Pengalaman Awal dengan Notion
Notion memang menawarkan banyak fitur yang mengesankan. Aplikasi ini dapat menyimpan berbagai informasi, mulai dari resep, catatan, hingga data terkait pekerjaan dan proyek sampingan. Namun, seiring saya semakin sering menggunakannya, saya merasa semakin kewalahan. Proses menyesuaikan antarmuka pengguna dan memilih elemen seperti gambar sampul dan palet warna menjadi semakin memakan waktu. Saya bahkan menghabiskan banyak energi mental untuk mengatur setiap halaman agar sesuai dengan sistem yang saya buat.
Setiap kali saya membuat halaman baru, saya harus menyusunnya agar sesuai dengan estetika yang saya inginkan. Hal ini membuat saya merasa terpaksa menggunakan Notion untuk setiap detail kecil dalam hidup saya. Akibatnya, saya terjebak dalam apa yang dikenal sebagai “sunk cost fallacy”; meskipun saya menggunakan versi gratis, saya telah menginvestasikan banyak waktu untuk konfigurasi yang membuat saya merasa terpaksa untuk terus menggunakannya demi membenarkan usaha tersebut.

