menyatakan tegas bahwa AI memiliki aspek negatif, yaitu AI tidak mampu mengenali antara paham keagamaan yang tepat dengan yang salah.

“AI tidak dapat menentukan mana yang ekstrem dan mana yang moderat, atau manakah Islam yang bersikap tengah dan yang berlebihan. Oleh karena itu, semua jenis tersebut boleh dimasukkan ke dalam AI,” katanya.

Kiai Masduki mengatakan bahwa sangat krusial bagi setiap orang yang ingin mempraktikkan agamanya dengan baik supaya memiliki seorang mentor yang dapat memberikan bimbingan serta menanyakan hal-hal lebih jauh tentang materi yang terdapat pada AI itu.

“Sangat penting bagi kita untuk mempelajari agama dengan bersanad, yang berarti memiliki jejak guru-gurunya. Sebab jika hanya mengandalkan pembelajaran dari AI, agama akan terlihat seolah-olah seperti hutan belantara,” jelasnya.

“Sebagai penggemar AI, kita perlu bijak dalam mempertimbangkan dan menganalisis isi dari berbagai konten,” imbuhnya.

WhatsApp Sambut Iklan Ala Instagram Stories; Intip 2 Fitur Terbaru Lainnya

0


ZONA GADGET

WhatsApp saat ini sudah memulai untuk menayangkan iklannya pada platform tersebut.

Perusahaan induk WhatsApp, Meta, telah menambahkan iklan ke salah satu fiturnya yang bernama Status WA.

Iklan pada status WhatsApp menampilkan seperti halnya iklan yang ada di Instagram Stories.

Ketika pengguna menggeser layar untuk melihat Status teman, iklan akan muncul di sela-sela konten tersebut.

Meta menyatakan bahwa iklannya disesuaikan secara personal dengan menggunakan beberapa informasi, termasuk lokasi pemakai, bahasa yang mereka gunakan, dan Saluran yang mereka ikuti.

Selain itu, data interaksi pengguna dengan iklan di platform Meta lain juga menjadi acuan.

Meski begitu, Meta menegaskan tidak menggunakan data pribadi sensitif seperti nomor telepon, percakapan, panggilan, maupun grup WhatsApp untuk kebutuhan iklan ini.

Apabila pengguna mengaitkan akun WhatsApp mereka dengan Pusat Akun Meta serta tersambung ke Facebook atau Instagram, maka pilihan di kedua platform itu pun turut dipakai untuk memunculkan iklan yang sesuai.

Selain iklan di Status, WhatsApp juga mengumumkan dua fitur baru lainnya, yaitu layanan berlangganan dan promosi Saluran (Channel).

Melalui layanan langganan, pemilik saluran dapat memberikan isi premium bertajir kepada para pendukungnya.

Namun, hingga kini belum ada informasi resmi soal besaran biaya langganan per Saluran.

Fitur Promosi Saluran membolehkan akun bisnis atau organisasi menonjolkan saluran mereka pada tab “Explore” di WhatsApp, sehingga menjadi lebih terjangkau dan mudah ditemui oleh para penggunanya.

Saluran yang dipromosikan akan diberi label “Beriklan” untuk menunjukkan bahwa itu adalah konten berbayar.

Berdasarkan WhatsApp, keempat fitur baru tersebut diperkenalkan guna menanggapi pertumbuhan minat pengguna pada fungsi Status dan Grup.

WhatsApp mengeklaim, lebih dari 1,5 miliar pengguna mengakses kedua fitur tersebut setiap harinya.

Sejauh ini, WhatsApp juga menghasilkan pendapatan melalui fitur WhatsApp Business dan iklan dengan opsi “klik untuk WhatsApp”.

Meta menyebut, dua sumber ini sebagai salah satu faktor utama pertumbuhan bisnis mereka dalam laporan keuangan kuartal ketiga tahun 2024.

“Kami melihat adanya peningkatan berkelanjutan di area ini. Dan khususnya, pertumbuhan iklan Click-to-WhatsApp tetap sangat kuat,” kata Meta dalam laporan tersebut.

VP Product WhatsApp, Alice Newton-Rex, menyebut kehadiran tiga fitur anyar ini sebagai bagian dari evolusi pengembangan WhatsApp untuk memudahkan pengguna menemukan akun bisnis secara langsung di platform, dirangkum KompasTekno dari Tech Crunch, Selasa (17/6/2025).

“(Fitur iklan dan promosi produk) terasa seperti evolusi lama karena kedua bisnis tersebut telah berkembang membantu orang menemukan akun bisnis secara langsung di WhatsApp. Inilah yang sering kami dengar dari para pelaku bisnis yang juga ingin melakukan hal yang serupa,” jelas Rex.

Monitoring oleh KompasTekno pada hari Selasa (17/6/2025) menunjukkan bahwa ketiga fitur tersebut belum tersedia di Indonesia.

WhatsApp akan dirollback ke pasaran dunia secara berangsur-angsur. (*)

Artikel ini sudah dipublikasi di Kompas.com dengan berjudul ”
WhatsApp Sekarang Dilengkapi dengan Iklan, Ini Dia Cara Tampaknya
“.

Ikuti kabar terkini yang sedang tren di kanal-kanal berikut:
Channel WA
,
Facebook
,
X (Twitter)
,
YouTube
,
Threads
,
Telegram

Diklaim Sebagai Metahuman AI Pertama di Indonesia, Nirmala Bidik Pasar Perbankan

0


ZONA GADGET,

JAKARTA — Ruang Waktu, creative tech yang berfokus pada
kecerdasan buatan (AI)
, mengembangkan solusi kecerdasan buatan bertema meta-human bernamakan Nirmala yang mampu mendukung perusahaan dalam menyajikan interaksi baru bagi para klien korporat.

Dua dari empat bank milik pemerintah (
Himbara
Diketahui sedang dalam negosiasi untuk mengadopsi Nirmala dengan tujuan mendukung tim layanan pelanggan alias customer service (CS).

