Selasa, Maret 24, 2026
Beranda blog Halaman 720

Dapatkan Hasil Fotografi Profesional di Genggaman Anda dengan ZEISS Optics pada Smartphone

0


ZONA GADGET

– Kini, fotografi menggunakan ponsel merupakan elemen krusial saat memutuskan untuk membeli smartphone. Dengan perkembangan teknologi terkini, mutu dari lensanya turut menentukan kualitas gambar yang didapatkan. Salah satu kerjasama yang paling dikenang dalam sejarah fotografi seluler ialah antara pembuat telepon pintar dan ZEISS Optics, yaitu firma optik ternama berbasis di Jerman.

Melalui sejumlah terobosan, ZEISS sukses menghadirkan hasil foto berkualitas tinggi seperti profesi fotografer. Di bawah ini merupakan beberapa ponsel pintar yang dilengkapi dengan lensa ZEISS dan patut dipertimbangkan.

1. Vivo X100 Pro: Ponsel Flagship dengan Kamera ZEISS Terkini

Vivo X100 Pro muncul sebagai opsi handset premium yang fokus pada performa kameranya. Perangkat ini diperkuat dengan modul fotografi yang dioptimalkan bersama Zeiss. Menggunakan lensa telefoto periscoped berukuran 100mm, sensor primer sebesar 50MP, serta lense Zeiss APO Floating, Vivo X100 Pro memberikan foto yang lebih tajam dan alami.

Bukan hanya itu saja, algoritme ZEISS Portrait Style juga menjaga agar foto portrait terlihat lebih berani dengan detail yang kaya, termasuk ketika Anda mengambil gambar di lingkungan dengan pencahayaan rendah. Untuk para pecinta fotografi seluler, Vivo X100 Pro merupakan pilihan ideal bagi mereka yang ingin merasakan hasil jepretan profesional langsung dari telapak tangan mereka.

2. Vivo X90 Pro: Mutu Gambar Sebanding dengan Kamera Profesional

Apabila Anda sedang mencari telepon genggam yang memiliki kemampuan fotografi sekelas kamera profesionals, Vivo X90 Pro dapat menjadi opsi terdepan. Ponsel cerdas ini diperkuat oleh sensor Sony IMX989 berdimensi 1 inci serta didukung lensa ZEISS. Gabungan teknologi itu memastikan pengambilan gambar berkualitas tinggi, termasuk saat situasi pencahayaannya kurang mendukung.

Teknologi pelapisan ZEISS T* pada kameranya berfungsi mengurangi efek silau dan bayangan hantu ketika memotret dalam kondisi pencahayaan tinggi. Fitur ini membuat Vivo X90 Pro menjadi pilihan ideal bagi pengguna smartphone yang mendambakan hasil gambar tajam serta bersih tanpa ada pengorbanan.

3. Nokia XR21: Kecanggihan ZEISS pada Body Kokoh

Nokia XR21 memberikan perhatian utama pada daya tahannya serta kemudahannya digunakan, sambil terus mempertahankan jejak ZEISS di komponen kamernya. Walau mungkin tak setenar ponsel premium lainnya, Nokia XR21 menyuguhkan mutu foto yang sangat baik. Kombinasi warna natural dan detail tajam merupakan ciri khas dari lensa buatan ZEISS yang dikolaborasikan dengan bodi kokoh tersebut.

Nokia sudah terkenal lama atas kolaborasinya dengan ZEISS, yang memproduksi gambar dengan ketepatan warna yang bagus serta kualitas optic yang prima. Oleh karena itu, apabila kamu sedang mencari telepon pintar yang tangguh sekaligus menjunjung tinggi mutu fotografinya, Nokia XR21 dapat jadi opsi yang menjanjikan.

Kenapa Harus Pilih Smartphone yang Punya Kamera ZEISS?

Dengan adanya lensa ZEISS di ponsel pintar ini, pemakai bukan saja memperoleh kamera berkualitas tinggi biasa, melainkan juga menjajaki pengalaman fotografi hampir setara dengan profesi. Merek terkenal seperti ZEISS sudah dipercaya dalam hal ketepatan lensa, jernihnya optik, serta kapabilitas menghasilkan warna secara akurat.

Maka dari itu, membeli smartphone yang dilengkapi dengan teknologi ZEISS bukan hanya tentang memiliki kamera ponsel saja, tetapi juga mendapatkan perangkat fotografi yang bisa menjamin hasil foto berkualitas tinggi.

Solusi Cerdas Omnichannel untuk Meningkatkan Pelayanan Publik di Era Digital

0

OCA optimalkan komunikasi & transparansi layanan publik dengan solusi digital omnichannel, meningkatkan kepuasan & kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.


ZONA GADGET

Jakarta, 22 Mei 2025 – Saat ini masyarakat menginginkan pelayanan publik yang efisien, jujur, mudah dijangkau, serta sigap. Rangkaian birokrasi yang rumit kini tampaknya kurang sesuai, membuat pihak pemerintahan semakin rajin melaksanakan transformasi digital ke dalam banyak aspek penyediaan layanan. Sebuah terobosan baru dalam hal tersebut adalah penggunaan teknologi digital dengan pendekatan omnichannel, salah satunya adalah Omnichannel Communication Assistant (OCA), sebuah produk dari PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom).

Digitaisasi diandalkan untuk bisa menambah efisiensi, kemudahan akses, serta kerapian informasi dalam banyak hal yang berkaitan dengan urusan pemerintah. Teknologi digital ini membuat orang lebih mudah mendapat layanan publik setiap saat tanpa perlu datang langsung ke tempat pelayanan, sehingga mengurangi antrean dan mempercepat tata kelola administratif.

Komunitas yang dulunya sering kali mendapat hambatan dalam menemukan data tentang prosedur administratif, peraturan, atau skema pemerintahan, saat ini dapat dengan cepat merujuk ke informasi tersebut melalui beragam saluran komunikasi. Tentu hal itu secara signifikan akan mendorong peningkatan keransakaan serta kemudahan akses terhadap bantuan publik.

Di luar itu, digitalisasi memfasilitasi penyatuan data serta komunikasi antara berbagai lembaga, sehingga mengoptimalkan alur kerja dan penyerahan jasa menjadi lebih efisien, tertata rapi, dan terbuka. Melalui data yang bisa dilihat seketika, publik dapat mengecek perkembangan permintaan mereka dengan gampang. Sementara itu, platform online juga mendukung manajemen keluhan dan meningkatkan ketepatan respon pihak pemerintah terhadap keperluan penduduknya.

