Transformasi Pabrik Cerdas di Hubei
Di Provinsi Hubei, salah satu pusat manufaktur utama di Tiongkok, sedang terjadi transformasi yang diam-diam mengubah wajah industri. Di sini, robot humanoid mulai menunjukkan peran penting dalam pabrik-pabrik modern. Tidak hanya memiliki kekuatan yang besar, tetapi juga kemampuan untuk bergerak dengan ketangkasan maksimal. Kombinasi antara manusia dan mesin ini membentuk gambaran baru dari pabrik cerdas.
Robot humanoid bukanlah konsep baru. Penelitian tentang teknologi ini sudah dimulai sejak era 1960-an. Namun, baru-baru ini, robot berbentuk manusia mulai mendapatkan perhatian lebih luas dari masyarakat umum. Menurut Jiang Lei, kepala ilmuwan Pusat Inovasi Robot Humanoid Nasional dan Daerah, titik baliknya terjadi pada tahun 2022. “Kehadiran teknologi model besar kecerdasan buatan generatif memberikan kepingan terpenting bagi robot humanoid, memberikan mereka status embodied intelligence,” ujarnya.
Teknologi ini memungkinkan robot untuk berpikir, belajar, dan berkembang melalui sensor bawaan. Dengan kemampuan tersebut, robot dapat berjalan, mengoperasikan objek, berinteraksi dengan lingkungan, hingga berkomunikasi dengan manusia.
Mengapa Robot Harus Menyerupai Manusia?
Pertanyaannya adalah, mengapa robot harus dibuat menyerupai manusia? Menurut Luo Xin, profesor di Fakultas Ilmu dan Teknik Mesin Universitas Sains dan Teknologi Huazhong, jawabannya cukup sederhana. “Karena dunia ini diciptakan untuk manusia. Lingkungan produksi dan kehidupan kita dirancang sesuai kebutuhan manusia,” jelasnya.
Dengan bentuk dan gerakan yang mirip manusia, robot humanoid dapat beradaptasi lebih mudah dengan lingkungan tersebut. Selain itu, kesamaan struktur memungkinkan keterampilan operasional manusia ditransfer ke robot dengan lebih efisien.
Namun, agar robot humanoid benar-benar menyatu dalam kehidupan manusia dan menjadi asisten cerdas, masih banyak tantangan teknologi yang harus dihadapi. Tao Bo, Wakil Dekan sekaligus profesor di universitas yang sama, menjelaskan bahwa ada empat teknologi inti yang harus dikuasai.
Empat Teknologi Inti yang Harus Dikuasai
Pertama, anggota tubuh yang kuat sekaligus fleksibel, termasuk tangan yang lincah, mampu membawa beban besar, dan memiliki daya tahan baterai panjang. Kedua, sistem saraf yang sensitif dan bertenaga, dengan kemampuan persepsi multimodal seperti penglihatan, sentuhan, dan pendengaran. Ketiga, “otak kecil” yang mampu mengoordinasikan gerakan kompleks melalui riset kinematika dan dinamika. Terakhir, otak cerdas sebagai jiwa robot, dengan kemampuan komputasi tinggi dan kecerdasan buatan tingkat lanjut.
Robot Jingchu: Perwujudan Teknologi Masa Depan
Dari Hubei, robot humanoid bernama “Jingchu” telah menunjukkan terobosan signifikan, khususnya pada sektor tangan. Robot ini memiliki sepasang “tangan lincah” yang menyerupai tangan manusia, lengkap dengan kemampuan persepsi multimodal dan operasi cerdas.
“Kami menambahkan sistem visual di telapak tangan robot Jingchu,” ungkap Zhao Xingwei, profesor Fakultas Ilmu dan Teknik Mesin Universitas Sains dan Teknologi Huazhong. Melalui kecerdasan lokal pada tangan, robot dapat langsung menghasilkan lintasan gerakan lima jari—seolah-olah tangan robot memiliki ‘mata’ dan ‘otak’ sendiri.
Tidak hanya itu, ujung jari robot Jingchu juga dilengkapi sensor sentuh magnetik unik yang mengukur gaya melalui perubahan medan magnet berskala mikro. Sensitivitasnya dapat diatur dan aplikasinya sangat luas. “Robot ini bisa merasakan tekanan serendah satu gram. Menggenggam tahu, jeli, atau objek keras dan lunak bukan masalah,” jelas Zhao.

