Meta Mengakuisisi Startup Kecerdasan Buatan Singapura
Meta, raksasa teknologi global, mengumumkan akuisisi startup kecerdasan buatan (AI) berbasis di Singapura, Manus. Pengumuman ini dilakukan pada Senin (29/12/2025), menandai langkah strategis perusahaan dalam mempercepat integrasi agen AI otonom canggih ke seluruh platformnya, termasuk Instagram, WhatsApp, dan Facebook.
Meskipun nilai transaksi tidak diungkapkan secara resmi, laporan dari berbagai sumber menyebutkan bahwa jumlahnya berkisar antara US$2 miliar hingga US$3 miliar. Jika angka tersebut benar, kesepakatan ini menjadi akuisisi terbesar ketiga bagi Meta setelah WhatsApp dan Scale AI. Hal ini menunjukkan komitmen serius perusahaan untuk memperluas kapabilitas kecerdasan buatannya.
Manus didirikan pada 2022 oleh Xiao Hong di bawah naungan Beijing Butterfly Effect Technology. Startup ini mendapatkan perhatian global pada 2025 setelah meluncurkan agen AI serbaguna pertama di dunia. Agen ini diklaim mampu menjalankan tugas berjenjang secara mandiri tanpa perlu arahan yang berulang dari pengguna.
Tidak seperti chatbot konvensional yang fokus pada instruksi berbasis teks, agen AI Manus dapat melakukan berbagai tugas kompleks seperti riset pasar, analisis data, pemrograman full-stack, hingga otomasi alur kerja. Kemampuan ini membuatnya menjadi solusi yang sangat diminati di berbagai industri.
Untuk mengurangi dampak ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Tiongkok, Manus memindahkan kantor pusatnya ke Singapura pada Juni 2025. Sebagai bagian dari akuisisi, perusahaan akan memutus hubungan pendanaan dengan investor asal Tiongkok dan menghentikan operasionalnya di negara tersebut. Langkah ini berdampak pada pemutusan hubungan kerja bagi staf di Tiongkok.
Sementara itu, tim yang tersisa akan bergabung dengan Meta. Layanan berlangganan independen Manus tetap akan beroperasi dari Singapura. Dengan demikian, perusahaan tetap dapat memberikan layanan kepada pelanggannya meski telah diakuisisi.
Meta berencana memanfaatkan teknologi Manus untuk memperkuat kemampuan Meta AI, baik untuk produk konsumen maupun bisnis. Akuisisi ini hadir di tengah gelombang investasi agresif Meta dalam sektor AI. Investasi ini mencakup belanja besar untuk infrastruktur perangkat keras dan perekrutan talenta demi bersaing dengan perusahaan lain seperti OpenAI dan Google.
Meski menjanjikan, transaksi ini juga tidak terlepas dari potensi pengawasan regulator di Amerika Serikat dan Tiongkok. Beberapa anggota parlemen AS pernah mengkritik investasi modal ventura ke perusahaan tersebut, sementara analis Tiongkok menyuarakan kekhawatiran terkait hilangnya talenta AI domestik ke perusahaan teknologi raksasa Amerika.
Dengan akuisisi ini, Meta semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama dalam industri kecerdasan buatan. Pemilikan teknologi Manus diharapkan mampu membawa inovasi baru dan meningkatkan daya saing perusahaan di pasar global.