Di samping memudahkan akses informasi, solusi omnichannel bagi pemerintah turut membantu peningkatan efisiensi dalam proses pengaduan warga. Banyak lembaga pemerintahan sempat kesulitan merespons keluhan publik akibat kurangnya struktur sistematis. Namun dengan adanya OCA yang menyatukan seluruh pelaporan ke sebuah dasbor pusat, banyak instansi melihat lonjakan signifikan dalam tingkat resolusi pengaduan; ada kasus di mana angka tersebut naik hingga 33.192%.

“Kita selalu membawa berbagai solusi digital yang memberikan manfaat bagi para pengguna serta masyarakat secara umum. Sebagai contoh, kita memiliki solusi komunikasi OCA yang memfasilitasi lembaga pemerintah untuk meningkatkan standar pelayanannya kepada publik, hingga keluhan warga bisa direspon dengan sigap dan akurat,” jelas EVP Digital Business & Technology Telkom Komang Budi Aryasa.

OCA pun sudah mendukung beragam lembaga pemerintahan untuk memperbaiki kerjasama serta tata kelola di dalamnya. Misalnya saja, sebelum transisi ke versi digital dengan dukungan OCA, beberapa organisasi tersebut seringkali menemui hambatan pada bidang komunikasi. Terdapat kesulitan saat menyampaikan informasi dari kantor utama kepada cabang regional disebabkan oleh variasi sistem dan prosedur birokratis yang masih kurang efektif.

Dengan integrasi digital, banyak kantor wilayah sekarang dapat dikelola dalam satu sistem terpusat, memungkinkan pengambilan keputusan yang lebih cepat dan layanan yang lebih terorganisir. Langkah ini tidak hanya mempercepat proses administrasi, tetapi juga menghilangkan hambatan birokrasi yang selama ini menghambat efisiensi kerja pemerintah.

Demikian juga dengan sumbangan OCA dalam mengubah layanan publik menjadi versi digital yang disediakan oleh lembaga tertentu di sebuah dinas pengelola keuangan lokal. Kompetensi dalam berkomunikasi di tempat itu telah menyebabkan peningkatan interaksi sebesar 5,9 kali lebih banyak melalui keenam saluran komunikasi yang tersedia, dan hal ini pun mampu menambah jumlah pendapatan daerah.

Seiring dengan perkembangan teknologi, pemerintah seharusnya menjadi semakin lincah dalam menyediakan fasilitas yang canggih, efisien, serta disesuaikan dengan permintaan warganya. Jika kualitas pelayanan telah mencakup aspek efisiensi, kelancaran, dan ketelitian informasi, rasa percaya masyarakat pada pemerintahan pun akan naik. Beragam unit kerja ini menunjukkan bahwa Pendekatan Komunitas Online (OCA) sangat cocok dan berhasil diimplementasikan sebagai metode komunikasi daring guna mendukung transformasi digital dalam memberi layanan kepada publik.

Temukan berbagai keunggulan dan bagaimana OCA bisa menyelesaikan tantangan komunikasi di sini

https://ocaindonesia.co.id

.


#ElevatingYourFuture

Persaingan Semakin Ketat, Bisakah 5G Dorong Pertumbuhan Pendapatan Telkom (TLKM)?

0

ZONA GADGET, JAKARTA — Ruang pertumbuhan PT

Telkom

Indonesia (Persero) Tbk. (

TLKM

Dinilai tetap cukup signifikan di tengah perlambatan kemampuan pembelian serta persaingan yang semakin sengit, terutama di wilayah timur Indonesia. Teknologi

5G

dinamakan sebagai salah satu area untuk mendorong perkembangan.

Berikut adalah informasinya: Seiring dengan perluasan jangkauan bisnis Indosat ke wilayah timur Indonesia, perusahaan telekomunikasi ini melaporkan peningkatan pendapatan sebesar 9,1% secara tahunan pada tahun 2024, sehingga totalnya mencapai Rp55,8 triliun. Di sisi lain, Telkom, yang telah lama aktif dalam industri tersebut, mengumumkan bahwa mereka mendapatkan pendapatan senilai Rp150 triliun atau hanya bertambah 0,5% dibandingkan periode sebelumnya pada tahun 2024. Walaupun kenaikan persentase terlihat sangat minimal, jumlah absolut dari pendapatan Telkom masih nyaris tiga kali lebih besar daripada milik Indosat.

Sigit Puspito Wigati Jarot, Ketua Bidang Infrastruktur Telematika dari Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), menyebut bahwa ada potensi besar bagi Telkom untuk meningkatkan pendapatannya di tahun ini.

Strategi ekspansi cakupan jaringan, usul Sigit, perlu dibarengi dengan upaya efisiensi infrastruktur seperti penggunaan infrastruktur bersama.

Telkom juga harus menggerakkan strategi yang berada di luar sekedar layanan konektivitas, seperti pembangunan ekosistem digital, guna menambah nilai pada bisnis perusahaannya.

“Selain itu, strategi adopsi teknologi baru seperti 5G juga selain berpotensi memberi sumber pemasukan baru dengan munculnya berbagai use-case baru yang lebh inovatif, juga bisa menjadi competitive advantage penting dalam persaingan industri,” kata Sigit kepada Bisnis, Kamis (22/5/2025).

Berdasarkan catatan internet Telkom,  pada Mei 2025 penetrasi 5G telah mencapai 9%. Telkom melalui anak usahanya di bidang seluler, Telkomsel, telah mengoperasikan 2.500 base transceiver station (BTS) 5G yang tersebar di lebih dari 50 kota.

“Jadi upaya efisiensi opex+capex, yang dibarengi dengan strategi digital yang beyond connectivity dan ekspansi 5G agaknya imperatif,” kata Sigit

Telkom Solution

Pada bagian korporasi, Reni Yustiani dari Divisi Pemasaran Perusahaan dan Manajemen Wilayah Telkom mengatakan bahwa Telkom mendukung solusi Telkom yang menitikberatkan pada Connectivity+, keamanan cyber, serta tiga bidang Kecerdasan Buatan (AI).

Connectivity+ adalah solusi layanan konektivitas berteknologi tinggi dan berkelanjutan yang dibuat secara eksklusif untuk mendukung keperluan transmisi data dalam skala usaha. Solusi ini diperkuat dengan jaringan infrastruktur Telkom yang ekstensif dan handal, menjamin kinerja koneksi yang prima di setiap bagian dari tanah air.

