Automasi yang Lebih Canggih
Salah satu sorotan dari pembaruan ini adalah penambahan berbagai starter dan kondisi automasi yang mencakup lebih banyak skenario dunia nyata. Misalnya, pengguna kini dapat mengatur automasi berdasarkan tingkat kelembapan tertentu, status docking robot vacuum, atau kondisi baterai perangkat yang sedang mengisi daya atau hampir habis. Dengan fitur ini, otomatisasi yang dibuat akan lebih responsif terhadap situasi yang terjadi di rumah, memberikan kenyamanan dan efisiensi yang lebih besar.
Interaksi Tombol yang Lebih Variatif
Google juga telah memperkenalkan interaksi tombol dan saklar yang lebih rinci. Pengguna kini dapat memilih antara aksi tekan tunggal, tekan ganda, dan tekan lama pada perangkat yang didukung. Hal ini memungkinkan pengguna untuk menciptakan automasi yang lebih kompleks dan sesuai dengan kebutuhan spesifik mereka. Dengan demikian, pengguna dapat mengatur pengaturan rumah pintar mereka dengan cara yang lebih intuitif dan personal.
Peningkatan Fungsi Pencahayaan
Selain itu, pembaruan ini juga membawa kemampuan baru untuk mengatur lampu pintar dengan warna atau suhu warna tertentu. Meskipun perubahan ini lebih merupakan evolusi daripada revolusi, fitur ini membuka peluang bagi pengguna untuk membuat rutinitas yang lebih ekspresif, sesuai dengan suasana hati atau kondisi lingkungan sekitar. Hal ini semakin menambah daya tarik Google Home sebagai solusi rumah pintar yang responsif dan adaptif.
Meskipun pembaruan ini mungkin tidak sepenuhnya mengatasi semua masalah keandalan yang ada di Google Home, kombinasi antara tambahan fitur dan perbaikan untuk mengatasi keluhan umum menunjukkan bahwa Google mendengarkan masukan dari komunitas penggunanya. Ini menjadi langkah positif untuk membangun kembali kepercayaan pengguna terhadap ekosistem Google Home.
Sumber: https://www.androidauthority.com/google-home-changelog-automation-video-3637332/