Ruang Waktu menyatakan bahwa Nirmala adalah metahuman pertama di Indonesia, dan bahkan di seluruh Asia Tenggara, yang mampu berkomunikasi langsung dengan manusia. Nirmala dikendalikan sepenuhnya secara otomatis tanpa campur tangan manusia dari belakang panggung.

Nirmala sebelumnya sudah mengadakan lebih dari lima siaran langsung di platform TikTok dan YouTube. Dalam sesi-sesi tersebut, dia berhasil membacai dan menjawab komentar dari penonton secara real-time tanpa menggunakan teks atau bantuan operator.

Perusahaan pun pernah menyaksikan sendiri bagaimana interaksi Nirmala dengan para pelanggan. Nirmala mampu merespons pertanyaan dengan jelas dan singkat. Ketika menemui sesuatu yang tak dia ketahui, Nirmala selalu memulai balasan dengan ucapan permohonan maaf terlebih dulu.

Saat menyelesaikan pertanyaan yang mereka pahami, Nirmala mampu menjawab seraya berperilaku layaknya manusia, termasuk menggunakan gerakan wajah dan ekspresi seperti tersenyum, menganggukkan kepala, menggelengkan kepalanya, serta hal-hal semacam itu.

Ada beberapa hal yang perlu disempurnakan dari Nirmala. Waktu jawab atau latensi atas pertanyaan yang diberikan masih ada sedikit jeda waktu. Nirmala juga harus ‘disuapin’ lebih banyak data lagi agar makin sempurna dalam memberikan jawaban.

Terkait dengan delay waktu dan latensi, Co-Founder dari Ruang Waktu Seto Hendrianto menyebut bahwa perusahaan sedang berupaya keras untuk mengurangi nilai latensinya agar respons menjadi lebih cepat. Selain itu, Seto percaya bahwa keadaan serta atmosfer dalam suatu ruangan ikut mempengaruhi tingkat latensi tersebut.

Untuk mendapatkan jawaban soal yang lebih beragam dan jelas, Ruang Waktu bisa dikembangkan sesuai dengan permintaan perusahaan-perusahaan besar. Seto menggarisbawahi bahwa Nirmala mampu berkembang menjadi apapun yang dibutuhkan.

Seto juga mengatakan Nirmala siap untuk mendukung kebutuhan berbagai industri. Belum lama, Ruang Waktu telah mendemokan Nirmala di 2 perbankan besar milik negara. Seto masih merahasiakan dua perbankan tersebut. Selain perbankan, Nirmala juga berpotensi dimanfaatkan oleh sektor lain, salah satunya ritel.

“Kami sempat demo-kan di 2 perbankan negara. Potensi besar juga ada di retail, terutama untuk UMKM dan toko-toko lokal,” kata Seto kepada Bisnis, Kamis (19/6/2025)

Dia mengatakan bahwa Metahuman Nirmala berbeda dengan chatbot. Nirmala dapat menjawab berbagai jawaban yang ditanyakan. Ini merupakan kelebihan sekaligus tantangan. Ruang Waktu terus mematangkan agar ke depan jawaban yang diberikan Nirmala sesuai konteks pertanyaannya.

Ruang Waktu memegang prinsip bahwa teknologi harus bisa diakses semua orang. Mereka ingin Nirmala ke depan dapat diakses lewat smartphone, dengan personalisasi yang membuat pengguna lebih terhubung secara emosional dengan AI.

Seto menekankan pentingnya edukasi agar masyarakat tidak sekadar menjadi pengguna pasif AI, tapi tetap mengasah critical thinking dan problem solving.

“AI harusnya hanya sebagai alat penunjang, bukan untuk membuat manusia menjadi tergantungan dan kehilangan kemampuan berpikir,” katanya.

Roadmap Pengembangan Nirmala

Untuk Nirmala, Ruang Waktu melakukan pengembangan pada berbagai infrastruktur krusial. Visual real-time Nirmala dibangun menggunakan Unreal Engine, yang memungkinkan tampilan metahuman yang realistis.

Sementara itu, percakapan yang alami dan dinamis dihasilkan melalui integrasi dengan Large Language Model (LLM). Kombinasi teknologi ini memungkinkan Nirmala tampil sebagai pribadi AI yang responsif dan hidup.

Untuk mengoptimalkan performa jaringan, Ruang Waktu mengembangkan AI routing pipeline serta latency optimizer, yang memungkinkan Nirmala merespons secara cepat dan instan. Guna menjaga konsistensi karakter dan gaya komunikasi Nirmala dalam jangka panjang, tim Ruang Waktu menerapkan sistem persona memory yang memastikan sifat, nada bicara, dan kepribadiannya tetap terjaga di setiap interaksi dan segala kondisi.

Sepanjang tahun 2025, Ruang Waktu bertujuan untuk memperluas proyek Nirmala supaya bisa cepat tersedia di banyak platform. Di samping itu, mereka juga akan fokus pada peningkatan aspek kemandiriannya, yang mana hal ini akan membuat Nirmala kelak mampu mengambil keputusan dengan bebas dan independen.

Tahun 2026, Ruang Waktu bertujuan untuk meningkatkan aset intelektualnya sambil mendukung kemajuan sosial melalui penerapan multiple akses. Hal ini memastikan bahwa teknologi tersebut bisa dinikmati oleh publik secara luas.

“Proyek Nirmala baru saja memulai perubahan besar ini. Dalam waktu 2-3 tahun mendatang, kami bertujuan untuk melanjutkan pengembangan teknologi yang benar-benar mandiri dan otomatis. Tujuannya adalah agar kita bisa memberikan manfaat lebih kepada sektor industri serta seluruh masyarakat,” jelasnya.

Sebuah contoh penerapan nyata dari Project Nirmala adalah kerjasama yang bakal terjalin dengan Cosmic Clothes Bandung pada tanggal 18 Juni mendatang.