Sementara itu layanan AI Telkom mencakup AI for Document Processing, AI for Contact Center, hingga AI for Recruitment, yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi operasional perusahaan sekaligus mengoptimalkan pengalaman pelanggan.

Di samping ketiga produk itu, Telkom Solution juga menawarkan jasa Data Center dan Cloud Service, Digital App Service, serta Mobile Service.

“Solusi itu bisa mengakselerasi transformasi digital bagi para pemain bisnis,” terang Reni.

Buyback Saham Telkom

Sebaliknya, Telkom sedang berada pada rute untuk melakukan pembelian kembali sahamnya dari pasar terbuka (buyback) dengan nilai sebesar Rp3 triliun lewat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

VP Investor Relations Telkom Octavius Oky Prakarsa menyebut bahwa program Buyback lewat RUPS menawarkan fleksibilitas dalam hal durasi implementasinya. Perusahaan pun telah memikirkan dengan hati-hati tentang dinamika situasi pasar saat ini.

“Komitmen kami adalah mengonfirmasikan penggunaan dana dengan cara yang efisien,” ungkap Oky.

Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nicodemus mengatakan buyback Telkom menandakan manajemen yakin dengan prospek bisnis, dan valuasi perusahaan pada masa yang akan datang.

“Dengan harga yang berkisar antara 2.320 sampai 2.880, sebenarnya ini adalah momen yang tepat bagi TLKM untuk melaksanakan pembelian kembali sahamnya. Dengan begitu, tentunya akan memiliki dampak positif dalam jangka pendek,” ujar Nicodemus.

Polytron G3 dan G3+: Pesan Sekarang dengan Booking Fee hanya Rp 5 Juta

0


ZONA GADGET

Produsen teknologi dari Indonesia, Polytron, menyatakan bahwa kendaraan bermotor listrik (EV) buatan mereka yaitu Polytron G3 dan G3+, saat ini telah dapat di pesan lewat platform Blibli. Untuk melakukan reservasi, cukup dengan membayar uang muka sebesar lima juta rupiah saja.

Oleh karena itu, agar dapat memastikan kepemilikan unit tersebut, pembeli tidak perlu membayar seluruh jumlah atau DP yang lengkap sekaligus. Yang menarik adalah adanya kesempatan bagi konsumen untuk menerima wall charger dengan cuma-cuma.

Setelah membayar biaya reservasi, para pembeli akan segera dihubungi tim Polytron guna melanjutkan prosesnya, seperti pengisian Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) serta penyelesaian sisa pembayaran. Sementara itu, estimasi pengiriman produk Polytron diperkirakan baru bisa dimulai dari akhir Juli sampai dengan Oktober tahun 2025, pasca transaksi lunas.

“Komitmen kami dengan mengenalkan kendaraan listrik pertama kami yakni Polytron G3+ dan G3 adalah untuk meningkatkan kesempatan agar masyarakat Indonesia dapat menikmati solusi transportasi sehari-hari yang lebih baik,” ungkap Commercial Director Polytron, Tekno Wibowo dalam pernyataannya.

Untuk mencapai tujuan itu, lewat kerja sama dengan Blibli, kami bertujuan untuk memberikan pengalaman pembelian kendaraan listrik yang sederhana, nyaman, dan terjamin keamanannya. Sebagai tanda terima kasih atas minat besar dari konsumen Indonesia, dalam masa pra-pemesanan ini, kami telah menyiapkan sejumlah penawaran menarik,” tambahnya.

Selain itu, Polytron memberikan opsi kepemilikan yang lentah melalui dua program terpisah yaitu Buy to Own dan Battery-as-a-Service (BaaS). Pelanggan memiliki kebebasan dalam memutuskan apakah akan membeli seluruh unit lengkap dengan baterainya (Buy to Own), di mana mereka mendapatkan beberapa keuntungan seperti jaminan baterai hingga delapan tahun, garansi mobil lima tahun, serta jaminan sisa nilai penjualan mencapai tujuh puluh persen setelah tiga tahun penggunaan.

Bagi mereka yang berkeinginan mengurangi biaya pembelian awal, program BaaS membolehkan pelanggan mendapatkan kendaraan tanpa perlu membayar untuk baterainya dari awal, dan juga dilengkapi dengan jaminan baterai sepanjang masa penyewaan.

Ini adalah sebuah opsi kepemilikan baru yang membolehkan pelanggan mendapatkan mobil listrik tanpa perlu membayar untuk baterainya dari awal, membuat harga pembelian jadi lebih murah. Program ini pun termasuk garansi baterai seumur hidup saat periode berlangganannya, mengubah cara kepemilikan mobil listrik menjadi lebih lentih, ekonomis, serta tidak lagi cemas soal masalahnya.

Selain itu, setiap pembeli akan menerima tambahan Portable Charger dan V2L Charger cuma-cuma, bersama dengan dukungan layanan bantuan di jalan 24/7 dari Polytron. Barang ini kini dapat dibeli di area Jabodetabek, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Banten, dan Bogor, dan nantiakan diluaskan ke daerah lain secara perlahan-lahan.

Google Cloud Resmikan Wilayah Jakartanya, Siap Memenuhi Kebutuhan AI Perusahaan

0

Google Cloud menyatakan peningkatan kapabilitas sumber daya komputasi di cloud-nya.
cloud
Di Jakarta, wilayah pusat kawasan awan Jakarta. Perluasan ini memungkinkan Google Cloud untuk menanggapi permintaan kecerdasan buatan (kecerdasan buatan/ AI) dari berbagai organisasi di Indonesia.

Informasi tersebut disampaikan oleh Fanly Tanto, Country Director Google Cloud Indonesia, saat berpartisipasi dalam Google Cloud Summit Jakarta 2025 yang berlangsung pada hari Kamis (22/5). Acara ini sekaligus merayakan ulang tahun kelima keberadaan Google Cloud di Indonesia.

“Minggu ini kita sudah
launch
, kita ekspansi
our
Region Awan Jakarta guna menanggapi permintaan akan teknologi Artificial Intelligence sudah tersedia.
machine learning
,
predictive analytics
,” kata Fanly.

Region Awan Jakarta terdiri dari pusat data dengan kapasitas tinggi (
data center hyperscale
) yang berinteraksi satu sama lain. Google punya tiga bagian tersebut.
data center
di Jakarta.

