Munculnya Konten AI Slop di YouTube
Konten video yang dibuat dengan bantuan kecerdasan buatan (AI) kini semakin marak beredar di platform YouTube. Banyak dari konten tersebut disebut sebagai “AI slop”, yaitu karya digital yang dibuat secara massal, sering kali tidak memiliki makna yang jelas, dan terkesan absurd. Fenomena ini menarik perhatian banyak pihak karena jumlah penayangan dan pengikutnya yang sangat besar.
Dalam sebuah laporan, ditemukan bahwa sebanyak 278 kanal YouTube hanya berisi konten AI slop. Angka ini menunjukkan betapa luasnya penyebaran konten jenis ini. Indonesia menjadi salah satu negara dengan jumlah pelanggan kanal AI slop terbesar di Asia Tenggara, dengan sekitar 8,57 juta subscriber. Di tingkat global, Indonesia menduduki posisi ke-10 dalam daftar negara dengan jumlah subscriber terbanyak untuk konten AI slop.
Secara keseluruhan, konten AI slop telah mengumpulkan lebih dari 63 miliar penayangan dan 221 juta subscriber di seluruh dunia. Estimasi pendapatan iklan dari konten-konten ini mencapai sekitar 117 juta dolar AS atau sekitar Rp 1,9 triliun per tahun. Angka ini menunjukkan potensi ekonomi yang besar dari fenomena ini, meski memicu kekhawatiran tentang kualitas dan dampaknya pada pemirsa.
Negara dengan Jumlah Subscriber Terbanyak
Di tingkat global, Spanyol menjadi negara dengan jumlah subscriber terbanyak untuk konten AI slop, yaitu sekitar 20,22 juta. Diikuti oleh Mesir dengan 17,91 juta subscriber dan Amerika Serikat dengan 14,47 juta. Dari sisi jumlah penayangan, Korea Selatan menjadi yang terbesar, dengan total sekitar 8,45 miliar penayangan. Di posisi kedua adalah Pakistan dengan 5,34 miliar penayangan, kemudian Amerika Serikat dan Spanyol.
Beberapa kanal AI slop populer juga menunjukkan jumlah penayangan dan subscriber yang sangat besar. Contohnya, kanal “Bandar Apna Dost” asal India mencatatkan sekitar 2,4 miliar penayangan. Konten ini menampilkan cerita-cerita absurd seperti karakter berkepala monyet dengan tubuh manusia atau Hulk bertarung melawan iblis. Pendapatan iklan dari kanal ini diperkirakan mencapai sekitar 4,25 juta dolar AS per tahun.
Sementara itu, “Three Minutes Wisdom” dari Korea Selatan menyumbang hampir seperempat dari total penayangan AI slop di negara tersebut, dengan sekitar 2,02 miliar penayangan. Pendapatan iklan dari kanal ini diperkirakan sekitar 4,03 juta dolar AS per tahun. Kanal lain seperti “Pouty Frenchie” dari Singapura juga mencatatkan pendapatan iklan yang cukup besar, yaitu sekitar 4 juta dolar AS per tahun.
Dampak dan Kekhawatiran
Studi yang dilakukan oleh Kapwing menemukan bahwa sebanyak 20 persen dari 500 video pertama yang muncul di timeline YouTube dikategorikan sebagai AI slop. Bahkan, sepertiga dari video tersebut masuk kategori brainrot, yang merujuk pada konten yang absurd, repetitif, dan minim makna. Konten-konten ini berpotensi menggerogoti fokus dan daya pikir penonton.
Fenomena AI slop ini juga dipandang sebagai industri baru yang berkembang pesat. Banyak kreator berasal dari negara-negara dengan upah menengah, seperti India, Nigeria, Kenya, Brasil, dan Vietnam, karena pendapatan dari YouTube dinilai lebih menjanjikan dibanding gaji lokal.
Menanggapi temuan ini, juru bicara YouTube menyatakan bahwa AI hanyalah alat dan bisa digunakan untuk menghasilkan konten berkualitas maupun rendah. YouTube tetap berkomitmen untuk menyajikan konten berkualitas dan akan menghapus video yang melanggar pedoman komunitas, terlepas dari apakah konten tersebut dibuat oleh manusia atau AI.