Kerjasama ini juga menjadi kesempatan pertama bagi Nirmala menguji kemampuan live selling-nya. Dia akan bertindak sebagai seorang pembawa acara dalam siaran langsung, menjual produk serta berkomunikasi dengan para pelanggan daring.

Spesifikasi dan Harga Advan X1: HP Gaming Lokal Berkualitas dengan Harga Terjangkau – Cek Kelebihan dan Kekurangannya!

0


ZONA GADGET–

Advان X1 muncul sebagai solusi bagi mereka yang mencari ponsel gaming berkualitas dengan harga terjangkau. Perangkat ini menjadi penanda comeback Advan di pasaran setelah periode ketidakefektifannya pada tahun 2022.

Dengan membawa layar berkecepatan 120Hz, prosesor Helio G100, serta kamera primer 64MP, Advan X1 hadir dengan kepercayaan diri dalam pasar smartphone satu jutaan rupiah. Tak hanya itu, fitur canggih lainnya seperti NFC, gyroscrope fisik, bahkan penyimpanan UFS 2.2 juga telah dimasukkan kedalam perangkat ini.

Bukan hanya para pemain game yang akan tertarik dengan Advan X1; perangkat ini juga sesuai bagi siswa serta pengguna aktif di media sosial yang mencari kinerja responsif dan tampilan modern. Meskipun demikian, tetap dalam rentang harga terjangkau, beberapa hal mungkin perlu dikorbankan.

Di bawah ini adalah rincian penuh tentang spesifikasi, kelebihan, dan kelemahan dari Advan X1, smartphone produksi dalam negeri yang berpotensi menarik perhatian di pasaran domestik.


Layar Sempurna dengan Kinerja Gaming yang Handal

Advan X1 memiliki panel layar IPS LCD seluas 6,78 inci yang menawarkan resolusi Full HD+. Layarnya juga didukung refresh rate cepat sebesar 120Hz, sangat cocok untuk aktivitas gaming serta menjelajahi media sosial.

Fitur tingkat-refresh dinamis turut diintegrasikan, membantu mengirit daya baterai ketika penggunaan tidak terlalu berat. Tampilan visualnya nampak jernih serta cepat merespons.

Dari segi kinerja, prosesor MediaTek Helio G100 yang disandingkan dengan GPU Mali-G57 MC2 memberikan kombinasi yang cukup handal untuk menjalankan permainan seperti Free Fire dan juga Mobile Legends.

Dengan RAM sebesar 8 GB dan ruang penyimpanan UFS 2.2 berkapasitas 128 GB, proses multitasking menjadi sangat mulus sementara waktu muatan aplikasi pun meningkat drastis.


Kamera Sony dengan Resolusi 64 MP serta Fitur Ekstra yang Menggoda

Sektor kamera belakang mengandalkan sensor Sony IMX782 beresolusi 64 MP. Hasil foto tajam dan detail di kondisi cahaya cukup.

Perekaman video dapat menghasilkan resolusi 2K (1440p) dengan kecepatan 30 FPS. Walaupun belum dilengkapi fitur penstabil gambar, hal tersebut tetap membuatnya sangat baik di kategorinya berdasarkan harga yang ditawarkannya.

Lainnya fitur unik yang kurang umum pada kelompok ini adalah adanya teknologi NFC, sensor sidik jari di sisi perangkat, dan gyroscrope fisik. Sesuai bagi pemain game tembak-tembakan orang pertama.

Ada pula slot untuk kartu microSD dengan kapasitas hingga 512 GB. Sementara itu, port audio jack 3,5 mm tetap dijaga, sehingga pemakaian headphone berkabel masih dapat dilakukan secara leluasa oleh para penggunanya.


Desain Modern dengan Ketahanan Baterai Yang Handal

Bodi Advan X1 menampilkan desain datar yang sedang populer saat ini. Dengan finishing berkilau dan tersedia dalam dua pilihan warna, yaitu hitam marmar dan putih polos, tampilannya terlihat sangat moderen.

Beratnya yang mencapai 205 gram serta tebal sebesar 8 mm tetap membuat perangkat ini nyaman dipegang. Sangat sesuai untuk penggunaan jangka panjang, bahkan saat sedang asik memainkan game.

Baterai dengan kapasitas 5000 mAh ini sangat tahan lama dan bisa bertahan sepanjang hari. Meskipun kecepatan pengisian dayanya hanya mendukung hingga 18W yang tidak termasuk cepat, namun hal itu sudah lebih dari cukup berguna.

Berkat efisiensi dayanya yang didukung oleh teknologi refresh rate dinamis, Advan X1 masih hemat energi walaupun dipakai secara intensif.


Harga serta Kompetitor dalam Kategorinya

Harga Advan X1 pada bulan Juni tahun 2025 dipatok kira-kira Rp1.649.000. Harga tersebut menjadikannya kompetitor yang kuat terhadap Infinix Hot 50, Itel P70, serta Samsung Galaxy A06.

Dikelas harganya ini, hp dengan layar 120Hz, penyimpanan UFS 2.2, serta kamera utama beresolusi 64 MP menggunakan sensor Sony sangatlah langka. Keunggulan yang dimiliki oleh Advan X1 adalah fitur-fitur tersebut.

Advan X1 memberikan penawaran istimewa bagi smartphone di rentang harga Rp1 jutaan. Spesifikasi yang setara dengan kategori menengah dimasukkan ke dalam desain berbiaya rendah.

Panel lancar dengan kecepatan refresh 120Hz, kinerja bermain game yang handal, serta dilengkapi dengan fitur komplit seperti NFC dan giroskop membuatnya menjadi opsi menggoda untuk gamers pemula.

Walaupun memiliki kelemahan seperti speaker tunggal dan casing berbahan plastik mengkilap, hal tersebut tetap bisa diterima dalam segmen harganya saat ini.