Data center
Ini dijadikan lokasi penyimpanan server.
chip
Silikon, perangkat penyimpanan, serta alat-alat jaringan, bekerja sebagai fondasi fisik yang menyokong layanan Google Cloud. Strukturnya ini menjadi seperti otak dan rangkaian saraf utama dalam dunia digital, menjamin bahwa seluruh komponen sistem dan aplikasi milik sebuah organisasi tetap terhubung, aman, dan mudah dijangkau.

Dengan penambahan terbarunya, Fanly menggaransikan bahwa kapasitas di wilayah awan Jakarta telah mencukupi dan aman untuk melayani berbagai klien korporat hingga lima tahun mendatang.



Wilayah Awan di Google Cloud Indonesia yang berlokasi di Jakarta sudah sesuai bagi para pemain industri dalam negeri (menyakini keperluan).
data center
AI).
– Fanly Tanto, Direktur Negara Google Cloud Indonesia

Sebagai ilustrasi nyata dari penerapan AI, terdapat kolaborasi bersama Bio Farma. Perusahaan milik negara ini mengaplikasikan teknologi Google Cloud guna mendukung penelitian dan pengembangan vaksin, sambil menjamin pendistribusian vaksin berjalan dengan aman ke setiap sudut Indonesia.

Google Cloud Meluncurkan Program Pendorong Bisnis Startup Kecerdasan Buatan, Bermitra dengan Komdigi

Google Cloud telah meluncurkan program akselerator startup kecerdasan buatan di Indonesia yang disebut ‘Google for Startups Accelerator Southeast Asia: Indonesia AI-Focused’. Kerjasama ini terjalin antara Google dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Program ini untuk mendukung
startup
dengan prospek perkembangan pesat yang berbasis di Indonesia dan mengembangkan solusi inovatif menggunakan kecerdasan buatan generatif (Gen AI) atau kecerdasan buatan agenik sebagai fondasi utamanya. Tujuannya adalah untuk merilis sebanyak 100 produkbaru tersebut.
startup
Potensi AI di masa depan lima tahun mendatang.

Pendaftaran saat ini terbuka untuk 20
startup
pada tahap awal yang akan berpartisipasi dalam program percontohan selama tiga bulan dengan ciri khas tersebut
equity-free
(tanpa harus menjual sahamnya). Program tersebut akan diluncurkan pada September 2025.

Manfaatnya adalah mendapatkan Google Cloud Credit hingga 350 ribu dolar AS setelah lulus.
technical support
untuk
integrated AI tech stack
,
dedicated mentorship
dari Google dan
industry experts
, juga pertemuan dengan
potential investor
tentu saja, kita pasti akan melakukan itu.
connecting our network customers
,” ungkap Fanly.

Indonesia Berdaya, Program Membantu Organisasi Buat Solusi AI Sesuai Kebutuhan

Di samping itu, Google Cloud juga menghadirkan program bernama Indonesia BerdAIa yang bertujuan untuk mendukung organisasi dalam menciptakan serta menerapkan solusi kecerdasan buatan (AI) khusus mereka sendiri. Program ini telah melibatkan sebanyak 15 entitas organisasi awal termasuk di antaranya adalah Angkasa Pura Indonesia, Bank Central Asia, Bank Negara Indonesia, Bank Rakyat Indonesia, Bank Syariah Indonesia, Dana, Fore Coffee, Indosat Ooredoo Hutchison, Kalbe Farma, MAXStream, Perusahaan Teknologi dan Inovasi Paragon, Sarana AI, Semen Indonesia, Universitas Brawijaya, dan Vidio.

Program ini akan memanfaatkan
technology stack
AI Google Cloud yang terintegrasi sepenuhnya, termasuk model Gemini 2.5 terbaru, dan model media gen AI yang diumumkan di Google I/O, serta dukungan para pakar AI dan ekosistem partner.

Dengan demikian, kita bersama seluruh mitra bisnis dan pemangku kepentingan dari beragam sektor dapat menghasilkan,
building AI use cases
,” ujarnya.

Setiap entitas yang terdaftar dalam program ini akan mendapatkan fasilitas untuk membuat bersama.
roadmap
AI yang dipersonalisasi dan dieksekusi, pengecualian prioritas untuk skenario aplikasi AI yang sesuai, penciptaan pendekatan AI terbuka dan kolaboratif, penerapan indikator yang transparan, pembentukan komite manajemen risiko, serta keterampilan dalam bidang AI
enterprise
melalui program pendidikan seperti Google Cloud Skills Boost bagi Organisasi dan Juara GCP.

Komunitas Sukses Membawa Padel ke Publik, Kini Semakin Populer

0


ZONA GADGET

, JAKARTA – Padel semakin menarik minat penduduk perkotaan di Indonesia.

Peningkatan popularitas padel semakin meningkat berkat upaya Rich Padel dalam mempromosikan permainan ini.

Padel merupakan

olahraga

Raket yang menggabungkan unsur-unsur permainan tenis dan squash. Pertandingannya dimainkan di lapangan dengan dinding-dinding yang ukurannya lebih kecil dibanding lapangan tenis biasa, menggunakan raket padat tanpa jaring kordel serta bola tekanan rendah.

Richard Theodore, pendiri Rich Padel, mengungkapkan bahwa popularitas permainan padel sedang meningkat dengan cepat di antara generasi muda profesional, pembuat konten, serta para eksekutif yang mencari pilihan olahraga santai namun masih menantang.

Berbagai fasilitas permainan padel yang semakin menjamur di perkotaan ikut mendorong peningkatan popularitasnya.

“Dalam mengikuti peningkatan minat pada permainan padel, Rich Padel muncul bukan saja sebagai wadah bagi para pemainnya, namun juga sebagai pendorong kemajuan olahraga tersebut di tanah air,” jelas Richard seperti dilansir Kamis (21/5).

Co-founder Sambal Bakar Indonesia mengatakan bahwa Rich Padel, yang berkantor pusat di Jakarta dan Tangerang, sudah mempunyai banyak anggota aktif dengan beragam latar belakang, serta sangat aktif di platform media sosial Instagram melalui akun @richpadel.id.

“Rich Padel hadir berkat dedikasinya dalam menghadirkan permainan padel sebagai suatu aktivitas yang menyenangkan serta bersahabat, sambil juga mendorong terbentuknya hubungan sosial dan pola hidup sehat,” jelas Richaed.

Dengan membawa semangat berawal dari komunitas kepada komunitas, Rich Padel datang dengan dukungan beberapa teman Richard yaitu Juan, Reinhard, Vincent, dan Ivan.

Berbekal suasana akrab,

Rich Padel

berharap untuk membentuk lingkungan yang ramah terhadap semua orang yang berminat dalam mempelajari dan menyayangi cabang olahraga tersebut.

