Google Meluncurkan Gemini 3 Flash, Model AI Terbaru yang Cepat dan Efisien
Google kembali memperkuat posisi mereka dalam persaingan kecerdasan buatan global dengan meluncurkan model terbaru bernama Gemini 3 Flash. Peluncuran ini dilakukan pada Rabu (17/12) sebagai bagian dari strategi untuk menjaga dominasi di pasar AI. Dengan peningkatan signifikan dalam performa, model ini diklaim lebih cepat, efisien, dan memiliki biaya operasional yang lebih rendah dibandingkan versi sebelumnya.
Gemini 3 Flash telah menjadi model default di aplikasi Gemini serta fitur AI Mode di mesin pencarian Google, menggantikan Gemini 2.5 Flash. Meski hanya enam bulan setelah peluncuran versi sebelumnya, peningkatan kinerjanya cukup mencolok. Berbagai uji coba menunjukkan bahwa model ini mampu bersaing dengan model-model kelas atas seperti Gemini 3 Pro dan GPT-5.2 dari OpenAI.
Pada uji benchmark Humanity’s Last Exam, yang menguji pemahaman lintas bidang keilmuan, Gemini 3 Flash mencatat skor 33,7 persen tanpa bantuan alat tambahan. Angka ini mendekati Gemini 3 Pro (37,5 persen) dan sedikit di bawah GPT-5.2 (34,5 persen), serta jauh melampaui Gemini 2.5 Flash yang hanya mencapai 11 persen. Sementara itu, dalam uji multimodal dan penalaran MMMU-Pro, Gemini 3 Flash tampil dominan dengan skor 81,2 persen, mengungguli seluruh pesaingnya.
Model yang Cocok untuk Pengguna Umum
Google menyebut Gemini 3 Flash sebagai “model pekerja keras” yang bisa diandalkan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari. Model ini mampu memahami berbagai jenis input, mulai dari teks, gambar, video, hingga audio. Misalnya, pengguna dapat mengunggah video olahraga pickleball untuk meminta saran teknik, mengirimkan sketsa gambar untuk ditebak isinya, atau mengunggah rekaman suara untuk dianalisis maupun diubah menjadi kuis.
Selain itu, Gemini 3 Flash dinilai lebih baik dalam memahami maksud pertanyaan pengguna dan memberikan jawaban visual seperti tabel dan gambar. Google bahkan memungkinkan pengguna membuat prototipe aplikasi langsung dari prompt di aplikasi Gemini. Meskipun Flash menjadi model bawaan, pengguna tetap bisa memilih Gemini 3 Pro melalui model picker, terutama untuk kebutuhan matematika dan pemrograman.
Siap Digunakan oleh Perusahaan dan Pengembang
Di sektor bisnis, Gemini 3 Flash sudah digunakan oleh beberapa perusahaan teknologi seperti JetBrains, Figma, Cursor, Harvey, dan Latitude. Model ini tersedia melalui Vertex AI dan Gemini Enterprise, serta bisa diakses oleh pengembang dalam versi pratinjau lewat API dan alat pemrograman Google terbaru, Antigravity.
Dalam uji SWE-bench verified, Gemini 3 Pro mencatat skor 78 persen, hanya kalah dari GPT-5.2. Model ini dinilai cocok untuk analisis video, ekstraksi data, serta tanya jawab visual, terutama karena kecepatannya yang tinggi. Dari segi harga, Gemini 3 Flash dibanderol US$ 0,50 per 1 juta token input dan US$ 3,00 per 1 juta token output. Harga ini sedikit lebih mahal dibanding Gemini 2.5 Flash, tetapi Google menegaskan bahwa performanya lebih tinggi, tiga kali lebih cepat, dan menggunakan 30 persen lebih sedikit token untuk tugas-tugas penalaran.
“Flash kami posisikan sebagai model andalan untuk pekerjaan skala besar. Dari sisi harga input dan output, ini jauh lebih terjangkau dan memungkinkan banyak perusahaan menjalankan tugas dalam jumlah besar,” kata Tulsee Doshi, Senior Director dan Head of Product Gemini Models.
Persaingan di Dunia Kecerdasan Buatan Makin Ketat
Sejak merilis Gemini 3, Google mengklaim telah memproses lebih dari 1 triliun token per hari melalui API-nya. Angka ini mencerminkan sengitnya persaingan dengan OpenAI, yang sebelumnya dilaporkan mengeluarkan memo “Code Red” setelah trafik ChatGPT sempat menurun seiring naiknya pangsa pasar Google.
Meski demikian, Google menegaskan bahwa kompetisi justru mendorong inovasi di industri AI. “Semua model terus berkembang, saling menantang, dan mendorong batas kemampuan. Yang menarik, kami juga memperkenalkan benchmark dan cara evaluasi baru, dan itu memacu kami untuk terus berkembang,” kata Doshi.