Bagi Anda yang mengejar fasilitas modern dan kinerja handal tanpa merogoh kocek terlalu dalam, Advan X1 pantas menjadi opsi pertama. ***

Perbandingan AI Photo Generator ChatGPT vs Google Gemini: Mana yang lebih Nyata?

0


ZONA GADGET

– Belakangan, media sosial diramaikan dengan gambar yang dihasilkan
(generate)
oleh
tools
AI berbasis
text-to-image
. Gambar-gambar itu kemudian dibagikan ke berbagai platform, seperti Instagram, Facebook, dan X (dulu Twitter).

Dua perangkat lunak populer yang sering digunakan oleh pengguna internet adalah bot obrolan AI ChatGPT dan Google Gemini.

Beberapa hasil dari pengguna media sosial ini terlihat sangat realistik. Ekspresi wajah, nada warna kulit, pori-pori, dan garis halus pada wajah, serta berbagai detil lainnya, nyaris tak bedanya dengan gambar asli yang diambil menggunakan kamera ponsel atau kamera digital biasa.

Bahkan, beberapa foto juga menampilkan “vibe” AI yang relatif minim, sehingga semakin menyerupai foto asli.

Agar mengetahui seberapa realistik gambar yang dihasilkan oleh chatbot kecerdasan buatan, KompasTekno
akan mencoba dua generator gambar AI terkenal, yaitu ChatGTP dan Gemini.

Maka, seperti apa sebenarnya hasilnya? Inilah perbandingan yang dapat kami tampilkan.


Hasil gambar dari ChatGPT

Dari hasil uji coba
KompasTekno
Pada kedua platform ini, yaitu Gemini dan ChatGPT, masing-masing menawarkan karakteristik unik serta output gambar yang berbeda. Untuk melakukan perbandingan, kami mendapatkan paling tidak lima contoh gambar dari tiap platform tersebut.

Bermula dari ChatGPT, saat memasukkan perintah untuk membuat gambar, bot percakapan buatan OpenAI ini dapat menciptakan hasil visual yang sangat detail dan hidup, dengan variasi kontras serta penerangan yang memberikan kesan bahwa karakter tersebut hampir mirip dengan wajah manusia sungguhan.

ChatGPT dapat mengenali susunan subjek dalam gambar berdasarkan prinsip-prinsip fotografi; yaitu, bagian depan dari subjek dijaga agar tetap tajam sementara area belakang agak kabur, serta terdapat efek bokeh untuk meningkatkan keindahannya.

Kombinasi cahaya, palet warna, susunan, serta unsur-unsur fotografi lainnya terlihat serasi dan mendukung satu sama lain. Penambahan efek bayangan, noda keringat dan minyak pada area wajah pun memberikan kesan yang lebih hidup pada gambar tersebut.

Namun, kita juga mengidentifikasi sejumlah kelemahan. Antara lain, gambar buatan AI oleh ChatGPT tampaknya memiliki posisi tubuh dan ekspresi wajah yang belum natural, penggunaan warna yang terkesan berlebihan dengan banyak detil, serta kurangnya ide-ide baru atau unik.

Beberapa posisi dan dimensi tubuh dirasakan sebagai tidak serasi. Terdapat gambar di mana kepala tak sesuai dengan bentuk badannya. Pandangan mata yang tertuju pada lensa kamera pun kelihatan datar, seperti tiada nyawa.

KompasTekno
mencoba men-
generate
Beberapa gambar tambahan dengan prompt yang serupa. Meskipun demikian, ChatGPT hanya mengganti wajah dari karakter tersebut dan menyesuaikan sudut pandang gambarnya agar agak berbeda dari sebelumnya.

Kami berpendapat bahwa output dari ChatGPT memiliki tingkat eskpresi yang rendah serta cenderung kurang kreatif. Di antara lima contoh yang telah kamihasilkan, terdapat sudut pandang tertentu yang belum sepenuhnya nampak realistik. Selain itu, jenis gambarnya sama saja tanpa adanya variasi atau inovasi tambahan oleh ChatGPT.

Kami sudah mencoba mengakalinya dengan membuka ruang percakapan (new chat) baru untuk menghindari pengambilan data dari sampel di percakapan sebelumnya. Namun, hasilnya tetap serupa, identik, dan tidak banyak kreasi yang dilakukan oleh ChatGPT.


Hasil gambar dari Gemini

Beralih ke Google Gemini. Menurut kami, Gemini mampu menghasilkan gambar yang lebih ekspresif, kreatif, sekaligus mempertahankan kualitas realistis dari foto yang dihasilkan.

Bila dibandingkan dengan ChatGPT, Gemini memang menghasilkan gambar yang tidak begitu detail dan sekontras ChatGPT. Namun, dengan mengurangi dua elemen tersebut, hasil gambar yang di-generate justru tampak lebih nyata dan “manusiawi”.

Untuk gambar pertama dan kedua, berdasarkan penilaian
KompasTekno,
Kedua gambar itu dapat dianggap hampir mirip dengan fotografi aslinya.
smartphone.

Hasil gambar tersebut tidak terlalu banyak cahaya, seperti itu
flashlight
Di ChatGPT sebelumnya, meskipun hasilnya terlihat agak memudar, detail dari gambar serta posisi tubuh yang diciptakan masih sangat mirip dengan bentuk manusia nyata.

Pemilihan warnanya tetap enak dilihat oleh mata, sehingga kombinasi antara objek dengan background fotonya terlihat serasi dan menyatu.

Bukan hanya itu saja, Gemini malah memperlihatkan output yang lebih kreatif dengan kemampuan untuk menciptakan lima contoh gambar yang memiliki gaya, posisi tubuh, serta tempat pengambilan foto yang semuanya beragam.

Berbeda dengan ChatGPT yang cenderung tetap dalam satu posisi dan gaya, bahkan digunakan dari sudut pandang yang beragam, seperti medium.
close-up
dan
full body
Mengubah wajah tokoh menjadi mirip dengan manusia sebenarnya, serta tersenyum secara alami tanpa tampak kaku.