“Visi kita sejak awal ialah menciptakan lingkungan olahraga yang positif dan inklusif agar cabang olahraga ini dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat, tidak hanya sebagai kegiatan fisik namun juga menjadi bagian dari gaya hidup serta alat untuk memperluas jejaring sosial,” katanya.

Sebagai bagian dari pengembangan ekosistem padel nasional yang lebih inklusif, Rich Padel secara aktif mengadakan latihan rutin, turnamen internal, serta menjalin kolaborasi lintas komunitas dan mitra fasilitas olahraga.

Rich Padel tidak hanya mengutamakan persaingan tetapi juga sangat mendukung interaksi dan jalinan sosial di antara para anggota untuk membentuknya menjadi komunitas padel terbesar dan memiliki pengaruh yang kuat di dalam negeri.


Rencanakan Lapangan Padel di Lima Tempat Berbeda

Mengakomodasi keinginan publik yang semakin meningkat, Rich Padel sedang merencanakan konstruksi arena permainan paddle tertinggi di Indonesia. Proyek tersebut akan mencakup berbagai lapangan dan tempat duduk terbuka yang difungsikan sebagai pusat pertemuan bagi komunitas lokal.

Lokasi ini ditargetkan untuk menjadi simbolanyu terbaru dalam kebudayaan olahraga perkotaan, menggabungkan antara gerakan tubuh danolahraga.

gaya hidup

dan koneksi sosial.

“Tim kami akan menyiapkan lapangan padel yang bakal dibuka dalam waktu dekat di lima tempat berbeda yaitu Jakarta, Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi, serta Makassar,” tutup Richard.

(mcr10/jpnn)

Wawancara Kerja dengan AI: Pengalaman Menjengkelkan yang Tidak manusiawi

0


ZONA GADGET

– Teknologi kecerdasan buatan
(artificial intelligence/AI)
Mulai digunakan di banyak bidang dalam industri pekerjaan, termasuk untuk sesi wawancara kerja yang menggunakan video.
(video call interview)
.

Lately, banyak perusahaan mengadopsi teknologi AI yang didasari oleh video.
chatbot
Untuk menginter views calon karyawan, salah satunya adalah Apriora.
startup
yang menggunakan kecerdasan buatan untuk menyeleksi kandidat pekerjaan
video call
.

Perusahaan tersebut mengatakan bahwa kecerdasan buatan dapat memperkuat efisiensi pada proses pencarian kandidat pekerja yang paling berkualitas sambil juga mereduksi beban biaya untuk melakukan panggilan.
interview
secara
offline
atau fisik.

Walau begitu, penerapan kecerdasan buatan dalam tahap wawancara pekerjaan dinilai tidak sesuai untuk menemukan calon karyawan terpilih yang tepat bagi sebuah perusahaan.

Alasannya antara lain yaitu karena AI dapat melakukan kesalahan, mengalami fenomena halusinasi, serta menghadapi hambatan saat berproses.
video call
Berjalan. AI pun tak mampu mengapresiasi pelamar dan terkesan tidak berperikemanusiaan.

Sebuah contoh terjadi pada calon pekerja bernama Leo Humphries. Melalui akun TikTok-nya @leohumpsalot, ia menampilkan situasi di mana asisten virtual tampak bermasalah karena terus-menerus mengucapkan frasa dan kata yang sama berulang kali.

Seorang peminjam lain dengan nama Kendiana Colin pun mengungkapkan pengalamannya saat melihat kecerdasan buatan tersebut.
error
Karena terus-menerus menyebut frasa “vertical-bar Pilates”. Ia membagikannya melalui akun TikTok-nya.
handle
@its_ken04.

Terakhir, Leo dan Colin tidak berhasil memperoleh posisi itu. Saat diwawancarai melalui AI, mereka menghadapi kegagalan.
video call
, kedua belah pihak diam serentak karena terkejut menyaksikan AI yang bermasalah, sementara AI itu pun tidak merespons pembicaraan mereka.

Leo ditolak hanya beberapa jam setelah mendaftar.
interview
, sementara itu Colin tidak menerima pemberitahuan lebih lanjut dari perusahaan tempat dia melamar pekerjaan.

” Ini sungguh tidak beretika dan merugikan waktu,” kata Colin.


Tidak dihargai

Selain rentan
error
, wawancara via
video call
Dengan agen AI juga umumnya tidak mencakup emosi dan bersifat non-manusiawi.

Sebagian calon pekerja yang ditemui oleh kecerdasan buatan bisa jadi akan merasa tidak dihargai atau kurang terhormat, bahkan ketika mereka telah mengenakan pakaian formal.

Satu orang yang mengaku tidak dihargai adalah seorang calon pekerja bernama Tyler Jensen yang menceritakan kisahnya ke biro berita Slate.

“Interview tersebut sungguh kurang menyenangkan karena saya tak dapat memperoleh jawaban atas pertanyaan yang langsung saya ajukan di momen itu sendiri. Sementara itu, biasanya saya adalah orang yang cukup aktif dan ekspresif dalam percakapan,” jelas Tyler.

“Bila saya belum memahami mengenai posisi kerja ataupun perusahaannya, dan mereka tidak dapat menjawab pertanyaan saya terkait jabatan tersebut dengan jelas, ada gunanya saya mendaftar untuk pekerjaan itu?” penjelasan dari Tyler.

Jensen menginginkan untuk dipandang sebagai orang yang bernilai karena dia berkeinginan saat sesi wawancara pekerjaan, sang pewawancara dapat mengevaluasi kelebihannya serta sifat-sifat positifnya lewat perilaku, ekspresi, sampai dengan cara bicaranya.

Oleh karena itu, sebuah perusahaan dapat mengambil pertimbangan seorang kandidat pekerjaan untuk bergabung dengan tim mereka.

Namun sayangnya, AI sepertinya tidak dapat mengenali nilai-nilai semacam itu, dan beberapa pekan setelahnya, Jensen justru menerima surat penolakan.


Tidak dapat menjelaskan kebudayaan perusahaan tersebut.

Tindakan dan tingkah laku wawancara serta pertanyaannya terhadap kandidat umumnya mencerminkan nilai-nilai perusahaan tersebut.

Namun, saat AI melaksanakannya, nilai-nilai semacam itu tampaknya menghilang. Ini dialami oleh seorang kandidat lain dengan nama Mayfield Philips yang turut memberikan kesaksiannya.
Slate
, mirip seperti Tyler yang disebutkan sebelumnya.

Dia merasa letdown karena dalam sebuah sesi wawancara, AI gagal menanggapi pertanyaan tentang nilai-nilai perusahaan dan prospek karir yang ditawarkan saat menerima posisi tersebut.

Menurut Phillips, kesan pertama yang diinginkan perusahaan cari dari calon pekerja adalah adanya kontak mata langsung dengan mereka, daripada berinteraksi dengan AI atau menetapkan janji temu dengan asisten AI.

“Begitu juga, proses wawancara sungguh-sungguh tak berperikemanusiaan untukku,” ujar Phillips.

Sebelumnya, Phillips pernah menggunakannya sendiri AI untuk meningkatkan tampilan surat lamaran kerja atau CV-nya. Dia sangat menyadari bahwa dokumen tersebut akan diperiksa oleh mesin AI dan bukan manusia.

Namun, dia tidak mengetahui bahwa sesi wawancara akan dilaksanakan bersama kecerdasan buatan yang telah direncanakan sebelumnya, dan bukannya dengan perekrut atau pegawai dari perusahaan tersebut.


AI meningkatkan efisiensi, tetapi…

Selain aspek negatif tersebut, Apriora,
startup
Yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) dalam proses wawancara kandidat kerja mengklaim bahwa sistem mereka dapat meningkatkan kecepatan rekrutmen hingga 87% serta mengurangi biaya sebesar 93%.

Hal yang sama juga dijelaskan oleh konsultan sumber daya manusia (SDM) bernama Mike Peditto.

“Kemarin, satu perusahaan mungkin hanya dapat menghadirkan wawancara untuk 10 orang, tetapi saat ini dengan bantuan AI, mereka dapat menyeleksi sampai 1.000 orang,” jelas Mike.

Meskipun begitu, dia masih menekankan bahwa AI tidak dapat mengevaluasi atau memahami karakter individu manusia, yang merupakan faktor penting dalam proses wawancara pekerjaan.

“Seorang recruiter handal tidak hanya bertugas memeriksa berkas Lamaran dan menginterview calon pekerja dengan cepat, tetapi juga harus menganalisis kualitas serta karakter dari para pelamar tersebut,” jelas Mike.

Namun, apabila terdapat perekrut semacam itu, dapat saja membuat orang menjadi takut, terlebih untuk mereka yang baru memulai karier, ” tambah Mike.

Mike menyatakan bahwa tren kecerdasan buatan (AI) yang digunakan dalam proses wawancara kerja tersebut diperkirakan akan tetap berlangsung dan semakin banyak perusahaan yang menerapkannya.

Salah satu raksasa industri teknologi global, IBM pun telah menerapkan penghentian hubungan kerja (PHK).
layoff
untuk ratusan staf HRD yang umumnya mengadakan sesi wawancara dengan para kandidat pekerjaan. Sebaliknya, perusahaan tersebut sekarang memakai teknologi AI untuk proses ini.

Bisa jadi beberapa perusahaan lain juga akan mengikuti jejaknya di waktu mendatang, seperti disimpulkan
KompasTekno
dari
Slate,
Rabu (21/5/2025).

7 HP Layar Lengkung Terbaik dengan Harga Menggiurkan! Cheklistnya Ada di Sini!

0


POTENSI BISNIS

– Jika kamu sedang mencari HP dengan layar lengkung termurah, kabar baiknya, sekarang ada banyak pilihan yang tidak hanya tampil premium, tapi juga punya performa yang bisa diandalkan.

Dimulai dari Infinix sampai Oppo, setiap merek memiliki produk unggulan yang dapat memenuhi gaya hidup serta keperluan sehari-hari Anda. Dengan bentuk yang semakin trendy berkat desain melingkar tersebut, ketujuh smartphone ini sangat sesuai bagi Anda yang menginginkan penampilan istimewa namun masih dalam batasan anggaran terbatas.


1. Infinix HOT 50 Pro Plus

Infinix HOT 50 Pro Plus tampil dengan desain ekstrem tipis dan ringan. Memiliki layar AMOLED berteknologi 1 miliar warna dengan ukuran seluas 6,78 inci, serta dilengkapi dengan:
refresh rate
120Hz serta tingkat kecerahan mencapai 1300 nit.

Layar tersebut pun telah ditutupi dengan lapisan khusus.
Gorilla Glass
, memberikan perlindungan ekstra. Di balik tampilannya, chipset MediaTek Helio G100 dan RAM 8GB bekerja sama dengan penyimpanan 256GB, bikin performanya mulus banget. Fitur lainnya seperti fingerprint di layar,
dual speaker
JBL, hingga fitur NFC membuat ponsel ini semakin komplit.


2. Tecno Spark 20 Pro Plus

Apabila Anda menginginkan layar dengan desain melengkung yang cantik, Tecno Spark 20 Pro Plus dapat menjadi opsi yang menawan. Kemiringannya sebesar 56,5 derajat, memberikan tampilan yang modern dan canggih. Ukuran layarnya adalah AMOLED seluas 6,78 inci.
refresh rate
120Hz, dan kecerahan maksimal 1000 nit.

Didukung oleh Helio G99 Ultimate, Anda mendapatkan pilihan RAM 8GB serta ruang penyimpanan sebesar 256GB. Bagi penggemar fotografi diri sendiri atau pembuat konten, kameranya yang beresolusi 108MP di bagian belakang dan 32MP di bagian depan siap merekam setiap momen dengan kualitas terbaik.


3. Itel S25 Ultra

Itel S25 Ultra mungkin masih asing di kuping Anda, tetapi jangan salah menilai potensinya. Panel layarnya dapat mencapai tingkat kecerahan sebesar 1400 nit serta memiliki lapisan pelindung premium.
Gorilla Glass
7i. Performanya juga mumpuni berkat chipset Unisoc T620, RAM 8GB, dan storage 256GB.

Kamera utamanya 50MP dan kamera depan 32MP mendukung perekaman 2K, cocok buat konten kreator pemula. Tak ketinggalan, fitur seperti
in-display fingerprint, infrared remote
, dan NFC bikin HP ini terasa premium di genggaman.


4. Infinix Note 40S dan Poco X7

Dua HP ini menyuguhkan pengalaman kelas atas. Infinix Note 40S punya layar melengkung 55 derajat dan
refresh rate
120Hz. Fitur
fast charging
-nya juga lengkap dengan
wireless charge
hingga 20 watt. Kamera 108MP-nya bisa zoom 3x dengan hasil tajam.