Akan tetapi, beberapa kelemahan pun telah diidentifikasi. Pada contoh foto ke empat, Gemini menghasilkan gambar dengan kualitas terlalu baik dan sangat mulus, hingga tampak seolah-olah sudah dimanipulasi.

Di lapangan, mengambil foto pada acara konser itu menantang akibat kurangnya pencahayaan dan risiko timbulnya titik-titik berwarna.
(noise)
sangat bisa terjadi. Sebab, penonton hanya mengandalkan pencahayaan di panggung atau lampu sorot.

Apabila hasilnya terlalu bersih, cerah, dan tanpa noise, gambar tersebut bisa tampak seolah-olah telah dimodifikasi secara digital dengan beragam teknik editing. Akhirnya, citranya menjadi kurang natural layaknya sebuah fotografi asli.


Metode menghasilkan gambar AI yang terlihat nyata

Untuk melukis dengan kata-kata alias
text-to-image
, dibutuhkan
prompt
berbasis teks. Semakin detail
prompt,
hasil foto yang di-
generate
akan semakin baik.

Jika Anda ingin menciptakan foto buatan kecerdasan buatan (AI), cobalah gunakan petunjuk yang telah kami uji sebelumnya. Walaupun dengan penggunaan kalimat yang identik, hasil gambarnya mungkin tetap akan bervariasi.

Anda pun dapat menerapkan sejumlah perubahan berdasarkan preferensi atau keperluan Anda. Berikut adalah teks prompt yang siap untuk di salin (copy) ke ChatGPT, Google Gemini, ataupun alat AI lainnya:

  • Gambarlah sebuah ilustrasi yang sangat realistik tentang seorang gadis Indonesia berusia dua puluh tahunan, setinggi 155 sentimeter dengan berat tubuh kurang lebih 54 kilogram. Gadis itu memiliki kulit sawo matang dan rambut lurus hitam hingga bahu. Saat ini dia tengah menyaksikan pertunjukan musik K-pop dalam arena besar saat senja. Gaya busanya adalah jaket denim warna biru muda dengan atasan putih polos, rok mini hitam panjang sampai lutut, ditambah sneaker putih bersih. Dalam tangan kanannya ia memegang stik ringan bertabrak permukaan cermin berkelip dengan warna-warna yang selalu berubah-ubah.
    Wajahnya menampakkan emosi riang dan takjub, mata bercahaya dengan make-up alami – bedak pink lembut di pipinya, bibir glossy berwarna peach tipis, juga sedikit glitter di bagian tulang pipi yang membuat refleksi sinar lampu. Jam tangan bisa dilihat melilit pergelangan tangannya.
    Latar belakang gambarnya mendeskripsikan panggung konser besar dengan layar digital raksasa, spotlights berkedip-kedip, kabut teater, dan keramaian penonton naik turun stik ringan mereka beserta spanduk-spanduk pesona grup idola tersebut. Balon-balon dan serpihan kertas acak tersebar di udara, memberikan suasana pesta yang penuh warna, energi positif, dan tepuk tangan para hadirin.
    Foto ini difoto menggunakan handphone ukuran ratio 9:16, dimana fokus utamanya ada pada sosok si remaja cantik. Penempatan sudut foto dari depan, memamerkan bentuk fisik lengkapnya tanpa melepaskan pandangan langsung ke arah kamera. Cahaya alami dari panggung dan lampu led konter menjadi elemen penting untuk menciptakan efek drama di wajah dan mata sang model, meningkatkan kesan kagum dan puasnya kepada penampilan artis favoritnya.
    Penyesuaian fokus dan paparan digunakan agar dapat mengeksplor detil kulit, polesan makeup, bahkan tekstur pakaiannya sendiri namun masih mempertahan karakter glamoritas konter musik pop Korea yang sesungguhnya. Adanya blur atau siluet cahaya lampu panggung di pojok atas gambar pun berhasil memunculkan nuansa ramainya suatu event live show seperti ini.

Perlu diingat, gunakan gambar AI dengan bijak. Jangan gunakan gambar atau foto AI untuk membuat penipuan, meniru seseorang, menyebar fitnah, dan tindakan kriminal lainnya.

Setiap foto yang di-
generate
dengan bantuan AI, umumnya akan memilikinya
watermark
untuk mengindikasikan bahwa gambar tersebut adalah hasil karya imajinasi
tools
AI.

Tidak masalah juga saat memposting foto buatan AI di media sosial, asalkan pengguna menyertakan keterangan bahwa foto atau gambarnya adalah hasil editing dari AI.

Inilah panduan untuk membuat gambar realistis menggunakan AI melalui Gemini yang sederhana. Semoga berhasil!

Ingin Menghindari Pikiran yang Membosankan? Begini 4 dampak Chat GPT pada Keterampilan Menulis Esaimu, Katakan Para Ahli MIT

0


ZONA GADGET

– Perkembangan teknologi dewasa ini membuat semua hal terasa efisien dan efektif.

Tugas yang berat dapat menjadi lebih ringan saat sebagian dari pekerjaan tersebut didukung oleh kecerdasan buatan (AI).

Akan tetapi, kepraktisan ini dapat berbalik arah saat tidak dikelola dengan baik.

Banyak individu yang mengambil keuntungan dari teknologi terkini untuk menggunakan AI dalam penyelesaian berbagai tanggung jawab mereka, seperti misalnya menyusun suatu esai.

Untuk seorang siswa, ini pasti seperti surgawi karena seluruh jawabannya siap dicopy ke tugas mereka.

Belum termasuk tugas menulis yang memerlukan penelitian, membuat kerangka tulisan, dan penyusunan kalimat secara rapi; saat ini semua itu bisa diselesaikan hanya dengan minta bantuan pada kecerdasan buatan (AI).

Apakah Anda tahu bahwa kehadiran fasilitas ini dapat mempengaruhi performa otak kita?