Sementara itu, Poco X7 menyuguhkan layar AMOLED 1.5K dengan kecerahan super 3000 nit dan dukungan Dolby Vision. Chipset Dimensity 7300 Ultra dan RAM hingga 12GB membuatnya siap untuk multitasking berat dan gaming.


5. Realme 10 Pro Plus serta Oppo Reno 11 5G

Dalam segmen menengah atas, Realme 10 Pro Plus serta Oppo Reno 11 5G menjadi opsi yang sangat baik. Mereka kedua dilengkapi dengan layar AMOLED berbentuk melingkar.
refresh rate
120Hz, serta proteksi mata terbaik.

Realme meluncurkan perangkatnya dengan chipset Dimensity 920, sedangkan Oppo menghadirkan Dimensity 7050 serta sistem kamera terlengkap yang mencakup lensa telefoto beresolusi 32MP. Kedua smartphone tersebut memiliki kapasitas baterai 5000 mAh dan mendukung teknologi pengisian cepat hingga 67 watt. Dengan desain premium beserta fiturnya yang canggih, kedua ponsel pintar ini sangat sesuai untuk Anda yang membutuhkan kecepatan performa dan penampilan menawan secara bersamaan.

Berikut adalah 7 smartphone berlayar melengkung terjangkau yang patut Anda pertimbangkan untuk dibeli tahun ini. Setiap perangkat memiliki kelebihan masing-masing dan dapat disesuaikan dengan keperluan Anda. Perlukah bagi Anda performa gaming tinggi, kualitas kamera luar biasa, atau tampilan elegan? Semuanya tersedia dalam daftar ini. Oleh karena itu, pastikan tidak memilih secara sembarangan; tentukanlah sesuai dengan preferensi utama Anda!

SPAHITS: Revolusi Air Hujan Menjadi Sumber Air Kekal Yang Dapat Diandalkan

0


ZONA GADGET

Universitas Mercu Buana (UMB) telah menciptakan sistem penyimpanan air hujan dengan menggunakan teknologi terbaru, yaitu SPAHITS (Sistem Penyimpanan Air Hujan berdasarkan Internet of Things [IoT] serta Panel Suria). Terobosan ini merubah air hujan yang biasanya dilihat sebagai sampah menjadi sumber air bersih, termasuk untuk diminum, guna mendukung ketersediaan alam secara jangka panjang.

Rektor Universitas Mercu Buana, Prof. Dr. Ir. Andi Adriansyah, M.Eng., menggarisbawahi kepentingan sistem tersebut sebagai elemen dalam gaya hidup berkelanjutan yang ramah terhadap lingkungan di kampus.

“Harapan kami adalah agar dispenser SPAHITS dapat terpasang di semua bangunan. Hal ini memungkinkan para dosen, staf pendidikan, serta mahasiswa untuk tidak lagi menggunakan botol plastik berisi air, melainkan hanya perlu menggunakan gelas minum pribadi mereka sendiri. Langkah tersebut merupakan bentuk konkret dalam usaha menekan penggunaan sampah plastik dan mendorong keselarasan lingkungan,” jelasnya.

Diciptakan oleh gabungan berbagai bidang ahli UMB, SPAHITS membawa konsep teknologi ramah lingkungan yang cemerlang dan hemat. Teknologi ini dibuat guna mengekstrak air hujan dari atap bangunan, kemudian meyaringnya menggunakan penyaring alami serta nanoteknologi sebelum disterilkan lewat paparan sinar ultra violet. Dayanya berasal seluruhnya dari panel surya.

“Kita mengamati bahwa banyak air hujan dibuang tanpa manfaat. Sebenarnya, jika menggunakan teknologi yang sesuai, sumber daya tersebut dapat dioptimalkan untuk memenuhi keperluan kampus secara independen dan berkesinambungan,” jelas Dr. Ir. Agung Wahyudi Biantoro, ST, MT, pencetus proyek SPAHITS serta kepala Departemen Perawatan Fasilitas, Infrastruktur, dan Persediaan di UMB.

SPAHITS dibuat dengan konsep modul dan memungkinkan pemantauan langsung dalam waktu nyata lewat aplikasi Internet of Things (IoT). Baik mahasiswa maupun dosen dapat mengakses informasi tentang status sistem seperti tingkat volume air, temperatur, serta kadar kelembaban melalui perangkat smartphone mereka.

Sejak terpasang di area kantin Universitas Meruya, sistem ini sudah memberikan layanan air minum dan air hangat secara cuma-cuma bagi warga akademik. Selain itu, SPAHITS telah mendapatkan sertifikasi kepatutan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, dimana tesnya mengindikasikan bahwa air yang dihasilkan tidak memiliki kontaminasi bakteri Escherichia coli maupun Total Coliform, memenuhi patokan ISO 9308-1:2014.

Proyek ini turut mendukung parameter evaluasi universitas ramah lingkungan seperti yang ada di Green Matrix UI dan Dewan Penilai Bangunan Hijau Indonesia, sekaligus bertindak sebagai ruang praktikum terbuka bagi siswa dari seluruh bidang studi.

“SPAHITS tidak hanya menjadi perangkat, tetapi juga media untuk pendidikan dan pemahaman kolektif mengenai kepentingan pelestarian air dan penggunaan energi terbarukan,” jelas Agung.

Di masa mendatang, UMB menginginkan sistem ini bisa dikembangkan lagi di lingkungan rumah, sekolah, sampai tingkat industri. Berbekal dukungan dana dari Kemendikbudristek serta kerjasama semua pihak di kampus, SPAHITS merupakan bentuk konkret bahwa air hujan bukanlah sesuatu yang terbuang, tetapi anugerah bagi masa depan yang lestari. (*)

Desainer Terkenal Apple Jony Ive Bergabung dengan OpenAI, Siap Mengubah Masa Depan Komputasi AI

0


ZONA GADGET

Industri teknologi sekali lagi diguncangkan oleh perpindahan “bintang” yang tidak terduga tersebut.

Sir Jony Ive, ahli desain yang menjadi dalang di balik suksesnya produk-produk legendaris Apple seperti iMac, iPod, iPhone, dan iPad, telah secara resmi bergabung dengan OpenAI, perusahaan pemimpin dalam bidang kecerdasan buatan (AI).

Kabar menggemparkan ini diumumkan langsung oleh CEO OpenAI, Sam Altman, yang tak menyembunyikan antusiasmenya dalam bermitra dengan sosok yang diakui sebagai “desainer terhebat di dunia”.