Pada tanggal 10 Juni kemarin, studi yang dilakukan Nataliya Kos’myna di MIT Media Lab mengungkapkan bahwa ada efek kecanduan menggunakan Chat GPT terhadap performa otak ketika sedang menyusun esai.

Bagaimana hasilnya? Nah, melansir hasil penelitian yang berjudul, “Your Brain on Chat GPT: Accumulation of Cognitive Debt when Using an AI Assistant for Essay Writing Task” mari simak empat penjelasannya di bawah ini!

Otak jadi malas berpikir

Penelitian ini secara fundamental mengadakan perbandingan antara tiga grup yaitu: (1) Para pengguna Chat GPT; (2) Kelompok yang menggunakan mesin pencari; serta (3) Individu yang hanya bergantung pada kemampuan otak mereka sendiri.

Hasil studi ini menyatakan bahwa individu yang sangat bergantung pada pikiran mereka memiliki sistem syaraf yang lebih terkembang dan kuat.

Untuk orang yang menggunakan mesin pencari, mereka berada pada posisi tengah.

Sedangkan, mereka yang hanya mengandalkan Chat GPT memiliki aktivitas otak paling lemah.

Ini menunjukkan semakin banyak bantuan eksternal dalam mengerjakan esai, baik itu mesin pencari atau Chat GPT, semakin sedikit otak akan bekerja.

Keseragaman cara menulis dan hilangnya orisinalitas

Orang yang sering menggunakan bantuan Chat GPT ketika mengerjakan esai menunjukkan kecenderungan untuk langsung melakukan copy-paste.

Akhirnya, gaya penulisan, ungkapan, serta pemilihan tema dalam karangannya menunjukkan kesamaan dan kurang keunikan.

Kesulitan untuk menulis tanpa bantuan

Penelitian yang dilakukan oleh Nataliya Kos’myna bersama timnya menunjukkan orang yang tergantung pada Chat GPT akan kesulitan untuk menulis esai tanpa bantuan esai.

Konektivitas saraf pada otak menjadi lebih lemah sebab otak kehilangan daya pikirnya akibat terlalu bergantung pada jawaban AI.

Keterampilan bahasa juga mengalami penurunan karena intonasi dalam tulisan menjadi kurang mencolok akibat paparan terhadap respons kecerdasan buatan.

Tidak seperti orang-orang yang bergantung sepenuhnya pada logika saat menulis esai, di mana cara penulisan mereka terlalu mencolok dan berkesinambungan.

Ternyata bisa meningkatkan produktivitas

Menariknya, hasil penelitian ini menyatakan bahwa para partisipan yang awalnya hanya bergantung pada pikiran mereka sendiri saat menulis, kemudian berpindah ke penggunaan Chat GPT, memiliki koneksi saraf yang kuat.

Ini berarti bahwa dukungan kecerdasan buatan setelah penulisan esai sendiri akan mencakup interaksi jaringan otak yang lebih luas.

Hal ini dapat menandaskan bahwa AI lebih unggul digunakan sebagai sarana untuk menyempurna esai daripada dijadikan perantara dalam pembuatan esai mulai awal.

Yang bisa Anda ambil dari studi ini adalah bahwa kepraktisan Chat GPT sebenarnya harus diimbangi dengan beban kognitif, dan penting untuk menggunakannya secara bijaksana agar tidak merugikan.

Penurunan kemampuan berpikir dapat membawa kerugian besar bagi Anda di waktu yang akan datang.

Oleh karena itu, marilah kita mulai dengan merombak peran AI sebagai sarana pemeriksaan dan bukannya sebagai pencipta atau penulis kreatif.

Demikianlah, otakmu akan semakin terdorong untuk menghasilkan kreasi asli yang mencerminkan identitas dirimu sendiri.

AI Modern Kalah Telak dari Atari 2600 di Pertandingan Catur: ChatGPT Dipermalkan oleh Konsol Game Lawas

0


ZONA GADGET

– Kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) modern seperti ChatGPT memang tengah naik daun karena kemampuannya dalam menulis, menjawab pertanyaan, hingga membantu merancang jadwal harian.

Namun, penelitian terkini malah mengindikasikan bahwa AI mungkin tidak selalu superior di setiap aspek.

Sebuah percobaan dilakukan oleh seorang insinyur terkenal dengan nama Robert Jr. Caruso, di mana ia mengevaluasi keahlian ChatGPT dalam permainan catur melawan Atari 2600, konsol gaming ikonik yang sudah mencapai usia setengah abad. Namun sayangnya, hasil ujiannya tidak memuaskan karena ChatGPT dikalahkan secara telak.

Eksperimen ini dimulai dari pembicaraan antara Caruso dan ChatGPT mengenai taktik permainan catur. Di dalam dialog tersebut, ChatGPT lah yang mendesak untuk beradu keterampilan dengan Atari 260V demi memvalidasi kebolehannya.

Sayangnya, pertandingan yang berlangsung selama 90 menit justru memperlihatkan sebaliknya.

Menurut laporan dari Gamerant, ChatGPT tampaknya bingung tentang posisi bidak catur, tidak memahami siapa yang harus dikendalikan, dan bahkan beberapa kali melakukan gerakan yang aneh, misalnya mengorbankan seekor kuda demi sebuah pion.

ChatGPT sempat merengeutuk bahwa ikon bidak pada game Atari terlalu “abstrak” untuk dimengerti. Meski kemudian sistem tersebut beralih menggunakan notasi standar catur, kesalahan masih saja sering terjadi. Terakhir, AI besutan OpenAI itu pun menyerah dan memilih untuk mundur dari pertandingan tersebut.

Phenomenon ini mengundang pertanyaan signifikan seputar batas-batas AI saat merespon tugas-tugas yang kelihatannya mudah bagi manusia, terlebih lagi di bidang penglihatan dan game interaktif.