Langkah monumental ini ditandai dengan akuisisi startup milik Sir Jony Ive, bernama io, oleh OpenAI dalam sebuah kesepakatan bernilai fantastis, mencapai $6,5 miliar atau setara dengan £4,7 miliar.

Altman mengungkapkan ambisinya untuk bersama-sama dengan Ive “mencoba menciptakan generasi baru komputer bertenaga AI” dengan sentuhan desain revolusioner dari sang legenda.

Dalam pengumuman resmi kedua perusahaan, ditegaskan bahwa Sir Jony akan mengemban “tanggung jawab desain dan kreatif yang mendalam” di seluruh lini produk OpenAI di masa depan.

Tindakan terencana ini dianggap sebagai usaha yang penuh harapan untuk menggambarkan kembali ide tentang komputer dalam zaman kecerdasan buatan.

Walaupun perangkat lunak kecerdasan buatan sudah mencatat peningkatan besar-besaran, terlebih dengan adanya inovasi ChatGPT dari OpenAI, namun pembuatan perangkat keras yang spesifik dikembangkan untuk zaman AI tetap menjadi suatu kesulitan tersendiri.

Beberapa percobaan sebelumnya bahkan kurang mendapat sambutan positif dari konsumen dan kritikus.

Akan tetapi, Altman percaya bahwa kerja sama strategis dengan Ive akan mengantarkan keberhasilan di tempat di mana orang lain menyerah.

“Saya pikir kita memiliki kesempatan di sini untuk benar-benar menata ulang apa artinya menggunakan komputer,” ungkapnya dalam video pengumuman.

Seperti yang dinyatakan oleh Altman, Sir Jony Ive meyakini bahwa dunia saat ini berada di tepi lahirnya “generasi teknologi terbaru”.

Ia bahkan memberikan sedikit bocoran mengenai proyek perdana mereka.

“Pertama yang kita lakukan, menurut pendapatku, sungguh mencerminkan imajinasiku,” ungkap Ive dengan antusiasme.

Altman bahkan mengaku telah mencoba prototipe perangkat baru yang dirancang oleh Sir Jony dan timnya, dan ia sangat terkesan dengan hasilnya.

“Saya pikir ini adalah teknologi terkeren yang pernah dilihat dunia,” pujinya.


Legenda Desain dengan Sentuhan Magis

Sir Jony Ive merupakan ikon dari inovasi desain dalam bidang teknologi. Dalam kurun waktu 27 tahun berkarier di Apple, dia memiliki peran penting dalam merestrukturisasi dan membawa perusahaan ini ke puncak kesuksesan lewat pengembangan produk-produk revolusioner yang telah menggoyahkan struktur pasar industri tersebut.

Di luar iPhone dan iPod yang terkenal, dia juga menjadi pusat dalam merancang iMac inovatif (1998) serta iPad (2010).

Saat meninggalkan Apple pada tahun 2019, CEO Apple saat itu, Tim Cook, menggambarkan Ive sebagai “sosok singular di dunia desain dan perannya dalam kebangkitan Apple tidak dapat dilebih-lebihkan”.

Menyusul kabar kemitraannya dengan OpenAI, saham Apple dilaporkan mengalami penurunan lebih dari 2 persen.

Setelah hengkang dari Apple, Sir Jony mendirikan perusahaannya sendiri bernama LoveFrom, yang sudah bekerja sama dengan beberapa perusahaan ternama seperti Airbnb dan Moncler.

Dalam pengumuman merger OpenAI dan io, terungkap bahwa LoveFrom telah “diam-diam berkolaborasi” dengan OpenAI selama dua tahun terakhir.

Gagasan untuk mendirikan IO, yang dibangun oleh Sir Jony beserta kawan-kawannya pada tahun lalu, lahir dari kolaborasi mereka tersebut.

“Menjadi jelas bahwa ambisi kami untuk mengembangkan, merekayasa, dan memproduksi keluarga produk baru membutuhkan perusahaan yang sama sekali baru,” jelas Sir Jony dan Altman dalam pernyataan bersama.

Sebelum pengumuman resmi, media Amerika Serikat melaporkan bahwa OpenAI sudah memperoleh 23% saham dari perusahaan rintisan bernama io.


Masalah dan Kemungkinan pada Zaman Kecerdasan Buatan

Ben Wood, kepala analis dari CCS Insight, berbicara dengan BBC News dan menegaskan bahwa “meragui kemampuan Jony Ive adalah hal yang tidak masuk akal, melihat sejarah prestasinya yang gemilang dalam membawa produk-produk revolusioner ke pasaran.”

“Tidak diragukan lagi bahwa OpenAI akan senang memiliki hubungan langsung dengan pelanggannya daripada menyampaikan layanan melalui perangkat yang dibuat oleh atau didukung oleh Apple, Google, atau lainnya,” tambahnya.

Beberapa perusahaan seperti Humane AI dan Rabbit sebelumnya telah mencoba membangun perangkat keras khusus untuk era AI.

Akan tetapi, Humane AI, yang diinisiasi oleh seorang mantan petinggi Apple, menemui hambatan dengan gawai AI Pins miliknya yang menuai kritik berkaitan dengan ketahanan baterai, persoalan overheating, kapabilitas terbatas, serta harga yang mahal.

OpenAI telah menggulirkan gelombang investasi dalam teknologi AI di tahun 2022 setelah merilis ChatGPT.

Perusahaan ini terus memperluas jangkauannya ke berbagai area baru, seperti belanja dan pencarian, menantang dominasi raksasa teknologi yang sudah mapan.

Pergerakan OpenAI menuju sektor hardware ini terjadi saat mereka bersaing ketat dengan pemain-pemain teknologi besar lainnya seperti Meta, Google, serta Apple yang sama-sama aktif mengembangkan barang-barang seperti headsets dan kacamata pintar. Hal ini didorong oleh peluang baru akibat peningkatan signifikan pada bidang teknologi AI.

Dengan bergabungnya Sir Jony Ive, OpenAI mengirimkan sinyal kuat tentang ambisi besarnya untuk tidak hanya mendominasi ranah perangkat lunak AI, tetapi juga merevolusi cara manusia berinteraksi dengan teknologi melalui perangkat keras yang inovatif dan dirancang dengan sentuhan kelas dunia.

Sekarang dunia teknologi penasaran dengan terobosan luar biasa apa yang akan muncul dari kerjasama tim hebat antara sang pemikir di balik ChatGPT dan desainer legenda ini. (*)