Menariknya, hal tersebut bukanlah contoh tunggal tentang kegagalan AI dalam permainan video. Ada percobaan lain yang mengevaluasi performa model AI bernama o3 (lagi-lagi berasal dari OpenAI), ketika diterapakn pada game Pokemon Red.

Walaupun telah membuat kemajuan, kecerdasan buatan tersebut terlihat seolah-olah “berpikir dengan lambat.” Setelah melewati lebih dari 366 jam, yang sama saja dengan 15 hari tanpa henti, AI tersebut belum juga mampu menembus Victory Road, yaitu tahapan krusial di dalam game tersebut.

Di sisi lain, Google mengklaim bahwa model AI miliknya, Google Gemini, berhasil menamatkan Pokemon Blue. Namun, waktu yang dibutuhkan tetap mengundang decak heran: sekitar 800 jam permainan.

Eksperimen ini membuktikan bahwa kecerdasan buatan, walaupun sangat cakap dalam menginterpretasikan dan menciptakan teks, tetap memiliki batasan yang signifikan.

Terutama dalam hal pemrosesan visual, konteks strategis, dan pengambilan keputusan dalam waktu nyata, hal-hal yang justru dikuasai anak-anak saat bermain game klasik.

Kesimpulannya, AI memang terus berkembang, tapi tantangan untuk bisa menyamai kecerdasan manusia dalam skenario dunia nyata masih panjang.

Apabila konsol permainan 8-bit dapat mengalahkan teknologi kecerdasan buatan yang paling canggih, hal itu menunjukkan bahwa masih terdapat banyak peluang untuk peningkatan di kemudian hari.

Saksikan Harga & Fitur Vivo V50 Lite Juni 2025: Desain Elegan dengan Baterai Andal

0


TRIUNPONTIANAK.CO.ID – Yuk simak harga HP Vivo terbaru V50 Juni 2025.

HP Vivo terbaru V50 resmi diumumkan April lalu ini langsung mencuri perhatian para pecinta
gadget
tanah air sehingga langsung banyak diburu.

Vivo V50 Lite hadir dengan layar AMOLED jernih serta fitur kameranya yang didukung oleh teknologi AI, semua ini terbungkus dalam desain mewah yang sederhana.

Bukan cuma itu saja, smartphone Vivo terkini yaitu Vivo V50 dilengkapi pula dengan fitur pengisian daya yang cepat serta baterai bertenaga. Berbekal berbagai kelebihan tersebut, tidak mengherankan jika Vivo V50 diprediksi mampu bersaing dalam pasar mid-range.

Dikutip dari situs resmi
Vivo
Berikut adalah data tentang HP Vivo terkini V50 dengan harga pada bulan Juni tahun 2025 serta spesifikasinya:



Vivo Pad 5 Resmi Meluncur, Cek Harga dan Spesifikasinya


Harga

Vivo V50 Lite diklaim sebagai ponsel V Lite pertama yang dilengkapi SGS 5
star drop resistance dan military grade certification
.
Smarthpone
Dibandrol dengan harga Rp4.599.000 untuk tipe 8/256 dan Rp5.599.000 untuk versi 12/512.


Desain mewah

vivo V50 Lite menampilkan desain yang sangat premium dengan layar
Borderless
Dan dengan display OLED P, bezel yang ramping memastikan rasio antara layar dan body mencapai 94,21%.


Performa

Ditenagai oleh Dimensity 6300, Vivo V50 Lite 5G memberikan performa mulus. Adapula layar FHD+ dengan
refresh rate
120Hz membuat setiap gerakan di layar terasa halus dan responsif.

Teknologi pemutaran suara dual stereo dengan volume meningkat hingga 400% memberikan peningkatan pada pengalaman visual-audio, menyuguhkan nada yang semakin realistis dan bersih.


Keamanan dan ketangguhan

Vivo V50 Lite dilengkapi dengan SGS 5
resistansi star drop dan sertifikasi tingkat militer
, serta perlindungan IP69
water & dust resistance
. Ponsel ini dilengkapi baterai berkapasitas 6500mAh yang didukung teknologi pengisian cepat 90W FlashCharge.


Kamera dengan fitur AI

Sistem kamera pada Vivo V50 Lite menawarkan kamera primer beresolusi 50MP menggunakan sensor Sony IMX882 serta kamera depan dengan resolusi 32MP untuk
selfie
Fitur yang lebih terang. Kemampuan AI seperti AI
erase
2.0 dan AI s
creen
translation
meningkatkan produktivitas, sementara AI
superlink
menguatkan keterhubungan untuk kelancaran interaksi pengguna.

Berikut ini adalah beberapa fitur istimewa serta spesifikasi kelas atas dari smartphone Vivo V50 teranyar dengan banderol harga pada bulan Juni tahun 2025.




Lihat Berita Paling Baru lainnya disini

GOOGLE NEWS




Terima Berita Populer Lewat Saluran

WhatsApp


!!!Membaca Adalah Latihan Untuk Otak Sebagai Halnya Olahraga Untuk Jasad!!!

Peringatan: Overketergantungan pada ChatGPT Dapat Merusak Otak!

0


ASUMSI SULTRA –

Memanfaatkan ChatGPT sekarang telah menjadi lumrah bagi banyak individu, dikarenakan kemampuan tersebut untuk menyederhanakan tugas-tugas mereka.

Tetapi, tentu saja setiap teknologi memiliki kekurangab bagi penggunanya. Salah satu contoh teknologi adalah penggunaaan ChatGPT.

Karena, sesuai dengan hasil penelitian terkini dari MIT Lab, diketahui bahwa menggunakan ChatGPT dapat menghasilkan penurunan dalam kapabilitas pikiran kita untuk berpikir secara kritis.

Penelitian itu mengikutsertakan 54 partisipan dengan usia antara 18 hingga 39 tahun yang kemudian digolongkan menjadi 3 grup dan dimintanya mereka menulis sebuah esai.

Terdapat beberapa kelompok yaitu mereka yang memanfaatkan ChatGPT, menggunakannya bersama dengan pencarian di Google, serta mereka yang tidak menggunakan perangkat bantu apapun.

Berdasarkan hasil tes dengan menggunakan alat elektroensefalogram (EEG), para peneliti mengamati bahwa grup peserta yang menggunakan ChatGPT memiliki derajat partisipasi otak terendah.

Di samping itu, responden yang menggunakannya ChatGPT cenderung menunjukkan performa yang lebih rendah pada bidang neurologi, linguisitik, serta aspek perilaku dengan hasil yang seragam.

Selama beberapa bulan periode penelitian, pengguna ChatGPT juga semakin malas di setiap esai berikutnya dan pada akhirnya hanya copy-paste jawaban di akhir studi.

Itu mengindikasikan bahwa penerapan sistem besar seperti big language model (BLM) dalam kecerdasan buatan (KI) bisa membahayakan metode pembelajaran, terutama bagi pengguna yang masih anak-anak.

“Otak yang sedang berkembang adalah yang paling berisiko,” ujar penulis utama penelitian Nataliya Kosmyna dikutip dari Time, Kamis 19 Juni 2025.

Nataliya juga berminat untuk menyelidiki lebih jauh tentang efek pengaplikasian kecerdasan buatan dalam mengerjakan tugas sekolah, seiring dengan peningkatan jumlah siswa yang memakainya.

Tim yang melakukan ujian dengan bantuan ChatGPT menulis esai yang hampir sama.

Menurut dia, esainya tidak cukup kreatif, lebih banyak bergantung pada penggunaan bahasa serta pikiran dan gagasan yang sudah ada.

Pada penulisan esai ketiga, banyak subjek langsung memasukkan prompt ke dalam ChatGPT dan membiarkan alat itu menyelesaikan hampir seluruh tugas.

“Pendekatannya menjadi lebih seperti, ‘Berikan saya esainya, perbaiki kalimat ini, edit sedikit, selesai’,” kata Kosmyna.***

5 Tanda WhatsApp Anda Disusupi Orang Lain, Waspadai Serangan Ini!

0


KABAR GARUT

– WhatsApp merupakan salah satu dari sekian banyak aplikasi perpesanan terkemuka globally, didukung oleh puluhan juta pengguna yang memakainya sehari-hari guna keperluan komunikasi mereka.

Sayangnya, popularitas ini juga membuat WhatsApp menjadi target empuk bagi para peretas dan oknum tidak bertanggung jawab.

Tanpa disadari, akun WhatsApp kamu bisa saja dibajak atau diakses oleh orang lain.

Jika kamu merasa ada yang aneh dengan aktivitas WhatsApp-mu belakangan ini, ada baiknya waspada.

Berdasarkan saluran YouTube Syam Kapuk, berikut adalah lima petunjuk bahwa WhatsApp Anda mungkin telah disusupi atau dipergunakan oleh pihak lain tanpa persetujuan.

1. Pesan Chat yang Tak Sengaja Dikirm Olehmu

Apabila Anda menemukan pesan yang dikirim dari akun WhatsApp-nya namun tidak ingat pernah mengirimkan teks tersebut, hal itu bisa menjadi indikasi awal bahwa mungkin ada pihak lain yang menggunakan akun Anda.

Bisa jadi ponselmu sempat dipinjam, atau lebih sering lagi, WhatsApp Web digunakan secara diam-diam oleh pihak tak bertanggung jawab.

Ada baiknya, segera periksa perangkat yang terhubung melalui menu Perangkat Tertaut di pengaturan WhatsApp. Jika ada perangkat asing, segera keluarkan aksesnya.

2. Ada Notifikasi WhatsApp Web Aktif

Tanda kedua adalah munculnya notifikasi bahwa WhatsApp kamu sedang digunakan melalui WhatsApp Web.

Apabila Anda belum pernah menyambungkan akun tersebut sebelumnya, hal itu menunjukkan kemungkinan besar bahwa akun Anda telah diretas. Yaitu:

– Buka Setelan selanjutnya Peralatan Terhubung, setelah itu cabut perangkat yang tak Anda kenali.

– WhatsApp secara otomatis akan meninggalkan sesi lain tersebut sehingga keamanan akun Anda terjamin kembali.

3. Konfigurasi Akun Otomatis Termodifikasi

Jika kamu menemukan pengaturan WhatsApp berubah, seperti:

– Foto profil berganti

– Nama akun berubah

– Info akun diubah, padahal kamu tidak pernah mengubahnya, maka ini bisa jadi pertanda akunmu telah diakses oleh orang lain.

4. Menerima Kode OTP Tanpa Permintaan

Jika tiba-tiba mendapat OTP dari WhatsApp tanpa mencoba untuk masuk, sebaiknya berhati-hati.

Hal ini dapat menunjukkan bahwa ada usaha untuk mengakses akun WhatsApp milikmu.

Umumnya, penjahat itu akan berusaha menipu Anda dengan menelepon dan meminta kode tersebut.

Mohon dicatat, jangan pernah menyampaikan kode OTP kepada siapa pun, meskipun mereka mengklaim berasal dari otoritas resmi.

5. Terdapat Permintaan untuk Kode Konfirmasi

Indikasi terakhirnya adalah ketika Anda mendapatkan permintaan atau pesan yang memuat kode verifikasi tidak biasa dan mengganggu.

Biasanya ini adalah strategi orang-orang yang berusaha merebut akun milikmu.

Lewati dan tidak merespons permintaan itu. Aktifkan segera opsi otentikasi dua faktor dalam settingan WhatsApp untuk meningkatkan keamanan akun Anda.

Berikut adalah penjelasan tentang kelima ciri yang menunjukkan jika akun WhatsApp Anda sedang diretas atau dipakai tanpa persetujuan.

Harapannya, informasi ini dapat memberikan manfaatan dan meningkatkan kesadaranmu untuk melindungi privasi data diri. ***